Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynous (L) Merr) Sebagai Pelembab Wajah Anggini dwi silfianti; Tri Danang Kurniawan; Dwi Kurnia Putri; Rose Intan Perma Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1174

Abstract

Daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) berpotensi digunakan sebagai bahan alami dalam sediaan perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 96% daun katuk menjadi sediaan toner serta mengevaluasi mutu fisik, efektivitas kelembapan, dan keamanan sediaan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (3%), F2 (5%), dan F3 (7%) ekstrak daun katuk. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki nilai pH pada rentang 4,8–6,47 sehingga masih sesuai dengan pH kulit. Nilai viskositas seluruh formula berada pada rentang 0,96–3,24 cPs dan memenuhi persyaratan sediaan toner. Uji kelembapan menunjukkan nilai kelembapan kulit berkisar 62,3%–66,2%, dengan formula F2 dan F3 memberikan hasil lebih baik dibandingkan formula lainnya. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi seperti kemerahan, gatal, maupun rasa perih pada kulit. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol 96% daun katuk dapat diformulasikan menjadi sediaan toner yang memenuhi persyaratan mutu fisik, aman digunakan, dan dapat dikembangkan.
Formulasi Gel Tabir Surya Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia Catappa L.) Terpurifikasi Dan Penentuan Nilai SPF Rike Pefsika; Tri Danang Kurniawan; Dessy Triana; Rose Intan Perma Sari; Oky Hermansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1225

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit, sehingga perlu dikembangkan produk tabir surya yang berbahan alami. Daun ketapang (Terminalia catappa L.) mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai fotoprotektor alami terhadap radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel tabir surya dari ekstrak daun ketapang terpurifikasi serta mengevaluasi sifat fisik sediaan serta nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan n-heksana dan etil asetat. Fraksi etil asetat diformulasikan menjadi gel dengan variasi konsentrasi ekstrak F0, F1 (0,01%), F2 (0,02%), dan F3 (0,03%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, dan penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin dalam ekstrak terpurifikasi. Seluruh formula menunjukkan karakteristik fisik yang baik dengan pH 4,83–6,90, daya sebar 5,65–6,12 cm, daya lekat 5,29–8,52 detik, dan viskositas 28.779–44.571 cPs. Nilai SPF meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan nilai tertinggi pada formula F3 sebesar 2,258 ± 0,638. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun ketapang terpurifikasi menunjukkan aktivitas fotoprotektif dalam bentuk gel, namun efektivitasnya masih terbatas sehingga diperlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan nilai SPF.
Uji Efektivitas Antimikroba Ekstrak Etanol 70% Biji Karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 8739, Escherichia coli ATCC 25922, dan Candida albicans Nesa Romanda Sari; Risky Hadi Wibowo; Oky Hermansyah; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1248

Abstract

Infeksi masih menjadi salah satu tantangan kesehatan dunia yang signifikan, termasuk di Indonesia yang memiliki iklim tropis dan lembap, sehingga memperparah pertumbuhan berbagai mikroba berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antimikroba ekstrak etanol 70% biji karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans, serta untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Efek antimikroba diuji menggunakan metode difusi cakram dengan delapan perlakuan dan tiga kali pengulangan pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Hasil skrining fitokimia dilihat melalui reaksi pengendapan dan perubahan warna yang menunjukkan adanya kandungan alkaloid, triterpenoid, dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan S. aureus dan       E. coli, tetapi tidak dapat menghambat C. albicans. Konsentrasi 75% menunjukkan zona hambat terbesar terhadap S. aureus sebesar 1,97 mm (kategori lemah) dan terhadap E. coli sebesar 8,43 mm (kategori sedang). Analisis statistik dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis yang menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (p<0,05), sehingga variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh nyata terhadap daya hambat antimikroba. Ekstrak etanol 70% dari biji karet berpotensi dikembangkan sebagai antimikroba alami di masa mendatang.
Potensi Antikanidiasis dari Ekstrak Etanol Daun dan Bunga jeruju (Acanthus ilicifolius L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans dan Candida tropicalis Asbedta Anggraini; Risky Hadi Wibowo; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia; Oky Hermansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1251

