Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis angulata L) Terhadap Bakteri Salmonella thypii Try Nafilah Nujjiah; Sipriyadi Sipriyadi; Suci Rahmawati; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13352

Abstract

Penyakit menular seperti demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi masih menjadi masalah kesehatan utama karena meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis potensi aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhii. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Sampel daun ciplukan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Konsentrasi ekstrak yang diuji bervariasi antara 5%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ciplukan mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, fenol, tanin, dan steroid/triterpenoid. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak memiliki daya hambat terhadap Salmonella typhii. Konsentrasi 5% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 2,02 mm (kategori lemah), sedangkan konsentrasi 25% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 4,82 mm (kategori lemah), konsentrasi 50%, 75%, dan 100% menghasilkan zona hambat masing-masing sebesar 6,32 mm, 6,20 mm, dan 6,77 mm yang termasuk dalam kategori sedang. Diameter zona hambat cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol daun ciplukan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhii, namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif kloramfenikol.
Uji Aktivitas Antikolestrol Ekstrak Etanol 96% Daun Salam (Syzygium polyanthum) Terhadap Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus) Rifa Rihadatul Aisy; Muchammad Farid; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari; Tika Hardini
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13404

Abstract

Kolesterol merupakan senyawa lipid amfipatik sekaligus komponen esensial pada membran sel dan lipoprotein plasma. Daun salam (Syzygium polyanthum) mengandung senyawa aktif flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai agen antikolesterolemia melalui penghambatan sintesis kolesterol dan peningkatan metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antikolesterol ekstrak etanol daun salam serta menentukan dosis yang paling efektif. Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimental terhadap lima ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi lima kelompok: kontrol normal, kontrol positif (simvastatin), kontrol negatif (Na-CMC 1%), serta dua kelompok perlakuan ekstrak daun salam (dosis 156 mg dan 312 mg). Kondisi hiperkolesterolemia diinduksi menggunakan pakan tinggi lemak, dan seluruh perlakuan diberikan secara oral. Hasil penelitian menunjukkan persentase penurunan kadar kolesterol berturut-turut adalah 0,0% (normal), 29,9% (kontrol positif), 6,5% (kontrol negatif), 27,1% (dosis 156 mg), dan 39,2% (dosis 312 mg). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun salam pada dosis 312 mg memberikan efek paling optimal dalam menurunkan kadar kolesterol pada kelinci jantan, bahkan melampaui efektivitas kontrol positif.
Formulasi dan Evaluasi Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Murbei (Morus alba) Riska Dea Ananda; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia; Deni Maryani; Oky Hermansyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13405

Abstract

Sediaan emulgel merupakan sediaan topikal yang menggabungkan antara fasa emulsi dengan basis gel. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan formulasi dan evaluasi sediaan emulgel berbahan aktif ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) dengan variasi konsentrasi ekstrak F0 (0%), F1 (1%), F2 (5%), dan F3 (10%). Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan diperoleh rendemen sebesar 14,72%. Sediaan yang dihasilkan kemudian diuji melalui berbagai parameter, meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, tipe emulsi, viskositas, dan hedonik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki tampilan fisik yang baik serta homogen tanpa adanya partikel kasar. Nilai pH masing-masing formula berada dalam kisaran 4,5–6,5 sehingga sesuai dengan pH kulit. Daya sebar sediaan berada pada rentang 5–7 cm yang menunjukkan kenyamanan saat diaplikasikan. Semua formula tergolong emulsi tipe minyak dalam air (O/W). Namun, hasil pengukuran viskositas menunjukkan bahwa hanya F0 dan F1 yang memenuhi kriteria, sementara F2 dan F3 memiliki kekentalan yang lebih rendah dari standar. Berdasarkan uji hedonik, F1 memperoleh tingkat penerimaan tertinggi dari panelis. Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) berpotensi diformulasikan dalam bentuk emulgel, dengan F1 sebagai formula paling optimal ditinjau dari sifat fisik dan tingkat kesukaan panelis.
Penentuan Kandungan Vitamin D2 Pada Ekstrak Etil Asetat Jamur Sawit (Volvariella volvacea) Dengan Metode Spektrofotometeri UV-Vis Oky Hermansyah; Apriyanti Apriyanti; Suci Rahmawati; Rose Intan Perma Sari; Dwi Dominica
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1245

