Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Membangun Civic disposition melalui Kegiatan Pramuka: Kajian Kualitatif pada Siswa Sekolah Menengah Atas Hamka, Lutfiah; Raharjo, Raharjo; Abdillah, Fauzi
Lentera : Jurnal Kajian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/lentera.v4i1.2584

Abstract

Kepramukaan memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam pengembangan nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda saat ini. Penelitian ini dilaksanakan pada periode Maret hingga Mei 2024, dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan meliputi observasi untuk mengkonfirmasi perkembangan civic disposition, serta wawancara dan dokumentasi sebagai pelengkap penelitian. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, penelitian ini menemukan bahwa pengembangan civic disposition pada peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 15 Jakarta dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka mengacu pada teori stimulus-organisme-response menurut Mehrabian dan Russell (1974). Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di sekolah tersebut telah disusun dengan baik untuk menanamkan civic disposition di kalangan peserta didik. Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan seperti baris berbaris, pengisian Syarat Kegiatan Umum (SKU), berbagai permainan, dan aktivitas lainnya, dapat efektif dalam menanamkan civic disposition. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penanaman civic disposition dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Sekolah Menengah Atas Negeri 15 Jakarta terlaksana dengan optimal berkat kerja sama yang erat antara pihak sekolah, guru, dan pengurus internal pramuka..
Pengaruh Digital Citizenship terhadap Karakter Kebhinekaan Global Peserta Didik Zahra, Sela Faztiara; Solihatin, Etin; Abdillah, Fauzi
Melior : Jurnal Riset Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/melior.v4i1.2579

Abstract

Karakter berkebhinekaan global merupakan kemampuan peserta didik untuk mempertahankan budaya luhur, lokalitas, dan identitas, sembari tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain. Karakter ini mendorong rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya budaya baru yang positif tanpa bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital citizenship terhadap pembentukan karakter berkebhinekaan global pada peserta didik. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 74 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling dari total populasi sebanyak 287 peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital citizenship memiliki pengaruh signifikan terhadap karakter berkebhinekaan global, dengan kontribusi sebesar 63,6%. Temuan ini menegaskan pentingnya peran literasi digital dalam membentuk peserta didik yang mampu menghargai keberagaman global tanpa meninggalkan jati diri budaya lokal. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pendidik untuk mengintegrasikan pendidikan kewarganegaraan digital dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebhinekaan global.
Pengaruh Model Pembelajaran Controversial Public Issues Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ismail, Taufiq; Maiwan, Moh.; Abdillah, Fauzi
Lucerna : Jurnal Riset Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/lucerna.v4i1.2583

Abstract

Berpikir kritis dalam suatu pembelajaran menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Karenanya, diperlukan inovasi dalam model pembelajaran sebagai respons terhadap hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran controversial public issues terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test non-equivalent control group design. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 72 siswa kelas XI di SMA Negeri 45 Jakarta. Sampel ini diperoleh dari penerapan non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai signifikansi pada uji Independent Sample T-Test sebesar 0,048 lebih kecil dari taraf siginifikansi 0,05. Sehingga, penelitian ini memiliki kesimpulan yaitu terdapat pengaruh dari model pembelajaran controversial public issues terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Besaran pengaruh berdasarkan perhitungan rumus Cohen’s D sebesar 0,474 dengan kategori pengaruh kecil (small effect).
Problematika dalam Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila Berdasarkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Basit, Abdul; Sapriya, Sapriya; Budimansyah, Dasim; Komalasari, Kokom; Abdillah, Fauzi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 9, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um019v9i3p%p

Abstract

The purpose of writing this article is to analyze the problems in the development of the Pancasila education curriculum and the implementation of Pancasila education based on the 2013 Curriculum and the Independent Curriculum. This study uses a qualitative approach with a literature study method. The results of the study indicate that the development of the Pancasila education curriculum raises public suspicion of the curriculum development process because of the large budget, is carried out without considering the results of the curriculum evaluation, and does not involve experts, academics, stakeholders, and representatives from the teacher professional association. Pancasila education based on the 2013 Curriculum has not been implemented optimally due to the availability of learning resources that are still minimal, limited time allocation, and the reduction of Core Competencies to Basic Competencies that are still balanced between aspects of attitude, knowledge, and skills. The implementation of Pancasila education based on the Independent Curriculum experiences obstacles due to the absence of limitations regarding the concept of independent learning, the unpreparedness of facilities and infrastructure, and the unclear division of learning achievements in aspects of attitude, knowledge, and skills.
Remained Insect's Body Part in the Corneal Stroma: A Rare Case Report Abdillah, Fauzi; Widyanto, Ilham Aditya; Ariany, Dessira Rizka Tri
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 33 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2025.033.03.12

