Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN PARTISIPASI ORANG MUDA KATOLIK DALAM BERKATEKESE MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL Anastasia Fautina Pale; Alfonsus Mudi Aran; Yosep Belen Keban
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v5i2.348

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana partisipasi OMK dalam berkatekese dengan menggunakan media audio visual. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui partisipasi OMK dalam berkatekese menggunakan media audio visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Lokasi dan waktu penelitian ini terjadi di Kuasi Paroki Santo Simon Petrus Anaranda pada bulan Februari 2024 sampai Juni 2024. Obeservasi, wawancara dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Subyek penelitian ini berjumlah 20 orang dan data tersebut diperoleh dari 7 informan. Teknik analisis data dalam peneitian yaitu data-data yang dilakukan ditemukan di lapangan akan dikaji dan dijelaskan secara terperinci sehingga dapat dimenciptakan suatu konsep atau penarikan kesimpulan tentang Meningkatkan Partisipasi Orang Muda Katolik Dalam Berkatekese Malalui Media Audio Visual di Kuasi Santo Simon Petrus Anaranda. Pengolahan dan analisis dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi Orang Muda Katolik dalam berkatekese menggunakan media audio visual di Kuasi Paroki Santo Simon Petrus Anaranda dalam hal shering pengalaman, menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, semangat serta melakukan aksi nyata semakin baik dan meningkat. Dengan demikian Orang Muda Katolik dapat memanfaatkan media audio visual sebagai alat bantu dalam berkatekese, dan dapat meningkatkan partisipasi mereka.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAK SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY Paulina Penun Lewar; Alfonsus Mudi Aran; Yosep Belen Keban
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal JAPB
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v6i1.410

Abstract

Masalah dalam penelitian adalah hasil belajar peserta didik kelas V SD Inpres Pajinian yang rendah pada mata pelajaran Pendidikan agama Katolik. Berdasarkan data hasil pembelajaran siswa yang rendah akibat dari kurang tepatnya pemakaian model pembelajaran yang dilakukan pada saat kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Pajian pada mata pelajaran Pendidikan agama Katolik melalui model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray. Metode yang digunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  dengan melalui tahapan siklus1 dan siklus 2. Perhitungan hasil belajar dengan teknik membagi jumlah siswa yang tuntas dengan jumlah siswa seluruhnya. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan siswa pada siklus 1 sebesar 41,6 % sedangkan siklus 2 sebesar 100 %. Jadi terdapat peningkatan Presentase hasil belajar pada siklus 1 ke Siklus 2 sebesar 14,38 %. Oleh karena itu jika dipakai kriteria keberhasilan tindakan serta kriteria penskoran hasil belajar dapat dikatakan bahwa penerapan model Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Katolik dan Budi Pekerti peserta didik masuk kategori baik dan dinyatakan berhasil. Maka pentingnya guru menggunakan metode pembelajaran yang menarik karena dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Salah satu metode pembelajaran yang perlu digunakan adalah metode pembelajaran Two Stay Two Stray.
MENAKAR EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID- 19 Yosep Belen Keban
Jurnal Reinha Vol 12 No 1 (2021): PANDEMI COVID-19 DARI MULTIPERSPEKTIF
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v12i1.58

