Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Self-Regulated Learning Levels in Prospective Elementary School Teacher Students in Surakarta Adi, Fadhil Purnama; Atmojo, Idam Ragil Widianto; Matsuri, Matsuri; Chumdari, Chumdari; Ardiansyah, Roy; Saputri, Dwi Yuniasih
Mimbar Sekolah Dasar Vol 11, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v11i4.78850

Abstract

This study focuses on self-regulated learning (SRL), a process in which individuals actively control their learning process through planning, monitoring, and self-evaluation. The purpose of this study was to analyze the level of SRL in the Surakarta Elementary School Teacher Education Study Program. The method used was a survey. The population in this study consisted of students from the Elementary School Teacher Education (ESTE) Program at the Faculty of Teacher Training and Education, UNS Surakarta. The sample comprised 105 students. The instrument used in this study was a questionnaire encompassing aspects of metacognition, motivation, and behavior. The data analysis technique employed descriptive statistics. The results showed that the level of SRL of Surakarta Elementary School Teacher Education students was in the moderate category. Although students have demonstrated adequate SRL abilities, several aspects still need to be improved, especially in terms of time management and learning strategies. This shows that although students have managed their learning quite well, there is still room for improvement in these aspects. These findings provide valuable insights for curriculum development and teaching strategies in the Surakarta Elementary School Teacher Education Study Program. By understanding weaknesses in time management and learning strategies, curriculum development and teaching methods can be focused on these areas to further support the improvement of students' SRL, thereby improving the effectiveness of their learning and academic outcomes.
Exploring Pancasila Education Learning with Canva Based on Deep Learning for Student Independence Pasha, Dwi Ayu Dian; Triyanto, Triyanto; Chumdari, Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.117914

Abstract

This study aimed to explore the implementation of Pancasila Education learning using Canva-based deep learning media to foster independence among second grade elementary school students. The research employed a qualitative descriptive case study approach, with data collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation. The findings showed that the integration of Canva media, encouraged students to engage more actively in classroom activities, with 81.5% of students showing positive responses. The media supported students in completing self-directed tasks and enhanced their sense of responsibility and self-evaluation. Overall, the use of Canva proved to be effective in promoting student independence in elementary education.
Implementation of Learning Modules to Improve the Oral Communication Skills of Class IV Elementary School Students Latif, Tya Maulia; Sudiyanto, Sudiyanto; Chumdari, Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98964

Abstract

Keterampilan komunikasi lisan peserta didik di sekolah dasar belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang: 1) modul pembelajaran yang dibutuhkan pendidik untuk meningatkan kemampuan komunikasi lisan peserta didik sekolah dasar, 2) modul pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lisan peserta didik sekolah dasar. Subjek dari penelitian ini peserta didik kelas IV sekolah dasar yang mengalami kesulitan komunikasi lisan dan objek penelitian ini adalah modul pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengamatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik sangat tertarik dengan modul pembelajaran ini. modul pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lisan peserta didik sekolah dasar selain itu, validasi materi dan media pembelajaran juga menyatakan bahwa modul ini sangat sesuai dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran peserta didik. oleh karena itu, modul pembelajaran ini dianggap sangat menarik dan efektif untuk digunakan. penelitian ini diharapkan dapat diteruskan dengan penambahan materi pada modul pembelajaran dan implementasnya dalam proses pemebelajaran lebih lanjut.
Analysis of Science Misconceptions for Class VI Elementary School Using The Certainty of Response Index Method Rahman, Nahar Nur; Gunarhadi, Gunarhadi; Chumdari, Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98880