Abstract

Corneal foreign bodies are the second most common cornea disease after corneal abrasion. The causes of foreign bodies in the cornea vary, most often due to lack of eye protection. Patients with foreign bodies in the cornea usually complain pain, a lump in the eyes, visual acuity deficit, watery eyes, red eyes, sticky eyes, and photophobia. Rapid and effective treatment is needed to avoid the risk of worsening the patient's condition and decreasing vision or even permanent blindness. In this case, we report a 41-year-old male who suffered an eye injury due to insect's body parts remaining in the corneal stroma while riding a motorbike. Foreign body extraction, eye irrigation, topical and systemic antibiotics and steroids, topical cycloplegic are the various treatment modalities for better result. Further examination could be done to find out the chemical elements of insect's toxin so that more adequate therapies can be given. 
The Dynamics of Indonesian Democracy Post-New Order: A Deliberative Democracy Perspective on B.J. Habibie, Susilo Bambang Yudhoyono and Joko Widodo Ibrahim, Maulana Malik; Kardiman, Yuyus; Maiwan, Mohammad; Abdillah, Fauzi
Journal of Moral and Civic Education Vol 9 No 1 (2025): Journal of Moral and Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412912025870

Abstract

This study examines the trajectory of Indonesian democracy post-New Order, utilizing Jürgen Habermas's theory of deliberative democracy, specifically focusing on discourse ethics, the political public sphere, and popular discursive sovereignty. Through a literature-based analysis, enriched by empirical case studies and textual analysis, the research delineates the varying democratic experiences under the Habibie, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), and Joko Widodo (Jokowi) administrations. The Habibie era witnessed a democratic resurgence, characterized by increased openness and the integration of public deliberation into policy-making. Conversely, the SBY period revealed democratic stagnation, attributed to high-cost politics, a restricted public sphere, and ineffective institutional oversight. The Jokowi era marked a further regression, evidenced by the suppression of dissent, the consolidation of oligarchic power, and the erosion of meaningful public discourse. These findings suggest a concerning trend towards democratic decline in Indonesia, signaling a potential return to authoritarian governance. This research offers a critical analysis of these trends, providing a framework for understanding the challenges facing Indonesian democracy and informing future policy considerations.
The Impact of Digital Entrepreneurship Courses and Motivation on Fostering a Green Entrepreneurial Spirit in Students' Perceptions Kesa, Deni Danial; Wu, Mingchang; Abdillah, Fauzi; Harjadi, Dikdik; Ningsih, Arum
International Journal of Educational Qualitative Quantitative Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Qualitative and Quantitative Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58418/ijeqqr.v3i2.120

Abstract

Digitalization and sustainability have become two essential pillars in shaping the entrepreneurial mindset of future generations, particularly among university students. Digital entrepreneurship education is increasingly relevant in preparing technology-driven entrepreneurs. Integrating sustainability values into higher education encourages students to become innovative green entrepreneurs. Through digital entrepreneurship courses and appropriate motivational support, students can develop businesses that are not only profitable but also environmentally responsible. This study aims to analyze the impact of digital entrepreneurship courses and motivation in fostering a green entrepreneurial spirit from students’ perceptions and explore motivational factors contributing to developing a green entrepreneurial spirit. The research employed a quantitative associative method through a survey approach. Data were analyzed using partial and simultaneous hypothesis testing. The participants included 400 students from various universities in Indonesia, Taiwan, the United States of America, and the United Kingdom. The findings indicate that both partially and simultaneously, digital entrepreneurship courses and motivation significantly influence the development of a green entrepreneurial spirit in students’ perceptions. In conclusion, integrating digital entrepreneurship education with a focus on sustainability, strengthened by strong student motivation, strategically contributes to shaping a new generation of entrepreneurs who are both technologically adept and socially responsible. The contributions of this study prove that instilling sustainability values in digital entrepreneurship education is a strategic approach to fostering environmentally responsible entrepreneurship in the digital era.
Empiema Necessitans Akibat Infeksi Tuberkulosis Yang Ditatalaksana Dengan Pembedahan: Laporan Kasus Dan Tinjauan Pustaka Dewi, Amelinda Fortuna; Abdillah, Fauzi; Utomo, Arif Prasetyo; Ismail, Darmawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.20068

