Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

SATWALIAR BERKHASIAT OBAT BERDASARKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT SEKITAR EKOSISTEM GAMBUT TAHURA ORANG KAYO HITAM PROVINSI JAMBI Yoke Justitia; Novriyanti Novriyanti; Christine Wulandari; Dian Iswandaru
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.296 KB) | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14125

Abstract

Kerentanan yang terjadi di Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam (Tahura OKH) Provinsi Jambi memerlukan perhatian khusus dari berbagai lini kajian ilmiah, salah satunya dengan menggali kearifan lokal dan praktek tradisional masyarakat dalam memanifestasikan hubungannya dengan satwaliar. Kearifan lokal masyarakat adalah salah satu aspek sosial yang harus dipertimbangkan dalam melakukan restorasi hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis satwaliar yang berkhasiat obat berdasarkan pengetahuan masyarakat sekitar ekosistem gambut Tahura OKH. Penelitian ini dapat menjadi data dasar bagi pengelola dalam menerapkan berbagai strategi peningkatan pemulihan ekosistem Gambut. Sebanyak 2 desa yaitu Desa Seponjen dan Suak Kandis (lebih dikenal sebagai Kelurahan Tanjung) di Kecamatan Kumpeh Ilir Provinsi Jambi menjadi lokasi sampling pengumpulan data sepanjang September 2021. Data primer diperoleh dari 65 responden yang ditentukan secara purposive (yang bersedia menyediakan informasi berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya) melalui teknik wawancara terbuka. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian memverifikasi bahwa memang 48% masyarakat mengaku pernah dengan sengaja mengakses kawasan untuk mencari satwaliar. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan secara subsisten saja. Sementara berdasarkan pengetahuan masyarakat sekitar Tahura OKH ada 10 spesies satwaliar yang pernah dimanfaatkan sebagai obat secara turun temurun. Spesies satwa yang paling banyak dibicarakan berkhasiat oleh masyarakat ialah kalong (Pteropus sp.) sebagaimana juga sering ditemukan dalam berbagai hasil kajian etnozoologi lainnya.
BURUNG-BURUNG YANG BERPOTENSI SEBAGAI INDIKATOR PEMULIHAN EKOSISTEM GAMBUT DI TAMAN HUTAN RAYA ORANG KAYO HITAM PROVINSI JAMBI Anindya Nurfitri; Dian Iswandaru; Christine Wulandari; Novriyanti Novriyanti
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14123

Abstract

Upaya rehabilitasi perlu dilakukan terhadap ekosistem gambut yang terdegradasi. Burung dapat dijadikan indikator lingkungan terhadap keberhasilan rehabilitasi yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis burung-burung potensial sebagai indikator perbaikan lingkungan di Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam (Tahura OKH). Penelitian dilakukan di Tahura OKH pada blok rehabilitas PLN. Metode yang digunakan yaitu point count dan transek. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan status konservasi dan kelompok pakan. Sebanyak 25 spesies burung dari 17 famili ditemukan pada blok rehabilitasi. Burung dengan perjumpaan tertinggi yaitu merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), perenjak rawa (Prinia flaviventris), punai gading (Treron vernans), dan walet sapi (Collocalia esculenta), sedangkan paling jarang salah satunya adalah elang tikus (Elanus caeruleus). Kajian terhadap guild type mengindikasikan bahwa area gambut yang sedang direhabilitasi juga menjadi feeding ground. Kehadiran berbagai jenis burung berdasarkan kelompok pakannya di ekosistem gambut Tahura OKH mengindikasikan keberhasilan dalam upaya rehabilitasi pasca kebakaran
KERAGAMAN SPESIES TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT BERDASARKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA PENYANGGA EKOSISTEM GAMBUT TAHURA OKH PROVINSI JAMBI Dera Anggraini; Dian Iswandaru; Christine Wulandari; Novriyanti Novriyanti
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i3.14963

Abstract

Berbagai spesies tumbuhan sebenarnya telah dimanfaatkan oleh berbagai tipologi masyarakat di dunia karena diyakini dapat memelihara kesehatan dan meringankan bahkan mengobati berbagai masalah tubuh. Akan tetapi pengetahuan mengenai hal ini pada masyarakat yang tinggal di sekitar ekosistem gambut belum terdokumentasikan secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengulas keragaman spesies tumbuhan berkhasiat obat atau pemelihara kesehatan masyarakat sekitar gambut Tahura Orang Kayo Hitam (OKH). Salah satu desa di Tahura OKH Provinsi Jambi dipilih untuk diteliti dengan pemilihan responden secara purposive.  Data mengenai berbagai spesies tumbuhan berkhasiat obat atau pemelihara kesehatan, khasiat tiap spesies tumbuhan, bagian tubuh spesies tumbuhan yang sering digunakan, teknik pemanfaatan, dan intensitas penggunaannya digali melalui wawancara terbuka dengan panduan kuisioner. Temuan penelitian menunjukkan sebanyak 31 spesies tumbuhan digunakan masyarakat untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan. Masalah kesehatan yang paling banyak diobati menggunakan tumbuhan diantaranya ialah tekanan darah tinggi (hipertensi), nyeri kaku pada sendi, radang sendi, dan demam. Spesies yang paling banyak disebut bermanfaat berdasarkan pengetahuan masyarakat ialah kunyit (Curcuma longa). Selain itu ada pula sirsak (Annona muricata), duku (Lansium domesticum), kumis kucing (Orthosiphon aristatus), dan jahe merah (Zingiber officinale).
KORELASI KARAKTERISTIK DAN LEVEL PERSEPSI MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN EKOSISTEM GAMBUT DI TAHURA ORANG KAYO HITAM (OKH) Agustin, Yuli; Wulandari, Christine; Iswandaru, Dian; Novriyanti, Novriyanti; Prasetia, Hendra
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 2 Edisi Juni 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i2.19771

Abstract

Salah satu ekosistem gambut yang menjadi kawasan konservasi adalah Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam (Tahura OKH). Keberadaan Tahura ini sangat penting bagi kawasan sekitarnya, meski saat ini tingkat degradasi lahan gambut semakin mengkhawatirkan dan berdampak negatif terhadap fungsi hutan. Salah satu upaya pengendalian kerusakan hutan adalah dengan meningkatkan peran masyarakat lokal dalam mendukung kelestarian ekosistem OKH Tahura. Persepsi mereka terhadap hutan sangat penting untuk diketahui karena akan mempengaruhi peran mereka dalam mempertahankan fungsi dan manfaat hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem gambut di Tahura OKH. Penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2022 di Desa Jebus, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner yang berisi persepsi masyarakat tentang karakteristik dan manfaat lahan gambut. Data hasil kuesioner diolah dengan menggunakan skala Likert dan dianalisis korelasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara karakteristik dengan persepsi masyarakat tentang status dan kondisi gambut yaitu pada indikator pendapatan dengan nilai sigifikansi sebesar 0,004. Sedangkan untuk karakteristik dan persepsi masyarakat tentang pengelolaan gambut secara lestari tidak ada yang berkorelasi.