Abstract

Penting bagi pendidik menanamkan konsep yang benar pada siswa, sebab konsep yang diajarkan di Sekolah Dasar akan menjadi dasar pemikiran bagi siswa dan itu akan mendasari pemikiran siswa pada jenjang selanjutnya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi yang dialami peserta didik kelas VI di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian terdiri dari peserta didik kelas VI di Kecamatan Pilangkenceng, dengan sampel sebanyak 100 peserta didik yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui tes dan non-tes. Tes dilakukan menggunakan instrumen diagnostik yang dilengkapi dengan CRI (Certainty of Response Index) untuk mengidentifikasi miskonsepsi, sedangkan non-tes menggunakan wawancara tidak terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa 45% peserta didik mengalami miskonsepsi mengenai konsep adaptasi makhluk hidup. Persentase miskonsepsi tertinggi terdapat pada subkonsep adaptasi tumbuhan xerofi sebesar 65%, sedangkan persentase terendah pada subkonsep adaptasi kantong semar sebesar 10%. Faktor utama penyebab miskonsepsi ini berasal dari pemikiran peserta didik  dan berbagai macam sumber belajar. Peran pendidik dalam memberikan pemahaman konsep yang benar sejak dini untuk mencegah terjadinya miskonsepsi yang dapat berlanjut ke jenjang pendidikan berikutnya. Upaya perbaikan dalam strategi pembelajaran dan penyediaan sumber belajar yang valid sangat diperlukan untuk mengurangi tingkat miskonsepsi di kalangan peserta didik.
Learning Motivation as a Predictor of Creativity in Fifth Grade Elementary School Students Handayani, Retno Dwi; Subiyantoro, Slamet; Chumdari, Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109455

Abstract

Creativity plays a crucial role for students because it provides various benefits that support their overall development, both in academic and personal aspects. This study aims to: 1) determine the learning motivation of fifth-grade elementary school students, 2) determine the creativity of fifth-grade elementary school students, and 3) determine the influence of learning motivation on the creativity of fifth-grade elementary school students. This research method uses a quantitative method with an ex-post facto design. Data collection was carried out through a learning motivation questionnaire and creativity observation sheet. The questionnaire instrument is used to obtain data on students' learning motivation. Observation sheets are used to determine students' creativity. Data were collected through a learning motivation questionnaire and a creativity observation sheet. Data analysis techniques consist of prerequisite tests and hypothesis tests. The prerequisite tests consist of normality tests and homogeneity tests. Hypothesis testing uses a t-test with the help of the IBM SPSS Statistics 22 program. The results of this study indicate the influence of learning motivation on the creativity of fifth-grade elementary school students in batik making with a p-value of 0.000 < 0.05. The conclusion of this study confirms that learning motivation has a significant influence on the creativity of fifth-grade elementary school students.
Analysis of Student Learning Motivation In IPAS Learning With a Problem Based Approach Sukmana, Ardian; Atmojo, Idam Ragil Widiant; Chumdari, Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.117964

Abstract

Learning motivation is a crucial element that significantly influences students’ active participation and academic achievement in Natural and Social Sciences (IPAS) at the elementary school level. This study aims to analyze the learning motivation of fifth-grade students in IPAS through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model. A qualitative approach was used with a case study design involving 26 fifth-grade students at Pandanan Public Elementary School, where data were collected through questionnaires, observations, and interviews. Data were collected through motivation questionnaires, participatory observation, and in-depth interviews, and were then analyzed thematically using the Miles and Huberman model. The results of the study showed a significant increase in intrinsic motivation, where the number of students in the “Very High” motivation category rose sharply from 3 to 12, and the “Low” motivation category disappeared. The implementation of PBL also proved to change students’ perceptions of IPAS from mere memorization to problem-solving-based learning that is more relevant and engaging. Overall, the Problem-Based Learning model proved effective and had a positive impact on improving students’ learning motivation, engagement, and the quality of their learning experiences in the IPAS subject.
Optimalisasi Permainan Tradisional Nusantara bagi Guru SD di Indonesia Atmojo, Idam Ragil Widianto; Matsuri, Matsuri; Chumdari, Chumdari; Adi, Fadhil Purnama; Ardiansyah, Roy; Saputri, Dwi Yuniasih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91727

