Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Eksistensi Lembaga Adat Laut dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir Aceh Berkelanjutan: Kajian Literature Review Rahmawati, Rahmawati; Afriandi, Fadli
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i1.455

Abstract

Provinsi Aceh memiliki kekayaan sumber daya hayati yang sangat potensial. Setelah dikeluarkannya Undang-undang Pemerintah Aceh, keberadaan lembaga adat diakui sebagai mitra pemerintah. Satu di antara lembaga adat yang diakui adalah lembaga adat laut yang dikenal Panglima Laot yang berfokus pada pengelolaan wilayah pesisir. Panglima Laot menjadi bukti kearifan lokal yang berpengaruh dalam pengelolaan kawasan pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran keberadaan atau eksistensi lembaga adat laut dalam pengelolaan wilayah pesisir Aceh secara berkelanjutan. Tulisan ini merupakan kajian kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka. Berdasarkan mesin pencarian literatur berupa Google Scholar menggunakan kata kunci panglima laot dan lembaga adat laot Aceh ditemukan 26 artikel yang terbit selama 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Lembaga adat laut berperan dalam menjaga keamanan laut dari penangkapan ikan secara ilegal, governasi sumber daya pesisir dan laut, serta pengembangan potensi melalui ekowisata Bahari. Keberadaan lembaga adat Panglima Laot diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan pengelolaan pesisir yang keberlanjutan sesuai dengan konsep pengelolaan wilayah pesisir terpadu.
Tingkatkan Pelestarian Hutan Mangrove Melalui Kolaborasi Edukatif dan Sharing Session Bersama Pemuda Gampong Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul; Rahmawati, Rahmawati; Nasution, Anisah
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15038

Abstract

Pelestarian ekosistem mangrove dapat dilakukan salah satunya dengan cara penanaman kembali bibit mangrove. Bibit mangrove akan berhasil tumbuh jika ditanam pada lingkungan yang tepat dan mendapatkan perawatan atau perlidungan pasca penanaman terutama oleh semua masyarakat setempat. Tujuan pengabdian ini adalah dapat menjadi media atau ruang bagi kelompok pengelola agar mampu mengidentifikasi kendala dan solusi selama pengelolaan mangrove di Gampong Peunaga Cut Ujong, Aceh Barat. Aktivitas penanaman dan perawatan mangrove telah dilakukan sejak tahun 2022 dan 2024, sehingga sangat penting untuk menjalin kolaborasi antar pihak sebagai upaya nyata dalam meningkatkan keberhasilan konservasi hutan mangrove. Metode yang digunakan adalah kolaborasi edukatif dan sharing session antar pihak untuk mencapai tujuan pengabdian. Seluruh sesi pengabdian menunjukkan keaktifan dan antusias semua pihak terutama kelompok pemuda dalam mengidentifikasi kendala-kendala terkait pengelolaan selama 2 tahun pasca penanaman. Tahap akhir kegiatan mengevaluasi kendala utama yang ditemukan kelompok adalah masih kurangnya tingkat saling percaya satu sama lain antar pihak di Gampong, terutama terkait tahapan pengelolaan. Hal lain yang menjadi perhatian adalah sikap yang saling melempar tanggung jawab karena masih belum ada aturan atau kebijakan mengenai pengelolaan ekosistem mangrove di Gampong ini. Hasil diskusi terarah kolaboratif yang dilakukan merekomendasikan pelibatan dan keterbukaan semua pihak dengan adil, baik dari pertukaran informasi atau pun program dalam pengelolaan ekosistem mangrove.
Growth Pattern and Survival of Mangrove Seedlings on the Coast of Peunaga Cut Ujong, West Aceh Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul; Rahmawati; Hermawan, Eko Perbowo Dian
Jurnal Sylva Lestari Vol. 12 No. 3 (2024): September
Publisher : Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl.v12i3.894

Abstract

Mangroves are coastal ecosystems with different abilities to adapt to changing environmental conditions. Habitat characteristics that continue to change cause morphological, anatomical, and physiological adaptations of mangrove species. This study aims to observe the survival and growth rate of Rhizhopora mucronata in Peunaga Cut Ujong, Meurebo, West Aceh. The mangroves were planted in 2022 and observed one year after planting. The observation and data collection of 35 tree samples were conducted every two weeks. The results showed a decrease in the survival rate from the third month of observation until the end, showing a decrease of 78%. In contrast, tree growth increased from months 1 to 5. Salinity conditions and substrates dominated by sand with minimal nutrients indicate adaptation to the growth of some relatively small mangrove species. Fluctuating salinity conditions with the dominance of sand have the potential to support the survival of R. mucronata, although with low growth. Its main influence still needs to be studied over a longer period. Keywords: adaptations, growth, morphometrics, salinity
Politik Keamanan: Pengakuan Identitas Primordial Dalam Resolusi Konflik Kasus Aceh dan Papua Afriandi, Fadli; Ariyadi, Fachriza; Abdillah, Ligar; Latif, Ikhwan Rahmatika; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.1896-1907

Abstract

Tulisan ini mempunyai misi untuk melihat usaha yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menciptakan keamanan di Aceh dan Papua khususnya melihat kepada resolusi konflik. Tulisan ini merupakan kajian politik kemanan yang melihat penggunaan identitas primordialisme sebagai alat dalam resolusi konflik yang terjadi di Aceh dan Papua. Argumen utama dalam penelitian ini adalah dalam memperoleh keamanan di Aceh dan Papua menggunakan resolusi konflik yang berorientasi kepada pengakuan identitas primordial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan instusionalisme. Dalam mengumpulkan data digunakan beberapa teknik seperti studi dokumen, dan webinar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konflik Aceh dan Papua dapat meredam dipengaruhi dengan adanya kesepakatan pengakuan identitas, Aceh memperoleh pengakuan dalam identitas agama sedangkan Papua berdasarkan  kesukuan (Orang Asli Papua/OAP). Pengakuan dan pelaksanaan identitas agama di Aceh dan Papua dapat dilihat dengan implementasi UU Pemerintah Aceh dan UU Otonomi Khusus bagi Papua yang mengakomodir pelaksanaan syariat Islam dan OAP pada bidang keberadaan majelis, pendidikan, peradilan, politik dan pemerintahan. 
Pemanfaatan Media Visualisasi dalam Pengenalan Ekosistem Pesisir Bagi Siswa SMP Negeri 1 Teupah Selatan Najmi, Nurul; Lisdayanti, Eka; Rahmawati; Rahma, Endah Anisa
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/amvykg53

Abstract

Knowledge about coastal and marine ecosystems is very important to be introduced to coastal communities, including students. Basic education about coastal and marine ecosystems is carried out for students to help increase understanding and environmental awareness from an early age. The service was carried out on the coast of the Simeuleu Islands, precisely SMP Negeri 1 Teupah Selatan, Simeulue Islands Regency. The implementation of this service involved a team of teachers, directors, and assistants who ensured the activities went well. In addition, 52 students participated, divided into 22 boys and 30 girls. The service method of introducing coastal and marine ecosystems at the junior high school level is the introduction of ecosystems with the help of visualization media and interactive games that can encourage student participation in the teaching stage. There was an increase of about 40% in students in the final test indicated by students more actively participating in the game. The results of this service show that teaching activities with a combination of methods such as teaching with storylines, adding distinctive tones, and unique styles, teaching colorful image media, and final tests in the form of games can help improve insight, understanding, and attitudes in environmental awareness.
Inventarisasi dan Karakteristik Makroalga pada Substrat Berbatu di Pulau Reusam, Aceh Jaya Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul; Rahmawati, Rahmawati; Lubis, Friyuanita; Marlian, Neneng
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i1.10945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi karakteristik makroalga yang terdapat di substrat berbatu Pulau Reusam, Aceh Jaya. Survey ini dilakukan menggunakan metode ekplorasi pada tiga stasiun pengamatan, dengan pencatatan visual dan pengambilan sampel makroalga. Masing-masing stasiun diamati sepanjang 50 m sehingga seluruh stasiun pengamatan sepanjang 150 m. Identifikasi dilakukan berdasarkan morfologi makroalga yang mencakup bentuk, warna, dan struktur talus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pulau Reusam memiliki keanekaragaman makroalga yang terdiri dari dua divisi utama, yaitu Chlorophyta (alga hijau) dan Phaeophyta (alga cokelat). Spesies yang ditemukan meliputi Dictyota dichotoma, Sargassum aquifolium, Iyengaria stellata, Hincksia mitchelliae, Chaetomorpha indica dan C. crassa. Gangguan lingkungan seperti substrat berbatu, paparan sinar matahari langsung dan hantaman gelombang kemungkinan menjadi faktor penentu jenis alga pada lokasi ini. Data ini menjadi studi pendahuluan yang dapat digunakan untuk Upaya konservasi dan pengelolaan dalam melindungi keanekaragaman makroalga di Pulau Reusam, Aceh Jaya. Selain itu, juga dapat menjadi data dasar yang penting untuk pengembangan potensi sumber daya laut di wilayah tersebut.
Penguatan Daya Saing Produk Terasi melalui Edukasi Hilirisasi Ikan Bycatch dan Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitasi Higiene Rahmawati, Rahmawati; Ukhty, Nabila; Ridha, Arrazy Elba; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Fuadi, Afdhal; Fitriani, Aida
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20465

Abstract

Produk terasi merupakan salah satu hasil olahan perikanan yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Aceh Barat. Meskipun demikian, daya saing produk terasi tradisional kerap menghadapi berbagai tantangan, di antaranya kualitas produk yang belum konsisten, sanitasi proses produksi yang kurang optimal, serta ketersediaan bahan baku yang fluktuatif dan berdampak pada biaya produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas produk terasi melalui penerapan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), perbaikan sanitasi dan higiene proses produksi, serta pemanfaatan ikan bycatch sebagai bahan baku alternatif yang bernilai ekonomis namun selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi mengenai pentingnya GMP dan sanitasi higiene dan evaluasi hasil pendampingan melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan kelompok Pokhlahsar Camar Laut. Nilai rata-rata pretest peserta sebesar 55,5 poin meningkat menjadi 84,5 poin setelah edukasi, atau naik sekitar 52 persen. Selain itu, peserta menunjukkan komitmen untuk menerapkan prinsip sanitasi dan prosedur GMP secara konsisten pada kegiatan produksi. Implementasi kegiatan pengabdian ini diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk terasi yang lebih higienis dan aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar lokal maupun nasional. Keberlanjutan edukasi melalui pendampingan menjadi kunci untuk memastikan penerapan hasil edukasi dapat berjalan
Penguatan kapasitas nelayan teradisional dalam penanganan pasca panen melalui edukasi teknologi cold chain dan higiene di Desa Lhok Kuala Bubon Muhammad Arif; Akbardiansyah Akbardiansyah; Delfian Masrura; Rahmawati Rahmawati; Thaib Rizwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34320

Abstract

Abstrak Sektor perikanan merupakan sumber pangan dan pendapatan utama bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan tradisional di Desa Lhok Kuala Bubon. Namun, keterbatasan pemahaman terkait penanganan pasca panen, sanitasi, dan penerapan sistem cold chain menyebabkan kualitas ikan menurun, cepat rusak, dan harga jual rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan kepada nelayan agar mampu menjaga mutu hasil tangkapan melalui penerapan cold chain serta praktik higiene yang benar. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu sosialisasi, pendampingan, serta evaluasi dan feedback. Sosialisasi dilakukan dengan presentasi, diskusi, dan pemutaran video untuk memperkenalkan prinsip penanganan ikan yang baik. Pendampingan berfokus pada praktik langsung, penggunaan es, cool box, serta kebersihan alat tangkap. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan nelayan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 25% dengan nilai rata-rata post-test lebih tinggi dari pre-test. Nelayan yang menerapkan cold chain melaporkan ikan lebih segar, tahan lebih lama, serta harga jual meningkat sekitar 5–10%. Dampak langsung kegiatan ini terlihat pada meningkatnya kesadaran dan keterampilan nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan, meski keterbatasan akses es dan fasilitas pendingin masih menjadi kendala utama. Program edukasi dan pendampingan cold chain terbukti efektif dalam meningkatkan mutu hasil perikanan dan pendapatan nelayan. Implikasinya, dukungan infrastruktur dan kebijakan dari pemerintah sangat diperlukan agar penerapan teknologi ini dapat berlanjut secara berkesinambungan. Kata kunci: kualitas ikan; nelayan tradisional; penanganan pasca panen; rantai dingin; sanitasi dan higiene Abstract The fisheries sector is a vital source of food and income for coastal communities, including traditional fishers in Lhok Kuala Bubon Village. However, limited knowledge of post-harvest handling, sanitation, and the application of the cold chain system has led to a decline in fish quality, rapid spoilage, and reduced market value. This community engagement program aimed to provide education and assistance to fishers in maintaining catch quality through the implementation of cold chain practices and proper hygiene. The program was carried out in three stages: socialization, mentoring, and evaluation with feedback. Socialization was delivered through presentations, discussions, and educational videos introducing proper fish handling practices. Mentoring emphasized hands-on training in fish handling, the use of ice and cool boxes, and maintaining equipment hygiene. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure improvements in fishers’ knowledge and skills. The results indicated a 25% increase in understanding, with post-test scores significantly higher than pre-test scores. Fishers who adopted cold chain practices reported that their fish remained fresher, lasted longer, and achieved a price increase of around 5–10%. This program had a direct impact on enhancing awareness and skills in maintaining fish quality, although limited access to ice and adequate cooling facilities remains a key challenge. Overall, the cold chain education and mentoring program proved effective in improving fish quality and increasing fishers’ income. Keywords: fish quality; traditional fishers; post-harvest handling; cold chain; sanitation and hygiene
Edukasi teknologi BuDar (BuBu Dasar) ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal untuk peningkatan hasil tangkapan nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon Hamidi Hamidi; Afdhal Fuadi; Rosi Rahayu; Muhammad Arif; Akbardiansyah Akbardiansyah; Rahmawati Rahmawati; Nabila Ukhty; Fiki Rebi Hidayat; Rusdi Rusdi; Fachrorazi Amir; Nurhatijah Nurhatijah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34365

Abstract

AbstrakSalah satu alat penangkapan ikan yang selama ini digunakan oleh nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu pukat tarik dengan hasil tangkapan yang relatif berukuran kecil dan secara perlahan dapat merusak dasar perairan, sehingga perlu adanya alat penangkapan ikan yang ramah terhadap lingkungan dan hasil tangkapan yang diperoleh sudah layak tangkap serta memiliki nilai ekonomis penting salah satunya adalah bubu dasar. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan edukasi pengenalana teknologi BuDar (Bubu Dasar) ramah lingkungan dan berbasis sumberdaya lokal yang diberikan kepada kelompok nelayan tradisional tersebut. Jumlah penerima manfaat langusng dari kegiatan pengabdian ini yaitu 35 orang atau kelompok nelayan tradisional dengan menggunakan armada penangkapan ikan <5 GT di perairan Aceh Barat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan alat penangkapan ikan tepat guna yaitu BuDar kepada kelompok nelayan tradisional untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi penggunaan alat tangkap yang tidak ramah terhadap lingkungan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini yaitu menggunakan metode pendidikan dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada kelompok nelayan tradisional mulai dari FGD persiapan pengabdian, pelaksanaan pengabdian, dan evaluasi dari pelaksanaan kegiatan. Hasil FGD persiapan kegiatan ditemukan beberapa masalah utama pada kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu masih menggunakan alat tangkap pukat tarik yang secara tidak langsung dapat merusak dasar perairan, kemudian nelayan tradisional tersebut masih kurang pahamnya alternatif alat tangkap yang tidak merusak lingkungan. Timbulnya partisipasi aktif oleh kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon dari edukasi teknologi BuDar ramah lingkungan, sehingga nelayan tersebut tertarik menggunakan bubu dasar sebagai alternatif untuk menangkap ikan demersal khususnya ikan karang yang memiliki nilai ekonomis penting. Kemudian terjadi peningkatan pengetahuan kelompok nelayan tradisional sebanyak 80% terkait materi yang diberikanan mulai dari alat dan bahan yang digunakan, manfaatn bubu dasar, dan jenis hasil tangkapan yang akan diperoleh. Kata kunci: edukasi; budar; ramah lingkungan; sumberdaya lokal; nelayan tradisional. AbstractOne of the fishing tools that has been used by traditional fishermen of Lhok Kuala Bubon is the trawl net, which has a relatively small catch and can slowly damage the bottom of the waters, so there is a need for fishing tools that are environmentally friendly and the catch obtained is suitable for fishing and has important economic value, one of which is the bottom trap. Therefore, there is a need for educational activities to introduce BuDar (bottom trap) technology, which is environmentally friendly and based on local resources, to these traditional fishing groups. The number of direct beneficiaries of this community service activity is 35 people or groups of traditional fishermen using fishing fleets <5 GT in the waters of West Aceh. This community service activity aims to introduce appropriate fishing gear, namely BuDar, to traditional fishing groups to increase income and reduce the use of fishing gear that is not environmentally friendly. The method used in this community service activity is using an educational method by providing education and outreach to traditional fishermen groups starting from FGD preparation for community service, implementation of community service, and evaluation of the implementation of activities. The results of the FGD on preparation for the activity found several main problems in the Lhok Kuala Bubon traditional fishermen group, namely that they still use trawl fishing gear, which can indirectly damage the waters, and that the traditional fishermen still do not understand alternative fishing gear that does not damage the environment. The emergence of active participation by the traditional fishermen group of Lhok Kuala Bubon from the education of environmentally friendly BuDar technology made from local resources available around Lhok Kuala Bubon Village so that the fishermen are interested in using bottom traps as an alternative to catch demersal fish, especially reef fish, which have important economic value. Keywords: education; BuDar; environmentally friendly; local resources; traditional fishermen.
Edukasi mangrove: upaya peningkatan literasi bagi kelompok perempuan kawasan konservasi mangrove Aceh Jaya Rahmawati Rahmawati; Fadli Afriandi; Eka Lisdayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25959

