Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PEREMPUAN HINDU DI PANGGUNG SARASAMUCCAYA ANALISIS GENDER ATAS PERAN DAN EKSISTENSI PEREMPUAN BALI HINDU DALAM KITAB SARASAMUSCCAYA Crosita Octaria, Yessi
Jurnal Studi Jender SRIKANDI Vol. 3, No. 2 Juli 2003
Publisher : Jurnal Studi Jender SRIKANDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan peran laki-laki dan perempuan yang didasarkan atas perbedaan jenis kelamin dengan mengekpose asumsi kelemahan biologis dan rasio adalah semata untuk menguatkan posisi status quo kekuasaan laki-laki atas perempuan.Konstruksi peran perempuan dengan landasan yang patriarkhis adalah menindas perempuan.Penindasan ini dalam bentuk praktis lahir sebagai subordinasi,kekerasan terhadap perempuan, beban kerja ganda serta marginalisasi dalam setiap ruang kehidupan. Sebagai sebuah konsep yang mengingkari kemanusiaan dengan mengijinkan penindasan atas manusia yang lain maka perlu adanya usaha untuk mengembalikan konsep gender sebagai konsep peran yang tidak terikat pada jenis kelamin-pun memberikan penghargaan yang sama terhadap kedua peran gender. Perempuan harus dapat memilih perannya sendiri, tidak dalam batasan yang patriarkhis tetapi dalam keluasan nilai kemanusiaan.Sikap diskriminatif terhadap perempuan dan feminitas harus diganti dengan sikap yang apresiatif sehingga kesetaraan gender dapat terwujud secara holistik. Pertanyaan selanjutnya adalah lewat mana sosialisasi kesadaran gender ini akan dilakukan. Kita sudah sampai ditepi jurang ketidak sadaran gender yang kronis(Chronic gender inconciousnes) karena ideologi patriarkhy telah menempuh semua jalan yang tersedia untuk mengukuhkan posisinya, budaya, negara, agama maka lewat semuanya juga kita membangun wacana baru yang lebih memanusiakan. Tulisan ini menawarkan sebuah dekonstruksi wacana atas peran perempuan dan eksistensi perempuan Hindu dalam kitab Sarasamuccaya, dengan menempatkan perempuan dengan perspektif kemanusiaan sebagai pengamat dari sebuah teks yang patriarkhis
MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIKA KONTEKS GIZI SISWA SMA MENGGUNAKAN FLIPPED CLASSROOM PADA MASA PANDEMI COVID-19 Chandra Sri Ubayanti; Yessi Crosita Octaria
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 9 No 2 (2021): JUDIKA (JURNAL PENDDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah dan mendeskripsikan peningkatan pengetahuan/ literasi dan numerasi gizi siswa dalam pembelajaran matematika pada masa pandemi Covid-19 menggunakan metode flipped classroom. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian yang dikenai tindakan adalah siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 1 Fakfak Papua Barat yang berjumlah 36 siswa. Adapun obyek penelitian adalah pengetahuan dan numerasi gizi siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan tes. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif menggunakan model alur yaitu data dianalisis sejak tindakan diberikan dan dikembangkan selama proses pembelajaran baik secara daring maupun tatap muka. Alur analisis meliputi reduksi dan penyajian data. Validitas data diperoleh menggunakan teknik triangulasi: sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan literasi/pengetahuan dan numerasi gizi siswa. Peningkatan pengetahuan gizi siswa ditunjukkan dengan naiknya persentase skor tes terhadap skor maksimal. Pada siklus pertama rerata skor pretes sebelum dilakukan tindakan dari 8,03% menjadi 43,42% setelah diberi tindakan, atau naik sebesar 35,59%. Pada siklus kedua, persentase rerata skor postes setelah diberi tindakan menjadi 54,94% atau naik sebesar 11,31%. Sementara numerasi gizi meski baru dapat diukur pada siklus kedua namun persentase rerata numerasi siswa diperoleh sebesar 78,21% dari skor maksimal.
School Readiness in Weekly Iron Folic Acid Supplementation Program in Urban Area, West Java, Indonesia Apriningsih Apriningsih; Siti Madanijah; Cesilia Meti Dwiriani; Risatianti Kolopaking; Yessi Crosita
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 4 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i4.2020.290-298