Abstract

Permainan tradisional Nusantara kaya akan nilai budaya dan edukasi, namun kurang optimal dalam pemanfaatannya sebagai media pembelajaran di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji strategi optimalisasi permainan tradisional Nusantara bagi guru SD di Indonesia. Artikel ini merupakan kajian literatur terkait permainan tradisional Nusantara dan pembelajaran di sekolah dasar. Metode penelitian ini yaitu kajian literatur dengan mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Hasil kajian literatur ditemukan berbagai strategi optimalisasi permainan tradisional Nusantara, antara lain integrasi dengan materi pelajaran, modifikasi aturan dan permainan, pemanfaatan media pembelajaran, dan penyelenggaraan festival permainan tradisional. Implementasi strategi tersebut menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halus, kerjasama tim dan komunikasi, dan pengetahuan budaya dan nilai-nilai luhur. Kesimpulan hasil kajian literatur yaitu optimalisasi permainan tradisional nusantara dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar di Indonesia.
Literature Review: Potential and Challenges of Learning Using Smart Apps Creator (SAC) for Students Kurniasih, Tri; Suryandari, Kartika Chrysti; Chumdari, Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98838

Abstract

Keterampilan berpikir kritis dan literasi peserta didik perlu ditingkatkan karena keduanya merupakan keterampilan abad 21 yang penting untuk menghadapi tantangan perubahan zaman dan perkembangan teknologi, namun saat ini kemampuan tersebut belum sesuai tujuan, sehingga media digital diperlukan untuk menunjang proses belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui potensi dan tantangan implementasi pembelajaran menggunakan Smart Apps Creator (SAC) bagi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan literatur review. Artikel yang dipilih untuk ditinjau berjumlah 15 yang dipublikasikan pada tahun 2019-2024. Artikel tersebut diperoleh dari Eric Journal dan Google Scholar. Kriteria artikel yang ditinjau antara lain merupakan research article, memiliki struktur yang lengkap, open access, menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi Smart Apps Creator (SAC) dapat meningkatkan kemampuan literasi sains dan hasil belajar peserta didik. Selain itu, aplikasi tersebut juga dapat mengembangkan minat dan motivasi belajar peserta didik. Pengembangan aplikasi SAC juga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan problem solving peserta didik. Tantangan yang dihadapi dalam implementasi SAC antara lain keterampilan dan persiapan guru dalam mengembangkan aplikasi SAC dengan unsur lain agar lebih menarik dan fasilitas sekolah yang kurang memadai. Secara keseluruhan, Smart Apps Creator (SAC) dapat menjadi solusi untuk guru dalam menggunakan media pembelajaran sehingga hasil belajar dan literasi peserta didik meningkat.
Penerapan Model Problem Based Learning Dengan Media Diorama Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Pembelajaran IPAS Kelas V Sekolah Dasar Pratama, Andika Putra; Istiqomah, Nurul; Utari, Vita; Chumdari, Chumdari; Sugiyarto, Sugiyarto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i4.97100

Abstract

Pemahaman konsep adalah suatu cara yang sistematis dalam memahami dan mengemukakan tentang sesuatu yang diperolehnya. Berdasarkan hasil temuan pada observasi awal diperoleh nilai rata rata IPAS  54,54 dari KKM 70. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPASS kelas 5 melalui model Problem Based Learning dan Media Diorama SD Muhammadiyah 5 Ska. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing masing dua pertemuan pada setiap siklusnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, studi dokumen, catatan lapangan. Uji validitas data penelitian ini menggunakan Triangulasi teknik, dan Triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis ktitis dan analisis statistic deskriptif. Hasil penelitian memnunjukan bahwa melalui model Problem Based Learning dan media Diorama dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPASS peserta didik kelas 5. Hal ini dibuktikan pada siklus 1 penilaian kognitif mendapatkan nilai tingkat ketuntasan 63,63 sedangkan siklus 2 mendapatkan nilai tingkat ketuntasan 81,81. Hasil Observasi Aktivitas Peserta Didik pada siklus 1 memperoleh kategori baik skor 18,48, sedangkan pada siklus 2 memperoleh kategori sangat baik skor 20,27. Penilaian keterampilan guru pada siklus 1 mendapatkan skor 22, sedangkan pada siklus 2 mendapatkan skor 26.
Analysis of the Use of Digital Puzzle Media on Elementary School Student’s Learning Motivation (Case Study of 3rd Grade Students at SDN 1 Sajen Academic Year 2025/2026) Dewi, Sri Candra; Riyadi, Riyadi; Chumdari, Chumdari; Suryandari, Kartika Chrysti; Salimi, Moh
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.117948

