Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Perencanaan, Penganggaran Dan Implementasi Kebijakan Percepatan Pembangunan Kesehatan Di Papua Paskalis Howay; Septevanus Rantettoding; Martaphina Anggai; Hasmi; Novita Medyati; Sarce Makaba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6820

Abstract

Pendahuluan: Percepatan pembangunan kesehatan di Provinsi Papua merupakan isu strategis dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mengurangi kesenjangan antarwilayah. Namun, implementasi kebijakan percepatan pembangunan kesehatan masih menghadapi berbagai tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perencanaan, penganggaran, implementasi kebijakan, serta tantangan implementasi terhadap percepatan pembangunan kesehatan di Provinsi Papua. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 84 responden yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kesehatan, dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta Rasio Prevalensi (RP). Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, tokoh adat, dan masyarakat, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil: Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa perencanaan (p=0,001; RP=9,947), penganggaran (p=0,000; RP=23,600), implementasi kebijakan (p=0,004; RP=24,231), dan tantangan implementasi kebijakan (p=0,000; RP=6,667) berpengaruh signifikan terhadap percepatan pembangunan kesehatan di Provinsi Papua. Temuan kualitatif mengungkap bahwa perencanaan pembangunan kesehatan cenderung bersifat administratif dan kurang kontekstual, penganggaran menghadapi kendala tata kelola dan konsistensi regulasi, implementasi kebijakan terkendala kondisi geografis dan keterbatasan sumber daya, serta minimnya pendekatan sosial budaya dalam pelaksanaan kebijakan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa percepatan pembangunan kesehatan di Papua memerlukan perencanaan yang kontekstual, penganggaran yang akuntabel, implementasi kebijakan yang adaptif, serta pengelolaan tantangan secara terpadu dan partisipatif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Provinsi Papua.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Supresi Viral Load pada ODHIV di Kota Jayapura Provinsi Papua Tahun 2025 Theresia Iriana Endrawati; Novita Medyati; Arius Togodly; Yacob Ruru; Sarce Makaba; Yulius Sarungu Paiting
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56991

Abstract

Supresi viral load merupakan indikator utama keberhasilan terapi antiretroviral (ART) sekaligus strategi kunci dalam menurunkan transmisi HIV. Pencapaian target global 95-95-95 yang ditetapkan oleh UNAIDS masih menghadapi tantangan di wilayah dengan epidemi meluas seperti Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status supresi viral load pada Orang dengan HIV (ODHIV) di Kota Jayapura tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA). Sampel penelitian sebanyak 1.345 ODHIV yang telah menjalani terapi ART minimal 6 bulan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p<0,001), koinfeksi tuberkulosis (p=0,001), riwayat loss to follow-up (LTFU) (p<0,001), dan lama terapi (p=0,011) berhubungan signifikan dengan status supresi viral load. Riwayat LTFU merupakan faktor paling dominan dengan nilai OR=3,516 (95% CI: 2,196–5,631). Disimpulkan bahwa faktor kepatuhan terapi dan kondisi klinis memiliki peran penting dalam pencapaian supresi viral load. Intervensi berbasis retensi pasien dan integrasi layanan HIV-TBC perlu diperkuat untuk meningkatkan keberhasilan terapi.
Analisis Hubungan Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura Provinsi Papua Septevanus Rantetoding; Novita Medyati; Theodora Simandjuntak; Rosmin M. Tingginehe; Agus Zainuri; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57087

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan gigi merupakan indikator penting dalam menilai kepuasan pasien sekaligus tolok ukur keberhasilan layanan klinik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) dengan kepuasan pasien di Poliklinik Gigi RSUD Jayapura tahun 2026. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling terhadap 168 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat (rasio prevalensi/PR dengan CI 95%), serta multivariat menggunakan regresi Poisson robust. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reliability (PR=2,91; p=0,007), assurance (PR=1,46; p=0,002), empathy (PR=1,21; p<0,001), dan responsiveness (PR=1,29; p=0,002) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan tangibles tidak signifikan (PR=1,20; p=0,089). Disimpulkan bahwa kepuasan pasien di Poliklinik Gigi RSUD Jayapura dipengaruhi terutama oleh keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati tenaga kesehatan, dengan reliability sebagai faktor paling dominan. Upaya peningkatan mutu pelayanan perlu difokuskan pada penguatan aspek interpersonal serta mempertahankan keandalan pelayanan untuk menjaga kepuasan dan loyalitas pasien.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni Orpa Mayung Allo; Novita Medyati; Agus Zainuri; Arius Togodly; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57260

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Di Indonesia, beban PPOK terus meningkat seiring tingginya prevalensi merokok, paparan polusi udara, serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PPOK di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni serta mengidentifikasi faktor dominan yang paling berpengaruh. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan sampel sebanyak 101 responden yang dipilih melalui teknik total sampling berdasarkan data rekam medis tahun 2023–2025. Variabel dependen adalah kejadian PPOK, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, suku, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio (Backward LR). Hasil menunjukkan bahwa pendidikan rendah, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru berhubungan signifikan dengan kejadian PPOK, dengan pendidikan rendah sebagai faktor paling dominan. Penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan literasi kesehatan, edukasi berhenti merokok, serta deteksi dini komorbiditas paru di layanan primer.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bintuni Papua Barat Riani Parende; Sarce Makaba; Novita Medyati; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Agus Zainuri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57430