Abstract

Numerous studies have demonstrated that vitamin D plays a significant role not only in bone health but also in immunity, aiding recovery from infectious respiratory diseases, diabetes, and cholesterol-related conditions. One natural source of vitamin D is mushrooms. Many studies have reported the vitamin D content in mushrooms such as oyster or paddy straw mushrooms, but none have reported the vitamin D content in palm oil mushrooms (Volvariella volvacea). These palm oil mushrooms are abundant in palm oil-producing regions such as Bengkulu Province, specifically in Pino District. This study aims to determine the vitamin D (ergocalciferol) content in the ethyl acetate extract of palm oil mushrooms harvested around oil palm plantations in Pino District. The palm oil mushrooms were processed into simplisia and extracted using ethyl acetate solvent through maceration, then evaporated to obtain a concentrated extract. The extraction process yielded a percentage of 1.076%. The vitamin D content in this concentrated extract was then determined using UV-Vis spectrophotometer with Vitamin D2 (ergocalciferol BPFI) as the standard. The test results produced a standard curve for Vitamin D solution with a regression coefficient (r) of 0.997 and a linear equation of y = 0.0337x + 0.011. The sample absorbance was plotted into the linear equation and its concentration calculated, resulting in a vitamin D2 (Ergocalciferol) content in sample. This study concludes that palm oil mushrooms obtained from around the oil palm plantations in Pino District, Bengkulu Province, contain vitamin D2 (ergocalciferol) at a level of 0.993% or approximately 397.200 IU/gram.
Penentuan Kadar Vitamin D2 Pada Ekstrak Etanol 96% Jamur Sawit (Volvariella Volvacea) Dengan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Assyifa Ainalaysia; Oky Hermansyah; Maria Eka Patri Yulianti; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari; Sutra Elvyanti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13345

Abstract

Vitamin D plays a crucial role in maintaining bone and dental health and enhancing the body’s immune system function. Vitamin D deficiency has spurred the exploration of alternative sources of vitamin D from natural food sources that may contain vitamin D₂. The palm mushroom (Volvariella volvacea) is one such natural food source known to contain vitamin D₂. This study aims to determine the vitamin D₂ content in a 96% ethanol extract of the palm mushroom (Volvariella volvacea). The vitamin D₂ content was determined using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) with a BPFI standard vitamin D₂ reference standard. The results showed that the yield of the 96% ethanol extract of the palm mushroom was 10%. The maximum wavelength of the vitamin D₂ standard reference was obtained at 265 nm with an optimized mobile phase of Pro HPLC acetonitrile : Pro HPL methanol (90:10) and a flow rate of 1 mL/minute. The linear equation of the vitamin D2 calibration curve is y = 669.36x + 654.54 with a correlation coefficient (r) of 0.997, indicating good linearity of the analytical method. From this study, it can be concluded that palm mushrooms have potential as a source of vitamin D2.
Uji Efektivitas Antikolestrol Ekstrak Etanol 96% Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus) Aulia Nur Afifah; Muhammad Farid; Rose Intan Perma Sari; Suci Rahmawati; Dwi Dominica
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13397

Abstract

Kolesterol merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat. Penggunaan obat sintetik seperti simvastatin efektif menurunkan kadar kolesterol, namun berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif dari bahan alami. Daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan fenolik yang berpotensi sebagai antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol 96% daun kelor terhadap kadar kolesterol pada kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pretest-posttest randomized control group design. Sebanyak 5 ekor kelinci jantan dibagi menjadi kelompok kontrol normal, kontrol positif (simvastatin), kontrol negatif (Na-CMC), serta dua kelompok perlakuan ekstrak dengan dosis 156 mg/kgBB dan 312 mg/kgBB. Induksi hiperkolesterolemia dilakukan menggunakan pakan tinggi lemak selama 7 hari, kemudian kadar kolesterol diukur pada hari ke-0, ke-7, dan ke-14. Hasil menunjukkan bahwa kontrol positif mengalami penurunan paling signifikan dari 185 mg/dL menjadi 105 mg/dL (43,24%). Kelompok ekstrak dosis 156 mg/kgBB dan 312 mg/kgBB juga mengalami penurunan menjadi 113 mg/dL (19,29%) dan 108 mg/dL (34,15%), sedangkan kontrol negatif hanya menurun sebesar 10,62%. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kelor memiliki aktivitas menurunkan kadar kolesterol, namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan simvastatin.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis angulata L) Terhadap Bakteri Salmonella thypii Try Nafilah Nujjiah; Sipriyadi Sipriyadi; Suci Rahmawati; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13352