Abstract

The covid-19 pandemic has had such a great influence in various sectors of life and one of the sectors that has felt the impact of this pandemic is the world of education. The online learning from home policy is a strategy to control the transmission of covid-19. This policy is considered very well done to break the chain of transmission of covid-19 in the country. The Learning From Home (BDR) policy forces schools or universities in the country to switch to the world of digital technology so that the learning process runs effectively. The use of technological tools in this situation is a necessity because the world is currently in the 4.0 revolution. Thus, the online method is the most appropriate alternative in the teaching and learning process in this pandemic situation. The application of online learning during this pandemic in the country is certainly not carried out optimally because various obstacles or problems have been found. Problems or obstacles such as internet network problems, data quotas, lack of learning media, weak teacher supervision, teachers who are not technology literate, weak parental supervision in children's learning and so on. This condition is a real problem that occurs in the application of the online learning model. This article will reveal how effective online learning is during the covid-19 pandemic. Pandemi covid-19 telah memberikan pengaruh yang begitu besar dalam aneka sektor kehidupan dan salah satu sektor yang merasakan dampak dari pandemi ini adalah dunia pendidikan. Kebijakan belajar dari rumah (learning from home) secara daring merupakan sebuah strategi pengendalian penularan covid-19. Kebijakan tersebut dinilai sangat baik dilakukan untuk memutus mata rantai penularan covid-19 di tanah air yang semakin mengganas. Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) tersebut memaksa sekolah-sekolah atau Perguruan Tinggi di tanah air untuk beralih ke dunia teknologi digital agar proses pembelajaran berjalan efektif. Penggunaan alat teknologi dalam situasi ini merupakan sebuah keniscayaan sebab dunia saat ini berada pada revolusi 4.0. Dengan demikian, maka metode daring merupakan alternatif paling tepat dalam proses belajar mengajar pada situasi pandemi ini. Penerapan pembelajaran daring pada masa pandemi ini di tanah air tentu dijalankan belum secara maksimal sebab ditemukan aneka hambatan atau persoalan yang terjadi. Persoalan atau hambatan seperti masalah jaringan internet, kuota data, tidak adanya media pembelajaran, lemahnya pengawasan guru, guru tidak melek teknologi, lemahnya pengawasan orang tua dalam belajar anak dan lain sebagainya. Kondisi tersebut merupakan masalah riil yang terjadi dalam penerapan model pembelajaran daring. Tulisan ini akan mengungkap bagaimana efektivitas pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19.
MODERASI BERAGAMA BERBASIS BUDAYA LOKAL DALAM PEMBELAJARAN PAK DI SMP NEGERI I LARANTUKA Letitia Susana Beto Letek; Yosep Belen Keban
Jurnal Reinha Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v12i2.83

Abstract

Indonesia merupakan negara multikultural. Dikatakan multikultural karena memiliki aneka bahasa, suku, agama, ras dan juga kebudayaan. Keragaman Indonesia yang plural di lain sisi dapat menjadi modal sosial. Namun, keberagaman tersebut dapat melahirkan ketegangan sosial apabila masyarakat tidak lagi memegang prinsip “Bhineka Tunggal Ika. Konflik atas nama agama merupakan permasalahan serius yang sedang terjadi di tanah air. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap moderasi beragama berbasis budaya lokal untuk mengatasi persoalan tersebut. Budaya lokal sangat penting untuk diajarkan sejak dini dalam dunia pendidikan karena tidak hanya mengajarkan peserta didik untuk mencintai kearifan lokal yang ada, namun dapat membawa keharmonisan dalam hidup bersama. Penelitian ini melihat sejauh mana implementasi moderasi beragama berbasis budaya lokal dalam pembelajaran PAK. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian nilai moderasi beragama berbasis budaya lokal dalam pembelajaran PAK di SMP Negeri 1 Larantuka. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian mengatakan bahwa konflik antar agama di kalangan peserta didik SMP Negeri 1 Larantuka sejauh ini masih belum terelakkan meskipun dalam kasus yang kecil. Salah satu jalan yang dapat ditempuh ialah dengan menerapkan nilai-nilai moderasi beragama yang didasari pada budaya lokal Lamaholot dalam pembelajaran PAK. Penerapan nilai moderasi beragama berbasis budaya lokal dalam pembelajaran PAK di SMP Negeri 1 Larantuka sejauh ini sudah diterapkan namun belum secara maksimal. Oleh karena itu, pendidik PAK diharapkan kreatif untuk menerapkan budaya lokal Lamaholot dalam pembelajaran demi mendukung terciptanya generasi muda yang moderat dalam beragama.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA SOCIETY 5.0 Yosep Belen Keban
Jurnal Reinha Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v13i1.123

