Claim Missing Document
Check
Articles

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA SOCIETY 5.0 Yosep Belen Keban
Jurnal Reinha Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v13i1.123

Abstract

Pendidikan karakter sangat penting ditanamkan pada era kini. Hal dikarenakan dewasa ini ditemukan aneka banyak permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan. Tujuan dilakukan penulisan ini adalah untuk memberikan pemahaman bahwa sangat penting pendidikan karakter pada era society 5.0 ini. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Teknik pegumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan studi kepustakaan dimana studi kepustakaan adalah kegiatan mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan penelitian. Sumber informasi tersebut dapat berasal dari buku-buku, dan juga jurnal ilmiah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dimana dalam penelitian ini berupa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai pendidikan karakter dan era society 5.0. Data-data tersebut digunakan sebagai dasar untuk memperkuat argumen penulis dalam menganalisis pentingnya pendidikan karakter di era society 5.0. Hasil penelitian ini adalah pendidikan karakter sangat penting ditananam sejak dini terutama pada era society 5.0 ini yang mana meliputi nilai religius, nasional, mandiri, gotong royong dan juga integritas dan dilakukan dengan metode pengajaran, kebiasaan, prioritas nilai, kebiasaan, dan juga refleksi.
DIALOG KEHIDUPAN DALAM TERANG DOKUMEN ABU DHABI UNTUK MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI DI KOLIMASANG Anna Maria Rosita KW; Yosep Belen Keban
Jurnal Reinha Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v13i2.156

Abstract

Toleransi hidup beragama di tanah air mendapat sorotan karena munculnya berbagai konflik atas nama agama. Dialog yang menjadi jalan tengah atau moderasi dalam mengatasi konflik agama pun belum sepenuhnya diterima. Praktik dialog kehidupan dalam ada bersama di tengah keberagaman agama dalam kehidupan sosial pun acapkali tidak dipahami sebagai itu yang mempererat persatuan dalam perbedaan sehingga kerapkali melahirkan konflik. Hal ini tentu saja menodai keindahan keberagaman Indonesia dan bertolak belakang dengan UUD 1945 yang mengatakan bahwa tiap-tiap orang berhak memeluk agama dan keyakinan masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dialog kehidupan antara umat beragama dalam terang dokumen Abu Dhabi untuk membangun sikap toleransi di masyarakat Kolimasang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa masyarakat Kolimasang sejauh ini sudah menerapkan dialog kehidupan antarumat beragama dalam terang dokumen Abu Dhabi, namun belum maksimal dipahami sebagai bentuk dialog yang dapat melahirkan keharmonisan dalam ada bersama. Untuk itu para tokoh agama baik Islam maupun Katolik di desa Kolimasang harus terus mempertahankan dan perlu memberikan pemahaman mengenai dialog kehidupan agar dapat mempererat persaudaraan, menumbuhkan sikap toleransi beragama agar terciptanya sikap hidup moderat.
MEMBANGUN SIKAP MODERASI BERAGAMA YANG BERORIENTASI PADA ANTI KEKERASAN MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN Vinsensius Florianus Dalu Sogen; Yosep Belen Keban
Jurnal Reinha Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v13i2.164

Abstract

Di Indonesia tindakan kekerasan semakin banyak diperbincangkan dan semakin merajalela. Banyak persoalan yang muncul yang berkaitan dengan agama, baik secara individu maupun kelompok. Konflik atas nama agama dapat menimbulkan perpecahan dalam kehidupan bersama dan bertentangan dengan semboyan bangasa Indonesia yang menjadi dasar persatuan bangsa yang multikultural. Kekerasan atas nama agama bukan hanya terjadi di kota besar tetapi juga di pelosok-pelosok daerah termasuk di NTT secara khusus di Flores Timur. Pelaku kekerasan ini bukan hanya masyarakat biasa, tetapi pelaku kekerasan ini juga dilakukan oleh pelajar bahkan guru atau kepala sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana membangun sikap pengarusutamaan yang berorientasi pada anti kekerasan melalui kegiatan keagamaan SMA swasta Ile Boleng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa membangun sikap moderasi beragama yang berorientasikan pada anti kekerasan melalui kegiatan keagamaan di SMA swasta Ile Boleng belum maksimal karena masih ada siswa yang melakukan tindakan kekerasan non-fisik seperti membully, tidak saling menghormati anatrsesama, dan saling mengejek teman yang berbeda agama. Oleh sebab itu, setiap warga sekolah perlu memaknai kegiatan keagamaan itu secara baik agar kegiatan keagamaan itu mampu memberikan perubahan yang berkaitan dengan karakter warga sekolah agar terlaksananya sikap anti kekerasan.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN KEGIATAN SEKAMI MELALUI KOMPETENSI SOSIAL PENYULUH AGAMA KATOLIK Vinsensius Florianus Dalu Sogen; Ferboanus Pleton Irit; Yosep Belen Keban
Jurnal Reinha Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v14i2.220

