Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RELASI KEKUASAAN DAN IDIOLOGI DALAM SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA: IMPLEMENTASI KURIKULUM DI SEKOLAH MENENGAH KALIMANTAN TIMUR Ahmad Fauzi; Purwoko Purwoko; Muhlis Muhlis; Warman Warman; Moh. Bahzar; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara kekuasaan dan ideologi dalam sistem pendidikan Indonesia melalui implementasi kurikulum di sekolah menengah di Kalimantan Timur. Kajian ini dilandasi oleh pemahaman bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan ideologi dan reproduksi kekuasaan negara. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa sekolah menengah negeri dan swasta di Kalimantan Timur. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen kurikulum serta kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum nasional merefleksikan ideologi dominan negara yang menekankan nilai-nilai nasionalisme, moralitas, dan kepatuhan terhadap otoritas. Namun, dalam praktiknya, implementasi kurikulum di tingkat sekolah dipengaruhi oleh dinamika lokal, kepemimpinan sekolah, dan interpretasi guru terhadap nilai-nilai ideologis yang terkandung di dalamnya. Relasi kekuasaan terlihat dalam pola top-down kebijakan pendidikan, di mana sekolah memiliki ruang terbatas untuk berinovasi sesuai konteks sosial budaya setempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih berperan sebagai arena hegemonik di mana ideologi negara direproduksi melalui proses pembelajaran, meskipun terdapat upaya resistensi dan adaptasi dari aktor-aktor pendidikan di tingkat lokal.
LANDASAN FILOSOFIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL MENUJU PENGEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN YANG BERKEADILAN DI SMK BALIKPAPAN Herlina Herlina; Sulfi Ardiansyah; Tri Wahyuni; Warman Warman; Muh. Amir Masruhim; Dwi Nugroho Hidayanto
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1202

Abstract

Pengambilan keputusan manajerial dalam sistem pendidikan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), menuntut landasan etis yang kokoh, terutama saat menghadapi isu ketidakadilan struktural. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran landasan filosofis (Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi) dalam membentuk keputusan manajerial dan merumuskan proposisi teoretis untuk Manajemen Pendidikan yang Berkeadilan (MPB) di Kota Balikpapan. Balikpapan dipilih sebagai konteks kritis mengingat adanya krisis daya tampung sekolah negeri, di mana hanya sekitar 51 hingga 67 persen lulusan SMP yang dapat ditampung di SMA/SMK negeri, menciptakan kesenjangan akses yang parah. Penelitian menggunakan desain studi kasus konseptual kualitatif dengan teknik analisis data Miles & Huberman. Hasil analisis menunjukkan bahwa krisis ini berakar pada kegagalan aksiologis dalam keputusan manajerial, yang cenderung terjebak dalam pendekatan inkremental atau berbasis rasionalitas sempit. Model MPB yang diusulkan mensintesis etika manajerial dengan Teori Keadilan Kapabilitas (Capability Approach) dari Amartya Sen. Pendekatan Sen, yang berfokus pada perluasan kebebasan fungsional individu (kapabilitas) daripada sekadar distribusi sumber daya (Rawls), dinilai lebih relevan untuk mengembangkan kurikulum berbasis lokalitas dan menjamin pemerataan kualitas. Kontribusi utama penelitian ini adalah merumuskan model Keputusan Manajerial Berkeadilan yang mengutamakan mitigasi unconscious bias dan perencanaan restoratif sebagai solusi struktural terhadap ketimpangan di SMK Balikpapan.
HUBUNGAN ANTARA NILAI DAN EFISIENSI DARI FILOSOFI PERENCANAAN DAN PENGORGANISASIAN SEBAGAI PILAR TRANSFORMASI PENDIDIKAN Warni Juwita; Syafruddin Syafruddin; Warman Warman; Muh. Amir Masruhim; Dwi Nugroho Hidayanto
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara nilai dan efisiensi dalam filosofi perencanaan serta pengorganisasian sebagai pilar transformasi institusi pendidikan. Nilai-nilai strategik seperti integritas, akuntabilitas, kolaborasi, dan inovasi menjadi fondasi dalam setiap proses perencanaan dan pengorganisasian, sementara efisiensi berfungsi sebagai indikator keberhasilan dalam penggunaan sumber daya secara optimal. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menyoroti bagaimana integrasi nilai dan efisiensi dapat memperkuat struktur manajemen, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta membangun reputasi institusi yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pengorganisasian yang berlandaskan nilai dan efisiensi mampu menjadi roda transformasi, menjadikan institusi pendidikan lebih adaptif, kompetitif, dan dipercaya masyarakat.
ISU-ISU KRITIS: PERMASALAHAN, PENYEBAB, DAN SOLUSI TERKAIT BIAS KOGNITIF DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL Syaharudin Syaharudin; Irriyanti Irriyanti; Imanuel Yosua Loteng; Warman Warman; Amir Masruhim; Dwi Nugroho
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1245

