p-Index From 2021 - 2026
7.499
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Jurnal Ilmiah Peuradeun al-Uqud : Journal of Islamic Economics J-EBIS (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam) Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Journal of Humanities and Social Studies JURNAL MANAJEMEN BISNIS Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-undangan, Ekonomi Islam BALANCE: Economic, Business, Management and Accounting Journal SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam Tasharruf: Journal Economics and Business of Islam RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Journal of Sharia Economics Journal La Sociale Ilomata International Journal of Social Science Bima Journal : Business, Management and Accounting Journal International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Islamiconomic: Jurnal Ekonomi Islam Al-Tijary : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Journal of Islamic Economics Lariba Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Journal of Social Commerce Moneter : Jurnal Keuangan dan Perbankan Regress: Journal of Economics & Management Innovative: Journal Of Social Science Research IIJSE Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Journal of Visionary Sharia Economy (JOVISHE)
Claim Missing Document
Check
Articles

Utilization of technology as a strategic tool for developing BPRS in North Sumatra in the digital era Yanti, Tri Auri; Sugianto, Sugianto; Ramadhan, Muhammad; Yafiz, Muhammad
al-Uqud : Journal of Islamic Economics Vol. 9 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/al-uqud.v9n1.p110-127

Abstract

This study examines the use of technology as a development strategy for Islamic Rural Banks (BPRS) in North Sumatra in the context of the digital era. Employing a qualitative approach, it explores the adoption of digital tools—including mobile banking, management information systems, and digital payment platforms—by six BPRS operating in the region. The findings reveal that while several BPRS have initiated digital transformation through the implementation of mobile banking applications, digital risk management systems, and integration with Islamic fintech, the extent of adoption varies significantly, largely influenced by each bank’s financial capacity and strategic orientation. Other institutions remain in the early stages of digital development. Despite these initial efforts, major challenges persist, including inadequate technological infrastructure, limited capital, and a shortage of skilled human resources. Furthermore, collaboration with fintech companies and the application of digital marketing strategies remain underutilized. This study underscores the need to strengthen technological infrastructure, enhance capital capacity, and invest in human resource development to improve the competitiveness of BPRS in an increasingly competitive Islamic finance landscape. The findings offer practical insights for BPRS management in formulating technology-driven development strategies and promoting financial literacy within North Sumatra's communities.
Redefinisi Hak Milik dalam Ekonomi Islam: Kritik Filosofis terhadap Absolutisme Kepemilikan Hasibuan, Faisal Umardani; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5988

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguraikan konsep dari kerangka deskripsi tentang pembahasan harta dan kepemilikan dalam perspektif filsafat ekonomi Islam. Dengan berfokus pada penekanan dari definisi bahwa harta merupakan amanah ilahi yang bersifat relatif dan terbatas, bukan kepemilikan mutlak. Metode penelitian yang dilakukan cenderung mengandalkan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis teks primer, yaitu Al Qur’an, Hadis, dan literatur fiqh klasik, serta kajian pustaka yang detail dan mendalam. Pembahasan mencakup pengertian harta sebagai segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi dan dimiliki oleh manusia, bentuk-bentuk kepemilikan yang diantaranya memiliki makna al-milk at-tamm (sempurna), al-milk an-naqish (tidak sempurna) termasuk al-ain dan al-manfa'ah, serta sebab-sebab sah kepemilikan yaitu ihrazul mubahat, al-uqud, al-khalafiyah, dan al-tawallud minal mamluk. Teknik analisa menggunakan metode hermeneutika filosofis digunakan pada penelitian ini didalam mengurai konsep harta, bentuk kepemilikan sempurna, serta penyebab penguasaan barang, perjanjian, waris, dan pertumbuhan dari harta kepemilikan. Filosofi utamanya menolak absolutisme kapitalis dan kolektivisme sosialis, dengan prinsip keseimbangan yang jelas antara hak individu dan kemaslahatan sosial melalui zakat, infak, dan wakaf. Islam mengajarkan prinsip pengelolaan harta tidak terlepas dari suatubentuk kegiatan ibadah untuk keadilan distributif dan falah lahir batin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa islam mengakui kepemilikan individu namun menolak sifat mutlaknya dengan mewajibkan fungsi sosial melalui zakat, infak, dan wakaf, sehingga menciptakan keseimbangan antara hak pribadi, keadilan distributif, dan kemaslahatan umum yang berorientasi pada tauhid dan falah.
Analisis Ekonomi Islam Terhadap Upah dan Kesejahteraan Pekerja Indonesia Harahap, Ira Damayanti; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6207