Abstract

Pendidikan karakter sangat penting ditanamkan pada era kini. Hal dikarenakan dewasa ini ditemukan aneka banyak permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan. Tujuan dilakukan penulisan ini adalah untuk memberikan pemahaman bahwa sangat penting pendidikan karakter pada era society 5.0 ini. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Teknik pegumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan studi kepustakaan dimana studi kepustakaan adalah kegiatan mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan penelitian. Sumber informasi tersebut dapat berasal dari buku-buku, dan juga jurnal ilmiah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dimana dalam penelitian ini berupa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai pendidikan karakter dan era society 5.0. Data-data tersebut digunakan sebagai dasar untuk memperkuat argumen penulis dalam menganalisis pentingnya pendidikan karakter di era society 5.0. Hasil penelitian ini adalah pendidikan karakter sangat penting ditananam sejak dini terutama pada era society 5.0 ini yang mana meliputi nilai religius, nasional, mandiri, gotong royong dan juga integritas dan dilakukan dengan metode pengajaran, kebiasaan, prioritas nilai, kebiasaan, dan juga refleksi.
DIALOG KEHIDUPAN DALAM TERANG DOKUMEN ABU DHABI UNTUK MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI DI KOLIMASANG Anna Maria Rosita KW; Yosep Belen Keban
Jurnal Reinha Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v13i2.156

Abstract

Toleransi hidup beragama di tanah air mendapat sorotan karena munculnya berbagai konflik atas nama agama. Dialog yang menjadi jalan tengah atau moderasi dalam mengatasi konflik agama pun belum sepenuhnya diterima. Praktik dialog kehidupan dalam ada bersama di tengah keberagaman agama dalam kehidupan sosial pun acapkali tidak dipahami sebagai itu yang mempererat persatuan dalam perbedaan sehingga kerapkali melahirkan konflik. Hal ini tentu saja menodai keindahan keberagaman Indonesia dan bertolak belakang dengan UUD 1945 yang mengatakan bahwa tiap-tiap orang berhak memeluk agama dan keyakinan masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dialog kehidupan antara umat beragama dalam terang dokumen Abu Dhabi untuk membangun sikap toleransi di masyarakat Kolimasang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa masyarakat Kolimasang sejauh ini sudah menerapkan dialog kehidupan antarumat beragama dalam terang dokumen Abu Dhabi, namun belum maksimal dipahami sebagai bentuk dialog yang dapat melahirkan keharmonisan dalam ada bersama. Untuk itu para tokoh agama baik Islam maupun Katolik di desa Kolimasang harus terus mempertahankan dan perlu memberikan pemahaman mengenai dialog kehidupan agar dapat mempererat persaudaraan, menumbuhkan sikap toleransi beragama agar terciptanya sikap hidup moderat.
MEMBANGUN SIKAP MODERASI BERAGAMA YANG BERORIENTASI PADA ANTI KEKERASAN MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN Vinsensius Florianus Dalu Sogen; Yosep Belen Keban
Jurnal Reinha Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v13i2.164

Abstract

Di Indonesia tindakan kekerasan semakin banyak diperbincangkan dan semakin merajalela. Banyak persoalan yang muncul yang berkaitan dengan agama, baik secara individu maupun kelompok. Konflik atas nama agama dapat menimbulkan perpecahan dalam kehidupan bersama dan bertentangan dengan semboyan bangasa Indonesia yang menjadi dasar persatuan bangsa yang multikultural. Kekerasan atas nama agama bukan hanya terjadi di kota besar tetapi juga di pelosok-pelosok daerah termasuk di NTT secara khusus di Flores Timur. Pelaku kekerasan ini bukan hanya masyarakat biasa, tetapi pelaku kekerasan ini juga dilakukan oleh pelajar bahkan guru atau kepala sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana membangun sikap pengarusutamaan yang berorientasi pada anti kekerasan melalui kegiatan keagamaan SMA swasta Ile Boleng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa membangun sikap moderasi beragama yang berorientasikan pada anti kekerasan melalui kegiatan keagamaan di SMA swasta Ile Boleng belum maksimal karena masih ada siswa yang melakukan tindakan kekerasan non-fisik seperti membully, tidak saling menghormati anatrsesama, dan saling mengejek teman yang berbeda agama. Oleh sebab itu, setiap warga sekolah perlu memaknai kegiatan keagamaan itu secara baik agar kegiatan keagamaan itu mampu memberikan perubahan yang berkaitan dengan karakter warga sekolah agar terlaksananya sikap anti kekerasan.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN KEGIATAN SEKAMI MELALUI KOMPETENSI SOSIAL PENYULUH AGAMA KATOLIK Vinsensius Florianus Dalu Sogen; Ferboanus Pleton Irit; Yosep Belen Keban
Jurnal Reinha Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v14i2.220

