Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Kreativitas Peserta Didik Dalam Pembelajaran IPS di SMP Negeri 17 Kota Bandung. Rasyid, Yusmalia Raisha; Wiyanarti, Erlina; Holilah, Mina
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 16 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13766515

Abstract

Dalam menghadapi perubahan pendidikan abad-21, tantangan pendidikan mengalami perubahan model pembelajaran tradisional ke model pembelajaran yang lebih terbuka dan kreatif. Model project based learning muncul sebagai model pembelajaran yang mampu mencetuskan perubahan tersebut dengan fokus pada pengembangan kreativitas sebagai salah satu contoh dalam ketrampilan abad-21. Melalui penerapan model project based learning, pendidikan memiliki potensi untuk menghasilkan peserta didik yang tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi ketrampilan kreatif yang dibutuhkan untuk di masa mendatang. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh model project based learning terhadap kreativitas peserta didik dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 17 Kota Bandung, dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif metode quasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group design. Hasil penelitian ini diolah menggunakan bantuan IBM SPSS Statistic Versi 25 dengan teknik analisis data yang dilakukan untuk menguji hipotesis yaitu dengan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney U. Hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat pengaruh model project based learning terhadap kreativitas peserta didik di kelas eksperimen dalam pembelajaran IPS (0,000 < 0,05), lalu terdapat pengaruh model problem based learning terhadap kreativitas peserta didik di kelas kontrol dalam pembelajaran IPS (0,000 < 0,05) serta tidak terdapat pengaruh model project based learning di kelas eksperimen dengan model problem based learning di kelas kontrol terhadap kreativitas peserta didik dalam pembelajaran IPS (0,355 > 0,05).
The Insecurities: Fenomena Konsep Diri Akibat Pola Asuuh Orang Tua Majazeta Yusrina, Kamila; Aliffah, Najmii Ula; Holilah, Mina
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i1.1181

Abstract

Latar Belakang : Pola asuh orang tua dalam keluarga berarti kebiasaan orang tua, ayah dan atau ibu, dalam memimpin, mengasuh dan membimbing anak dalam keluarga Pada penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua dapat berpengaruh terhadap kepercayaan diri seorang anak. Sehingga orang tua perlu memperhatikan dan menerapkan pola asuh yang tepat kepada anaknya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena konsep diri akibat pola asuh orang tua serta mengidentifikasi hal-hal yang menjadi faktor pemicu terjadina insecure di kalangan remaja.   Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, sumber, dan cara. Hasil: Dukungan dari orang tua berpengaruh terhadap kepercayaan diri untuk menunjukan kemampuan yang dimiliki di hadapan orang lain. Dan orang tua yang selalu mengajarkan untuk bersyukur terhadap kelebihan dan kekurangan yang dimiliki diri sendiri memberikan pengaruh lebih untuk meminimalisir tumbuhnya rasa insecure Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua dapat berpengaruh terhadap kepercayaan diri seorang anak. Sehingga orang tua perlu memperhatikan dan menerapkan pola asuh yang tepat kepada anaknya.
PERSEPSI PESERTA DIDIK SMP KELAS VII TERHADAP PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS Salira, Ade Budhi; Logayah, Dina Siti; Holilah, Mina; Rakhman, M. Arief; Tianti, Tri; Darmawan, Rizal Akbar; Kirani, Kirani
Jurnal Ilmiah WUNY Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jwuny.v5i2.64955

Abstract

Penggunaan augmented reality marak digunakan dalam dunia pendidikan sebagai media pembelajaran hal tersebut dapat membantu dalam meningkatkan proses pembelajaran dan minat belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini membahas mengenai persepsi peserta didik setelah menggunakan aplikasi augmented reality dismus selama pembelajaran berlangsung. Metode penelitian memakai deskriptif kuantitatif. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah satu kelas di setiap sekolah partisipan yaitu kelas VII-6 (SMP Negeri 51 Bandung), VII-H (SMP Negeri 13 Bandung), VII-C (SMP Labschool UPI) atau setara 80 orang dengan pengambilan data menggunakan angket yang disebar setelah proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian ini menunjukkan indikator ke pertama hingga terakhir rata-rata peserta didik menjawab setuju sebanyak 55% dan berada pada kategori tinggi sedangkan pada kategori sedang dengan persentase 38% ialah menjawab sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa augmented reality dismus dapat menjadi media pembelajaran IPS pada materi peninggalan kerajaan Hindu-Budha yang menarik dan inovatif.
The Effectiveness of the Value Clarification Technique (VCT) Learning Model As An Effort To Internalization Entrepreneur Values at Alfa Centauri Junior High School Islahi, Ridho Mujahid; Ratmaningsih, Neiny; Holilah, Mina
Jurnal Inovasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 4 (2025): Business Innovation and Entrepreneurship Journal (November)
Publisher : Entrepreneurship Faculty, Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/biej.v7i4.1157

Abstract

This study examines the effectiveness of the Value Clarification Technique (VCT) learning model in internalizing entrepreneurial character values among students at Alfa Centauri Junior High School. VCT was implemented to strengthen students’ awareness of seven core values through reflective discussion, value-based decision-making, and consistent practice in learning activities. A quantitative method was employed using pretest–posttest assessments and observations involving a sufficient number of student respondents. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank test to determine overall effectiveness and N-Gain analysis to measure improvement levels. The results showed a significant increase in students’ understanding and application of entrepreneurial values, with the most notable progress occurring among students with moderate initial value comprehension. Behavioral indicators such as discipline, politeness, and helpfulness also showed improvement. Overall, the study concludes that VCT is effective in enhancing entrepreneurial value internalization, although longer and continuous implementation is required for stronger behavioral impact.
The Effect of Digital Media on Pangadereng Values to Improve Students' Digital Ethnopedagogy Hasni, Hasni; Syukur, Muhammad; Bahri, Bahri; Dewi, Shabrina Syntha; Holilah, Mina; Adrian, Nour Muhammad
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 6 No. 1 (2025): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijsl.v6i1.519

Abstract

This study stems from the importance of preserving local cultural values in the digital age, particularly in social studies learning, through technology based innovations that support the internalization of Pangadereng values. This study aims to examine the influence of digital media on the transformation and internalization of Pangadereng values (Ade', Bicara, Rapang, Wari', and Sara') in order to improve the digital ethnopedagogy of junior high school students. This study used mixed methods with an exploratory sequential design, including in-depth interviews, participatory observation, and questionnaires. Qualitative data were analyzed thematically, while quantitative data were processed using descriptive statistics and simple linear regression. The findings show that digital media significantly improves students' understanding of Pangadereng values and correlates positively with an increase in digital ethnopedagogy, contributing 38%. Ade' and Sara' show the highest level of internalization, while Bicara’, Rapang’, and Wari' require more innovative and context based pedagogical strategies.