Abstract

This study addresses the limited use of instructional media by elementary school teachers in fostering students’ learning motivation in Science subjects. The purpose of this study is to analyze the use of digital puzzle media in enhancing students’ learning motivation. This research employed a qualitative approach with a case study design conducted at SD N 1 Sajen. The participants consisted of 31 third-grade students, including 19 boys and 12 girls. The findings show that digital puzzle media effectively increase students’ motivation and enthusiasm in Science learning. Observation and documentation results indicate that the media attract students’ attention and encourage active participation during the learning process. In addition, interviews reveal that students feel more enthusiastic and engaged when learning using digital puzzle media. In conclusion, digital puzzle media can foster elementary school students’ learning motivation in Science subjects and support more interactive and engaging learning experiences.
Co-Authors Adi, Fadhil Purnama Adriyanto, Hardo Aji, Nurakhman Aji, Wahyu Sulistyo Amalia, Dinda Setia Andika Putra Pratama Andrayani, Yuli Ariani, Skolastika Ellen Mada Arifin, Muhammad Nur Atmojo, Idam Ragil Widiant Bayu Kurniawan, Sandra Budi Usodo Choeriyah, Rina Damantari, Hening Darmaji, Darmaji DARMAWANTI, UMMI ARIFAH Dewi, Nadia Grapilia Permata Dewi, Sri Candra Diah Wahyuni Falahiyah, Lessy Rizkiani Gestiardi, Rivan Gunarhadi Gunarhadi, Gunarhadi Hadiyah, Hadiyah Haliza, Muna Nur Hapsari, Rani Hidayah, Meiulina Hikmah, Isna Miftakhul Idam Ragil Widianto Atmojo Ika Maryani Jenny Indrastoeti Siti Poerwanti, Jenny Indrastoeti Siti Karisma, Mia Karsono Karsono Kartika Chrysti Suryandari Kinasih, Aprilia Anggraini Puspa Kurniasih, Tri Latif, Tya Maulia Lies Lestari M. Sukarno Matsuri, Matsuri Merlia, Rachmi Suni Moh Salimi Muhammad Ismail Sriyanto, Muhammad Ismail Mulyono Mulyono Munawaroh, Fikriatul musfaizah, nur laela Nisa, K Nurhayati, Anis Nurul Istiqomah Octaviani, Diaz Nita Pasha, Dwi Ayu Dian Peduk Rintayati Puspita Sari, Wahyu Putri, Dwi Setyani Putri, Florentina Diana Rahman, Nahar Nur Rahmawati, Galih Rahmawati, Nur Wulan Retno Dwi Handayani Retnowati, Evi Riyadi Riyadi Roy Ardiansyah, Roy Sadiman Sadiman Sajidan Saputri, Dwi Yuniasih Sardini, Sardini Sarwanto Sarwanto Septi Triyani Siti Wahyuningsih Slamet Subiyantoro St. Y. Slamet Sudiyanto Sudiyanto Sugiyarto Sugiyarto Suharno Suharno Sukmana, Ardian Suryandari, Kartika Chysti Susanti Susanti Utari, Vita Viastuti, Regita Viki, Praditiya Alvian Wahdaniyah Wahdaniyah, Wahdaniyah Wahyuningrum, Septri Wahyuningtyas, Maria Wulandari Wulandari