Abstract

Bias kognitif dalam pengambilan keputusan manajerial merupakan isu kritis yang dapat memengaruhi efektivitas organisasi dan kualitas kebijakan yang dihasilkan. Permasalahan utama yang muncul adalah kecenderungan manajer untuk mengambil keputusan berdasarkan persepsi subjektif, intuisi yang keliru, atau informasi yang terbatas, sehingga menimbulkan risiko kesalahan strategis. Penyebab bias kognitif antara lain berasal dari faktor psikologis seperti heuristik, tekanan emosional, serta keterbatasan kapasitas kognitif dalam memproses informasi kompleks. Selain itu, lingkungan organisasi yang kurang mendukung keterbukaan dan refleksi kritis turut memperkuat munculnya bias dalam proses pengambilan keputusan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan solusi yang bersifat sistematis, antara lain melalui penerapan mekanisme pengambilan keputusan berbasis data, pelatihan manajer dalam berpikir kritis dan reflektif, serta pengembangan budaya organisasi yang mendorong partisipasi dan evaluasi kolektif. Kajian ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap permasalahan, penyebab, dan solusi bias kognitif menjadi landasan penting dalam membangun manajemen yang rasional, adaptif, dan berkelanjutan.
TINJAUAN FILOSOFIS DAN SISTEMATIS KEPEMIMPINAN AFILIASI DALAM MEMBENTUK PERILAKU INOVATIF PENDIDIK DI INDONESIA Kasmal Kasmal; Hafid Murgantara; Hanif Saifullah; Warman Warman; Amir Amir; Dwi Nugroho
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1248

Abstract

Di tengah disrupsi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, pendidikan Indonesia dituntut berinovasi melalui Kurikulum Merdeka yang menekankan peran guru sebagai Guru Penggerak dengan Perilaku Kerja Inovatif (IWB). Namun, realitas budaya hierarkis, paternalistik (bapakisme), dan norma ewuh pakewuh sering menjadi hambatan. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA terhadap 10 artikel kunci (5 nasional, 5 internasional) dan literatur pendukung. Hasil menunjukkan bahwa Kepemimpinan Afiliasi tidak sekadar bermakna ramah, melainkan berfungsi sebagai mekanisme psychological safety yang meningkatkan IWB melalui mediasi job engagement dan psychological capital. Literatur internasional menekankan risiko “harmoni semu” bila gaya ini tidak dipadukan dengan visi strategis. Analisis berbasis Social Exchange Theory dan Self-Determination Theory menyimpulkan bahwa Kepemimpinan Afiliasi memenuhi kebutuhan dasar relatedness guru, namun perlu dikombinasikan dengan kepemimpinan transformasional. Disarankan agar pelatihan kepala sekolah mengintegrasikan kecerdasan emosional sebagai fondasi inovasi pendidikan.