Abstract

Background:School based weekly iron and folic acid supplementation (WIFAS)  program was aimed to decrease anemia prevalence and improve the adherence to consume iron tablet.Limited information on the school perspective and their readiness to implement the program.Objectives:To analyze program guidelines, stakeholders’ perspective and school readiness to implement the program which will help evaluate and improve adherence to WIFAS.Methods:Using cross sectional design with mixed method approach to utilize social ecological model and community readiness model.Results: Most of schools received awareness campaign regarding the program,only 38,9% have conducted a drinking together session once a week,only 27,8%  recorded their students’ adherence.The average score for the school readiness was 3.36 (SD ±0.82), the school was in the vague awareness stage.There is  a  correlation between the score of school’s knowledge, attitude toward WIFAS program,City Health Authority and Education Regional Office ‘s support score, the total score of the school readiness, ever got socialization with implementation of WIFAS (r= 0.35, r=0.2, r=0.49, r=0.21, r= 0.66, r= 0.43, p value <0.005).The strongest correlation with implementation of WIFAS at school was the school readiness total score, ever received  socialization and score school’s knowledge on WIFAS (p value <0.005) and City health Authority and Education regional office’s support score for WIFAS program as covariant  (p >0.05).Conclusions: School readiness is important factor of community and environment which contribute to behavior change.School realize that anemia and schoolgirl adherence to consume WIFAS had to solved but did not know how and assume outside parties can help solve the problem.The City Health Authority and Education Regional Office is expected to help improve the school readiness to implement the program.
Kandungan Gula Dalam Minuman Teh Susu Dengan Topping Boba: Kandungan Gula Sangat Tinggi dalam Minuman Teh Susu dengan Topping Boba Mayrlnn Trifosa Veronica; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Yessi Crosita Octaria
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1SP.2022.171-176

Abstract

Background: The prevalence of overweight and obesity have been climbing overtime in all age groups in Indonesia, this increase is in paralel to increasing prevalence of chronic non-communicable diseases. While on the other hand consumption of sweet sweetened beverages as an important risk factor is also in dramatic rise, with the consumption of milk tea as an example has been growing up to 8500% since 2018. Objectives: this study aimed to assess the sugar content in this type of drink. Methods: Analysis of sugar content (fructose, glucose, sucrose) was done using the high-performance liquid chromatography (HPLC) method and the total calorie analysis was obtained from adding up calories from protein, fat, carbohydrate components or by calculation method. Results: This study shows that the current drink of milk tea with boba topping has high sugar and calorie content. One large glass of boba milk tea contains 47.21 grams of dietary sugar (glucose, fructose, sucrose) and 675 kcal calories. Conclusions: Boba milk tea drinks are very high in sugar and calories content
EDUKASI PENCEGAHAN UNDERWEIGHT PADA IBU BAYI USIA 0 - Dwi P O; Sintha Fransiske Simanungkalit; Hendry Roris P Sianturi; Firlia A Arini; Yessi Crosita O
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i1.786

Abstract

Prevalensi underweight pada balita 0 – 59 bulan di Indonesia mengalami peningkatan dari 16,3% menjadi 17% berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021. Underweight merupakan permasalahan gizi yang diidentifikasi dengan menggunakan indikator BB/U (membandingkan berat badan relatif anak terhadap usia). Salah satu faktor penyebab underweight yaitu pola asuh ibu, dimana hal ini dapat terbentuk jika pengetahuan yang dimiliki atau yang pernah diterima ibu dipraktikan dalam kehidupan sehari – hari. Untuk itu diperlukan perhatian serius dan upaya pencegahan underweight sedini mungkin melalui pengetahuan ibu. Adapun tujuan kegiatan ini adalah menambah pengetahuan ibu terkait underweight pada anak berusia 0- dibawah 6 bulan. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan penyuluhan kelompok ibu yang memiliki bayi usia 0 - <6 bulan yang berdomisili di kelurahan Pasir Putih Kota Depok dengan menggunakan media poster. Pada analisis univariat melihat distribusi karakteristik responden, dan analisis bivariat melihat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Berdasarkan hasil analisis dengan T-test ada perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan bersama pemberian leaflet dengan nilai p sebesar 0.00. Nilai rata-rata pre test sebesar 67,7 naik menjadi 92,7. Dihasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan skor pengetahuan ibu antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan.
KONSUMSI MAKANAN, KOPI DAN KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP KEBIASAAN TIDUR SUPIR OJEK ONLINE DI DAERAH CIPEDAK Nilamwati Adelia; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Yessi Crosita; Firlia Ayu Arini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i2.820

Abstract

Latar belakang: Supir ojek online merupakan profesi yang paling dibutuhkan masyarakat sekarang. Supir ojek online bekerja tanpa ada aturan waktu yang mengaturnya. Mereka bekerja sesuai dengan keinginan dan pesanan yang masuk. Sehingga membuat jadwal makan mereka tidak teratur. Selain itu juga, agar tidak mengantuk mereka sering merokok dan minum kopi. Kebiasaan ini berdampak pada kebiasaan tidurnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan, kebiasaan minum kopi dan kebiasaan merokok terhadap kebiasaan tidur supir ojek online di Cipedak. Metode :  Desain penelitian pada penelitian ini adalah cross-sectional. Responden yang dilibatkan sebanyak 35 orang. Pemilihan responden dilakukan secara purposive. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis pada penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara konsumsi makanan (p=0,404) dengan kebiasaan tidur. Terdapat hubungan kebiasaan minum kopi (p<0,05) dan kebiasaan merokok (p<0,05) terhadap kebiasaan tidur supir ojek online. Kesimpulan: Kebiasaan mengonsumsi kopi dan merokok dapat mempengaruhi kebiasaan tidur supir ojek online.    
The Impact of Oral Maternal Colostrum Administration on the Immune System of Premature Babies Azizah, Adinda Alfi; Octaria, Yessi Crosita
Journal La Medihealtico Vol. 5 No. 4 (2024): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v5i4.1386

Abstract

In children under five years of age, premature complications are now the second leading cause of death. Colostrum has important benefits in promoting the maturity of premature infants' organ functions and preventing infections. Preterm infants are recommended to be given colostrum orally and pharyngeally as early as possible after birth to provide immune protective effects for their bodies. However, the sucking and swallowing functions of preterm infants are often not optimal, partly due to comorbidities, which poses a significant challenge. As a result, the immune system of preterm infants is often low. This literature review aimed to evaluate the effect of oropharyngeal colostrum feeding through subgroup analysis based on complications. Descriptive research was conducted in April-June 2024 using the literature review method with PRISMA guidelines for RCTs. Literature sources were obtained from Pubmed (MEDLINE), Science Direct, Google Scholar, and Cochrane with a publication limit of the last ten years (2014-2023). Of the 1,657 results, 13 articles met the criteria. A total of 1,451 preterm infants were included in the 13 RCT studies. Results showed a lower incidence of late-onset sepsis and Necrotizing Enterocolitis (NEC) in the group that received oropharyngeal colostrum. The administration of oropharyngeal colostrum was shown to have a positive impact on the development and defense of the immune system of preterm infants, reduce health problems such as sepsis and NEC, accelerate the recovery of birth weight, and reduce the incidence of mortality.
Hubungan Jenis Kontrasepsi dengan Status Gizi dan Asupan Makronutrien pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kecamatan Tebet: Hubungan Jenis Kontrasepsi dengan Status Gizi dan Asupan Makronutrien pada Wanita Usia Subur di Kecamatan Tebet Arfini, Lusiani; Octaria, Yessi Crosita; Fauziyah, Aimmatul; Sufyan, Dian Luthfiana
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.171-179

Abstract

Background: Female obesity prevalence was higher than male in 2018 at 44.4% and 26.6%, respectively, according to Badan Pusat Statistik (BPS). There is conflicting evidence on the effect of hormonal contraception on weight gain. While in Indonesia, hormonal contraception has been the most popular method. Objectives: Examining the association between hormonal contraception usage, macronutrient consumption, and nutritional status. Methods: This cross-sectional study involves 106 non-pregnant women aged 20-45 recruited using consecutive sampling methods. Respondents were grouped into hormonal and non-hormonal contraceptive users. Data analysis utilized chi-square, Fischer exact and multiple linear regression. Results: More than half (59.5%) used hormonal contraception, while 40.5% used non-hormonal contraceptives. We found no significant correlation between hormonal contraception and Body Mass Index (BMI) (p-value=0.081), waist circumference (p-value=0.789), and macronutrient intake (p-value of energy=0.0675; protein=0.758; fat=0.156; carbohydrate=0.23). There was no significant relationship between the duration of contraceptive usage and BMI (p-value=0.163 and 0.248) or waist circumference (p-value=0.282 and 0.066) for either users or nonusers. Linear regression models showed that only fat and carbohydrate intake significantly contribute to waist circumference (The adjusted R2 of the model was 0.244, F 12.3, Sig.<0.001) and BMI (The adjusted R2 of the model was 0.206, F 7.8, Sig.<0.001). Conclusions: There was a relationship between BMI, body fat percentage, junk food consumption pattern (type, frequency, amount of intake and fat), energy intake, fat intake, emotional overeating, diet attitude, and oral control of the abdominal circle. There was no significant relationship between fiber intake and abdominal circumference.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PENYANDANG AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) DI SEKOLAH KHUSUS WILAYAH JABODETABEK TAHUN 2023: Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di Sekolah Khusus Wilayah JABODETABEK Tahun 2023 Ramadhanty, Citra; Simanungkalit, Sintha Fransiske; Octaria, Yessi Crosita; Maryusman, Taufik
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.206-213

Abstract

Background: The prevalence of Autism Spectrum Disorder (ASD) in Indonesia was predicted to increase by 500 people annualy form 2010, and there are still many nutrition problems found in this group. Nutritional status in ASD is affected by several factors, including mother's education level, parenting style, knowledge of balanced nutrition and parental income. Objectives: To analyze the relationship between mother's education level, parenting style, knowledge of balanced diet and parental income on the nutritional status of persons with ASD in Special Schools in the JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) area. Methods: This study was an observational study with a cross-sectional design. The population in this study were people with ASD in Special Schools in the JABODETABEK area. Sampling was conducted using the Quota Sampling method, conducted in March-May 2023 with a total sample of 114 respondents. The data analysis used was the Spearman rank test. Results: Results showed that children and adolescent with ASD in our study had a good nutritional status (average Z-Score=0.81). The bivariate test shows that there was a fairly strong relationship between parenting style (p-value=0.007; r=0.250) and the nutritional status of children and adolescent with ASD. However, there was no relationship between the mother's education level (p-value=0.949), knowledge of balanced diet (p-value=0.728), and parental income (p-value=0.976) with the nutritional status of people with ASD. Conclusions: Parenting style shows a significant positive correlation with the nutritional status of people with ASD in Special Schools in the JABODETABEK area.
Peran probiotik terhadap pembentukan toleransi imun pada bayi dengan alergi susu sapi: A literature review Aini, Putri Qurrata; Octaria, Yessi Crosita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 7 (2024): Volume 18 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i7.451