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi penyebab utama morbiditas balita di Indonesia. Tingginya angka kejadian diare dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik individu maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bintuni tahun 2026 serta mengidentifikasi faktor dominan. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari register pasien Februari 2026. Populasi penelitian berjumlah 184 balita, seluruhnya dijadikan sampel melalui metode total sampling. Variabel dependen adalah kejadian diare, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, riwayat imunisasi, pemberian ASI eksklusif, dan status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p = 0,042) dan status gizi (p = 0,004) berhubungan signifikan dengan kejadian diare, sedangkan jenis kelamin, riwayat imunisasi, dan ASI eksklusif tidak signifikan. Analisis multivariat menegaskan bahwa status gizi dan usia merupakan faktor dominan, dengan status gizi sebagai faktor paling berpengaruh
Persepsi dan Pengalaman Pasien Terhadap Mutu Pelayanan dan Kinerja Pegawai di Puskesmas Walelagama Kabupaten Jayawijaya Lorina Lorina; Arius Togodly; Novita Medyati; Paula Nancy Lefaan; Dolfinus Y. Bouway; Wahyuti Wahyuti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57473

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan menjadi indikator utama dalam menilai kualitas Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Tingginya pemanfaatan layanan di Puskesmas Walelagama Kabupaten Jayawijaya belum diimbangi dengan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan sistem pelayanan yang memadai, sehingga menimbulkan kesenjangan antara standar dan pengalaman pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi dan pengalaman pasien terhadap mutu pelayanan serta kinerja pegawai. Pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif digunakan, dengan informan pasien, tenaga kesehatan, dan kepala puskesmas yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan pengalaman pasien relatif positif, terutama pada aksesibilitas dan alur pelayanan. Dimensi SERVQUAL menilai tangible, responsiveness, assurance, dan empathy baik, sedangkan reliability masih lemah. Kinerja pegawai dinilai cukup baik, namun terkendala kedisiplinan dan beban kerja. Hambatan lain berupa keterbatasan tenaga kesehatan, sarana prasarana, serta perbedaan bahasa yang memengaruhi efektivitas komunikasi. Secara keseluruhan mutu pelayanan tergolong baik, tetapi membutuhkan penguatan pada aspek kehandalan, ketersediaan sumber daya, dan komunikasi.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengelolaan Keuangan Puskesmas Di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Krisma Palabiran; Novita Medyati; Yacob Ruru; Arius Togodly; Yulius Sarungu Paiting; Septevanus Rantetoding
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57918

Abstract

Pengelolaan keuangan Puskesmas sangat penting untuk efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan kesehatan. Di Kabupaten Jayawijaya, sejumlah Puskesmas tidak layak menerima dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), yang diduga terkait faktor internal bendahara seperti kompetensi, pelatihan, beban kerja, dan rangkap tugas. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 29 bendahara Puskesmas melalui total sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact serta regresi Poisson dengan robust variance. Hasil menunjukkan 65,5% responden memiliki pengelolaan keuangan tidak baik, 75,9% kurang pelatihan, 69,0% mengalami beban kerja berat, dan 75,9% menjalankan rangkap tugas. Analisis bivariat memperlihatkan pelatihan (p=0,003), beban kerja (p=0,002), dan rangkap tugas (p=0,003) berhubungan signifikan, sedangkan kompetensi tidak (p=0,367). Analisis multivariat menegaskan pelatihan (RP=0,312; p=0,010) dan beban kerja (RP=3,517; p=0,012) berhubungan signifikan, dengan beban kerja sebagai faktor paling dominan.
Hubungan Motivasi, Beban Kerja, dan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Di RSUD Tiom Kabupaten Lanny Jaya Selpina Wenda; Novita Medyati; Arius Togodly; Sarce Makaba; Rosmin M. Tingginehe; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57943

Abstract

Petugas rekam medis merupakan unsur penting yang bertanggung jawab atas pengelolaan dokumen dan data pasien di rumah sakit. Motivasi kerja yang terjaga, beban kerja yang seimbang, serta kepuasan kerja yang baik menjadi faktor penentu kualitas kinerja petugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi kerja, beban kerja, dan kepuasan kerja dengan kinerja petugas rekam medis di RSUD Tiom Kabupaten Lanny Jaya. Desain penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan metode cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 dengan populasi seluruh petugas rekam medis sebanyak 50 orang, yang sekaligus menjadi sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan motivasi kerja mayoritas baik (60,0%), beban kerja mayoritas rendah (50,0%), kepuasan kerja mayoritas puas (56,0%), serta kinerja sebagian besar baik (58,0%). Uji chi square menghasilkan p-value < 0,001 yang menegaskan adanya hubungan signifikan antara motivasi, beban kerja, dan kepuasan kerja dengan kinerja petugas rekam medis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan motivasi, pengelolaan beban kerja, dan kepuasan kerja berkontribusi terhadap kualitas kinerja petugas rekam medis di RSUD Tiom Kabupaten Lanny Jaya.
Manajemen Laktasi antara Ibu Pekerja dan Ibu Rumah Tangga pada Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja BLUD Puskesmas Timika Jaya Yuliana Reniban; Agus Zainuri; Novita Medyati; Dolfinus Y. Bouway; Arius Togodly; Hasmi Hasmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58096

Abstract

Manajemen laktasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, terutama pada enam bulan pertama kehidupan bayi. Namun, praktik menyusui seringkali dipengaruhi oleh status pekerjaan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan manajemen laktasi antara ibu pekerja dan ibu rumah tangga dalam pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja BLUD Puskesmas Timika Jaya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan bersifat komparatif. Populasi penelitian adalah 97 ibu dengan bayi berusia lebih dari 6 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara manajemen laktasi dan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki manajemen laktasi yang baik, dengan persentase lebih tinggi pada ibu rumah tangga dibandingkan ibu pekerja. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara manajemen laktasi dan pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja, sedangkan pada ibu rumah tangga terdapat hubungan signifikan. Kesimpulannya, manajemen laktasi pada ibu rumah tangga cenderung lebih baik dibandingkan ibu pekerja, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik.