Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN SOSIOLOGI DESAIN POSTINGAN INSTAGRAM JOKOWI VERSI UCAPAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI Monica Revias Purwa Kusuma; Luqman Wahyudi; Pungky Febi Arifianto
ASKARA: Jurnal Seni dan Desain Vol 2 No 1 (2023): ASKARA: Jurnal Seni dan Desain
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/askara.v2i1.1116

Abstract

Media sosial seperti Instagram saat ini tidak dapat lepas dari kehidupan manusia. Berbagai fungsi dapat dilakukan, salah satunya adalah sebagai media pembentuk personal branding. Banyaknya pengguna Instagram di Indonesia saat ini dimanfaatkan oleh publik figur untuk membentuk citra baik di tengah masyarakat. Tidak terkecuali presiden negara Indonesia saat ini, Bapak Joko Widodo (Jokowi). Jokowi memanfaatkan akun stagram @jokowi sebagai alat untuk menyapa dan membentuk citra positif di masyarakat. Salah satu unggahan di akun Instagram Jokowi yang sangat menarik adalah unggahan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444H pada 22 April 2023. Postingan ini menjadi menarik karena mengandung hal-hal yang viral serta fenomena yang dekat dengan sedang terjadi pada saat ini. Pengikut merasa memiliki relasi dengan kejadian-kejadian yang ditorehkan dalam ilustrasi tersebut karena mengandung fenomena sosial terkini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan membedah desain Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H unggahan Jokowi dari segi sosiologi desain, dimana desain tidak hanya muncul begitu saja tetapi dipengaruhi kondisi-kondisi sosial yang ada di sekitarnya. Hasil dari penelitian berupa terdapat berbagai fenomena sosial berupa kejadian nyata yang memang turun temurun terjadi di Indonesia dan sudah menjadi tradisi. Terdapat juga fenomena sosial yang sedang viral dan keadaan-keadaan yang terjadi saat ini. Realitas sosial yang ditemukan saat momen Lebaran ditandai dengan adanya habitus, dimana hal tersebut berhubungan dengan kapital dan modal simbolik dibaliknya. Selain itu, realitas sosial yang ditemukan pada gaya hidup dan perilaku masyarakat saat momen Lebaran juga mengandung praktek konsumsi simbol dimana berhubungan dengan kelas sosial maupun strata sosial tertentu.
Analisa Pengembangan Karakter Musa Dalam Film Battle of Surabaya Bayu Setiawan; Pungky Febi Arifianto; Fransisca Sherly Taju
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i2.15839

Abstract

Battle of Surabaya menyajikan tema perjuangan rakyat Surabaya dalam peristiwa peperangan 10 November 1945 antara Indonesia melawan Inggris dan sekutu. Film ini menceritakan tentang Musa yang dipercayakan tugas untuk mengirim surat dari pejuang Surabaya. Peneliti melakukan penelitian berbasis studi kasus untuk mendalaminya pengembangan karakter Musa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara dalam tokoh fiksi yang dihadirkan dalam film bertemakan sejarah yang sebenarnya. Karakter Musa, seorang anak laki-laki berusia 10-12 tahun, sesuai dengan latar waktu cerita yang berlangsung selama perang kemerdekaan di Surabaya. Perjalanan karakter Musa mencerminkan konflik yang kompleks yang membentuk dirinya menjadi sosok yang kuat dan penuh keberanian. Dibalik kompleks konflik yang dihadapi untuk menyelesaikan misinya, musa malah kehilangan segalanya. Kontras inilah yang menggambarkan perkembangan karakter Musa menjadi individu yang tangguh dan pemberani saat cerita mencapai puncaknya. Karakter Musa dalam film ini menciptakan kepribadian yang manusiawi dan mampu merangkai cerita dengan baik, meskipun masih menyisakan potensi pengembangan lebih lanjut untuk mendalami sisi-sisi kepribadiannya yang belum terungkap secara mendalam
Perancangan E-Catalog Ardent Signature Sebagai Media Pemasaran Digital Produk Kursi Kantor Premium Miftahul Adi Suminto; Pungky Febi Arifianto
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 24 No. 1 (2024): JANUARY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.24.1.60-71