Abstract

Penyakit menular seperti demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi masih menjadi masalah kesehatan utama karena meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis potensi aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhii. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Sampel daun ciplukan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Konsentrasi ekstrak yang diuji bervariasi antara 5%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ciplukan mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, fenol, tanin, dan steroid/triterpenoid. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak memiliki daya hambat terhadap Salmonella typhii. Konsentrasi 5% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 2,02 mm (kategori lemah), sedangkan konsentrasi 25% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 4,82 mm (kategori lemah), konsentrasi 50%, 75%, dan 100% menghasilkan zona hambat masing-masing sebesar 6,32 mm, 6,20 mm, dan 6,77 mm yang termasuk dalam kategori sedang. Diameter zona hambat cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol daun ciplukan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhii, namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif kloramfenikol.
Uji Aktivitas Antikolestrol Ekstrak Etanol 96% Daun Salam (Syzygium polyanthum) Terhadap Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus) Rifa Rihadatul Aisy; Muchammad Farid; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari; Tika Hardini
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13404

Abstract

Kolesterol merupakan senyawa lipid amfipatik sekaligus komponen esensial pada membran sel dan lipoprotein plasma. Daun salam (Syzygium polyanthum) mengandung senyawa aktif flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai agen antikolesterolemia melalui penghambatan sintesis kolesterol dan peningkatan metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antikolesterol ekstrak etanol daun salam serta menentukan dosis yang paling efektif. Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimental terhadap lima ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi lima kelompok: kontrol normal, kontrol positif (simvastatin), kontrol negatif (Na-CMC 1%), serta dua kelompok perlakuan ekstrak daun salam (dosis 156 mg dan 312 mg). Kondisi hiperkolesterolemia diinduksi menggunakan pakan tinggi lemak, dan seluruh perlakuan diberikan secara oral. Hasil penelitian menunjukkan persentase penurunan kadar kolesterol berturut-turut adalah 0,0% (normal), 29,9% (kontrol positif), 6,5% (kontrol negatif), 27,1% (dosis 156 mg), dan 39,2% (dosis 312 mg). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun salam pada dosis 312 mg memberikan efek paling optimal dalam menurunkan kadar kolesterol pada kelinci jantan, bahkan melampaui efektivitas kontrol positif.
Formulasi dan Evaluasi Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Murbei (Morus alba) Riska Dea Ananda; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia; Deni Maryani; Oky Hermansyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13405

Abstract

Sediaan emulgel merupakan sediaan topikal yang menggabungkan antara fasa emulsi dengan basis gel. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan formulasi dan evaluasi sediaan emulgel berbahan aktif ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) dengan variasi konsentrasi ekstrak F0 (0%), F1 (1%), F2 (5%), dan F3 (10%). Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan diperoleh rendemen sebesar 14,72%. Sediaan yang dihasilkan kemudian diuji melalui berbagai parameter, meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, tipe emulsi, viskositas, dan hedonik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki tampilan fisik yang baik serta homogen tanpa adanya partikel kasar. Nilai pH masing-masing formula berada dalam kisaran 4,5–6,5 sehingga sesuai dengan pH kulit. Daya sebar sediaan berada pada rentang 5–7 cm yang menunjukkan kenyamanan saat diaplikasikan. Semua formula tergolong emulsi tipe minyak dalam air (O/W). Namun, hasil pengukuran viskositas menunjukkan bahwa hanya F0 dan F1 yang memenuhi kriteria, sementara F2 dan F3 memiliki kekentalan yang lebih rendah dari standar. Berdasarkan uji hedonik, F1 memperoleh tingkat penerimaan tertinggi dari panelis. Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) berpotensi diformulasikan dalam bentuk emulgel, dengan F1 sebagai formula paling optimal ditinjau dari sifat fisik dan tingkat kesukaan panelis.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Dengan Metode Sonikasi Tiara Nisrina Fitri; Tri Danang Kurniawan; Dwi Kurnia Putri; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1166

Abstract

Kulit wajah memerlukan perawatan yang tepat untuk menjaga kebersihan, kelembapan, dan kesehatan kulit, salah satunya melalui penggunaan toner. Daun Salam yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan toner ekstrak etanol 96% daun salam menggunakan metode sonikasi. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan empat formula, yaitu F0 (kontrol), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%) konsentrasi ekstrak. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki aroma green tea. Nilai pH berada pada rentang 5,40–6,47 dan viskositas 1,29–2,75 cPs yang memenuhi standar toner. Uji kelembapan menunjukkan peningkatan kelembapan kulit dari 65,08% pada F0 hingga 77,51% pada F3. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya kemerahan, gatal, maupun pembengkakan. Uji hedonik menunjukkan formula F2 memperoleh tingkat kesukaan tertinggi sebesar 80%. Berdasarkan hasil evaluasi, F2 merupakan formula terbaik karena memiliki karakteristik fisik yang baik, mampu meningkatkan kelembapan kulit, tidak menimbulkan iritasi, dan paling disukai panelis.