Abstract

Infeksi jamur masih menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Salah satu  jamur pathogen yang sering menyebabkan infeksi adalah Candida albicans dan Candida tropicalis. Penggunaan obat antikandidiasis sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbahan alam. Tumbuhan jeruju (A. ilicifolius L.) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antikandidiasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan potensi antikandidiasis ekstrak etanol daun dan bunga jeruju terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Candida tropicalis pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 75%. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserai pelarut etanol 70%. Uji potensi antikandidiasis dilakukan pada 8 perlakuan 3 ulangan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun dan bunga jeruju mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Ekstrak bunga jeruju memiliki potensi antikandidiasis terhadap pertumbuhan C. tropicalis. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan  C. tropicalis pada ekstrak bunga jeruju yaitu pada konsentrasi 75% dengan zona hambat  24,13 mm kategori sangat kuat dan pada ekstrak daun jeruju tidak memiliki daya hambat dalam menghambat pertumbuhan C. tropicalis dan C. albicans. Pada ekstrak bunga jeruju tidak mempunyai daya hambat dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Uji potensi antikandidiasis ekstrak daun dan bunga jeruju (A. ilicifolius L.) dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Kruskal-wallis. Hasil uji dari Kruskal-wallis didapatkan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,003 sehingga terdapat pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antikandidiasis. Ekstrak bunga jeruju dapat digunakan sebagai sediaan farmasi atau antikandidiasis sintetis dimasa depan.
Analisis Cemaran Colifrom Dan Escherichia coli Pada Buah Potong (Rujak) Di Pantai Panjang, Kota Bengkulu Melalui Pendekatan Metode KIT dan MPN Betta Nirwana; Sipriyadi Sipriyadi; Rose Intan Perma Sari; Tri Danang Kurniawan; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1309

Abstract

Buah potong (rujak) merupakan salah satu makanan siap saji yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi mikrobiologi akibat proses pengolahan dan penyimpanan yang kurang higienis. Keberadaan bakteri Coliform dan Escherichia coli pada pangan dapat menjadi indikator rendahnya sanitasi serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cemaran bakteri Coliform dan Escherichia coli pada buah potong (rujak) yang dijual di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu serta membandingkan efektivitas metode Compact Dry EC (KIT) dan metode Most Probable Number (MPN). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 10 pedagang rujak. Analisis dilakukan menggunakan metode KIT untuk mendeteksi jumlah koloni bakteri dan metode MPN melalui uji penduga, uji penguat, serta uji pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 10 sampel positif terkontaminasi Escherichia coli. Metode KIT menunjukkan jumlah bakteri tertinggi sebesar 800 CFU/mL, sedangkan metode MPN menunjukkan nilai tertinggi ≥1898/100 mL. Uji pelengkap pada media EMBA menunjukkan terbentuknya koloni hijau metalik yang mengindikasikan adanya Escherichia coli. Berdasarkan hasil tersebut, sebagian sampel buah potong (rujak) di Pantai Panjang Kota Bengkulu belum memenuhi standar keamanan pangan secara mikrobiologis.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Kemangi (Ocimum sanctum L. ) Berlianty Rahmahdini; Rose Intan Perma Sari; Evi Maryanti; Oky Hermansyah; Tri Danang Kurniawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1347