Abstract

Empiema necessitans (EN) adalah konsekuensi yang sangat jarang terjadi dari infeksi pleura yang tidak diobati. Ini terjadi ketika empiema yang tidak diobati melalui pleura parietal dan membentuk abses di jaringan subkutis pada dinding dada. Respons segera diperlukan untuk menghindari morbiditas yang signifikan. Di sini kami sajikan seorang wanita berusia 51 tahun dengan pembengkakan lunak di dinding dada posterior kanan bawah. Rontgen dada dan Computed Tomography (CT) thorax menunjukkan adanya abses paru dan empiema necessitan di lobus inferior paru kanan, kami menemukan empiema intraoperatif. Pasien diobati dengan sayatan kecil dan drainase; namun, kondisinya tetap tidak terselesaikan. Perawatan dilanjutkan dengan dekortikasi torakotomi sebagai drainase dan debridemen jaringan yang terinfeksi serta eskalasi antibiotik. Selang dada dilepas dan pasien dipulangkan pada hari ke-5 pasca operasi setelah menunjukkan perbaikan klinis. Tes GeneXpert® telah dilakukan dan mengkonfirmasi bahwa M. tuberculosis adalah penyebabnya. EN jarang ditemukan sebagai satu-satunya infeksi pada paru-paru dan pleura. Diagnosis yang akurat berdasarkan temuan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang spesifik adalah penting untuk mencegah morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Manajemen yang efektif dari empiema necessitans melibatkan perawatan yang cepat dan akurat, seperti intervensi bedah dan eskalasi antibiotik.
Kartu Sadari Bullying: Media Pembelajaran dalam Mengembangkan Keadaban Kewarganegaraan Hambali; Hariyanti; Permady, Gigieh Cahya; Istianah, Anif; Abdillah, Fauzi
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v22i2.64926

Abstract

Descriptive qualitative design is used in this study to describe the understanding of students and teachers in schools about bullying, as well as the construction of bullying prevention ideas through bullying awareness card learning media. The location of the study was in Dumai, by interviewing several students and teachers in schools. The results of the study showed that (1) students and teachers have diverse understandings and perspectives on bullying; (2) the absence of learning media that supports the campaign and socialization of bullying behavior in schools so far. Preventive steps can be taken through bullying awareness card learning media which is a card game media that contains material on the concept, how to prevent and handle bullying in schools. This study recommends that schools use bullying awareness card learning media in integrated subjects with character education such as citizenship education, guidance and counseling and religious education. This is intended to develop students' civic virtue so that they become tolerant and compassionate citizens in diversity.
MENELISIK MORAL SOSIAL KEWARGANEGARAAN DALAM PERMAINAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Istianti, Tuti; Hamid, Solihin Ichas; Abdillah, Fauzi; ., Ulfah
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 1 No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.338 KB) | DOI: 10.21067/jmk.v1i2.1527

Abstract

Artikel ini berangkat dari asumsi bahwa pendidikan yang mengikutsertakan muatan moral sosial kewarganegaraaan harus dimulai sejak dini. Pendidikan Anak Usia Dini sebagai institusi yang secara operasional memberikan pelayanan pendidikan untuk segmentasi ini, perlu merumuskan secara programatik untuk menanamkan serta memupuk nilai dan perilaku yang terkonseptualisasikan dalam Moral Sosial Kewarganegaraan. Dengan menganalisis RPH, Observasi dan Wawancara terhadap guru, penelitian ini menelisik kesiapan infrastruktur dan suprastruktur implementasi konsep Moral Sosial Kewarganegaraan. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa secara infrastruktur dan suprastruktur di beberapa tempat penelitian sudah memenuhi syarat serta kualifikasi untuk pelaksanaan konsep ini. Dengan begitu, hasil penelitian pendahuluan ini berimplikasi pada perlu dilaksanakannya penelitian lanjutan berupa mendesain model serta melaksanakan eksperimentasi untuk melihat peningkatan pada hal-hal yang disasar.