Abstract

Kegiatan serikat kepausan anak-anak misioner sering kali dianggap kegiatan yang kurang menyenangkan bagi anak-anak di zaman ini. Banyak sekali anak-anak yang tidak terlibat dalam kegiatan ini. Hal ini untuk meminimalisirkan tindakan anak-anak yang kurang aktif dalam kegiatan Serikat Kepausan Anak-anak Misioner maka perlunya peran kompetensi sosial seorang penyuluh agama Katolik yang merupakan animator/animatris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatkan keaktifan kelompok serikat Kepausan anak-anak Misioner melalui kompetensi sosial penyuluh agama Katolik di Paroki St. Ignasius Waibalun. Lokasi penelitian ini di Paroki St. Ignasius Waibalun Keuskupan Larantuka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara analisis data Teknik analisis data dalam penelitian dilakukan dengan langkah  analisis data  menurut Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa keaktifan kelompok serikat Kepausan anak-anak Misioner dapat ditingkatkan melalui kompetensi sosial penyuluh agama Katolik di Paroki St. Ignasius Waibalun. untuk itu maka, penyuluh agama Katolik perlunya memahami kompetensi sosial yang dimiliki dan juga anak-anak serikat Kepausan anak-anak Misioner hendaknya selalu aktif dalam mengikuti kegiatan.
REFLEKSI FILOSOFIS GELASSENHEIT ATAU KESEDERHANAAN MANUSIA DALAM HUBUNGAN DENGAN ALAM MENURUT PERSPEKTIF MARTIN HEIDEGGER Marianus Elki Semit; Yosep Belen Keban; Armada Riyanto
Jurnal Reinha Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i1.282

Abstract

Fokus tulisan ini menggali konsep Gelassenheit menurut perspektif Martin Heidegger dalam keterkaitan manusia dengan alam. Heidegger mengartikan Gelassenheit sebuah kesederhanaan atau penyerahan diri yang memuat sikap manusia terhadap alam sebagai suatu eksistensi yang terkait. Buah-buah pemikiran Heidegger mencuat akal budi dan menilik subyek (human being) itu sendiri sebagai Dasein, individu yang memiliki kesadaran eksistensial unik. Dalam konteks ini, Gelassenheit menggambarkan karakter penerimaan, penyerahan, dan keseimbangan antara human being dan nature. Manusia diajak untuk semakin menyadari akan ketergantungannya pada alam itu sendiri, mencari keseimbangan dan mengakui peran penting alam dalam eksistensinya. Kita dapat menggali esensi dari relasi manusia dan alam dalam konsep filosofis menurut Heidegger serta mempertimbangkan implikasinya terhadap kebijakan lingkungan dan etika manusia bagi ekosistem. Tulisan ini menggunakan tinjauan kepustakaan dan pendekatan kualitatif. Temuan dalam tulisan ini bahwa manusia harus  semakin menyadari eksistensi dirinya sendiri di dunia ini sebagai makhluk peziarah yang mencari makna dan mengakui alam sebagai sumber kehidupan.
PERAN KATEKESE DALAM MEMBENTUK NILAI MORAL KAUM MUDA BERDASARKAN DOKUMEN EVANGELII GAUDIUM Susana Soi Leton; Yosep Belen Keban
Jurnal Reinha Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i2.363

Abstract

Kemajuan pesat dalam teknologi dan informasi telah mengubah perilaku manusia. Meski perkembangan teknologi membawa dampak positif, seperti memperluas wawasan dan pengetahuan kaum muda melalui akses mudah ke berbagai informasi dan media sosial, namun hal ini juga menimbulkan dampak negatif, terutama dalam pembentukan nilai moral pada kaum muda. Penelitian ini bertujuan menjawab permasalahan tersebut berdasarkan seruan dokumen Evangelii Gaudium. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menggunakan berbagai sumber sebagai bahan kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam era digital yang penuh tantangan, seruan dokumen Evangelii Gaudium melalui katekese dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan iman yang mendalam. Katekese membantu kaum muda memahami dan mengevaluasi informasi yang mereka terima dari berbagai sumber digital. Selain itu, katekese juga memberikan panduan untuk menjalani kehidupan sesuai pola Kristus, mendukung kedewasaan hidup Kristiani, dan membentuk nilai-nilai moral yang baik.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seruan dokumen Evangelii Gaudium berperan penting dalam pembentukan nilai-nilai moral kaum muda di era digital melalui katekese. Rekomendasi yang diajukan adalah melibatkan kaum muda secara aktif dalam proses katekese, baik dalam pengambilan keputusan maupun pelaksanaannya.
Co-Authors Adrianus Sihombing, Adison Alfonsus Mudi Aran Alfonsus Mudi Aran Anastasia Alli Anastasia Fautina Pale Angela Dora Kelen Anna Maria Rosita KW Anna Maria Rosita Kw Aran, Alfonsus Mudi Armada Riyanto Bala, Gerardis Mayela Barek Benedikta Y. Kebingin Benedikta Yosefina Kebingin Benedikta Yosefina Kebingin Damasiana Lolon Bura Bulin Doren, Yasinta Uto Fako, Ursulin Ferboanus Pleton Irit Ferdinandus Daud Fransiska Aprilia Perada Goran Fransiska Aprilia Perada Goran Geroda, Yeremias Igo Halarry Mega Pulo Hergeka Hayon, Hendrika Hermania Bhoki Hermania Bhoki Hewen, Sisilia Plasida Hingan, Dorothea Donge Katarina Ermalina Susanti Katarina Jawa Kelen Kebingin, Benedikta Yosefina Kedang, Maria Nansiaz Elisiana Kelen, Angela Dora Klemensia Leri Maran Kristina Anamaria Kewasi Uran Kumanireng, Fransiska Verawati Rade Lamapaha, Ermelinda Lamarobek, Noviana Boleng Lelu Skolastika Letitia Susana Beto Letek Maria Andriani Maria Fransiska Ina Tukan Maria Inviolata Deran Ola Maria Inviolata Deran Ola Maria Koriyanti Nona Yevi Maria Nazians Elisana Kedang Mariana Goma Marianus Elki Semit Mateus Dangga Matilde Bengan Lawan Mudamakin, Yohana Trivonia Perada Mukin, Yohanes Hego Naibae, Waltrudis Safira Narek, Paulina Ros Narek, Selviana Ina Noviana Boleng Lamarobek Novianti Gobai Paulina Penun Lewar Perada Goran, Fransiska Aprilia Petornela Peni Petrus Tukan Raring, Maria Elisabeth Wesan ricar wakei Rina Ola Ina Romanus Oktavianus Ebu Rosita Kw, Anna Maria Sabon, Elisabeth Susilia Liwa Servina Retno Anna Lewar Skolastika Lelu Beding Sogen, Vinsensius Florianus Dalu Soi Leton, Susana Susana Soi Leton Susana Soi Leton Tobi, Paulus Baobolak Tukan, Barbara Leto Kolin Veliksia Yohana Sano Vinsensius Florianus Dalu Sogen Waltrudis Safira Naibae Watu, Monika Densiana Oa Watun, Valentina Ina Abong Werang, Adrianus Hinga Yakobus Belo Tobi Yakobus Belo Tobi Yasinta Uto Doren Yohanes Hego Mukin Yohanes Hego Mukin Yosep Doni Gokok Yustina P. Prada Tolok