Abstract

Media pemasaran kini mengalami siklus perkembangan yang pesat sesuai dengan kebutuhan industri di beragam sektor dengan tujuan sebagai alat untuk mempromosikan produk-produk yang dimilikinya. Salah satu media pemasaran yang saat ini sangat dibutuhkan berupa produk pemasaran dengan berbasis digital terkait dengan informasi produk yang ingin dipasarkan dan kelengkapan jumlah produk yang dapat diketahui oleh audiens. Pada umumnya, media pemasaran merupakan suatu kolaborasi dalam bidang keilmuan menejemen dengan bidang desain komunikasi visual yang diharapkan mampu memberikan solusi terkait saluran pemasaran dengan berbasis digital yang mudah diakses, lengkap, dan menjawab permasalahan dari tim sales & marketing. Dalam alur penerapannya, metode perancangan design thinking digunakan guna mendukung berlangsungnya kegiatan perancangan ini. Metodologi design thinking yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan lima langkah, yaitu Emphasize, Define, Ideate, Prototype, dan Test/Implementation. Proses dalam design thinking menuntun desainer untuk mampu melaksanakan tahapan analisis, menuangkan ide, eksperimen pada pembuatan sebuah prototipe, hingga mengumpulkan feedback terhadap desain yang dibuat. Tujuan penelitian ini guna menghasilkan media pemasaran yang dapat berfungsi ganda, yaitu sebagai media informasi dan media promosi berbasis digital. Dengan demikian, dihasilkan desain buku katalog elektronik yang tepat guna dan sasaran, untuk kemudian dapat diterapkan sebagai media promosi oleh tim sales & marketing dari CV Ardent Furniture.
MAKNA DAN PERUBAHAN RUPA BONEKA WAYANG SEMAR PADA WAYANG JEKDONG JAWA TIMUR Alfian Candra Ayuswantana; Lutfi Tri Atmaji; Diana Aqidatun Nisa; Pungky Febi Arifianto
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i1.16334

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara besar dengan beragam suku dan kebudayaan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Berbeda daerah dan suku maka berbeda pula kebudayaan yang ada termasuk artefak budaya yang ada di masyarakat Indonesia. Sebuah artefak budaya senantiasa mencerminkan nilai-nilai Masyarakat pembuatnya. Hal ini tidak terkecuali dalam kesenian wayang Jekdong sebagai hasil karya Masyarakat budaya Arek, Masyarakat budaya Arek sebagai sub-budaya provinsi Jawa Timur memiliki kekhasan  budaya dan salah satu produk dari budaya arek adalah wayang Jekdong dimana boneka wayang Jekdong Semar menjadi cermnan akan nilai-nilai budaya Arek. Penelitian ini melibatkan penelusuran boneka wayang Semar dalam tiga spesimen yang berbeda dari tiga tahun pembuatan. Hal tersebut dalam rangka mengulik nilai cerminan masyarakat budaya Arek yang dipertahankan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi spesimen wayang Jekdong tiga periode produksi yang berbeda dengan menggunakan gaya wayang Jekdong Porongan koleksi Ki Wardono dan salah satu sumber yang tidak dapat disebutkan. Perbedaan-perbedaan yang tampak pada boneka wayang Semar dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang melatar belakangi. Faktor tersebut antara lain adalah faktor karakteristik budaya Arek yang cenderung lugas dan faktor pengaruh nilai-nilai islam. Indonesia is a large country with diverse ethnicities and cultures spread from Sabang to Merauke. Different regions and ethnicities have different cultures, including cultural artifacts in Indonesian society. A cultural artifact always reflects the values of the community that creates it. This is no exception in the art of Jekdong puppetry, a product of the cultural community of Arek. Arek, as a subculture of East Java province, has its own cultural distinctiveness, and one of the products of Arek culture is the Jekdong puppet, where the Jekdong Semar puppet serves as an embodiment of Arek cultural values. This research involves the examination of the Semar puppet in three different specimens from three different production years. This is done to explore the values reflecting the Arek cultural community that are preserved. The research method used is the observation of Jekdong puppet specimens from three different production periods, using the Jekdong Porongan puppet style collection of Ki Wardono and another source that cannot be mentioned. The differences observed in the Semar puppet are influenced by several main underlying factors. These factors include the characteristics of Arek culture, which tend to be straightforward, and the influence of Islamic values  
PENGARUH WARNA, BENTUK, DAN TIPOGRAFI DESAIN LOGO UKEL SEBAGAI BRAND DARI PT. COLAR CREATIV INDUSTRI Ahmad Dika Dwi Prasetyo; Pungky Febi Arifianto
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v2i3.917

