Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Komersialisasi Pendidikan Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Alifiani Purwaningrum; Moh Sugeng Sholehuddin; Muhammad Hufron
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 6 (2023): GJMI - DESEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i6.153

Abstract

Artikel ini membahas tentang komersialisasi pendidikan di Indonesia mengacu pada dua situasi yang berbeda. Pertama, adanya lembaga pendidikan yang menawarkan program dan fasilitas berkualitas tinggi, namun dengan biaya pendidikan yang sangat tinggi sehingga hanya dapat diakses oleh orang-orang kaya yang mempunyai kemampuan ekonomi. Kedua, adanya lembaga pendidikan yang lebih fokus memungut biaya pendidikan tinggi tanpa mengutamakan peningkatan mutu pendidikan. Dalam hal ini penulis akan mendalami pengertian komersialisasi pendidikan dan permasalahan komersialisasi pendidikan. Komersialisasi pendidikan atau komersialisasi pendidikan seringkali dikaitkan dengan kebijakan atau langkah yang memposisikan pendidikan sebagai sektor jasa yang diperdagangkan. Penulis menerapkan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini berparadigma kualitatif, sehingga secara historis pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, yaitu tidak melibatkan analisis data kuantitatif. Dari segi objek penelitian, penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian sejarah yang melibatkan analisis dokumen terstruktur. Penelitian ini berfokus pada kajian pemikiran seorang tokoh, yang didasarkan pada karya tulis yang dihasilkan oleh tokoh tersebut, seperti buku dan sumber informasi lainnya. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan pustaka, sehingga teknik dokumentasi menjadi pendekatan yang relevan.Melalui artikel ini penulis bermaksud menggali lebih dalam, hal ini bertujuan agar kita sebagai pelaku maupun korban dapat memahami permasalahan komersialisasi pendidikan, sehingga buku ini dapat menyikapinya dengan sebaik-baiknya. Komersialisasi pendidikan secara tidak langsung juga menimbulkan kesenjangan di antara pihak-pihak yang terlibat. bermodal dan pihak yang bermodal kecil. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ivan Illlich dalam Benny Susanto (2005: 119), “komersialisasi pendidikan dianggap sebagai misi lembaga pendidikan modern untuk melayani kepentingan pemilik modal dan bukan sebagai sarana pembebasan bagi kaum tertindas”. Akibatnya, tidak tercapainya pendidikan yang humanis dalam proses pendidikan karena komersialisasi pendidikan, menurut Satriyo Brojonegoro, hanya bisa dinikmati oleh pihak-pihak tertentu yang mempunyai modal untuk mengakses pendidikan. (Hartini, 2011: 16).
Pemikiran Essensialisme Dalam Filsafat Pendidikan Suroso; Sugeng Sholehuddin
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 6 (2023): GJMI - DESEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i6.154

Abstract

Essensialisme adalah aliran filsafat. Mazhab esensialisme berpendapat bahwa pandangan-pandangan yang mudah berubah, tidak mempunyai arah dan ketidakpastian, mudah goyah muncul karena pendidikan bertumpu pada landasan pandangan-pandangan yang fleksibel dalam segala bentuknya. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan pustaka. Sedangkan pendekatan kepustakaan adalah penelitian yang menggunakan analisis data berdasarkan dokumen teks, bahan pustaka berupa catatan terbitan, buku, jurnal, surat kabar, manuskrip, jurnal atau artikel. Pandangan esensialisme mengenai pembelajaran adalah bahwa pembelajaran dimulai dari jiwa manusia, kemudian jiwa menyesuaikan diri dengan lingkungannya kemudian ditambah dan dikurangi pada generasi berikutnya. Keuntungan dari Esensialisme adalah membantu memulihkan pokok bahasan dan mengakui perubahan dalam masyarakat. Sedangkan kelemahan aliran Esensialisme adalah orientasinya yang terikat pada tradisi, tidak adanya kesatuan pemikiran di antara para tokoh aliran ini, dan terhambatnya kreativitas di kalangan siswa
Strategi Pendidikan Dan Pembelajaran PAI Berbasis Penemuan (Discovery Based Learning) Di Mi Hidayatul Mubtadiin Jrakahpayung Kecamatan Tulis Batang Winarno; Sugeng Sholehuddin; Muhammad Hufron
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 6 (2023): GJMI - DESEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i6.157

Abstract

Artikel ini dibuat bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran PAI berbasis discovery learning, mendeskripsikan strategi perencanaan pelaksanaan model pembelajaran PAI berbasis discovery learning, mendskripsikan jenis pembelajaran berbasis discovery learning, mengetahui kelebihan dan keutamaan model pembelajaran berbasis discovery learning. Jenis penelitian ini adalah kualitatif . Untuk Analisis data peneliti lakukan dengan cara reduksi data. Dengan adanya strategi pendidikan dan pembelajaran PAI berbasis discovery learning diharapkan proses belajar maupun pembelajaran PAI dapat terlaksana dengan baik sehingga dapat meningkatkan hasil belajar mengajar. Ini bisa saja efektif karena Model discovery learning menempatkan peserta didik pada lingkungan yang dikondisikan dalam bentuk desain pembelajaran yang eksploratif, dimana peserta didik berperan secara aktif dalam belajar di kelas dengan melakukan eksplorasi bahan pelajaran. Sesuai dengan karakteristik mata pelajaran fikih yang menumbuhkan kemampuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai ajaran Islam dalam bahan pelajaran secara intens yang kemudian dapat diterapkan dan dilaksanakan secara relevan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Discovery Learnin
The Basic Theory and Implementation of Mahārah Al- Istimā’ in Higher Education Sholehuddin, M. Sugeng; Ahmad Taufiq; Setyawan, Cahya Edi; Fathoni, Muhamad
ALSINATUNA Vol 6 No 1 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/alsinatuna.v6i1.3182