Abstract

Background: One of the types of food allergy that often occurs in infants even those given exclusive breast milk is cow's milk allergy. In recent years, treatments for cow’s milk protein allergy have shifted from a cow’s milk protein-free diet to a more active intervention in regulating the immune system. At the infancy stage, the growth of immune response and food allergies is affected by probiotic modulated intestinal microbiota, through the potential of modulating immune tolerance in infants with cow’s milk protein allergy. Purpose: To provide an overview of recent research results on the role of probiotics in the formation of immune tolerance in infants with cow's milk allergy. Method: Descriptive research with Systematic Literature Review method conducted in June 2024 with PRISMA guidelines for RCT. Literature search is obtained through: PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, Cochrane Library, ProQuest, Wiley Online Library, MDPI, and Taylor & Francis Online with the range of 2019-2024. Of the 620 search results, 6 articles met the criteria and then analyzed. Results: This systematic review shows that probiotics significantly have a role in developing immune tolerance including decreased symptoms, risk of infection, and sensitization in infants with cow’s milk protein allergy. Conclusion: Probiotics provided in Extensively Hydrolyzed Casein-based Formula (EHCF) or Amino Acid-based Formula (AAF) have a role in developing immune tolerance in infants with cow’s milk protein allergy through modulation in the gut microbiota by affecting epigenetic mechanisms related to immune tolerance. Suggestion: There is a need for synthesis of stronger current RCT results with more inclusion studies to evaluate the most effective dosage and duration of probiotic administration in the treatment of infants with cow’s milk allergy, especially its effect on developing immune tolerance.   Keywords: Cow’s Milk Allergy; Immune Tolerance; Infants; Probiotics.   Pendahuluan: Alergi susu sapi termasuk alergi makanan yang sering ditemui pada bayi, bahkan yang diberikan ASI eksklusif. Dalam beberapa tahun terakhir, tatalaksana alergi susu sapi beralih dari diet bebas protein susu sapi menjadi intervensi yang lebih aktif dalam memodulasi sistem imun. Pada masa bayi, perkembangan respon imun dan alergi makanan dipengaruhi oleh mikrobiota usus yang dimodulasi probiotik, dengan potensi modulasi toleransi imun pada bayi dengan alergi susu sapi. Tujuan: Untuk memberikan gambaran dari hasil penelitian terkini tentang peran probiotik dalam pembentukan toleransi imun pada bayi dengan alergi susu sapi. Metode: Penelitian deskriptif dengan metode Systematic Literature Review yang dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan pedoman PRISMA untuk RCT. Pencarian literatur didapatkan melalui: PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, Cochrane Library, ProQuest, Wiley Online Library, MDPI, dan Taylor & Francis Online dengan rentang tahun 2019-2024. Dari 620 hasil pencarian, 6 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis. Hasil: Tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa probiotik secara signifikan berperan dalam meningkatkan toleransi imun termasuk penurunan gejala, risiko infeksi, dan sensitisasi pada bayi yang menderita alergi susu sapi. Simpulan: Probiotik yang disediakan pada formula Extensively Hydrolyzed Casein Formula (EHCF) ataupun Amino Acid-based Formula (AAF) berperan dalam meningkatkan toleransi imun pada bayi dengan alergi susu sapi melalui modulasi mikrobiota usus dengan memengaruhi mekanisme epigenetik terkait toleransi imun. Saran: Diperlukan adanya sintesis terhadap hasil RCT terkini yang lebih kuat dengan jumlah studi inklusi yang lebih banyak untuk mengevaluasi dosis dan durasi pemberian probiotik yang paling efektif dalam tatalaksana pada bayi dengan alergi susu sapi, terutama efeknya dalam peningkatan toleransi imun.   Kata Kunci: Alergi Susu Sapi; Bayi; Probiotik; Toleransi Imun.
Co-Authors A'immatul Fauziyah Agung, Aaliyah Khansa Putri Aini, Putri Qurrata Aisyah, Yonita Laty Ali Khomsan Amalia, Salsabila Nur Idzhni Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Arfini, Lusiani Avliya Quratul Marjan Azizah, Adinda Alfi Cesilia M Dwiriani Chandra Sri Ubayanti Chohan, Shania Dadang Sukandar Darmuin, Darmuin Dwi P O Dzakiruddin, Muhammad Fadhli Suko Wiryanto Fatimah Azzahra Fatmawati, Iin Fauziyah, A'immatul Fauziyah, Aimmatul Firlia A Arini Firlia Ayu Arini Fitri, Syania Ghifari, Hilmi Al Handini, Kania Noviyanti Hardiansyah, Angga Hendry Roris P. Sianturi I Putu Suiraoka Ikeu Tanziha Ilmi, Ibnu Malkan Bahrul Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Joselin, Angelia Juita Nurhidayah, Isna Khodijah Khodijah Kowara, Mellysa Krisdianto, Aisha Ramadhina Lia Awalia Majida Lia Mulyani Lia Mulyani, Lia Lucy Nuryudha Ramadhani Malipu, Agnes A Mayrlnn Trifosa Veronica Mulyanengsih, Ratu Nabila Noor Aisah Nadhira Rifani Putrianty Nanang Nasrulah Nasrullah, Nanang Nazila, Maulida Rochmatun Nilamwati Adelia Nur Intania Sofianita Nur Intania Sofianita Nurbaiti, Krisanti Olivia, Monica Viorafanti Pamungkas, Rizqy Amanatul Husna Partadisastra, Amanda Mirasherly Phoebe Kineisha Prambudi, Muhammad Rayhan Mahardika Priyatno, Prima Dwi Ramadhani, Nabillah Az Zahra Ramadhanty, Citra Razi, Muhamad Alif Risatianti Kolopaking Rumaisyah, Rumaisyah Sari, Eny Kurnia Sintha Fransiske Simanungkalit Siti Madanijah Sony, Aurelia Gracia Chiquita Sufyan, Dian Luthfiana Sujono, Nawra Nasha Taufik Maryusman Tri Irawati Wilis, Sekar Woro Zahwa, Naila