Abstract

Logo brand merupakan salah satu elemen penting dalam identitas visual sebuah perusahaan. Logo brand harus dapat mencerminkan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan, serta menarik perhatian dan simpati masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi kriteria dan strategi pemilihan warna, bentuk, dan tipografi dalam logo brand Ukel dari perusahaan PT.Colar Creativ Industri, yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kreatif, inovatif, dan profesional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logo brand Ukel memiliki karakteristik dan elemen-elemen visual yang sesuai dengan identitas dan citra perusahaan, yaitu warna biru yang melambangkan kepercayaan, kreativitas, dan profesionalisme, bentuk lingkaran yang melambangkan kesatuan, harmoni, dan fleksibilitas, serta tipografi sans serif yang melambangkan modernitas, simpel, dan elegan. Penelitian ini juga memberikan saran dan rekomendasi untuk perbaikan logo brand Ukel jika diperlukan.
PERAN FOTOGRAFER DALAM MENYEDIAKAN FOTO PRODUK COLAR LIVING YANG BAGUS UNTUK NANTINYA DIOLAH MENJADI DESAIN GRAFIS YANG DAPAT MENARIK KONSUMEN I Putu Rayga Ondias Putra; Pungky Febi Arifianto
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v2i3.918

Abstract

Fotografer memegang peran krusial dalam menghasilkan foto yang memiliki kualitas tinggi sebagai bahan dasar untuk sebuah desain grafis yang menarik. Fokus utama penelitian adalah mengeksplorasi bagaimana Dengan hasil potret yang dapat menonjolkan kelebihan dari suatu produk diharapkan akan meningkatkan daya tarik produk tersebut di mata konsumen. Penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi erat antara fotografer dan desainer grafis dalam mengoptimalkan hasil akhir. Hasil foto yang baik harus memperhitungkan kebutuhan desain grafis, seperti komposisi, elemen, brand, dan daya tarik visual yang diinginkan oleh target konsumen. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang proses kolaboratif antara fotografer dan desainer grafis, serta memberikan panduan praktis bagi para profesional di kedua bidang tersebut. Dengan demikian, hasil akhir berupa desain grafis dapat lebih efektif dalam menarik perhatian konsumen dan mencapai tujuan pemasaran yang diinginkan.
VIDEO PROFIL KOPERASI UNIT DESA KERTAJAYA KANDANGAN Wijaya, Hafidz Arya; Arifianto, Pungky Febi; Widyasari, Widyasari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 04 (2024): Juli: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v3i04.1273

Abstract

Koperasi menjadi tempat untuk memberdayakan masyarakat guna mengembangkan potensi yang mereka miliki agar dapat menaikkan kualitas hidup dan saling menyejahterakan satu sama lain. Seperti halnya Koperasi Unit Desa Kertajaya yang merupakan koperasi penghasil susu sapi yang melimpah dengan kualitas baik. Koperasi Unit Desa Kertajaya telah menjadi wadah bagi para peternak setempat untuk mengelola peternakan dan produk susu mereka. Keunggulan tersebut harus didukung dengan pemanfaatan media sosial yang baik melalui berbagai platform seperti Youtube, Instagram, Tiktok, dan lain sebagainya, agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. Setelah dilakukan berbagai cara untuk mengumpulkan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengumpulan data secara kuesioner, sejauh ini Koperasi Unit Desa Kertajaya belum memanfaatkan media sosial dengan baik berupa foto ataupun video, sehingga banyak masyarakat yang kurang mengetahui informasi mengenai Koperasi Unit Desa Kertajaya Kandangan. Oleh karena itu, dibuatlah video profil untuk membantu koperasi tersebut memperkenalkan dan memberikan informasi yang tidak terbatas kepada masyarakat luas. Alasan dipilihnya video profil yakni, video profil merupakan salah satu media yang paling tepat saat ini, karena dapat memberikan informasi melalui audio dan juga biasanya didukung dengan visual yang baik, sehingga audiens akan lebih mudah untuk mencerna informasi yang telah diberikan. Adapun tahap-tahap yang perlu diperhatikan untuk membuat video profil tersebut seperti pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Dengan terciptanya video profil ini, Perusahaan diharapkan mampu untuk lebih maju dengan beralih ke dunia digital, agar dapat membangun perekonomian yang lebih baik lagi.
Komunikasi Visual Kuliner Banyumas sebagai Media Pendukung City Branding "Better Banyumas" Arifianto, Pungky Febi; Nofrizaldi, Nofrizaldi
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 6 No. 01 (2020): February 2020
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v6i1.2733

