Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERAN MASJID MELALUI PENDAMPINGAN KEGIATAN KEISLAMAN: STUDI KUALITATIF PROGRAM MENGAJI SORE, PENYULUHAN TINTA SPIDOL BERBASIS DAUN MANGGA, DAN LOMBA MUHARRAM DI DESA SUKASARI KECAMATAN PEGAJAHAN, KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Ihsan Satrya Azhar; Muhammad Rapono; Andreo Diwa Arsenta; Sufiani Sufiani; Malika Amilia Rahman; Nayla Fairuz
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v5i1.5544

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan peran masjid melalui pendampingan kegiatan keislaman dalam meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat Desa Sukasari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan menghidupkan masjid dengan kegiatan positif islami yang relevan. Keabsahan data diperkuat melalui metode berlama-lama, panjang-panjang, kasus negatif, triangulasi, sumber dan teknik temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi fungsi masjid berhasil diwujudkan melalui integrasi pendidikan, sains, dan syiar Islam. Program Asar mengaji efektif meningkatkan motivasi belajar anak melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan. Pelatihan pembuatan tinta organik berbahan limbah daun mangga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan potensi lokal berbasis nilai tauhid. Sementara itu, kegiatan lomba gebyar Muharram memperkuat interaksi sosial, menumbuhkan kepercayaan diri, serta daya saing anak. Meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan partisipasi awal masyarakat serta keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan, secara umum, pendampingan kegiatan keislaman ini mempertegas peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat yang berkelanjutan.
Difficulties in the Use of Arabic Vocabulary (Mufradāt) in Conversation among Eighth-Grade Students at MTs Mu’allimin UNIVA Medan Rizka Adillah Lesmana; Ihsan Satrya Azhar
EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 15 No. 1 (2026): EL-IBTIKAR
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/g5fmw612

Abstract

This study aims to examine the difficulties in the use of Arabic vocabulary (mufradāt) in conversation among eighth-grade students at MTs Mu’allimin UNIVA Medan. The study employed a descriptive qualitative approach, with the Arabic language teacher and several eighth-grade students serving as key informants. Data were collected through observation, interviews, documentation, and triangulation. Data analysis was conducted through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data was ensured through credibility testing, triangulation, reliability, and confirmability.The findings reveal that students’ difficulties in Arabic conversation are systemic in nature, involving less communicative teaching methods, psychological factors such as low self-confidence, and the limited availability of a language practice environment. Unlike previous studies that discussed Arabic learning difficulties in general, this study specifically focuses on the use of mufradāt in conversational contexts at the Islamic junior high school (MTs) level. This study contributes theoretically to the field of Arabic language learning difficulties and practically by providing recommendations for the implementation of communicative teaching strategies. Mastery of mufradāt has proven to be a crucial component in improving speaking skills (mahārah al-kalām). Therefore, teachers need to design interactive learning activities through dialogues, discussions, and conversation practice, while also creating a supportive learning environment to help students become more active and confident in using Arabic.