Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Eksistensi Lembaga Adat Laut dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir Aceh Berkelanjutan: Kajian Literature Review Rahmawati, Rahmawati; Afriandi, Fadli
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i1.455

Abstract

Provinsi Aceh memiliki kekayaan sumber daya hayati yang sangat potensial. Setelah dikeluarkannya Undang-undang Pemerintah Aceh, keberadaan lembaga adat diakui sebagai mitra pemerintah. Satu di antara lembaga adat yang diakui adalah lembaga adat laut yang dikenal Panglima Laot yang berfokus pada pengelolaan wilayah pesisir. Panglima Laot menjadi bukti kearifan lokal yang berpengaruh dalam pengelolaan kawasan pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran keberadaan atau eksistensi lembaga adat laut dalam pengelolaan wilayah pesisir Aceh secara berkelanjutan. Tulisan ini merupakan kajian kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka. Berdasarkan mesin pencarian literatur berupa Google Scholar menggunakan kata kunci panglima laot dan lembaga adat laot Aceh ditemukan 26 artikel yang terbit selama 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Lembaga adat laut berperan dalam menjaga keamanan laut dari penangkapan ikan secara ilegal, governasi sumber daya pesisir dan laut, serta pengembangan potensi melalui ekowisata Bahari. Keberadaan lembaga adat Panglima Laot diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan pengelolaan pesisir yang keberlanjutan sesuai dengan konsep pengelolaan wilayah pesisir terpadu.
Tingkatkan Pelestarian Hutan Mangrove Melalui Kolaborasi Edukatif dan Sharing Session Bersama Pemuda Gampong Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul; Rahmawati, Rahmawati; Nasution, Anisah
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15038

Abstract

Pelestarian ekosistem mangrove dapat dilakukan salah satunya dengan cara penanaman kembali bibit mangrove. Bibit mangrove akan berhasil tumbuh jika ditanam pada lingkungan yang tepat dan mendapatkan perawatan atau perlidungan pasca penanaman terutama oleh semua masyarakat setempat. Tujuan pengabdian ini adalah dapat menjadi media atau ruang bagi kelompok pengelola agar mampu mengidentifikasi kendala dan solusi selama pengelolaan mangrove di Gampong Peunaga Cut Ujong, Aceh Barat. Aktivitas penanaman dan perawatan mangrove telah dilakukan sejak tahun 2022 dan 2024, sehingga sangat penting untuk menjalin kolaborasi antar pihak sebagai upaya nyata dalam meningkatkan keberhasilan konservasi hutan mangrove. Metode yang digunakan adalah kolaborasi edukatif dan sharing session antar pihak untuk mencapai tujuan pengabdian. Seluruh sesi pengabdian menunjukkan keaktifan dan antusias semua pihak terutama kelompok pemuda dalam mengidentifikasi kendala-kendala terkait pengelolaan selama 2 tahun pasca penanaman. Tahap akhir kegiatan mengevaluasi kendala utama yang ditemukan kelompok adalah masih kurangnya tingkat saling percaya satu sama lain antar pihak di Gampong, terutama terkait tahapan pengelolaan. Hal lain yang menjadi perhatian adalah sikap yang saling melempar tanggung jawab karena masih belum ada aturan atau kebijakan mengenai pengelolaan ekosistem mangrove di Gampong ini. Hasil diskusi terarah kolaboratif yang dilakukan merekomendasikan pelibatan dan keterbukaan semua pihak dengan adil, baik dari pertukaran informasi atau pun program dalam pengelolaan ekosistem mangrove.
Growth Pattern and Survival of Mangrove Seedlings on the Coast of Peunaga Cut Ujong, West Aceh Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul; Rahmawati; Hermawan, Eko Perbowo Dian
Jurnal Sylva Lestari Vol. 12 No. 3 (2024): September
Publisher : Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl.v12i3.894

Abstract

Mangroves are coastal ecosystems with different abilities to adapt to changing environmental conditions. Habitat characteristics that continue to change cause morphological, anatomical, and physiological adaptations of mangrove species. This study aims to observe the survival and growth rate of Rhizhopora mucronata in Peunaga Cut Ujong, Meurebo, West Aceh. The mangroves were planted in 2022 and observed one year after planting. The observation and data collection of 35 tree samples were conducted every two weeks. The results showed a decrease in the survival rate from the third month of observation until the end, showing a decrease of 78%. In contrast, tree growth increased from months 1 to 5. Salinity conditions and substrates dominated by sand with minimal nutrients indicate adaptation to the growth of some relatively small mangrove species. Fluctuating salinity conditions with the dominance of sand have the potential to support the survival of R. mucronata, although with low growth. Its main influence still needs to be studied over a longer period. Keywords: adaptations, growth, morphometrics, salinity
Politik Keamanan: Pengakuan Identitas Primordial Dalam Resolusi Konflik Kasus Aceh dan Papua Afriandi, Fadli; Ariyadi, Fachriza; Abdillah, Ligar; Latif, Ikhwan Rahmatika; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.1896-1907