Abstract

Kegiatan serikat kepausan anak-anak misioner sering kali dianggap kegiatan yang kurang menyenangkan bagi anak-anak di zaman ini. Banyak sekali anak-anak yang tidak terlibat dalam kegiatan ini. Hal ini untuk meminimalisirkan tindakan anak-anak yang kurang aktif dalam kegiatan Serikat Kepausan Anak-anak Misioner maka perlunya peran kompetensi sosial seorang penyuluh agama Katolik yang merupakan animator/animatris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatkan keaktifan kelompok serikat Kepausan anak-anak Misioner melalui kompetensi sosial penyuluh agama Katolik di Paroki St. Ignasius Waibalun. Lokasi penelitian ini di Paroki St. Ignasius Waibalun Keuskupan Larantuka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara analisis data Teknik analisis data dalam penelitian dilakukan dengan langkah  analisis data  menurut Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa keaktifan kelompok serikat Kepausan anak-anak Misioner dapat ditingkatkan melalui kompetensi sosial penyuluh agama Katolik di Paroki St. Ignasius Waibalun. untuk itu maka, penyuluh agama Katolik perlunya memahami kompetensi sosial yang dimiliki dan juga anak-anak serikat Kepausan anak-anak Misioner hendaknya selalu aktif dalam mengikuti kegiatan.
REFLEKSI FILOSOFIS GELASSENHEIT ATAU KESEDERHANAAN MANUSIA DALAM HUBUNGAN DENGAN ALAM MENURUT PERSPEKTIF MARTIN HEIDEGGER Marianus Elki Semit; Yosep Belen Keban; Armada Riyanto
Jurnal Reinha Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i1.282

Abstract

Fokus tulisan ini menggali konsep Gelassenheit menurut perspektif Martin Heidegger dalam keterkaitan manusia dengan alam. Heidegger mengartikan Gelassenheit sebuah kesederhanaan atau penyerahan diri yang memuat sikap manusia terhadap alam sebagai suatu eksistensi yang terkait. Buah-buah pemikiran Heidegger mencuat akal budi dan menilik subyek (human being) itu sendiri sebagai Dasein, individu yang memiliki kesadaran eksistensial unik. Dalam konteks ini, Gelassenheit menggambarkan karakter penerimaan, penyerahan, dan keseimbangan antara human being dan nature. Manusia diajak untuk semakin menyadari akan ketergantungannya pada alam itu sendiri, mencari keseimbangan dan mengakui peran penting alam dalam eksistensinya. Kita dapat menggali esensi dari relasi manusia dan alam dalam konsep filosofis menurut Heidegger serta mempertimbangkan implikasinya terhadap kebijakan lingkungan dan etika manusia bagi ekosistem. Tulisan ini menggunakan tinjauan kepustakaan dan pendekatan kualitatif. Temuan dalam tulisan ini bahwa manusia harus  semakin menyadari eksistensi dirinya sendiri di dunia ini sebagai makhluk peziarah yang mencari makna dan mengakui alam sebagai sumber kehidupan.
PERAN KATEKESE DALAM MEMBENTUK NILAI MORAL KAUM MUDA BERDASARKAN DOKUMEN EVANGELII GAUDIUM Susana Soi Leton; Yosep Belen Keban
Jurnal Reinha Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i2.363

Abstract

Kemajuan pesat dalam teknologi dan informasi telah mengubah perilaku manusia. Meski perkembangan teknologi membawa dampak positif, seperti memperluas wawasan dan pengetahuan kaum muda melalui akses mudah ke berbagai informasi dan media sosial, namun hal ini juga menimbulkan dampak negatif, terutama dalam pembentukan nilai moral pada kaum muda. Penelitian ini bertujuan menjawab permasalahan tersebut berdasarkan seruan dokumen Evangelii Gaudium. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menggunakan berbagai sumber sebagai bahan kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam era digital yang penuh tantangan, seruan dokumen Evangelii Gaudium melalui katekese dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan iman yang mendalam. Katekese membantu kaum muda memahami dan mengevaluasi informasi yang mereka terima dari berbagai sumber digital. Selain itu, katekese juga memberikan panduan untuk menjalani kehidupan sesuai pola Kristus, mendukung kedewasaan hidup Kristiani, dan membentuk nilai-nilai moral yang baik.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seruan dokumen Evangelii Gaudium berperan penting dalam pembentukan nilai-nilai moral kaum muda di era digital melalui katekese. Rekomendasi yang diajukan adalah melibatkan kaum muda secara aktif dalam proses katekese, baik dalam pengambilan keputusan maupun pelaksanaannya.
Upaya Meningkatkan Karakter Religius dan Disiplin Peserta Didik Melalui Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Katolik Yakobus Belo Tobi; Yosep Belen Keban; Benedikta Yosefina Kebingin
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.809

