Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran dengan Program Autoplay untuk Guru-Guru SMPN 2 Balen Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Rosyida, Fatiya; Rohmah Adi, Khofifatu
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Junior high school teachers have a responsibility to improve the quality of learning. Improving the quality of learning is accompanied by the demands of the times. In the 21st century, information technology is growing rapidly. Therefore, they have to foster their knowledge. The problem in SMPN 2 Balen is most teachers have not used the learning media. Though learning media have the power in transferring information. One of the IT-based media that can be used in learning is autoplay. Learning media with autoplay will make the learning process interesting so that students can be motivated in learning. This is because the program can display text, images, sound and video. Seeing the problems described above, it is necessary to do activities that can improve the ability of teachers in developing and utilizing IT-based learning media, through training of making learning media with autoplay program. This devotion activity aims to help teachers SMPN 2 Balen in improving the quality of learning, especially related to the pedagogical competence of teachers about knowledge and skills in developing and applying media learning with Autoplay program. Training is conducted for 6 months divided into three stages: (1) planning stage, (2) stage of implementation, (3) evaluation phase. Results from activities in the form of learning media products with autoplay program. Guru SMP memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran disertai dengan tuntutan perkembangan zaman. Pada abad 21 ini, teknologi informasi berkembang secara cepat. Oleh sebab itu, guru sebagai pendidik perlu mengikuti perkembangan zaman. Permasalahan yang muncul di SMPN 2 Balen adalah guru belum sepenuhnya memanfaatkan media pembelajaran. Padahal media pembelajaran memiliki kekuatan dalam mentransfer informasi. Salah satu media berbasis IT yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah autoplay. Media pembelajaran dengan autoplayakan membuat proses pembelajaran menjadi menarik sehingga siswa dapat termotivasi dalam belajar. Hal ini dikarenakan program ini dapat menampilkan teks, gambar, suara dan juga video. Melihat permasalahan yang diuraikan diatas, perlu dilakukan kegiatan yang mampu meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis IT, melalui pelatihan pembuatan media pembelajaran dengan program autoplay. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu guru-guru SMPN 2 Balen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya terkait dengan kompetensi pedagogik guru tentang pengetahuan dan ketrampilan dalam mengembangkan serta mengaplikasikan media pembelajaran dengan program autoplay. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 6 bulan yang terbagi dalam tiga tahap yaitu: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap refleksi. Hasil dari kegiatan berupa produk media pembelajaran dengan program autoplay
OPTIMALISASI VARIAN DAN BRANDING PRODUK HASIL INDUSTRI TAHU DI KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO Adi, Khofifatu Rohmah; Idris, Idris; Rosyida, Fatiya; Rapita, Desinta Dwi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OPTIMIZATION OF VARIETY AND BRANDING OF TOFU INDUSTRY PRODUCTS IN BALEN DISTRICT, BOJONEGORO REGENCY Hal penting yang dapat dipetik dari krisis ekonomi 1997 yang menghampiri Indonesia adalahbahwa industri kecil memiliki kemampuan bertahan. Industri kecil juga merupakan wujud dariekonomi kerakyatan. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh industri kecil ini mendorongadanya kebijakan yang dapat menguatkannya. Kemampuan pelaku industri kecil dalam bersaingdi era seperti saat ini sangat penting untuk dimiliki. Upaya-upaya untuk pengembangan industrikecil sangat diperlukan. Permasalahan yang sering terjadi adalah pelaku industri kecil memilikipengetahuan yang kurang akan strategi-strategi untuk mengembangkan usaha mereka. salahsatu industri yang banyak digeluti masyarakat di Desa Kabunan adalah industri tahu. Industri tahuyang ada di desa ini masih memiliki jumlah variasi yang terbatas dan belum memliki namadagang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang variasi produk tahu, danmemperluas wawasan tentang branding produk. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalampengabdian ini adalah persiapan yang dilakukan untuk menganalisis situasi dan kebutuhan,pelaksanaan, dan evaluasi program. Kegiatan ini berjalan dengan baik sebagaimana ditunjukkanpada angket bahwa 95 persen peserta merasa senang dengan adanya kegiatan sosialisasi ini,90 persen peserta puas dengan materi yang disampaikan, dan 90 persen peserta menyatakanmateri yang disampaikan menarik. The important thing that can be learned from the 1997 economic crisis that hit Indonesia is thatsmall industries have the ability to survive. Small industries are also a manifestation of theEkonomi Kerakyatan. The advantages possessed by this small industry encourage policies thatcan strengthen it. The ability of small industrial players to compete in this era. Efforts for thedevelopment of small industries are needed. The problem that often occurs is that they have lessknowledge of business development strategies. One of the industries that many people areinvolved in, especially in Kabunan Village, is the tofu industry. The tofu industry in this village stillhas a limited number of variations and does not yet have a brand. The implementation methodcarried out in this service is the preparation made to analyse the situation and needs,implementation, and evaluation of the program. This activity was carried out well. This can beseen from the results of the questionnaire answer that 95 percent of the participants were happywith this socialization, 90 percent were satisfied with the material presented, and 90 percentstated that the material presented was interesting.