Abstract

Abstrak Ekosistem mangrove memiliki peran penting bagi lingkungan pesisir, diantaranya sebagai sumber pangan dan sumber ekonomi bagi masyarakat. Keberlanjutan ekosistem mangrove sangat dipengaruhi oleh pengelolaan yang dilakukan dengan melibatkan masyarakat, khususnya kelompok perempuan. Perempuan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memegang peranan penting dalam  menjaga  kelestarian dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Oleh sebab itu perempuan harus memahami dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan mangrove.  Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan mensosialisasikan fungsi dan manfaat mangrove sebagai upaya pelestarian mangrove Aceh Jaya kepada kelompok perempuan sejumlah 15 orang di sekitar kawasan tersebut yang terdiri dari 12 orang perempuan dan 3 orang aparatur gampong. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode diskusi partisipatif. Antusiasme dan partisipasi perempuan dalam kegiatan tersebut terlihat dari hasil pretest dan post test yang dilakukan terhadap pemahaman mangrove menjadi sangat tinggi dari rata rata skor 54 poin menjadi 86 poin atau meningkat sebesar 70 persen setelah dilakukannya kegiatan edukasi tentang menjaga dan melestarikan mangrove dan sangat membantu meningkatkan literasi dalam upaya pelestarian mangrove. Kata kunci: edukasi; mangrove; perempuan. Abstract Mangrove ecosystems have an essential role for the coastal environment, including as sources of nourishment and economic resources for the community. The sustainability of mangrove ecosystems is strongly influenced by management carried out by involving the community, especially women's groups. Women are one of the community groups that play an important role in maintaining the preservation and sustainability of coastal ecosystems. Therefore, women must understand and participate in mangrove management activities.  This service activity aims to educate and socialize the functions and benefits of mangroves as an effort to preserve Aceh Jaya mangroves to a group of 15 women around the area consisting of 12 women and 3 gampong officials. This activity was carried out using the participatory discussion method. The enthusiasm and participation of women in these activities can be seen from the results of the pretest and post test conducted on mangrove understanding to be very high from an average score of 54 points to 86 points or increased by 70 percent after the implementation of educational activities about maintaining and preserving mangroves and greatly helping to increase literacy in mangrove conservation efforts. Keywords: educate; mangrove; women.