Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF PROJECT BASED LEARNING THROUGH CREATING POP UPS SOLAR SYSTEM TO IMPROVE STUDENT’S DIGITAL SCIENCE LITERACY Nugroho, Agung Nur; Wilujeng, Insih; Rahmawati, Laifa
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.8060

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the application of project-based learning in creating pop ups solar system to improve digital science literacy and to know the difference in the average score of digital science literacy ability improvement before and after the application of project-based learning in creating pop ups solar system. The research design used is one group pretest-posttest design with descriptive statistical analysis techniques, normality test (Shapiro-Wilk), Paired Sample T-Test, N-Gain, and qualitative analysis. The results of data analysis showed that there was a significant increase in students' digital science literacy skills with a moderate category and a significant increase in the average score of students' digital science literacy skills before and after the application of project based learning in creating solar system pop ups
Hypermodule Deep Learning Inquiry–Steam: A Theoretical Framework And Science Teachers’ Perceptions In The Digital Era Sugiarto, Wahyu; Nurrohman, Sabar; Wiyarsi, Antuni; Rahmawati, Laifa
Jurnal Pendidikan Sains Universitas Muhammadiyah Semarang Vol 14, No 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Publisher : Pendidikan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.14.1.2026.49-58

Abstract

Low scientific literacy and limited collaborative learning practices remain persistent challenges in science education, particularly in digitally constrained contexts where technology integration is uneven. This study develops a theoretical framework of the Hypermodule Deep Learning Inquiry–STEAM by integrating deep learning pedagogy, inquiry-based learning, and STEAM education into a unified digital learning model, while examining science teachers' perceptions of its implementation. A qualitative, exploratory survey design involved 38 junior high school science teachers in Biak Numfor Regency, Papua, Indonesia. Data were collected through open-ended questionnaires and semi-structured interviews, and were analysed thematically using open, axial, and selective coding. Findings reveal that teachers perceive deep learning as meaningful and transferable learning, inquiry as fostering scientific reasoning, and STEAM as promoting creativity and collaboration; however, these approaches remain fragmented in classroom practice. The study contributes a conceptual hypermodule framework linking pedagogical constructs, digital learning features, and targeted outcomes related to scientific literacy and collaboration skills. Future research should empirically test the framework’s effectiveness across diverse educational contexts and examine its impact on student learning outcomes through mixed-method or experimental designs.
Implementasi Inkuiri Berbasis Digital dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Berpikir Kritis: Systematic Literature Review pada Pendidikan Dasar dan Menengah Mufidah, Libna Sahlatul; Rahmawati, Laifa; Nadifah, Imroatun
Instructional Development Journal Vol 9, No 1 (2026): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v9i1.39476

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat penting di abad ke-21, khususnya dalam pembelajaran IPA. Namun, penelitian sebelumnya mengenai pembelajaran inkuiri berbasis digital masih bersifat terpisah-pisah dan belum memberikan sintesis yang komprehensif lintas jenjang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model inkuiri berbasis digital dalam pembelajaran IPA guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan kerangka PRISMA untuk mengidentifikasi dan menyeleksi studi yang relevan, yang kemudian dilanjutkan dengan sintesis kualitatif terhadap 20 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2016 hingga 2025. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan thematic analysis terhadap 20 artikel melalui tahap ekstraksi data, open coding, axial coding, dan selective coding untuk mengidentifikasi serta mengelompokkan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran inkuiri berbasis digital bervariasi pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari inkuiri terbimbing berbantuan Augmented Reality di tingkat sekolah dasar hingga inkuiri terbuka melalui laboratorium virtual dan Virtual Reality di tingkat sekolah menengah. Secara keseluruhan, pembelajaran inkuiri berbasis digital terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis melalui keterlibatan siswa dalam proses sistematis seperti orientasi masalah, investigasi, analisis, dan refleksi. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan komprehensif pola implementasi serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi efektivitas pembelajaran inkuiri berbasis digital dalam pembelajaran IPAKeterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat penting di abad ke-21, khususnya dalam pembelajaran IPA. Namun, penelitian sebelumnya mengenai pembelajaran inkuiri berbasis digital masih bersifat terpisah-pisah dan belum memberikan sintesis yang komprehensif lintas jenjang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model inkuiri berbasis digital dalam pembelajaran IPA guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan kerangka PRISMA untuk mengidentifikasi dan menyeleksi studi yang relevan, yang kemudian dilanjutkan dengan sintesis kualitatif terhadap 20 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2016 hingga 2025. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan thematic analysis terhadap 20 artikel melalui tahap ekstraksi data, open coding, axial coding, dan selective coding untuk mengidentifikasi serta mengelompokkan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran inkuiri berbasis digital bervariasi pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari inkuiri terbimbing berbantuan Augmented Reality di tingkat sekolah dasar hingga inkuiri terbuka melalui laboratorium virtual dan Virtual Reality di tingkat sekolah menengah. Secara keseluruhan, pembelajaran inkuiri berbasis digital terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis melalui keterlibatan siswa dalam proses sistematis seperti orientasi masalah, investigasi, analisis, dan refleksi. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan komprehensif pola implementasi serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi efektivitas pembelajaran inkuiri berbasis digital dalam pembelajaran IPA.
Profil Literasi Sains Peserta Didik SMP pada Materi Zat dan Perubahannya di Kecamatan Mertoyudan, Magelang, Indonesia Rochim, Achmad Nur; Aminatun, Tien; Wiyarsi, Antuni; Rahmawati, Laifa
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v4n2.p192-204

Abstract

Capaian literasi sains Indonesia yang rendah pada PISA 2022 menunjukkan perlunya pemetaan empiris yang terfokus pada materi IPA spesifik dan konteks wilayah tertentu. Penelitian ini bertujuan memetakan profil literasi sains peserta didik SMP pada materi zat dan perubahannya serta menganalisis perbedaan capaian antarsekolah di Kecamatan Mertoyudan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dari tiga sekolah yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda, wawancara semi-terstruktur, dan observasi. Capaian literasi sains secara keseluruhan berada di kategori rendah dengan rerata 47,95%, yang meliputi indikator menjelaskan fenomena secara ilmiah (44,44%), mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah (52,31%), serta menafsirkan data dan bukti ilmiah (46,83%). Temuan ini menunjukkan bahwa peserta didik mengalami hambatan dalam mengintegrasikan konsep IPA dengan fenomena nyata, merancang penyelidikan ilmiah, serta menggunakan bukti untuk mendukung argumentasi ilmiah. Temuan ini menjadi dasar empiris bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis inkuiri dan fenomena, bagi sekolah untuk memperkuat kurikulum berorientasi literasi sains, serta bagi pemangku kebijakan dalam merancang program peningkatan kompetensi guru IPA secara kontekstual.