Abstract

Karakter religius dan disiplin peserta didik yang belum optimal menjadi masalah serius dalam ranah pendidikan. Berangkat dari masalah tersebut, maka adanya peran kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Katolik (PAK). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui upaya meningkatkan karakter religius dan disiplin peserta didik melalui kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Katolik di SMK Negeri 1 Lamalera. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengatakan bahwa karakter religius dan disiplin peserta didik dapat ditingkatkan melalui kompetensi kepribadian guru PAK. Oleh karena itu, guru PAK harus memahami dan menjalankan kompetensi kepribadiannya dan peserta didik hendaknya meningkatkan karakter religius dan disiplin melalui kompetensi kepribadian guru PAK. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi dunia pendidikan terutama dalam meningkatkan karakter religius dan disiplin peserta didik melalui kompetensi kepribadian guru PAK.
Kompetensi Teknologi Digital Guru Pendidikan Agama Katolik Dalam Meningkatkan Minat Belajar Murid Ricardo Wakei; Yosep Belen Keban; Alfonus Mudi Aran
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi teknologi digital guru Pendidikan Agama Katolik dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di SMKN Witihama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik, sehingga pembelajaran cenderung monoton dan kurang menarik perhatian peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Katolik, dan peserta didik kelas X TKJ A. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi teknologi digital guru Pendidikan Agama Katolik berperan penting dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Guru mampu mengoperasikan perangkat digital, memanfaatkan media pembelajaran digital, mengelola kelas digital, membimbing literasi informasi dan digital, serta menciptakan pembelajaran berbasis digital yang kreatif dan interaktif. Penggunaan teknologi digital membuat peserta didik lebih fokus, aktif, antusias, dan tertarik mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Dengan demikian, kompetensi teknologi digital guru memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan minat belajar peserta didik di SMKN Witihama.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI KHOOT! DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK PADA MATERI MARTABAT MANUSIA SEBAGAI CITRA ALLAH Rosalina Oka; Hermania Bhoki; Yosep Belen Keban
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.12044

Abstract

ABSTRACT Learning the topic of Human Dignity as the Image of God (Imago Dei) in Catholic Religious Education requires meaningful learning experiences that encourage students' active participation so that conceptual understanding and value internalization can develop simultaneously. However, teacher-centered instructional practices often result in limited student engagement and low learning motivation. This study investigated the use of the Khoot! application as an interactive learning medium to enhance students' motivation and learning outcomes at SMP Negeri 1 Titehena. A quantitative approach was employed using a Pre-Experimental Design with a One-Group Pretest–Posttest Design. Data were collected through achievement tests, learning motivation questionnaires, classroom observations, and documentation, and were analyzed using descriptive statistics and a paired-sample t-test. The findings revealed a substantial improvement in students' learning outcomes, with the mean score increasing from 60.12 on the pretest to 81.84 on the posttest. Students' learning motivation was also categorized as high, with a mean score of 84.41. Furthermore, the hypothesis test yielded a significance value of 0.002 (p < 0.05), indicating that the implementation of Khoot! had a statistically significant effect on both learning motivation and academic achievement. These findings suggest that integrating a game-based learning platform into Catholic Religious Education can create a more interactive and participatory learning environment while supporting students' deeper understanding and internalization of religious values. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik pada materi Martabat Manusia sebagai Citra Allah memerlukan pengalaman belajar yang mampu mendorong keterlibatan peserta didik agar pemahaman konseptual dan penghayatan nilai dapat berkembang secara seimbang. Namun, proses pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional sering kali berdampak pada rendahnya motivasi belajar dan terbatasnya partisipasi siswa. Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan aplikasi Khoot! sebagai media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1 Titehena. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan Pre-Experimental Design model One Group Pretest–Posttest Design. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, angket motivasi, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji paired sample t-test. Hasil analisis memperlihatkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 60,12 pada pretest menjadi 81,84 pada posttest. Motivasi belajar siswa juga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 84,41. Pengujian hipotesis menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,002 (<0,05), yang mengindikasikan bahwa penggunaan Khoot! memberikan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Temuan ini memperlihatkan bahwa integrasi media berbasis game-based learning berpotensi menciptakan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang lebih partisipatif, interaktif, dan mendukung pemaknaan materi secara lebih mendalam.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital dalam Pembelajaran PAK untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik di SMPK Swadaya Tuakepa Margareta Bakang Hayon; Yosep Belen Keban; Hermania Bhoki
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v4i3.1839

