Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MAHASISWA BERJALAN KAKI DIKAJI DARI SISI KEBUGARAN JASMANI Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Widodo, Agung; Bin Seh Abubakar, Sayid Fariz
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.23296

Abstract

Rendahnya kebiasaan berjalan kaki pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh tingkat kebugaran jasmani, di mana mahasiswa dengan kebugaran jasmani yang rendah cenderung memiliki motivasi dan kapasitas fisik yang lebih rendah untuk melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang mempengaruhi rendahnya minat mahasiswa dalam berjalan kaki. Latar belakang dalam penelitian ini adalah banyaknya antrian mahasiswa ketika akan menaiki lift, banyaknya mahaiswa dalam menggunakan kendaraan dibandingkan berjalan kaki. Populasi dalam penelitian ini adalah mahaiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Muhammadiyah Semarang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel mahasiswa angkatan 2023 sebanyak 19 mahasiswa. Metode dalam penelitian ini adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, instrumen penelitian yang digunakan menggunakan tes lari cooper untuk mengukur daya tahan dan wall sit untuk mengukur kekuatan otot tungkai. Analisa data yang digunakan berupa mengklasifikasikan hasil penelitian. Hasilnya, rata-rata daya tahan mahasiswa Ilmu Keolahragaan masuk dalam kategori dibawah rata-rata dan rata-rata kekuatan otot tungkai masuk dalam kategori rata-rata. Kesimpulannya, rendah minat mahasiswa untuk berjalan kaki menaiki anak tangga salah satunya dipengaruhi oleh daya tahan yang dibawah rata-rata dan kekuatan otot tungkai sehingga dibutuhkan peningkatan kondisi fisik untuk menunjang kegiatan sehari hari dan peningkatan prestasi.
Pelatihan Peningkatan Daya Tahan, Daya Ledak dan Kelincahan untuk Meningkatkan Kondisi Fisik Atlet Taekwondo Kota Semarang Menghadapi Babak Kualifikasi Porprov 2025 Dhuha, Ahad Agafian; Widodo, Agung; Firdaus, Mohammad Fajar; Widodo, Sumardi
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 6, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v6i3.25156

Abstract

Tujuan Program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kondisi fisik atlet taekwondo kota semarang yang akan menghadapi babak kualifikasi PORPROV 2025 agar dapat meloloskan semua atletnya dan mampu menjadi juara umum. Sebagian besar kondisi fisik atlet pada komponen fisik daya tahan, daya ledak dan kelincahan masuk dalam kategori kurang sehingga dibutuhkan latihan untuk meningkatkan komponen fisik tersebut karena dalam olahraga taekwondo system pertandingannya dominan menggunakan komponen fisik tersebut.Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara melakukan pengambilan data kondisi fisik atlet komponen daya tahan menggunakan multi fitness test, daya ledak menggunakan vertical jump dan kelincahan menggunkan Illinois test. Hasil pengabdian masyarakat ini terdapat rata rata peningkatan daya tahan 5,32%, daya ledak 5,88% dan kelincahan 3,59%. Meningkatnya kondisi fisik atlet diharapkan dapat menjadi bekal atlet taekwondo kota semarang dalam menghadapi babak kualifikasi PORPROV 2025 sehingga mampu meloloskan semua atletnya dan menjadi juara umum.
Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Atlet Bolabasket PPLOP Jawa Tengah Ditinjau dari Segi Kondisi Fisik Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i2.2627

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah atlet bolabasket PPLOP Jawa Tengah yang mengalami kekalahan dalam beberapa pertandingan yang diikuti. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui faktor apakah yang menyebabkan kekalahan pada beberapa pertandingan yang diikuti. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan melakukan survey menggunakan instrument pengukuran komponen kondisi fisik yang dibutuhkan atlet bolabasket yaitu tes kecepatan menggunakan tes lari 20 meter, tes kelincahan menggunakan shuttle run, tes daya ledak menggunakan vertical jump dan tes daya tahan menggunakan balke test. Sampel dalam penenlitian ini 10 atlet bolabasket PPLOP Jawa Tengah. Analisis data yang digunakan dengan cara memasukan hasil penelitian kedalam instrument tes yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang. Hasil penelitian ini komponen fisik kecepatan 2 atlet kategori sangat baik, 4 atlet kategori baik, 2 atlet kategori cukup dan 2 atlet kategori sangat kurang. Komponen kelincahan 10 atlet kategori sangat baik. Komponen daya ledak 9 atlet kategori sangat kurang dan 1 atlet kategori kurang. Komponen daya tahan 6 atlet kategori sangat baik, 2 atlet kategori cukup dan 2 atlet kateogi sangat kurang. Kesimpulan dibutuhkan peningkatan komponen daya ledak untuk membantu atlet dalam pertandingan seperti melakukan jump shoot, lay up dan melakukan serangan dengan cepat dan kuat.
Influential Factors of Taekwondo Achievement in Regional Sport Competition Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Bin Seh abubakar, Sayid Fariz; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 5 No 2 (2024): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.paju.2024.5.2.10136

