Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pembelajaran Sejarah Terintegrasi Nilai-Nilai Falsafah Piil Pesenggiri Sebagai Wujud Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal Lampung Meihan, Andre Mustofa
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 20 No. 2 (2023): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v20i2.65810

Abstract

Piil Pesenggiri merupakan sebuah falsafah hidup orang lampung yang menjadi aturan ataupun norma di dalam masyarakat lampung sebagai mahluk sosial. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Pembelajaran Sejarah terintegrasi nilai-nilai falsafah Piil Pesenggiri sebagai wujud menjaga eksistensi kearifan lokal Lampung. Penelitian ini akan menggunakan metode studi kepustakaan. Dalam konteks penelitian ini, akan dilakukan sebuah eksplorasi dan evaluasi berbagai buku, jurnal, catatan-catatan, dan sumber-sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Data-data yang berhasil dikumpulkan dari sumber-sumber utama maupun sekunder ini akan dianalisis secara cermat sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sejarah terintegrasi nilai-nilai falsafah Piil Pesenggiri sebagai wujud menjaga eksistensi kearifan lokal Lampung dapat dilakukan dengan cara: 1) Menyusun sebuah perencanaan pembelajaran (RPP) Sejarah yang terintergrasi nilai-nilai Piil Pesenggiri; 2) Memberikan proyek/tugas yang menanamkan nilai-nilai falsafah Piil Pesengiri dalam pembelajaran sejarah; 3) Melakukan evaluasi dan refleksi terhadap pelaksanaan pembelajaran yang terintegrasi nilai-nilai falsafah Piil Pesenggiri.
PENINGKATAN KREATIVITAS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS ANIMASI TRAVEL MAP Seprina, Reka; Rukmana, Lisa; Meihan, Andre Mustofa
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.20125

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini menerapkan metode Project Based Learning) pada mata kuliah Pengantar Sejarah Indonesia, dan meningkatkan kreativitas mahasiswa. Metode penelitian menggunakan Classroom Action Research. Subjek penelitian melibatkan mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pengantar Sejarah Indonesia. Penelitian ini dirancang dalam 3 (tiga) siklus yang mana pada tiap siklus terbagi menjadi empat kegiatan, yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi dan Evaluasi, serta Analisis dan Refleksi. Hasil penelitian membuktikan Pembelajaran Sejarah Berbasis Animasi Travel Maps Filmora Terintegrasi Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa. Pada siklus I skor rata- rata kreativitas mahasiswa yakni 75,5. Pada siklus yang kedua skor rata-rata kreativitas mahasiswa yakni 79,9. Skor rata-rata tingkat kreativitas mahasiswa mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus ke-III yakni 101,6. Skor rata-rata kreativitas mahasiswa ini masuk dalam kategori “tinggi”, dan melebihi target yang diberikan yakni rerata lebih dari 80. Sehingga penelitian tindakan kelas setelah dilaksanakan Siklus-III dapat dikatakan “berhasil”. Abstract: The aim of this research is to implement Project-Based Learning method in the Introduction to Indonesian History course. The goal is to enhance students' creativity. The research methodology employed is classroom action research. The study involved students who took the Introduction to Indonesian History course. It was designed in three cycles, each consisting of four activities: Planning, Action Implementation, Observation and Evaluation, and Analysis and Reflection. The results demonstrate that History Learning Based on Animation Travel Maps Filmora Integrated Project Based Learning is an effective method for enhancing student creativity. In the first cycle, students' average creativity score was 75.5. In the second cycle, it increased to 79.9. The third cycle saw a significant increase in the average creativity score to 101.6, which is categorized as 'high' and exceeds the target of an average score of 80. Therefore, the class action research after Cycle-III can be considered successful.
Character Values in Ahmad Fuadi's Novel Buya Hamka as a Source for Learning History Pamungkas, Sephia Nara Putri; Meihan, Andre Mustofa
Swarnadwipa Vol 9, No 2 (2025): SWARNADWIPA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sd.v9i2.4094

Abstract

This research aims to analyze the character values contained in the novel "Buya Hamka" by Ahmad Fuadi and explore how these values can be used as a source of history learning. This novel not only presents the life story of Buya Hamka, a great figure in Indonesia's history, but also contains various character values that are relevant for the formation of students' personalities. Through a qualitative descriptive approach, this study identifies and categorizes character values such as exemplary, integrity, courage, and social awareness that are reflected in Buya Hamka's life journey. The results of the study show that this novel has great potential to be used as a source of history learning that is not only informative, but also inspiring in shaping students' characters. The use of this novel in the learning process can enrich students' understanding of history while instilling important moral values in daily life.
Tari Sekapur Sirih Sebagai Sarana Edukasi Generasi Muda: Upaya Melestarikan Warisan Lokal Masyarakat Jambi Di Tengah Arus Globalisasi Aldi Ariyanto Ramadani; Salsabila Aulia Handayani; Najwa Safti Wulandari; Sasa Salsanabila; Andre Mustofa Meihan
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2616