Abstract

Tulisan ini mempunyai misi untuk melihat usaha yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menciptakan keamanan di Aceh dan Papua khususnya melihat kepada resolusi konflik. Tulisan ini merupakan kajian politik kemanan yang melihat penggunaan identitas primordialisme sebagai alat dalam resolusi konflik yang terjadi di Aceh dan Papua. Argumen utama dalam penelitian ini adalah dalam memperoleh keamanan di Aceh dan Papua menggunakan resolusi konflik yang berorientasi kepada pengakuan identitas primordial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan instusionalisme. Dalam mengumpulkan data digunakan beberapa teknik seperti studi dokumen, dan webinar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konflik Aceh dan Papua dapat meredam dipengaruhi dengan adanya kesepakatan pengakuan identitas, Aceh memperoleh pengakuan dalam identitas agama sedangkan Papua berdasarkan  kesukuan (Orang Asli Papua/OAP). Pengakuan dan pelaksanaan identitas agama di Aceh dan Papua dapat dilihat dengan implementasi UU Pemerintah Aceh dan UU Otonomi Khusus bagi Papua yang mengakomodir pelaksanaan syariat Islam dan OAP pada bidang keberadaan majelis, pendidikan, peradilan, politik dan pemerintahan. 
Pemanfaatan Media Visualisasi dalam Pengenalan Ekosistem Pesisir Bagi Siswa SMP Negeri 1 Teupah Selatan Najmi, Nurul; Lisdayanti, Eka; Rahmawati; Rahma, Endah Anisa
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/amvykg53

Abstract

Knowledge about coastal and marine ecosystems is very important to be introduced to coastal communities, including students. Basic education about coastal and marine ecosystems is carried out for students to help increase understanding and environmental awareness from an early age. The service was carried out on the coast of the Simeuleu Islands, precisely SMP Negeri 1 Teupah Selatan, Simeulue Islands Regency. The implementation of this service involved a team of teachers, directors, and assistants who ensured the activities went well. In addition, 52 students participated, divided into 22 boys and 30 girls. The service method of introducing coastal and marine ecosystems at the junior high school level is the introduction of ecosystems with the help of visualization media and interactive games that can encourage student participation in the teaching stage. There was an increase of about 40% in students in the final test indicated by students more actively participating in the game. The results of this service show that teaching activities with a combination of methods such as teaching with storylines, adding distinctive tones, and unique styles, teaching colorful image media, and final tests in the form of games can help improve insight, understanding, and attitudes in environmental awareness.
Inventarisasi dan Karakteristik Makroalga pada Substrat Berbatu di Pulau Reusam, Aceh Jaya Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul; Rahmawati, Rahmawati; Lubis, Friyuanita; Marlian, Neneng
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i1.10945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi karakteristik makroalga yang terdapat di substrat berbatu Pulau Reusam, Aceh Jaya. Survey ini dilakukan menggunakan metode ekplorasi pada tiga stasiun pengamatan, dengan pencatatan visual dan pengambilan sampel makroalga. Masing-masing stasiun diamati sepanjang 50 m sehingga seluruh stasiun pengamatan sepanjang 150 m. Identifikasi dilakukan berdasarkan morfologi makroalga yang mencakup bentuk, warna, dan struktur talus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pulau Reusam memiliki keanekaragaman makroalga yang terdiri dari dua divisi utama, yaitu Chlorophyta (alga hijau) dan Phaeophyta (alga cokelat). Spesies yang ditemukan meliputi Dictyota dichotoma, Sargassum aquifolium, Iyengaria stellata, Hincksia mitchelliae, Chaetomorpha indica dan C. crassa. Gangguan lingkungan seperti substrat berbatu, paparan sinar matahari langsung dan hantaman gelombang kemungkinan menjadi faktor penentu jenis alga pada lokasi ini. Data ini menjadi studi pendahuluan yang dapat digunakan untuk Upaya konservasi dan pengelolaan dalam melindungi keanekaragaman makroalga di Pulau Reusam, Aceh Jaya. Selain itu, juga dapat menjadi data dasar yang penting untuk pengembangan potensi sumber daya laut di wilayah tersebut.
Penguatan Daya Saing Produk Terasi melalui Edukasi Hilirisasi Ikan Bycatch dan Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitasi Higiene Rahmawati, Rahmawati; Ukhty, Nabila; Ridha, Arrazy Elba; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Fuadi, Afdhal; Fitriani, Aida
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20465

Abstract

Produk terasi merupakan salah satu hasil olahan perikanan yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Aceh Barat. Meskipun demikian, daya saing produk terasi tradisional kerap menghadapi berbagai tantangan, di antaranya kualitas produk yang belum konsisten, sanitasi proses produksi yang kurang optimal, serta ketersediaan bahan baku yang fluktuatif dan berdampak pada biaya produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas produk terasi melalui penerapan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), perbaikan sanitasi dan higiene proses produksi, serta pemanfaatan ikan bycatch sebagai bahan baku alternatif yang bernilai ekonomis namun selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi mengenai pentingnya GMP dan sanitasi higiene dan evaluasi hasil pendampingan melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan kelompok Pokhlahsar Camar Laut. Nilai rata-rata pretest peserta sebesar 55,5 poin meningkat menjadi 84,5 poin setelah edukasi, atau naik sekitar 52 persen. Selain itu, peserta menunjukkan komitmen untuk menerapkan prinsip sanitasi dan prosedur GMP secara konsisten pada kegiatan produksi. Implementasi kegiatan pengabdian ini diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk terasi yang lebih higienis dan aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar lokal maupun nasional. Keberlanjutan edukasi melalui pendampingan menjadi kunci untuk memastikan penerapan hasil edukasi dapat berjalan