Abstract

Agama Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha mencapai kehidupan yang seimbang antara kesejahteraan dunia dan akhirat, termasuk dalam aspek ekonomi dan ketenagakerjaan. Islam memberikan pedoman komprehensif mengenai hubungan antara pekerja dan pemberi kerja yang menekankan prinsip keadilan, kemaslahatan, serta penghargaan terhadap hak-hak tenaga kerja. Dalam perspektif Islam, tenaga kerja memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial, sehingga pekerja berhak memperoleh upah yang adil sesuai dengan jasa, kemampuan, dan usaha yang telah diberikan. Prinsip utama yang mendasari konsep ketenagakerjaan dalam Islam meliputi keadilan (al-‘adl), tanggung jawab, serta perlindungan terhadap hak-hak pekerja. Islam melarang segala bentuk ketidakadilan dalam hubungan kerja, seperti pemberian upah yang tidak sesuai, eksploitasi tenaga kerja, pemaksaan kerja tanpa kompensasi yang layak, serta penyalahgunaan kekuasaan oleh pemberi kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen terkait yang relevan dengan konsep ketenagakerjaan dalam Islam. Metode ini bertujuan untuk menguji keabsahan suatu pengetahuan serta memecahkan permasalahan berdasarkan fakta empiris dan kajian ilmiah yang telah ada. Melalui pendekatan ini, penelitian berupaya memberikan pemahaman yang mendalam mengenai prinsip-prinsip ketenagakerjaan dalam Islam serta relevansinya dalam praktik hubungan kerja modern. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam menciptakan sistem ketenagakerjaan yang adil, manusiawi, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.  
Konsep Kepemilikan Harta dalam Pemikiran Ekonomi Islam dan Implikasinya terhadap Sumber Daya Publik di Era Modern Sari, Melia; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6210

Abstract

Pengelolaan sumber daya publik di era modern menghadapi berbagai tantangan, seperti ketimpangan ekonomi, konsentrasi penguasaan sumber daya pada kelompok tertentu, serta meningkatnya praktik privatisasi yang berpotensi mengurangi akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Kondisi tersebut menuntut adanya kerangka konseptual alternatif yang mampu mengintegrasikan efisiensi ekonomi dengan prinsip keadilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemilikan harta dalam pemikiran ekonomi Islam serta implikasinya terhadap pengelolaan sumber daya publik di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis-hadis shahih, literatur ekonomi Islam, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis yang disajikan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi Islam memandang kepemilikan harta sebagai amanah dari Allah SWT yang penggunaannya dibatasi oleh prinsip keadilan, kemaslahatan, dan tanggung jawab sosial. Dalam perspektif ekonomi Islam, sumber daya publik dikategorikan sebagai kepemilikan umum yang pengelolaannya menjadi tanggung jawab negara sebagai pengelola amanah masyarakat. Negara tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai pelindung kepentingan publik agar pemanfaatan sumber daya dapat dilakukan secara adil, merata, dan berkelanjutan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konsep kepemilikan dalam ekonomi Islam dapat menjadi kerangka analitis yang relevan dalam mengevaluasi kebijakan pengelolaan sumber daya publik yang berorientasi pada keadilan distributif, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan pembangunan
Optimalisasi Distribusi Zakat di Era Digital dalam Perspektif Ekonomi Islam Gea, Titi Inri Ani; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6211

Abstract

Distribusi zakat memiliki peran strategis dalam mewujudkan keadilan sosial dan peningkatan kesejahteraan umat dalam sistem ekonomi Islam. Zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah individual, tetapi juga sebagai mekanisme distribusi kekayaan yang bertujuan mengurangi kesenjangan sosial dan memberdayakan mustahik secara berkelanjutan. Perkembangan teknologi digital pada era modern membuka peluang besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan serta distribusi zakat melalui pemanfaatan sistem informasi yang terintegrasi, pengelolaan basis data mustahik yang lebih akurat, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas lembaga pengelola zakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah, regulasi, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan distribusi zakat, digitalisasi pengelolaan zakat, dan konsep maqāṣid al-sharī‘ah. Hasil kajian menunjukkan bahwa optimalisasi distribusi zakat di era digital tidak hanya berkaitan dengan aspek efisiensi teknis dan administratif, tetapi juga menekankan pada ketepatan sasaran penerima, keberlanjutan manfaat ekonomi dan sosial, serta kesesuaian dengan prinsip-prinsip syariah. Studi konseptual terhadap praktik pengelolaan zakat oleh BAZNAS menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi mampu mendukung distribusi zakat yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, implementasi digitalisasi zakat masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta risiko keamanan dan perlindungan data. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem digital zakat, peningkatan literasi digital masyarakat, pengembangan profesionalisme amil zakat, serta integrasi digitalisasi dengan prinsip maqāṣid al-sharī‘ah guna mewujudkan distribusi zakat yang optimal dan berdampak transformasional bagi kesejahteraan mustahik.  
Pemikiran Ekonomi Islam Tentang Larangan Ihtikar (Penimbunan), Kelangkaan Barang, dan Dampaknya terhadap Stabilitas Harga di Pasar Modern Nasution, Eza Okhy Awalia Br; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6212