Abstract

Artikel ini membahas peran Tari Sekapur Sirih sebagai sarana edukatif dalam upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Globalisasi telah membawa dampak signifikan terhadap pola pikir dan gaya hidup generasi muda, yang pada gilirannya menggeser perhatian mereka dari budaya tradisional ke budaya populer global.Tari Sekapur Sirih, yang merupakan salah satu warisan budaya Provinsi Jambi, tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter dan pemaknaan nilai-nilai kultural seperti keramahan, tata krama, serta identitas kolektif masyarakat Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dengan teknik studi pustaka, yang mencakup tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkanbahwa Tari Sekapur Sirih memiliki makna filosofis yang mendalam serta nilai-nilai lokal yang dapat ditransformasikan kepada generasi muda melalui pendekatan pendidikan berbasis budaya. Oleh karena itu, pelestarian seni tari ini melalui institusi pendidikan dan media digital menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan homogenisasi budaya akibat globalisasi.
Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan Bagi Peserta Didik Di SMP Ahmad Dahlan Menanamkan Rasa Naionalislme Meihan, Andre Mustofa; Wahyuni, Anny; Saputra, Muhammad Adi; Mareta, Yoan; Kurniawanti, Merci Robbi
Keris: Journal of Community Engagement Vol. 5 No. 2 (2025): In Press: KERIS: Journal of Community Engagement
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/keris.v5i2.2230

Abstract

Tantangan yang dihadapi oleh para pendidik di tingkat  sekolah menengah pertama (SMP) untuk menanamkan rasa nasionalisme di kalangan peserta diidk diantaranya adalah minimnya pengetahuan peserta didik  mengenai pancasila sebagai dasar filosofis bangsa, Padahal, nilai-nilai kebangsaan penulis anggap dapat menjadi sebuah suplemen atas kurangnya energi nasionalisme dalam diri peserta didik di SMP Ahmad Dahlan dilihat dari permasalahan periritas yang didapat dari hasil wawancara dengan peserta didik dan tenaga pengajar disekolah ini yaitu dapat dilihat dari dua aspek utama. Pertama, adanya krisis identitas yang ditandai dengan masih rendahnya kesadaran peserta didik terhadap isu-isu nasional yang berkaitan dengan persatuan bangsa, kebanggaan terhadap simbol kebangsaan, serta pemahaman mengenai peran generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa. Kedua, masih minimnya edukasi maupun kegiatan sekolah yang secara khusus menekankan pada penanaman nilai kebangsaan dan nasionalisme. Solusi yang diberikan adalah dengan melaksanakan sosialisasi mengenai penanaman nilai-nilai kebangsaan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.
Improvement Student Entrepreneurship Creativity through PjBL Based on Video Promotions of Jambi's Culinary Heritage in the Histoentrepreneurship Course Merci Robbi Kurniawanti; Andre Mustofa Meihan; Mayasari
Airlangga Journal of Innovation Management Vol. 6 No. 4 (2025): Airlangga Journal of Innovation Management
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ajim.v6i4.81837

Abstract

In the era of the creative economy, soft skills in entrepreneurship have become one of the requirements that must be possessed by the younger generation, especially students. Students need to be trained not only to understand the theory of entrepreneurship but also to develop practical skills relevant to the local context. This study aims to improve the entrepreneurial creativity of students in the History Education study program through promotional videos based on Jambi's culinary heritage. The research method is Classroom Action Research, carried out in three cycles, each cycle consisting of planning, implementation, observation, analysis, and reflection. It was conducted in class R003 for third-semester students taking the Histo-entrepreneurship course in the 2024/2025 academic year. The results show that the application of the PjBL model with promotional videos based on Jambi's culinary heritage in the history and entrepreneurship course can improve students' entrepreneurial creativity. Students' entrepreneurial creativity increased with each cycle. In cycle I saw a percentage of 82.1%; in cycle II, 90.68%; and in cycle III, 101.2%. This study implies that students are able to develop innovative business ideas based on local wisdom and digital technology, as well as strengthen soft skills such as creativity.