Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Evaluasi Pelayanan Kegawatdaruratan Yaswar Au PSC 119 Di Kabupaten Biak Numfor Antonioes Andrianto; Novita Medyati; Sarce Makaba; Agus Zainuri; Arius Togodly; Hasmi Hasmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58097

Abstract

Layanan Yaswar Au PSC 119 merupakan inovasi pelayanan kegawatdaruratan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Biak Numfor yang menghadapi tantangan geografis wilayah kepulauan dan keterbatasan akses. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan layanan berdasarkan aspek input, proses, dan output. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 13 informan, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek input masih terdapat keterbatasan sumber daya manusia, anggaran operasional, serta sarana prasarana yang belum sesuai standar. Selain itu, belum tersedia kebijakan teknis terkait response time. Pada aspek proses, penerimaan laporan melalui call center 119 dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan telah berjalan, namun terkendala jaringan yang tidak stabil. Pada aspek output, akses masyarakat meningkat dan kepuasan masyarakat tergolong tinggi. Kesimpulannya, layanan Yaswar Au PSC 119 telah berjalan tetapi belum optimal sehingga diperlukan peningkatan SDM, sarana prasarana, kebijakan response time, dan sosialisasi kepada masyarakat.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Putus Berobat pada Pasien Tuberkulosis di Kabupaten Merauke Vinsensius Sigit Raharjo; Yacob Ruru; Semuel Pitar Irab; Hasmi Hasmi; Novita Medyati; Sarce Makaba
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58099

Abstract

Kejadian putus berobat pada pasien tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan dalam program pengendalian TBC karena berkontribusi terhadap kegagalan terapi, kekambuhan, dan resistensi obat. Kepatuhan pengobatan dipengaruhi oleh faktor demografis, klinis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengan kejadian putus berobat pada pasien TBC. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional berbasis data sekunder dengan sampel 1.485 responden. Analisis dilakukan secara univariat untuk distribusi data, bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan Rasio Prevalensi (RP), serta multivariat menggunakan regresi logistik biner untuk menentukan faktor dominan dengan Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa jenis kelamin berhubungan signifikan dengan kejadian putus berobat (p = 0,001; RP = 1,799; 95% CI: 1,250–2,589), sementara variabel lain tidak signifikan (p > 0,05). Analisis multivariat menunjukkan jenis kelamin (OR = 1,857; p = 0,001) dan tipe pasien (OR = 1,657; p = 0,048) sebagai faktor signifikan, dengan jenis kelamin paling dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya faktor perilaku dan karakteristik pasien dalam kepatuhan pengobatan TBC.
Evaluasi Implementasi Program Pencegahan Kanker Payudara dan Kanker Serviks di Puskesmas Sowi Kabupaten Manokwari Ida Gamiarsih; Novita Medyati; Dolfinus Y. Bouway; Arius Togodly; Rosmin M. Tingginehe; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58095

Abstract

Kanker serviks dan kanker payudara merupakan masalah kesehatan utama yang mengancam perempuan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi program pencegahan kanker payudara dan kanker serviks di Puskesmas Sowi Kabupaten Manokwari berdasarkan aspek input, proses, dan output. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi kendala dan peluang perbaikan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek input masih menghadapi keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, pelatihan, serta sistem pencatatan dan pelaporan. Pada aspek proses, pelaksanaan program telah menyesuaikan kondisi lokal, namun masih terdapat kendala dalam akses layanan, deteksi dini. Pada aspek output, program memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan masyarakat dan jumlah pemeriksaan. Diperlukan penguatan edukasi, perbaikan sistem pelaporan, dan pengembangan dukungan psikososial untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program.
Evaluasi Implementasi Penggunaan Dana Desa dalam Rangka Peningkatan Gizi Balita terhadap Pencegahan Stunting di Kampung Nusei, Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025 Mohamad Emin Refideso; Agus Zainuri; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Sarce Makaba; Novita Medyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58098

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan Dana Desa merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mendukung program peningkatan gizi balita dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi penggunaan Dana Desa dalam peningkatan gizi balita di Kampung Nusei Distrik Babo Kabupaten Teluk Bintuni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain evaluatif berdasarkan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas aparat kampung, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan ibu balita. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program peningkatan gizi balita telah menjadi prioritas pembangunan kampung dan didukung oleh alokasi Dana Desa, tenaga kesehatan, serta kader posyandu. Program dilaksanakan melalui kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan pemantauan pertumbuhan balita. Program memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting. Namun, penguatan kapasitas kader, peningkatan partisipasi masyarakat, serta optimalisasi monitoring dan evaluasi masih diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program
Analisis Hubungan Budaya Organisasi dan Sistem Manajemen dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Tanah Miring Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan Inra Sari Mariyani Nainggolan; Agus Zainuri; Arius Togodly; Novita Medyati; Sarce Makaba; Roby Kayame
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58949

Abstract

Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam keberhasilan pelayanan kesehatan di puskesmas. Budaya organisasi dan sistem manajemen yang baik diyakini dapat mendukung peningkatan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan yang efektif dan berkualitas. Namun, capaian beberapa indikator pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanah Miring masih mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan budaya organisasi dan sistem manajemen dengan kinerja pegawai di Puskesmas Tanah Miring Kabupaten Merauke. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pegawai Puskesmas Tanah Miring sebanyak 66 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 dan pengukuran asosiasi menggunakan Rasio Prevalensi (RP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kinerja baik (71,2%), budaya organisasi baik (54,5%), dan sistem manajemen baik (57,6%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara budaya organisasi maupun sistem manajemen dengan kinerja pegawai di Puskesmas Tanah Miring.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI KABUPATEN JAYAWIJAYA Odi Haluk; Novita Medyati; Dolfinus Yufu Bouway; Arius Togodly; Hasmi Hasmi; Agus Zainuri
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13671

Abstract

Maternal and child health services are a priority program aimed at improving public health status and reducing maternal and infant mortality rates. Their implementation in Jayawijaya Regency continues to face geographical, socio-cultural, and access-related challenges. This study aimed to analyze the factors associated with maternal and child health services, including antenatal care (ANC) visits, community awareness, maternal education, access to services, and childbirth practices. A qualitative method with a phenomenological approach was employed. Informants consisted of three healthcare workers managing the maternal and child health program at Ilekma, Asolokobal, and Musaffak Community Health Centers. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings showed that ANC visits remained low because most pregnant women first sought antenatal care during the second or third trimester. Limited community awareness and low maternal education further hindered service utilization. Access to services was constrained by distance, mountainous topography, and limited transportation, while home delivery practices persisted and increased the risk of complications. Healthcare workers had undertaken health education, home visits, collaboration with cadres, and integrated health post (posyandu) activities to improve service coverage. Strengthening health promotion, referral systems, and cross-sectoral support is needed to improve maternal and child health services in the Papuan highlands. ABSTRAK Pelayanan kesehatan ibu dan anak merupakan program prioritas dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Pelaksanaannya di Kabupaten Jayawijaya masih menghadapi tantangan geografis, sosial budaya, dan keterbatasan akses fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak, meliputi kunjungan antenatal care (ANC), kesadaran masyarakat, pendidikan ibu, akses pelayanan, dan praktik persalinan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri atas tiga tenaga kesehatan pengelola program KIA di Puskesmas Ilekma, Puskesmas Asolokobal, dan Puskesmas Musaffak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kunjungan ANC masih rendah karena sebagian besar ibu hamil baru memeriksakan kehamilan pada trimester kedua atau ketiga. Kesadaran masyarakat dan tingkat pendidikan ibu yang rendah turut menghambat pemanfaatan pelayanan kesehatan. Akses pelayanan terkendala jarak, topografi pegunungan, dan keterbatasan transportasi, sementara praktik persalinan di rumah masih ditemukan dan meningkatkan risiko komplikasi. Tenaga kesehatan telah melakukan penyuluhan, kunjungan rumah, kerja sama dengan kader, dan kegiatan posyandu untuk memperbaiki cakupan pelayanan. Penguatan promosi kesehatan, sistem rujukan, dan dukungan lintas sektor diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah pegunungan Papua.
Manajemen Pendekatan Petugas Kesehatan Terhadap ODHA Di Puskesmas Rimba Jaya Kabupaten Merauke Yohana Mariana; Novita Medyati; Septevanus Rantetoding; Hasmi Hasmi; Yulius Sarungu Paiting; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61095

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan komprehensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pendekatan petugas kesehatan terhadap ODHA di UPTD Puskesmas Rimba Jaya, khususnya terkait pelayanan dan dampaknya terhadap keaktifan ODHA dalam memanfaatkan layanan kesehatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas kesehatan serta ODHA yang terlibat dalam pelayanan HIV/AIDS. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan petugas kesehatan melalui komunikasi terapeutik, konseling, edukasi kesehatan, dan dukungan emosional berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan, kenyamanan, serta kepatuhan ODHA terhadap terapi antiretroviral (ARV). Namun, pelayanan masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, beban kerja tinggi, stigma dan diskriminasi, hambatan komunikasi, serta keterbatasan sarana pelayanan kesehatan. Penelitian juga menemukan bahwa pendekatan yang empatik, suportif, dan nondiskriminatif dapat meningkatkan keaktifan ODHA dalam kontrol rutin, kepatuhan pengobatan, dan retensi layanan kesehatan secara berkelanjutan.