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran ekonomi Islam mengenai larangan praktik ihtikar (penimbunan barang), fenomena kelangkaan barang, serta dampaknya terhadap stabilitas harga dalam pasar modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan. Data penelitian diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur’an dan Hadis yang menjadi landasan normatif dalam ekonomi Islam, serta sumber sekunder berupa kitab-kitab pemikiran ekonomi Islam klasik dan kontemporer, buku ekonomi syariah, serta jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik ihtikar merupakan bentuk distorsi pasar yang dilarang dalam ekonomi Islam karena dapat menyebabkan kelangkaan barang secara tidak alami, memicu ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, serta mendorong kenaikan harga secara tidak wajar. Larangan ihtikar dalam Islam bertujuan untuk menjaga prinsip keadilan ekonomi, menjamin kelancaran distribusi barang, dan menciptakan stabilitas harga yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Selain itu, ekonomi Islam menekankan pentingnya terciptanya mekanisme pasar yang sehat dan transparan, serta menegaskan peran negara dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pasar guna mencegah praktik penimbunan dan manipulasi harga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip-prinsip ekonomi Islam memiliki relevansi yang kuat dalam menghadapi dinamika pasar modern, khususnya dalam mengatasi praktik monopoli, penimbunan barang, dan ketidakstabilan harga. Implementasi nilai-nilai ekonomi Islam dapat menjadi alternatif solusi dalam menciptakan sistem pasar yang adil, stabil, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar Rupiah, BI Rate, dan Tingkat Inflasi terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia Cahyadi, Rahmad; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6309

Abstract

Pasar modal syariah memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia sebagai sarana investasi yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah. Salah satu indikator utama kinerja pasar modal syariah adalah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), yang pergerakannya dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar, nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, dan BI Rate terhadap pergerakan ISSI pada periode 2020–2025, yaitu fase pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19 yang ditandai oleh dinamika kebijakan moneter dan fluktuasi ekonomi global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series bulanan yang bersumber dari Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil estimasi menunjukkan bahwa secara simultan variabel makroekonomi berpengaruh signifikan terhadap ISSI. Secara parsial, jumlah uang beredar berpengaruh positif dan signifikan terhadap ISSI, sedangkan nilai tukar rupiah dan BI Rate berpengaruh negatif dan signifikan. Tingkat inflasi menunjukkan pengaruh positif namun relatif lemah. Selain itu, ISSI periode sebelumnya memiliki pengaruh positif yang signifikan, mengindikasikan adanya efek lag dalam pergerakan indeks. Model regresi telah memenuhi asumsi klasik, sehingga hasil estimasi dapat diinterpretasikan secara valid. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya stabilitas makroekonomi, khususnya likuiditas moneter, nilai tukar, dan kebijakan suku bunga, dalam menjaga kinerja pasar modal syariah. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor syariah, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam memahami dinamika pasar saham syariah di Indonesia.
THE ROLE OF REVELATION AND REASON IN CONSTRUCTING ISLAMIC ECONOMIC RATIONALITY AMID OF THE MODERN ECONOMY Hendarti, Ricca; Yafiz, Muhammad
Journal of Sharia Economics Vol. 7 No. 1 (2026): Islamic Economics
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v7i1.9575

Abstract

Economic rationality in modern economics is generally constructed upon instrumental rationality that emphasizes efficiency and the maximization of individual self-interest in economic decision-making. While this approach has proven effective in promoting economic growth, it tends to marginalize normative values, ethical considerations, and social responsibility. In this context, Islamic economics offers an alternative perspective through the integration of revelation (wahy) and reason (‘aql) as the foundation of economic rationality. This article aims to examine and construct the concept of Islamic economic rationality based on the integration of revelation and reason within the framework of modern economic challenges. This study employs a qualitative approach with a conceptual–philosophical research design based on a literature review of relevant books and scholarly journal articles. The findings indicate that Islamic economic rationality does not position reason as an autonomous authority, but rather situates it within the normative framework established by revelation. Revelation provides moral direction and normative boundaries for economic activity, while reason functions to operationalize these values rationally and contextually. The integration of revelation and reason produces a form of economic rationality that is not only technically efficient but also morally oriented and committed to justice and social well-being. This study affirms that Islamic economic rationality represents an effort to reconstruct economic rationality so that it remains aligned with ethical values and humanistic objectives, making it conceptually relevant in responding to the complexities of modern economic systems.
WORK PRODUCTIVITY FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC ECONOMIC PHILOSOPHY Hasanah, Uswah; Yafiz, Muhammad
Journal of Sharia Economics Vol. 7 No. 1 (2026): Islamic Economics
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v7i1.9657

