Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peran kearifan lokal rumoh gizi gampong (RGG) sebagai pemenuhan gizi terhadap pencegahan stunting pada balita Dian Vita Sari; Fatmawati Fatmawati; Alwizar Alwizar
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 10 (2024): Volume 18 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i10.488

Abstract

Background: Stunting is one of the challenges and global nutritional problems currently being faced by people in the world. The problem of overcoming stunting must begin long before a child is born or since the first 1000 days of life and since teenage mothers in order to break the chain of stunting in life. Purpose: To determine the role of local wisdom of rumoh gizi gampong as an effort to fulfill nutritional needs to prevent stunting in toddlers. Method: Analytical with cross sectional approach. The population of the study were mothers who had toddlers with a sample size of 128 respondents, taken using total sampling technique. Data processing used univariate and bivariate analysis with Chi Square test. Results: Respondents who have good knowledge and participate in rumoh gizi gampong activities in the good category are 66 (89.2%), from the chi square test the p value is 0.001. Respondents who have a positive attitude and participate in rumoh gizi gampong activities well are 45 (60.8%), from the chi square test the p value is 0.002. Conclusion: There is an influence of knowledge and attitudes with rumoh gizi gampong activities as an effort to fulfill nutrition to prevent stunting in toddlers with a p value <0.05. Suggestion: It is hoped that the formation of rumoh gizi gampong can be a place to conduct socialization and nutrition services as well as providing additional food to communities affected by nutritional problems, and can help accelerate the reduction in stunting cases.   Keywords: Nutrition; Rumoh Gizi Gampong (RGG); Stunting; Toddlers.   Pendahuluan: Stunting merupakan salah satu tantangan dan masalah gizi secara global yang sedang dihadapi oleh masyarakat di dunia. Permasalahan penanggulangan stunting harus dimulai jauh sebelum seorang anak dilahirkan atau sejak periode 1000 HPK dan dari sejak ibu remaja untuk dapat memutus rantai stunting dalam kehidupan. Tujuan: Untuk mengetahui peran kearifan lokal rumoh gizi gampong (RGG) sebagai pemenuhan gizi terhadap pencegahan stunting pada balita. Metode: Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita dengan jumlah sampel sebanyak 128 responden, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat uji Chi Square. Hasil: Responden dengan pengetahuan baik dan mengikuti kegiatan RGG kategori baik sebanyak 66 (89.2%), dari uji chi-square diketahui p-value 0.001. Responden dengan sikap positif dan mengikuti kegiatan RGG dengan baik sebanyak 45 (60.8%), uji chi-square diketahui p-value 0.002. Simpulan: Ada pengaruh pengetahuan dan sikap dengan kegiatan RGG sebagai upaya pemenuhan gizi terhadap pencegahan stunting pada balita dengan hasil p-value < 0.05. Saran: Diharapkan pembentukan RGG dapat menjadi tempat dalam melakukan sosialisasi dan pelayanan gizi sekaligus pemberian makanan tambahan (PMT) kepada masyarakat yang terdampak dengan masalah-masalah gizi, dan dapat membantu mempercepat penurunan kasus stunting.   Kata Kunci: Balita; Gizi; Rumoh Gizi Gampong (RGG); Stunting.
BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING: TINJAUAN LITERATUR Dian Vita Sari; Fatmawati; Siti Damayanti; Fitri Apriani; Arista Ardilla
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i1.160

Abstract

Berat badan lahir rendah merupakan salah satu faktor risiko penting yang berkontribusi terhadap kejadian stunting. Bayi dengan berat badan lahir rendah seringkali mengalami gangguan pertumbuhan sejak dini, yang dapat berlanjut hingga masa kanak-kanak dan menyebabkan stunting. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan antara berat badan lahir rendah dan kejadian stunting. Metode pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik seperti PubMed, Scopus, dan Web of Science, dengan kata kunci terkait BBLR, stunting, intervensi gizi, dan faktor risiko. Studi observasional dan intervensi yang meneliti hubungan antara BBLR dan stunting pada populasi manusia dimasukkan dalam tinjauan ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa bayi dengan BBLR memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting. Intervensi gizi yang tepat, seperti pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI yang kaya nutrisi, dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan mencegah stunting. Faktor sosial ekonomi dan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk juga berkontribusi terhadap kejadian BBLR dan stunting. Kesimpulannya, BBLR merupakan faktor risiko penting untuk kejadian stunting, sehingga deteksi dini dan penanganan yang tepat pada bayi BBLR sangat penting untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KESULITAN BELAJAR MAHASISWA AKPER KESDAM ISKANDAR MUDA LHOKSEUMAWE Fatmawati; Ahmady, Dedy; Sari, Dian vita
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 1 (2024): EDISI APRIL 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i1.110