Abstract

Endurance is one of the most influential factors in achieving high-performance athletes. The level of maximum oxygen volume or VO2Max describes endurance. VO2Max is the ability to consume oxygen during physical activity. This research examines the influential factors of Taekwondo achievement in regional sports competitions. The method used in this research is a survey to determine VO2Max levels. The research instrument operated is the Multi Fitness Test (MFT) to measure VO2Max levels. The sample in this study was 20 taekwondo athletes from Semarang City. Data results of the physical condition test are divided into five categories: Poor, Under Average, Average, Above Average, and Excellent. The results confirm that VO2Max level is the main factor in achieving the best athlete performance. Athletes who win gold medals have the VO2Max Above the Average category. The conclusion is that most taekwondo athletes in Semarang City have a VO2Max level in the Average Category. Increasing VO2Max training is required to achieve athletes' high performance.
Peningkatan Sumber Daya Manusia Pelatih Muda Taekwondo Kota Semarang Tentang Peningkatan Kondisi Fisik Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Widodo, Agung; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.656

Abstract

Latar belakang: Sumber daya manusia adalah salah satu faktor penentuan keberhasilan sebuah klub olahraga, semakin banyaknya dojang atau klub taekwondo membuat kebutuhan pelatih juga semakin tinggi akan tetapi kualifikasi pendidikan pelatih muda taekwondo Kota Semarang tidak linier dengan bidang kepelatihan olahraga. Berdasarkan pengambilan data menggunakan kuesioner tentang pemahaman peningkatan kondisi fisik didapatkan hasil sebagian besar pelatih muda masuk dalam kategori sangat kurang, sedangkan kondisi fisik adalah faktor terpenting dalam peningkatan prestasi. Tujuan: program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pelatih tentang peningkatan kondisi fisik sehingga mampu diterapkan didalam melatih. Metode: metode dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan peningkatan sumber daya pelatih tentang kondisi fisik. Hasil: hasil dalam pengabdian kepada masyarakat ini terdapat peningkatan nilai rata rata sebelum diberikan pelatihan sebesar 40, mengalami peningkatan nilai rata rata menjadi 58. Indikator penilaian sebelum diberikan pelatihan adalah 2% peserta kategori cukup, 18% peserta kategori kurang dan 82% peserta kategori sangat kurang, setelah diberikan pelatihan menjadi 1% peserta kategori baik, 19% peserta kategori cukup dan 80% peserta kategori kurang. Kesimpulan: Peningkatan sumber daya pelatih mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelatih tentang openingkatan kondisi fisik yang berguna dalam peningkatan prestasi. Kata kunci: pelatih muda, peningkatan kondisi fisik, sumber daya manusia, taekwondo ______________________________________________________________________ Abstract Background: Human resources are one of the determining factors for the success of a sports club, the increasing number of dojangs or taekwondo clubs makes the need for coaches also higher, but the educational qualifications of young taekwondo coaches in Semarang City are not linear with the field of sports coaching. Data collection using a questionnaire on understanding physical condition improvement, showed that most young coaches were in the inferior category. In contrast, physical condition is the most important factor in improving achievement. Objective: To increase the knowledge of coaches about improving physical condition so that it can be applied in training. Method: The method in this community service is to provide training to improve coach resources about physical condition. Result: The results of this community service showed an increase in the average value before being given training of 40, experiencing an increase in the average value to 58. The assessment indicators before being given training were 2% of participants in the sufficient category, 18% of participants in the poor category and 82% of participants in the very poor category, after being given training it became 1% of participants in the good category, 19% of participants in the sufficient category and 80% of participants in the poor category. Conclusion: Increasing coach resources can increase the knowledge and understanding of coaches about improving physical condition which is useful in improving achievement. Keywords: young coaches, improving physical condition, human resources, taekwondo
Edukasi Personal Hygiene untuk Pencegahan Scabies dan Enterobiasis di Pondok Pesantren Dhaningtyas, Shalihat Afifah; Sumanto, Didik; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad; Ismail, Toto Suyoto
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Personal hygiene merupakan hal mendasar yang menggambarkan kondisi kebersihan diri seseorang dan menjadi sebuah upaya preventif agar meminimalkan infeksi penyakit. Penyakit yang berkaitan dengan personal hygiene diantaranya adalah scabies dan enterobiasis. Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan Sarcoptes scabiei dari kelompok tungau. Enterobiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing Enterobius vermicularis. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan santriwati sebelum dan sesudah diberi edukasi. Metode: Pengabdian masyarakat menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan visualisasi LCD proyektor. Pengukuran pengetahuan partisipan dilakukan sebelum dan setelah edukasi menggunakan kuesioner. Jumlah partisipan sebanyak 76 santriwati. Hasil: Skor rata–rata nilai pre-test sebesar 81.98 dan post-test sebesar 91.54. Kesimpulan: Ada kenaikan skor pengetahuan yang signifikan pada santriwati setelah diberi edukasi. Kata kunci: enterobiasis, personal hygiene, pesantren, santriwati, scabies ______________________________________________________________________ Abstract Background: Personal hygiene is a fundamental aspect of health and serves as a preventive measure to minimize infection. Diseases related to personal hygiene include scabies and enterobiasis. Scabies is a skin disease caused by the mite Sarcoptes scabiei. Enterobiasis is a disease caused by the worm Enterobius vermicularis. Objective: To determine the difference in knowledge of female students before and after education. Method: Community service used lectures and discussions with an LCD projector visualization. Participants' knowledge was measured before and after counseling using a questionnaire. The number of participants was 76 female students. Result: The average pre-test score was 81.98, and the post-test score was 91.54. Conclusion: There was a significant increase in knowledge scores among female students after education. Keywords: enterobiasis, personal hygiene, Islamic boarding school, female students, scabies
Profile of Lower Limb Muscle Power in Pencak Silat Athletes of IPSI Pekalongan City Wijaya, M. Riski Adi; Subekti, Nur; Widodo, Agung
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (Jp.jok) Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (Jp.jok) November 2023
Publisher : Physical Education, Health and Recreation Study Program, Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v7i1.953