Abstract

This study aims to examine the philosophical implications of work productivity in human life, which is closely related to time management, responsibility, and the quality of good deeds. This study uses a qualitative approach with library research. This approach was chosen because the research focuses on conceptual and philosophical studies of work productivity from an Islamic perspective. The results show that work productivity is not only understood as the ability to produce maximum output, but also as a form of devotion to Allah SWT. Islam views work as worship when it is based on sincere intentions, carried out in a legal manner, and aims to benefit oneself and society. Islamic philosophical values such as monotheism, trustworthiness, ihsan, and justice are the main foundations for building a productive and sustainable work ethic. The concept of work in Islam emphasizes a balance between material and spiritual aspects, so that productivity is not solely measured by economic results but also by the moral values and blessings generated. Thus, Islamic philosophy offers a paradigm of work productivity that is holistic, humanistic, and oriented towards happiness in this world and the hereafter.
PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN ETIKA BISNIS ISLAM TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN UMKM KULINER DI KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Nasution, Nur Azizah; Yafiz, Muhammad; Jannah, Nurul
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (On Proses)
Publisher : Program Studi Manajemen Pemerintahan dan Keuangan Daerah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmk.v15i03.59221

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial dan etika bisnis Islam terhadap peningkatan penjualan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 2.300 pelaku UMKM kuliner, sedangkan sampel sebanyak 96 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dan etika bisnis Islam berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penjualan UMKM kuliner, baik secara parsial maupun simultan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,500 menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan 50% variasi peningkatan penjualan UMKM kuliner, sedangkan 50% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa optimalisasi pemanfaatan media sosial yang didukung oleh penerapan prinsip-prinsip etika bisnis Islam, seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan transparansi, berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong peningkatan penjualan UMKM. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa transformasi pemasaran digital yang selaras dengan nilai-nilai etika bisnis Islam dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM kuliner di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kata Kunci: Media Sosial, Etika Bisnis Islam, Peningkatan Penjualan, UMKM Kuliner
Co-Authors Adela Putri, Sania Affandi, Faisal Aini, Rija Amanda, Feby Aulia AMELIA, MAYA Annisa, Wan Nurul Fatin Aqwa Naser Daulay Arnida Wahyuni Lubis Atiqah, Siti Nurul Azhari Akmal Tarigan Azzahara, Revika Viola Batubara, Maryam Batubara, Yennika Bi Rahmani, Nur Ahmadi Cahyadi, Rahmad Cahyanti, Sri Cynthiasari, Vina Desmadi Saharuddin, Desmadi Dharma, Budi Dina Marni EKA FADHILA Gea, Titi Inri Ani Habibi, Adnan Harahap, Ira Damayanti Harahap, Muhammad Ikhsan Hasfizetty, Idzni Hasibuan, Faisal Umardani Hutabarat, Sauril Rahmadi Ismail Isnaini Harahap Kamal Rokan, Musthapa Kamilah, Kamilah Khinaya, Mutiara Lenny Rakhmawati, Ricca Hendarti, Luis, Muhammad Manurung, Nurlatifah Marliyah Marliyah, Marliyah Melia Sari, Melia Mubarok, Ibnu Rizal Muhammad Arif Muhammad Ramadhan Nasution, Amalia Nasution, Eza Okhy Awalia Br Nasution, Hairatunnisa Nasution, Muhammad Irwan Padli Nasution, Nur Azizah Nasution, Sariati Nasution, Yasir Nawir Yuslem, Nawir Ningrum, Laila Dwi Noor, Atikah Nuri Aslami Nurul Jannah Padang, Abdul Muin Akmal Prasektiyo, Agung Puteh, Anwar Putri Agustina Qarni, Waizul Rahmani, Nur Ahmadi Bi Ritonga, Mirwansyah Saparuddin Siregar Saragih, Murniati Arinda Sarmiana Batubara Selayan, Asyaadatun Nazila Septiani, Bella Virnadya Shofia, Putri Anis Sugianto Sugianto Sukiman Sukiman Syahputri, Rima Rizki Syarbaini, Ahmad Muhaisin B. Tanjung, Rizki Ramadhan Tuti Anggraini Uswah Hasanah Wahyu Syarvina Winarsih, Safitri Yanti, Tri Auri YENNI SAMRI JULIATI NASUTION, YENNI SAMRI JULIATI Yuni, Ika Darma Zainur, Zainur