Abstract

Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Aktifitas belajar  bersifat kompleks karena merupakan suatu proses yang dipengaruhi oleh banyak faktor dan meliputi berbagai aspek baik dari dalam diri maupun luar diri manusia. Menurut para ahli pendidikan, hasil belajar yang dicapai oleh mahasiswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor yang terdapat dalam diri pribadi mahasiswa itu sendiri yang disebut faktor internal seperti motivasi yang kurang, kebiasaan belajar kurang efektif dan kecakapan mengikuti kuliah kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dan kebiasaan belajar dengan kesulitan belajar mahasiswa tingkat 3 semester 5 Akper Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe. Desain penelitian bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil uji statistika didapat bahwa nilai p-value 0.850 > 0,05 dan OR= 3.813 sehingga hipotesa null diterima yang berarti tidak ada hubungan motivasi dengan kesulitan belajar mahasiswa Tingkat 3 semester 5Akper Kesdam Isakandar Muda Lhokseumawe. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kebiasaan belajar dan kecakapan mengikuti kuliah berpengaruh signifikan terhadap kesulitan belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil nilai belajar seluruh mahasiswa Tingkat 3 semester 5 Akper Kesdam Isakandar Muda Lhokseumawe pada tahun 2023-2024 terdapat 32 mahasiswa dari total 46 mahasiswa dengan nilai semester di bawah rata-rata kelompok (73,68). Nilai tertinggi semester pada tahun 2023-2024 yaitu 80,5. Sedangkan nilai terendahnya yaitu 60. Pengambilan nilai semester diperoleh dari kehadiran (20%), kuis/tugas (20%), midtem (30%), dan final (30%).  Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar yang baik akan selalu membiasakan diri dalam belajar agar tidak mengalami kesulitan belajar.
PEMBERIAN SARI KACANG HIJAU UNTUK MENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL ANEMIA DI POSYANDU KAMPONG JAWA BARU BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE Dian Vita Sari; Fatmawati; Arista Ardilla; Zulkarnaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 1 (2024): EDISI APRIL 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i1.111

Abstract

Anemia adalah masalah kesehatan masyarakat yang utama yang mempengaruhi negara maju dan negara berkembang. Anemia pada kehamilan disebut sebagai "potensi bahaya bagi ibu dan anak" yang harus ditanggapi secara serius oleh semua pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan di garis depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenaikan hemoglobin dengan pemberian sari kacang hijau pada ibu hamil dengan anemia. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasy Eksperimen Design dengan bentuk rancangan Two Group Pre-Test dan Post-Test Design. Hasil penelitian Sari Kacang Hijau menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum pemberian Sari Kacang Hijau ialah 9.3200 dan setelah pemberian Sari Kacang Hijau ialah 10.8500 dengan hasil uji Independent Sample Test diperoleh nilai signifikan 0,000<0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah adanya peningkatan kadar hemoglobin dengan Pemberian Sari Kacang Hijau pada Ibu Hamil yang mengalami Anemia.
HUBUNGAN PERHATIAN DAN KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA Dedy Ahmady; Teuku Muhammad Sabil; Fatmawati; Tua Parlindungan
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 2 (2024): EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i2.137

Abstract

Banyak terjadi kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat, hasil survei Badan Narkotika Nasional dan Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba selama setahun terakhir pada tahun 2023 sebesar 1,73% yang berarti dari 10.000 Warga Indonesia berusia 15-64 tahun ada 173 orang diantaranya terpapar narkoba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perhatian dan keharmonisan keluarga dengan penyalahgunaan narkoba pada remaja di Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 158 remaja di Aceh Timur. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling yaitu 67 remaja. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket keharmonisan dan perhatian keluarga. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan perhatian dan keharmonisan keluarga dengan penyalahgunaan narkoba pada remaja di Aceh Timur, dengan p-value = 0,000. Keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalam memberikan pendidikan dan pembentukan karakter pada remaja agar tidak menyalahgunakan narkoba. Bagi orang tua disarankan agar memberikan perhatian cukup kepada anak remajanya agar terhindar dari perilaku–perilaku negatif dalam pergaulannya, salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba.
PERKEMBANGAN SOSIAL PADA ANAK PRA SEKOLAH Dian Vita Sari; Fatmawati; Arista Ardilla; Zulkarnaini; Nur Fajar, Siti
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 2 (2024): EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i2.143