Abstract

The study aims to analyze the lower limb muscle power profile of Pencak Silat athletes affiliated with IPSI in Pekalongan City in preparation for the Provincial Sports Week (PORPOV) in 2023. Anticipated is that this study will offer a deeper insight into the determinants that impact athletes' achievements in the realm of Pencak Silat competition. The study utilizes a survey research design with a quantitative descriptive approach. The study subjects consist of five athletes who qualified for the 2023 PORPOV. Data collection involves the use of a lower limb muscle power test, specifically the vertical jump test. The results of the vertical jump test for Pencak Silat athletes from IPSI in Pekalongan City indicate that 20% or one athlete falls above the average classification, 60% or three athletes fall within the moderate classification, and 20% or one athlete falls below the average classification. The findings of this study reveal that about 80% of the lower limb muscle power component possessed by the athletes hasn't reached the classification above the average. The research's conclusion offers valuable insights into the factors affecting Pencak Silat athletes' performance, providing a basis for improving training programs to boost the achievements of IPSI-affiliated athletes in Pekalongan City.
Effect of Plyometric and Weight Training on Explosive Power and Muscle Mass in Taekwondo Athletes In Semarang City Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Widodo, Agung; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh; Sinaga, David Hasian Barutu
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (Jp.jok) November 2025
Publisher : Physical Education, Health and Recreation Study Program, Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v9i1.2528

Abstract

The purpose of this study was to determine the effects of plyometric and weight training on explosive power and muscle mass, and to determine which method was more effective at increasing both. Taekwondo is a sport that requires considerable explosive power and muscle mass, so training is needed to improve these components. Explosive power enables athletes to attack quickly and forcefully, while muscle mass provides ideal proportions. The research method used was a quasi-experimental pre-test-post-test two-group design with treatment consisting of plyometric and weight training. The research instruments were the standing board jump and body analysis. The research sample consisted of 15 taekwondo athletes from Semarang. The results showed that plyometric and weight training exercises increased explosive power and muscle mass. Still, plyometric training was more effective at increasing explosive power, and weight training was more effective at increasing muscle mass. The paired sample t-test results show that all variables have a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000, which is less than 0.05. This indicates a significant difference between the pre-test and posttest values across all groups. This study is expected to serve as a reference for the development of training programs to increase explosive power and muscle mass.