Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penyuluhan Penyakit Gagal Ginjal Kronik Di Puskesmas Rancah Kabupaten Ciamis Resha Resmawati Shaleha; Anna Yuliana; Saeful Amin; Anisa Pebiansyah; Dichy Nuryadin Zain; Taufik Hidayat; Ilham Alifiar
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v6i3.1867

Abstract

Salah satu akibat dari kerusakan sel atau jaringan organ ginjal adalah berupa terjadinya gagal ginjal yang penyebabnya dapat dipicu oleh penyakit diabetes melitus dan hipertensi. Penyakit gagal ginjal kronik bisa terjadi pada semua umur dengan prognosis yang buruk. Kurangnya informasi tentang penyebab dan bahaya penyakit gagal ginjal mendorong tim pengabdian masyarakat Universitas Bakti Tunas Husada untuk melakukan penyuluhan mengenai penyakit gagal ginjal. Pengabdian dilakukan oleh dosen dan mahasiswa sebanyak 10 orang. Metode yang digunakan yaitu pemberian informasi, pembagian poster, dan pengisian kuesioner yang berisi 10 pertanyaan terkait penyakit gagal ginjal kronik dengan total responden sebanyak 63 pasien rawat jalan yang datang ke Puskemas Rancah Kabupaten Ciamis. Hasil dalam kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pasien mengenai penyakit gagal ginjal kronik.  Dapat dilihat dari hasil pre-test responden yang masuk ke dalam kategori baik dengan persentase 12,7%, dan post-test terlihat adanya peningkatan pengetahuan terhadap responden secara signifikan sebanyak 71,43% yang masuk ke dalam kategori sangat baik mengenai penyuluhan terkait penyakit gagal ginjal kronik. Kegiatan penyuluhan tentang penyakit gagal ginjal kronik berjalan dengan lancar. Peserta pengabdian masyarakat dapat memahami materi yang diberikan dan kuesioner yang diberikan dapat dipahami yang menghasilkan suatu perubahan perilaku serta melakukan penerapan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.
Pemberdayaan Komunitas Ibu Rumah Tangga Desa Bantar melalui Workshop Pembuatan Susu Kedelai Taufik Hidayat; Dichy Nuryadin Zain; Hendy Suhendy; Indra Indra; Citra Dewi S; Aceng Chotim Muwahid; Vina Alvionita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11057

Abstract

ABSTRAK Kacang kedelai adalah sejenis kacang-kacangan yang tinggi minyak, vitamin, mineral, dan protein nabati. Kacang kedelai memiliki kandungan protein yang lebih tinggi, setara dengan susu skim yang kering. Dengan bantuan tenaga sukarela ini, masyarakat akan mendapat petunjuk tentang cara memanfaatkan dan memproduksi minuman sari kedelai. Latihan ini dilakukan dengan media workshop. Dilakukan pre-test sebelum pembukaan pelatihan. Pelatihan di lakukan dengan pemberian materi tentang susu kedelai dengan media leaflet, dilanjutkan demonstrasi tahapan pembuatan susu kedelai. Tiga fase, termasuk fase perencanaan, fase pelaksanaan, dan fase penilaian, terlibat dalam pemberdayaan masyarakat. Temuan Pre-test dan Post-test menyatakan bahwa pengetahuan setiap orang meningkat, hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman dapat berkembang selama pelatihan.Rata-rata pengetahuan peserta meningkat baik sebelum maupun sesudah mendapat penyuluhan dan pembuatan susu kedelai10 kriteria yang digunakan untuk mengukur pemahaman peserta tentang pemilahan dan pembuatan ekstrak kedelai, memberikan hasil baik sebelum dan sesudah tes 100% dan 93%. Rata-rata pengetahuan peserta meningkat baik sebelum maupun sesudah mendapat penyuluhan dan pembuatan susu kedelai. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ekonomi lokal, dan diharapkan memiliki berbagai dampak positif. Dimaksudkan dengan penyajian informasi manufaktur dan pemasaran dapat membantu masyarakat kedepannya dalam berwirausaha. Kata Kunci: Susu Kedelai, Pemberdayaan, Produk Minuman  ABSTRACT Soybeans are a type of legume that is high in oil, vitamins, minerals and vegetable protein. Soybeans have a higher protein content, equivalent to dry skim milk. With the help of these volunteers, the community will receive instructions on how to use and produce soybean juice drinks. This exercise was carried out using workshop media. A pre-test was carried out before the opening of the training. The training was carried out by providing material about soy milk using leaflets, followed by a demonstration of the stages of making soy milk. Three phases, including the planning phase, implementation phase, and assessment phase, are involved in community empowerment. Pre-test and post-test findings stated that everyone's knowledge increased, this shows that knowledge and understanding can develop during the training. The average knowledge of participants increased both before and after receiving counseling and making soy milk. 10 criteria used to measure participants' understanding regarding sorting and making soybean extract, gave good results before and after the test of 100% and 93%. The average knowledge of participants increased both before and after receiving counseling and making soy milk. The aim of this activity is to improve the local economy, and is expected to have various positive impacts. It is intended that the presentation of manufacturing and marketing information can help people become entrepreneurs in the future. Keywords: Soy Milk, Epowerment, Beverage Products
UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI PROGRAM CUCITANGAN : PEMBUATAN DAN DISTRIBUSI SABUN CUCITANGAN KEPADA MASYARAKAT KOTA TASIKMALAYA Lilis tuslinah; Lusi Nurdianti; Indra Indra; Meri Meri; Ade Yeni; Keni Idacahyati; Winda Trisna Wulandari; Gatut Ari Wardani; Wawan Rismawan; Diana Sri Zustika; Hanna Nurul Husna; Fajar Setiawan; Firman Gustaman; Dichy Nuryadin Zein; Taofik Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i2.862