Abstract

Perkembangan sosial anak berpengaruh terhadap cara bersosialisasi  di  lingkungan sekitarnya,  dimana  terdapat anak-anak  yang  mengalami  kesulitan dalam  pergaulan  dan  penyesuaikan  diri dengan  lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan sosial anak usia pra sekolah pada ibu yang bekerja dan ibu yang tidak bekerja. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain crossectional yang dilakukan pada 113 ibu yang memiliki anak usia pra sekolah berumur 4-6 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner DDST II khusus aspek perkembangan personal social. Didapatkan lebih dari setengah responden umur 20-35 tahun  (79,6%), hampir setengah anak 4 tahun (40,7%), lebih dari setengah jenis kelamin anak perempuan (64,6%), lebih dari setengah ibu bekerja (75,3%), lebih dari tipe keluarga inti (61,9%) dan perkembangan sosial anak pra sekolah mayoritas pada kategori caution sebanyak 47,8%. Setelah dilakukan analisa data menggunakan Uji Mann Whitney didapatkan nilai Sig atau p value = 0,000 < 0,05.  Apabila nilai p value < batas kritis 0,05 maka terdapat perbedaan bermakna antara dua kelompok atau yang berarti Ha diterima yaitu ada perbedaan perkembangan sosial anak pada ibu bekerja dengan ibu tidak bekerja. Diharapkan ibu yang bekerja bisa mengatur waktu , membimbing dan mengawasi perkembangan anaknya serta memberikan kepercayaan dan kebebasan mandiri kepada anak sehingga tidak tergantung dengan orang tuanya dalam melakukan tugas perkembangan sesuai umur.
PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) TERPADU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Fatmawati; Damayanti, Siti; Dian vita Sari; Nurromsyah Nasution
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 2 (2024): EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i2.144

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang hampir selalu terjadi pada setiap wanita. Kehamilan terjadi setelah bertemunya sperma dan ovum, tumbuh dan berkembang di dalam uterus selama 259 hari atau 37 minggu atau sampai 42 minggu. Antenatal Care (ANC) merupakan salah satu upaya pencegahan awal dari faktor risiko juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin. Penelitian Untmengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) terpadu di wilayah kerja UPT Puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif analitik, Pengambilan sampel menggunakan Stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang ibu hamil penelitian ini telah dilaksanakan pada Agustus 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan hasil Uji statistik, didapat P –value (0,015) < (0,05) sehinga Ho ditolak yang berati ada hubungan yang bermakna antara Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kunjungan Antenatal Care Terpadu Diwilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Diharapkan melalui adanya penelitian ini maka tenaga kesehatan khususnya bidan memperoleh informasi untuk menambah pengetahuan. Ada hubungan yang bermakna antara Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kunjungan Antenatal Care Terpadu Diwilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat.
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE Fatmawati; Junaedy; Dian vita Sari; Puspita, Shella; Ardilla, Arista
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.33

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling sering menimbulkan keluhan nyeri kepala akibat peningkatan tekanan darah dan ketegangan pembuluh darah serebral. Intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam semakin direkomendasikan dalam praktik keperawatan karena mampu menurunkan aktivitas simpatis dan meningkatkan respons parasimpatik. Penelitian ini bertujuan menggambarkan efektivitas teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri kepala pada pasien hipertensi yang menjalani perawatan di Puskesmas Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan dua responden berusia 50–70 tahun yang memenuhi kriteria inklusi, yakni memiliki tekanan darah >140/90 mmHg serta mengalami nyeri kepala. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing dengan 5–15 repetisi per sesi dalam lingkungan tenang dan posisi tubuh nyaman. Intensitas nyeri diukur menggunakan skala numerik (0–10) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan nyeri yang konsisten pada kedua responden dengan rata-rata penurunan 5–6 poin, dari kategori nyeri berat menjadi ringan. Selain itu, terjadi perubahan fisiologis berupa penurunan frekuensi nadi, pernapasan lebih teratur, serta ekspresi wajah yang lebih rileks. Pasien juga melaporkan peningkatan kenyamanan, rasa tenang, dan perbaikan kualitas tidur. Secara fisiologis, latihan pernapasan dalam berperan meningkatkan oksigenasi jaringan otak, memperbaiki sirkulasi, serta memicu aktivasi saraf vagus yang berkontribusi pada penurunan persepsi nyeri. Temuan ini menegaskan bahwa teknik relaksasi napas dalam merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif, aman, murah, dan mudah diaplikasikan pada pasien hipertensi baik di fasilitas kesehatan maupun secara mandiri di rumah.
ANALISIS PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA ANAK STUNTING Dian Vita Sari; Junaedy; Fatmawati; Siti Damayanti; Fitri Apriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.192