Abstract

Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, dan tanin yang berpotensi dimanfaatkan dalam sediaan farmasi topikal. Salah satu bentuk sediaan yang dapat dikembangkan adalah emulgel, yaitu kombinasi emulsi dan gel yang memiliki kemampuan penyebaran yang baik, mudah diaplikasikan, serta memberikan kenyamanan pada saat penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 96% daun kemangi ke dalam sediaan emulgel serta mengevaluasi karakteristik fisik sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak daun kemangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, ekstrak diformulasikan ke dalam empat formula, yaitu Formula 0 (tanpa ekstrak), Formula 1 (ekstrak 1%), Formula 2 (ekstrak 2%), dan Formula 3 (ekstrak 3%). Evaluasi karakteristik sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, tipe emulsi, dan uji hedonik. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk nilai rata-rata dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan emulgel dengan bentuk semi padat dan homogen serta memiliki tipe emulsi minyak dalam air (M/A). Nilai pH yang diperoleh berada pada rentang 5,20–6,03 sehingga memenuhi persyaratan pH sediaan topikal, sedangkan nilai viskositas berkisar antara 6.583–9.280 cPs dan masih sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hasil uji daya sebar menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki kemampuan penyebaran yang baik, sementara hasil uji hedonik menunjukkan bahwa Formula 1 memperoleh tingkat penerimaan panelis tertinggi. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, ekstrak etanol 96% daun kemangi berhasil diformulasikan menjadi sediaan emulgel dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan mutu sediaan topikal. Kata kunci: Daun Kemangi, Emulgel, Ekstrak Etanol, Evaluasi Fisik, Formulasi.
Determination of total alkaloid content in 70% and 96% ethanol extracts of red seaweed (Eucheuma spinosum) obtained by maceration using UV-Vis spect Sindi Arlin Natasya; Dwi Kurnia Putri; Rose Intan Perma Sari; Samwilson Slamet; Putri Mulia; Nurfitriyana Nurfitriyana
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 3 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i3.2261

Abstract

Red seaweed (Eucheuma spinosum) is one of the marine biological resources containing various secondary metabolites, including alkaloids which possess important biological activities. Differences in ethanol concentration may affect the amount of alkaloid compounds extracted. This study aimed to compare the alkaloid content of 70% ethanol extract and 96% ethanol extract of red seaweed (Eucheuma spinosum) obtained by maceration using the UV-Visible spectrophotometric method. This research was conducted experimentally in the laboratory using the maceration extraction method with 70% and 96% ethanol solvents. Qualitative identification of alkaloids was performed using Mayer, Wagner, and Dragendorff reagents, while quantitative determination was carried out using UV-Visible spectrophotometry with caffeine as the standard at a maximum wavelength of 275 nm. Phytochemical screening results indicated that both 70% and 96% ethanol extracts were positive for alkaloid compounds. The extraction yield of the 70% ethanol extract was 22.945%, whereas the 96% ethanol extract yielded 12.45%. The results of alkaloid determination showed that the 70% ethanol extract contained an average alkaloid level of 5.5 ± 0.22 mg QCE/g, while the 96% ethanol extract contained 5.3 ± 0.10 mg QCE/g. It can be concluded that the 70% ethanol extract produced a slightly higher alkaloid content than the 96% ethanol extract of red seaweed (Eucheuma spinosum).
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) DAN RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Nabilah Hana Alzahrah; Suci Rahmawati; Rose Intan Perma Sari; Dwi Kurnia Putri; Oky Hermansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56845

Abstract

Kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kencur (Kaempferia galanga) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kencur (Kaempferia galanga) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan untuk mengetahui konsentrasi kombinasi terbaik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang kencur diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram, kontrol negatif DMSO 40%, kontrol positif ciprofloxacin, dan kombinasi ekstrak 10%, 20%, 40%, 60% dan 80%. Hasil dari penelitian diketahui DMSO 40% tidak menghambat pertumbuhan bakteri sedangkan kontrol positif ciprofloxacin memiliki zona hambat sebesar 15,36±2,35. Pada konsentrasi kombinasi ekstrak yang digunakan pada konsentrasi 10% dan 20% tidak menghasilkan zona hambat sedangkan pada konsentrasi 40%, 60% dan 80% memiliki zona hambat sebesar 0,16±0,11, 4,76±0,79, 6,1±0,54. Berdasarkan hasil uji Anova didaptkan nilai Sig. < 0,05 yaitu sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa antar kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta dan rimpang kencur memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah konsentrasi 80% dengan diameter zona hambat 6,1±0,54 mm yang termasuk kategori sedang.