Abstract

Listening skill is one of the important points in language teaching. In teaching Arabic (listening), it becomes the first element of competence. Listening is receptive efficiency, so it is important in college. Every student must have an unconscious understanding of this proficiency. The purpose of this research is to study the basic theory and the implementation of mahārah al- istimā’ in higher education. The research method is to search the references using a qualitative approach. Interviews and library research were conducted to collect the data which then concluded for a new thesis. Language acquisition is based on the theories of listening in Qur'anic verses, language acquisition devices, perception, motivational response, and the linguistic environment. The main thing is that listening is a part of a language acquisition. The listening skill theory has evolved from linguistics theory to the theory of receptive language teaching, which is the overall psychological response, the natural approach, and the silent period. The stages of the listening skill in higher education use an Arabic standard based on ACTFL and MSA, which is then applied in the unit book. The sample of the higher education unit books are TOSA and ALBA.
DIFERENSIASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PERSPEKTIF PROGRESIVISME Huda, Dafid Yanuaril; Sholehuddin, M. Sugeng; Khobir, Abdul
Education Transformation: Jurnal Ilmiah Insan Pendidikan Vol 2 No 1 (2024): Education Transformation
Publisher : BBGP Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan jalan mulia yang bertujuan menjadikan setiap peserta didik memiliki kecakapan hidup. Pembentukan karakter dapat dilakukan melalui pembelajaran pendidikan agama Islam, karena Pendidikan agama Islam mengandung muatan-muatan materi tentang ketauhidan dan juga akhlak yang berada pada tataran teoritis dan praktis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan mix methode antara studi kepustakaan dan lapangan. Dari berbagai literatur review yang disajikan oleh penulis memberikan gambaran bahwa pola pembelajaran diferensiasi yang diamanatkan pemerintah melalui kurikulum merdeka sangat penting untuk dilakukan guru dalam rangka memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik. Pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik berdampak positif bagi peserta didik itu sendiri yang tidak hanya membentuk kompetensi kognitif saja, melainkan juga berkontribusi dalam membentuk sikap atau karakter peserta didik. Pembelajaran diferensiasi sejalan dengan teori progresivisme yang memandang bahwa pembelajaran harus bersifat merdeka, tidak otoriter serta memberikan kebebasan bagi peserta didik dan pendidik untuk mendesain pembelajaran yang mengarah pada kemajuan atau perbaikan.
Promiscuity and Adolescent Morality in Rural: A Study of Teenagers in Mendolo Village Latifah, Umul; Sholehuddin, M. Sugeng; Adinugraha, Hendri Hermawan
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1471

Abstract

Promiscuity and the degradation of adolescent morality have become a current problem in rural and urban areas. This research describes promiscuity’s influence on teenage morality in Dukuh Mendolo Wetan, Mendolo Village, Lebakbarang District, and Pekalongan Regency. The approach used in this research is quantitative. This approach is used to produce data obtained from teenagers, which is then presented, and conclusions will be made in the form of numbers. This research was conducted in the Dukuh Mendolo Wetan environment, Mendolo Village, Lebakbarang District, Pekalongan Regency. The population in this research were teenagers in Dukuh Mendolo Wetan, Mendolo Village, Lebakbarang District, Pekalongan Regency, aged 12 to 18 years, totaling 30 children. The sampling technique used was saturated sampling, in which the researcher took the entire population as the research sample. The data collection technique used in this research is the questionnaire method. The steps for this research data analysis technique are scoring technique, validity test and reliability test analysis, data analysis prerequisite test, and hypothesis test analysis. This research concludes that the variable of promiscuity has a significant effect on the variable of adolescent morality in Dukuh Mendolo Wetan, Mendolo Village, Lebakbarang District, Pekalongan Regency. The magnitude of the influence of promiscuity on adolescent morality is 98.7%, while other factors influence 1.3%. The findings of this research show that if parents and society can control promiscuity, then automatically, the morality of teenagers in Mendolo Village will also improve and vice versa.
The Educational Evaluation of Tahfizul Quran Program in Boarding School: Stake Model Perspective Sholehuddin, M Sugeng; Muhammad Sayid, Wael Ali; Amin, Abdul Basit; Aini, Rofiqotul; Mucharomah, Miftah
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 20 No 2 (2022)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v20i2.4932

Abstract

This research aims to analyze the education evaluation of the Tahfizul Quran program's planning, implementation, and evaluation using the Stake model perspective in MBS Al-Hidayah Wonopringgo Pekalongan. This study also aims to analyze the obstacles in implementing the program. This research will provide academic contributions to evaluating the Tahfizul Quran program, especially in the MBS Al-Hidayah Wonopringgo Pekalongan. This qualitative study used a field research approach. The data were collected using observation, interview, and documentation techniques. They were analyzed using the Stake model, including contingency and congruence. The results of this research were (1) the planning evaluation of the program was well prepared; (2) The implementation of program evaluation according to the stage of the Stake model: inputs (antecedent), form asatiż/asatiżah met the criteria of the Tahfiẓul Quran graduate school and boarding school. In contrast, the criteria of a graduate’s Bachelor had not been fulfilled. The santri have not fully fulfilled the criteria to read the Qur'an. Aspects of the curriculum already meet the criteria of the Tahfiẓul Quran program but lack the allocation of study time. The process of learning (transaction) was implemented according to the plan. The result of learning outcomes reached the target of each class. (3) Evaluation of the program was conducted routinely at the end of the semester.