Abstract

This study was motivated by the importance of using digital technology-based learning media in Catholic Religious Education learning to improve students’ learning achievement. The development of digital technology requires teachers to use interesting and interactive learning media that are suitable for students’ needs. This study aimed to determine the use of digital technology-based learning media in Catholic religious education learning and its impact on students’ learning achievement at SMPK Swadaya Tuakepa. This study used a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects consisted of the principal, the Catholic religious education teacher, and five students. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that digital technology-based learning media such as PowerPoint, learning videos, Canva, Kahoot, and Quizizz had been utilized well in the learning process. The use of digital media helped teachers explain learning materials more clearly and attractively so that students became more active, focused, and motivated in learning. In addition, the use of digital media also improved students’ intellectual abilities, cognitive strategies, attitudes, and skills. Therefore, digital technology-based learning media can improve the quality of Catholic religious education learning and students’ learning achievement at SMPK Swadaya Tuakepa.
Co-Authors Adrianus Sihombing, Adison Alfonsus Mudi Aran Alfonsus Mudi Aran Alfonus Mudi Aran Anastasia Alli Anastasia Fautina Pale Angela Dora Kelen Anna Maria Rosita KW Anna Maria Rosita Kw Aran, Alfonsus Mudi Armada Riyanto Bala, Gerardis Mayela Barek Benedikta Y. Kebingin Benedikta Yosefina Kebingin Benedikta Yosefina Kebingin Benedikta Yosefina Kebingin Damasiana Lolon Bura Bulin Doren, Yasinta Uto Fako, Ursulin Ferboanus Pleton Irit Ferdinandus Daud Fransiska Aprilia Perada Goran Fransiska Aprilia Perada Goran Geroda, Yeremias Igo Halarry Mega Pulo Hergeka Hayon, Hendrika Hermania Bhoki Hermania Bhoki Hewen, Sisilia Plasida Hingan, Dorothea Donge Katarina Ermalina Susanti Katarina Jawa Kelen Kebingin, Benedikta Yosefina Kedang, Maria Nansiaz Elisiana Kelen, Angela Dora Klemensia Leri Maran Kristina Anamaria Kewasi Uran Kumanireng, Fransiska Verawati Rade Lamapaha, Ermelinda Lamarobek, Noviana Boleng Letitia Susana Beto Letek Margareta Bakang Hayon Maria Andriani Maria Elisabeth Wesan Raring Maria Fransiska Ina Tukan Maria Inviolata Deran Ola Maria Inviolata Deran Ola Maria Koriyanti Nona Yevi Maria Nazians Elisana Kedang Mariana Goma Marianus Elki Semit Mateus Dangga Matilde Bengan Lawan Mudamakin, Yohana Trivonia Perada Mukin, Yohanes Hego Naibae, Waltrudis Safira Narek, Paulina Ros Narek, Selviana Ina Noviana Boleng Lamarobek Novianti Gobai Paulina Penun Lewar Perada Goran, Fransiska Aprilia Petornela Peni Petrus Tukan ricar wakei Ricardo Wakei Rina Ola Ina Romanus Oktavianus Ebu Rosalina Oka Rosita Kw, Anna Maria Sabon, Elisabeth Susilia Liwa Servina Retno Anna Lewar Skolastika Lelu Skolastika Lelu Beding Sogen, Vinsensius Florianus Dalu Soi Leton, Susana Susana Soi Leton Susana Soi Leton Tobi, Paulus Baobolak Tukan, Barbara Leto Kolin Veliksia Yohana Sano Veronika Delvriana Dua Nurak Vinsensius Florianus Dalu Sogen Waltrudis Safira Naibae Watu, Monika Densiana Oa Watun, Valentina Ina Abong Werang, Adrianus Hinga Yakobus Belo Tobi Yakobus Belo Tobi Yakobus Belo Tobi Yasinta Uto Doren Yohanes Hego Mukin Yohanes Hego Mukin Yosep Doni Gokok Yustina P. Prada Tolok