Abstract

Banyak cara upaya yang sudah dilakukan dalam penanganan penyebaran Covid 19 salah satunya yang sekarang sudah mulai diberikan secara bertahap adalah dengan program vaksinasi. Tetapi hal ini tidak cukup kita tetap tidak boleh lengah dan tetap wajib menjalankan protokol kesehatan pola hidup  bersih  dan  menjaga  protokol  kesehatan  3M  harus  tetap berjalan salah satunya adalah dengan selalu membiasakan diri mencuci tangan.  Langkah ini  bertujuan  agar kasus baru dan penyebaran Covid 19 bisa dihentikan. Dalam upaya itu, dosen dilingkungan STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya melaksanakan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dimaksudkan memberikan perspektif lain dalam usaha pencegahan dari  penularan  virus.  Salahsatunya  adalah  dengan  menjaga kebersihan diri dengan membiasakan mencuci tangan yang dimulai dengan memproduksi sabun cuci tangan yang berstandar SNI dan mendistribusikannya di lingkungan sekitar kampus di daerah Cilolohan dengan disertai penjelasan mengenai pentingnya cuci tangan di masa pandemik sekarang ini. Kegiatan ini bisa memberikan dampak yang baik kepada masyarakat mengenai pentingnya kebiasaan mencuci tangan sehingga wawasan masyarakat akan hal ini bisa ditingkatkan dan dapat membantu program pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung dalam upaya pencegahan penyebaran covid 19 khususnya di lingkungan masyarakat sekitar daerah Cilolohan.
Education Of Cholesterol Disease and the Use of Simvastatin Drugs in Rancah District, Ciamis Regency Anisa Pebiansyah; Anna Yuliana; Ira Rahmiyani; Saeful Amin; Ilham Alifiar; Dichy Nuryadin Zain; Taufik Hidayat; Resha Resmawati Shaleha
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i1.155

Abstract

Kolesterol merupakan suatu zat lemak yang ada di dalam darah dan menjadi faktor utama penyebab penyakit hipertensi dan stroke. Pengetahuan masyarakat tentang bahayanya penyakit kolesterol dan pengobatannya masih kurang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai kolesterol dan cara pemakaian obat simvastatin dengan baik dan benar kepada masyarakat yang ada di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Metode yang dilakukan dengan pendekatan cross sectional, menggunakan instrumen berupa kuesioner. Populasi adalah masyarakat di Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis dengan jumlah responden sebanyak 187 orang. Sebelum diberikan penyuluhan, masyarakat diberikan arahan untuk mengisi kuesioner berbentuk pre-test, kemudian dilanjutkan penyuluhan dengan metode ceramah interaktif dan pada tahap akhir masyarakat diberi arahan kembali untuk mengisi kuesioner post test. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa rata-rata nilai sesudah dilakukan penyuluhan lebih tinggi yaitu 93,72 Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji T berpasangan dapat diperoleh nilai p-value (0.000) < ? (0.05) dan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan. Nilai skor kuisioner setelah penyuluhan lebih tinggi dibandingkan sebelum penyuluhan. Hal ini menandakan bahwa penyuluhan penyakit kolesterol serta penggunaan obat simvastatin mengedukasi masyarakat untuk mencegah penyakit kolesterol dan penggunaan obat simvastatin yang tepat.
PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI REMAJA DAN IBU-IBU PENGAJIAN Yuliana, Anna; Zain, Dichy Nuryadin; Pebiansyah, Anisa; Amin, Saeful; Rahmiyani, Ira; Alifiar, Ilham; Hidayat, Taufik; Shaleha, Resha Resmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31854

Abstract

Abstrak: Penyuluhan kesehatan reproduksi menjadi aspek penting dalam meningkatkan Penyuluhan kesehatan reproduksi penting untuk meningkatkan pemahaman remaja dan ibu rumah tangga dalam menjaga kebersihan serta kesehatan organ reproduksi. Kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan perilaku berisiko, termasuk penyakit menular seksual dan kehamilan dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan kesehatan reproduksi dengan menggunakan media audio visual. Metode yang digunakan terdiri dari penyuluhan langsung, tayangan audio visual dan evaluasi menggunakan pre-test dan pos-test, yang terdiri dari lima belas pertanyaan. Mitra pengabdian merupakan ibu rumahtangga dan remaja putri di lingkungan Masjid Abah Djaedi, Kota Tasikmalaya sebagnyak 76 responden. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata sebesar 0,83 dan masuk kedalam kategori tinggi berdasarkan kriteria N-Gain. Kegiatan ini menegaskan penggunaaan media audio visual dapat meningkatkan terserapnya informasi yang lebih efektif dan efesien terutama dalam meningkatan kesehatan reproduksi.Abstract: Reproductive health counseling is an important aspect in improving Reproductive health counseling is important to improve the understanding of adolescents and housewives in maintaining cleanliness and health of reproductive organs. Lack of knowledge can lead to risky behavior, including sexually transmitted diseases and early pregnancy. This community service activity aims to evaluate the effectiveness of reproductive health counseling using audio-visual media. The methods used consist of direct counseling, audio-visual displays and evaluation using pre-test and post-test consisting of fifteen questions. The community service partners are housewives and adolescent girls in the Abah Djaedi Mosque environment, Tasikmalaya City, as many as 76 respondents. The evaluation results showed a significant increase in knowledge, with an average value of 0.83 and entered the high category based on the N-Gain criteria. This activity confirms that the use of audio-visual media can increase the absorption of information more effectively and efficiently, especially in improving reproductive health.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DAN WORKSHOP PEMBUATAN SABUN CUCI TANGAN PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN TASIKMALAYA Zain, Dichy Nuryadin; Anjani, Puteri Tita; Irfandi, Fikri Efad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32614

Abstract

Abstrak: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, merupakan langkah preventif penting dalam menjaga kesehatan. Namun, pemahaman masyarakat desa terhadap praktik ini dan kemampuan membuat sabun secara mandiri masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai PHBS serta pembuatan sabun cuci tangan cair. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan dan workshop interaktif kepada 32 ibu rumah tangga di Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi, praktik langsung pembuatan sabun, serta evaluasi melalui observasi dan wawancara singkat dengan 4 parameter quesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 90% peserta mengalami peningkatan kemampuan dalam memahami manfaat PHBS dan mampu mempraktikkan pembuatan sabun secara mandiri. Kegiatan ini efektif dalam mendorong perilaku hidup sehat serta membuka potensi ekonomi rumah tangga melalui produksi sabun yang ramah lingkungan dan bernilai jual.Abstract: Clean and Healthy Living Behavior (CHLB), particularly the habit of handwashing with soap, is an essential preventive measure in maintaining personal health. However, rural communities have limited understanding of this practice and lack the skills to produce hand soap independently. This community service activity aimed to improve public knowledge and skills related to CHLB and the production of liquid hand soap. The program was conducted through counseling sessions and an interactive workshop involving 32 housewives in Mekarjaya Village, Padakembang Subdistrict, Tasikmalaya Regency. Methods included presentations, hands-on soap-making practice, and evaluation through observation and brief interviews. Results showed that 90% of participants improved their skills in understanding CHLB benefits and demonstrated the ability to produce soap independently. This activity effectively promoted healthy habits and opened opportunities for household economic potential through the production of eco-friendly and marketable soap.
Penyuluhan pencegahan resistensi antibiotik pada masyarakat desa Cogreg di kabupaten Tasikmalaya Zain, Dichy Nuryadin; Widya, Ala Anistia; Nugraha, Nizzar Nazzah; Dikrama, Elvira Nadia; Rahayu, Intan Puji Sri; Agustin, Nabila Khairunnisa; Yulianty, Tanty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25565