Pola Interaksi Guru Dan Peserta Didik Dalam Pembelajaran Jarak Jauh Aliyun Ula Walahum Yahzanun; Khofifatu Rohmah Adi; Agung Wiradimadja
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9634

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas tentang pola interaksi guru dan peserta didik dalam pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19 di SMPN 15 Malang. Implementasi pembelajaran jarak jauh mata pelajaran IPS dilakukan secara sinkronus dan asinkronus dengan beragam aplikasi penunjang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di SMPN 15 Malang dan mendeskripsikan pola interaksi  beserta gambaran pelaksanaan interaksi edukatif saat pembelajaran jarak jauh di SMPN 15 Malang. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif, dengan melalui beberapa teknik pengumpulan data diantaranya observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan daring sinkronus dilaksanakan dengan cara tatap maya secara langsung menggunakan aplikasi gabungan Google Meet dan Zoom dengan pemberian tugas melalui aplikasi Quipper School.Penggunaan aplikasi Quipper School juga ditujukan untuk pelaksanaan daring asinkronus dengan kegiatan berupa pemberian tugas membaca dan mengerjakan soal secara terstruktur.Dalam proses pembelajaran jarak jauh ini tetap mengakomodir interaksi guru dengan peserta didik. Pola interaksi yang terjadi ada dua pola ialah interaksi satu arah dan dua arah antar guru dengan peserta didik. Pada pelaksanaannya ternyata ditemukan beberapa kelemahan interaksi dalam proses pembelajaran, diantaranya: tidak ada diskusi antar peserta didik selama belajar sinkronus karena keterbatasan aplikasi yang digunakan dan waktu pembelajaran terlalu singkat sehingga tidak memungkinkan aktifitas diskusi antar peserta didik. Kata Kunci: IPS, Pembelajaran Jarak Jauh, Pola Interaksi  Abstract: This article discusses the interaction patterns of teachers and students in distance learning during the Covid-19 pandemic at SMPN 15 Malang. The implementation of distance learning for social studies subjects is carried out synchronously and asynchronously with various supporting applications. The purpose of this study is to explain the implementation of distance learning at SMPN 15 Malang and describe the pattern of interaction along with a description of the implementation of educative interactions during distance learning at SMPN 15 Malang. The approach used in this study is a descriptive qualitative approach, through several data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results showed that the synchronous online implementation was carried out in a virtual face-to-face manner using a combined application of Google Meet and Zoom by giving assignments through the Quipper School application. In this distance learning process, it still accommodates teacher-student interactions. There are two patterns of interaction, namely one-way and two-way interactions between teachers and students. In its implementation, it turned out that several interactions were found in the learning process, including: there was no discussion between students during synchronous learning because of the limitations of the application used and the learning time was too short so that it did not allow discussion activities between students.Keywords: Distance Learning, Interaction Pattern, Social Science