Abstract

AbstrakBetter Banyumas menjadi tagline city branding dari Kabupaten Banyumas. Dalam implementasinya identitas dari perumusan tersebut belum dapat dipahami sebagai jaringan asosiasi atau persepsi dalam benak konsumen mengenai produk (dalam hal ini kota). Beberapa produk Banyumas memiliki diferensiasi dengan kota lainnya, seperti bahasa, geografis alam, dan kuliner yang unik. Kuliner Banyumas dapat menjadi salah satu identitas yang diangkat sebagai simbol keunikan untuk mempopulerkan Banyumas. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dari hasil studi lapangan, studi literatur, dan dokumentasi kuliner Banyumas. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel berdasarkan kuisioner yang telah disebarkan kepada 143 responden. Dari 17 populasi kuliner yang ada, diambil 13 sampel yang dijadikan data perancangan pada penelitian. Sampel tersebut diambil secara purposive sampling dengan melihat perolehan responden lebih dari 5%.  Dari hasil pengambilan sampling, kuliner Banyumas tersebut kemudian dibagi menjadi tiga kategori, yaitu makanan, minuman, dan oleh-oleh khas Banyumas. Hasil dari penelitian ini adalah rumusan pemanfaatan media komunikasi visual dalam konten media sosial yang mudah ditemui oleh masyarakat luas. Fungsi komunikasi visual dapat menjadi media identifikasi, informasi, dan persuasi yang diharapkan mampu menjadi media pendukung dalam upaya pemerintah untuk memperkenalkan Banyumas melalui kuliner. Di lain sisi, komunikasi visual ini bertujuan meningkatkan citra Banyumas sebagai salah satu destinasi wisata.Kata kunci: Banyumas, city branding, komunikasi visual, kuliner AbstractBetter Banyumas became the city branding tagline of the Banyumas district. In the implementation, the identity of the formulation has not understood as network associations or perceptual within the mind of the customer (in this case is the city). Some of Banyumas products have Differentiation with other cities, such as language, natural geography, and unique culinary. Banyumas culinary can be one of the identities appointed as a symbol of uniqueness to popularize Banyumas. This research used descriptive qualitative. Data ware obtained from the research field studies, literature studies, and Banyumas culinary documentation. In this research, researchers took samples based on questionnaires that have distributed to 143 respondents. From 17 existing culinary populations, 13 samples ware taken and used as design data in the study. The sample had taken in purposive sampling by looking at the respondent'sacquisition of more than 5%. From the results sampling, Banyumas culinary divided into three categories, which are foods, drinks, and typical souvenirs of Banyumas. The results of this research are the use of visual communication media in social media content easily found by the wider society. The visual communication function can be a medium of identification, information, and persuasion which expected to become supporting media in the government order to introduce Banyumas through culinary. On the other hand, visual communication aims to improve Banyumas Image as one of the tourism destinations.Keywords: Banyumas, city branding ,culinary, visual communication
Menganalisis Peran Konten Video Sebagai Alat Utama Dalam Media Promosi Produk Untuk Meningkatkan Konsumen Dan Keberhasilan Branding Athoillah, Naufal Athoillah; Pungky Febi Arifianto
SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 1 (2024): Mei : SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/seniman-widyakarya.v2i1.1914

Abstract

This study reviews the crucial role of video content as the main tool in product promotion media with the aim of increasing consumer engagement and branding success. Through in-depth analysis of marketing strategies that use video content, this research identifies the positive impact of video content on consumer engagement levels, building emotional connections, and increasing brand awareness. The factors of creativity, authenticity and understanding the target market are also considered important elements in the success of a promotional campaign. The practical implications of this research provide valuable guidance for marketing practitioners to optimize the role of video content in achieving branding goals and increasing consumer appeal. 
Perancangan Identitas Visual Dan Branding UMKM Di Desa Penanggungan Navaldy Arya Pratama; Pungky Febi Arifianto
SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 1 (2024): Mei : SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/seniman-widyakarya.v2i1.1959

Abstract

Bina Desa is a form of community service carried out by students by plunging directly into the community environment so that students learn to socialize and know the problems faced in the environment, the PKKM Bina Desa Program is expected to be a learning medium for students and the problems faced by the community can be helped and get solutions from the knowledge applied by students. PKKM Bina Desa Tawas 2023, which is located in Penanggungan Village, Trawas District, Mojokerto Regency, has been running a work program for 3 months from August 21 - November 24, 2023, One of the work programs that I worked on was a visual identity design and branding program for Penanggungan village MSMEs, The problem experienced by owners and managers of MSMEs in Penanggungan village is the lack of education about the importance of visual identity and branding in their snack products, so that they have not been able to reach markets outside their regional area. Therefore, this visual identity and branding design program is sought to help MSMEs so that they can be better able to develop their products in a more organized manner and can reach a larger market in the future. This program has been completed on time and pursued as best as possible.