Abstract

Abstrak Resistensi antibiotik merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Hal ini dapat mengakibatkan infeksi yang sulit diobati dan peningkatan angka kematian. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar menjadi faktor utama dalam penyebaran resistensi antibiotik, terutama di daerah pedesaan. Oleh karena itu, edukasi masyarakat melalui program penyuluhan menjadi langkah penting untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Cogreg, Kabupaten Tasikmalaya, mengenai penggunaan antibiotik yang tepat dan mencegah resistensi antibiotik melalui penyuluhan berbasis multimedia. Metode penelitian menggunakan pendekatan penyuluhan dengan tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penyuluhan dilakukan dengan fokus pada penggunaan antibiotik yang tepat, menggunakan media ajar berbasis multimedia untuk memaksimalkan pemahaman peserta. Setiap tahapan penyuluhan dirancang secara sistematis, dimulai dari perencanaan yang matang, pelaksanaan kegiatan penyuluhan, hingga evaluasi untuk mengukur efektivitas dan peningkatan pengetahuan peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan mengenai penggunaan antibiotik yang tepat di Desa Cogreg telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang antibiotik. Hal ini terlihat dari hasil test yang dilakukakan terdapat peningkatan dari 5% menjadi 62%. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang antibiotik ini membuktikan bahwa pemberian edukasi dapat efektif meningkatkan pemahaman tentang antibiotik. Namun, untuk mencapai perubahan yang diharapkan, pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan hingga terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan antibiotik. Penyuluhan mengenai penggunaan antibiotik yang tepat di Desa Cogreg telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang antibiotik. Kata kunci: antibiotik; infeksi; penyuluhan; resistensi. Abstract Antibiotic resistance is one of the global health challenges caused by the inappropriate use of antibiotics. This can result in difficult-to-treat infections and increased mortality. Lack of public knowledge about the correct use of antibiotics is a major factor in the spread of antibiotic resistance, especially in rural areas. Therefore, community education through counselling programmes is an important step to overcome this problem. This study was conducted to improve the knowledge of the people of Cogreg Village, Tasikmalaya Regency, regarding the proper use of antibiotics and preventing antibiotic resistance through multimedia-based counselling. The research method used an extension approach with stages consisting of planning, implementation, and evaluation. Extension was conducted with a focus on the use of appropriate antibiotics, using multimedia-based teaching media to maximise participants' understanding. Each stage of counselling is designed systematically, starting from careful planning, implementation of counselling activities, to evaluation to measure the effectiveness and improvement of participants' knowledge. The results showed that the counselling on the proper use of antibiotics in Cogreg Village has succeeded in increasing community knowledge about antibiotics. This can be seen from the results of the test conducted there is an increase from 5% to 62%. The increase in community knowledge about antibiotics proves that education can be effective in increasing understanding about antibiotics. However, to achieve the expected changes, education must be carried out continuously until there is a change in people's behaviour in the use of antibiotics. Counselling on the proper use of antibiotics in Cogreg Village has succeeded in increasing people's knowledge about antibiotics. Keywords: antibiotics; infection; education; resistance.
SOSIALISASI DAN EDUKASI PENGETAHUAN KONSUMSI MAKANAN SERTA OBAT-OBATAN SEBAGAI FAKTOR ASAM URAT PADA PASIEN DI PUSKESMAS RANCAH KABUPATEN CIAMIS Yuliana, Anna; Shaleha, Resha Resmawati; Amin, Saeful; Rahmiyani, Ira; Pebiansyah, Anisa; Zain, Dichy Nuryadin; Hidayat, Taufik; Alifiar, Ilham
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10431

Abstract

Salah satu gangguan kesehatan yang diderita oleh masyarakat yaitu peningkatan kadar asam urat. Asam urat merupakan bagian normal dari darah dan urin. Asam urat dihasilkan dari pemecahan dan sisa-sisa pembuangan dari bahan makanan tertentu yang mengandung nukleutida purin atau berasal dari nukleutida purin yang diproduksi oleh tubuh. Jika pola makan tidak tepat, maka kadar asam urat yang berlebihan dalam darah akan terjadi penumpukan kristal asam urat, sehingga akan terjadi nyeri hebat yang timbul secara mendadak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui apakah pola makan, obat-obatan, dan tingkat pengetahuan berpengaruh terhadap kadar asam urat. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan terkait penyakit asam urat dan penyebabnya ini mendorong dosen dan mahasiswa Universitas Bakti Tunas Husada untuk melakukan pengabdian masyarakat di Puskesmas Rancah Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dengan melakukan penyebaran poster, pemberian kuesioner dan edukasi. Peserta yang mengikuti sebanyak 87 pasien yang sedang melakukan rawat jalan di Puskesmas Rancah Kabupaten Ciamis dengan diberikan kuesioner secara pre-test dan  post-test sebanyak 5 pertanyaan terkait penyakit asam urat.