Abstract

Status  gizi  merupakan  ukuran  keberhasilan  memenuhi  kebutuhan  nutrisi  anak.  Beberapa  tahun  terakhir target penurunan status gizi buruk balita belum signifikan. Dampak gizi buruk pada anak bersifat sulit untuk dikoreksi di usia dewasa. Penelitian tentang faktor ekonomi, faktor sanitasi, faktor pendidikan , dan faktor perilaku  terhadap  dengan  kejdian  gizi  buruk  pada  balita  usia  4-5  yang  sangat  diperlukan.  Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  faktor-faktor  yang  berhubungan  dengan  kejadian  gizi  buruk. jenis penelitian yang  diapakai  adalah  penelitian  deskriptif Analitik  yaitu  bertujuan  untuk  mengetahui  tingkat  pengetahuan  ibu tentang  faktor-faktor  yang  mempengaruhi  gizi  buruk  pada  balita  usia  4-5  tahun  di  Desa Geulumpang Payong, Bireuen.  Desain  yang mengunakan cross  sectional yaitu dengan membagikan kuesioner sebagai cara untuk mengambil data kepada setiap responden dengan sekali penyebaran. Populasi   pada   penelitian   ini   merupakan   ibu-ibu   yang mempunyai balita dengan Gizi Buruk dengan sebanyak  30  balita  dengan kejadian  gizi  buruk. Pada  penelitian  ini,  teknik sampling yang digunakan total sampling yaitu sampel yang sudah ditetapkan atau sudah ada. Sampel pada penelitian ini yaitu, balita yang mengalami gizi buruk sebanyak 30 orang. Teknik  analisis  data  penelitian  ini  menggunakan  analisis  univariat, bivariat. Berdasarkan  uji  bivariat  yang  dilakukan  didapatkan  hasil  bahwa  tidak  ada  hubungan  yang signifikan antaran variabel independen dengan variabel dependent. diharapkan akses terhadap air bersih merupakan  salah  satu  determinan  penting  dalam  pencegahan  stunting  di  wilayah  tersebut.
HUBUNGAN KEPATUHAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PENGENDALIAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Junaedy; Suriani; Roslaini; br Karo, Dina Andriani; Fatmawati
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.227

Abstract

Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus tipe 2) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas akibat komplikasi kronis. Di Indonesia, prevalensi Diabetes Mellitus tipe 2 dilaporkan mencapai 11,7% pada tahun 2023. Di Kabupaten Aceh Utara, pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 masih menjadi tantangan, terutama akibat rendahnya kepatuhan terhadap pola makan sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di desa bukit hagu Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai pola makan dan aktivitas fisik, serta observasi kadar gula darah sewaktu (Gula Darah Sewaktu). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik variabel penelitian dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tidak patuh terhadap diet memiliki risiko 3,1 kali lebih besar mengalami hiperglikemia dibandingkan responden yang patuh terhadap diet. Selain itu, aktivitas fisik rutin terbukti memiliki hubungan signifikan dengan pengendalian kadar Gula Darah Sewaktu <200 mg/dL dengan nilai p=0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa pola makan dan aktivitas fisik berperan penting dalam pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan pengendalian kadar gula darah. Modifikasi gaya hidup mandiri melalui kepatuhan diet dan aktivitas fisik teratur perlu diperkuat sebagai strategi utama dalam manajemen Diabetes Mellitus tipe 2 di desa bukit hagu Kabupaten Aceh Utara.