Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KURIKULUM MERDEKA: IMPLEMENTASI DI KELAS 1 SEKOLAH DASAR Fildza Malahati Fildza; Arif Faisal Fathin; Nais Feronika; Alfiatu Rohmaniyah; Hakiki; Laelatul Badriah
Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jpdf.v4i2.975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kurikulum merdeka di kelas 1 SDN Babarsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SDN Babarsari. Informan penelitian ini adalah guru kelas 1. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semiterstruktur. Selanjutnya Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengimplementasiaan kurikulum merdeka di SDN Babarsari terdiri dari 3 bagian. Pertama, pembelajaran ditekankan pada materi esensi. Dalam hal ini guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendalami materi pembelajaran secara optimal dan tidak terburu-buru. Kedua, pengembangan karakter melalui projek pancasila. Dalam hal ini guru memberikan penugasan kepada siswa dalam bentuk projek dan dikaitkan dengan salah satu karakter dalam profil pancasila. Ketiga, guru diberikan kebebasan dalam merancang, mengatur, dan mengelola kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini guru merupakan orang yang paling tahu karakteristik peserta didiknya, maka guru harus mendesain pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sehingga disini guru berperan sebagai fasilitator.
STRENGTHENING COMMUNITY CHARACTER AND LITERATURE IN HANDLING STUNTING THROUGH VILLAGE DIGITALIZATION IN GUWOSARI SUB-DISTRICT An-Nisa Apriani; Kana Safrina Rouzi; Mufida Awalia Putri; Yhona Paratmanitya; Defia Ifsantin Maula; Endi Rohaendy; Sukati Sukati; Laelatul Badriah; Dadang Heksaputra; Rizky Saputri
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jwd.v5i2.233

Abstract

TPA cadres' understanding toward the role of Quran literacy, Living Values Education Program (LVEP), business & economy and literacy digitization in stunting handling is still inadequate. Strengthening their literacy in handling stunting is needed to prevent stunting problems in the TPA environment. This community service activities aim to increase the understanding of TPA cadres pertainin the Quran literacy, LVEP, business, economics, and digitalization as one of the programs to strengthen community literacy in stunting control. The main activity of the workshop is in the form of training using the lecture method, question and answer, and discussion. The community service activities are carried out through three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The participation and enthusiasm of the TPA cadres in the activity was very good, the partner group contributed actively in the workshops on strengthening community character and literacy in handling stunting through village digitization in the Guwosari sub-district.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Monster University Eva Maria Ulpah; Mufida Awalia Putri; Laelatul Badriah
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2022.1(1).39-53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter yang terdalam film monster university. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif  dengan  content analisis dan pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi,  dan study pustaka. hasil penelitian, menunjukan terdapat banyak nilai-nilai pendidikan karakter, diantaranya: 1. Jujur, 2. Toleransi, 3. Disiplin, 4. Kerjakeras, 5. Kreatif, 6. Mandiri, 7. Demokrasi, 8. Rasa Ingin Tahu, 9. Menghargai prestasi, 10. Bersahabat dan komunikatif, 11. Cinta damai, 12.Gemarmembaca, 13. Peduli sosial, 14. Peduli Lingkungan,15. Tanggungjawab.Kata Kunci: Nilai-nilai pendidikan karakter, Film Monster University.
Perkembangan Kognitif Peserta Didik Dalam Proses Pembelajaran Tematik Di Madrasah Ibtidaiyah (Studi Kasus di MIN 1 Bantul) Laelatul Badriah; Khamdan Nur Andi
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(1).40-53

Abstract

Perkembangan kemampuan peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan kognitif peserta didik. Kemampuan peserta didik dalam proses pembelajaran tematik sangat perlu memperhatikan perkembangan kognitif yang erat kaitanya dengan perkembangan dan pertumbuhan peserta didik. MIN 1 Bantul berupaya untuk menerapkan proses pembelajaran dengan memperhatikan perkembangan peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah persiapan pembelajaran tematik di MIN 1 Bantul memperhatikan standar porses pendidikan, proses pembelajaran yang dengan berpegang pada teori perkembangan kognitif Piaget, proses pembelajaran tematik menggunakan dan memegang teori kognitif. Menurut Piaget proses pembelajaran pada usia 7-12 disebut pada tahap oprasional konkrit. Penelitian ini untuk mengetahui perkembangan kognitif dapat memberikan dampak pada kemajuan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini dalah penelitian kualitatif. Populasi penelitian ini adalah guru MIN 1 Bantul, Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan kognitif peserta didik akan memberikan efek yang baik bagi kemajuan hasil belajar peserta didik, baik proses pembelajaran maupun hasil akhir dari hasil belajar peserta didik. Dalam hal ini, usia minimal yang distandarkan untuk bisa memulai pendidikan dasar adalah umur 7 tahun, dengan alasan kesiapan secara matang dan kognitif anak dalam menerima materi ajar telah matang.Kata Kunci: perkembangan kognitif, pembelajaran tematik, Siswa MI 
Pengaruh Strategi Pemecahan Masalah Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Tingkat SD Badriah, Laelatul
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 5 No. 1 (2013): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v5i1.9033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran pemecahan masalah terhadap hasil belajar matematika sislt'a. Populasi dan sampel penelitian adalah 91 siswa kelas IV SD Muhammadiyah Demangan Yogyakarta. Analisis statistik yang digunakan adalah uji t-tes rumus polled varians dengan tarafsignijikan 5% Hasil analisis uji t-tes untuk hipotesis penelitian yaitu "ada pengaruh yang signijikan antara hasil belajar matematika siswa yang diberi strategi pembelajaran pemecahan masalah terhadap hasil belajar matematika siswa yang diberi strategi pembelajaran konvensional". Berdasarkan pengujian ini, Ho diterima dan Ha ditolak.
Peningkatkan Hasil Belajar Pembelajaran Tematik Melalui Media Gambar Tema Kegemaranku di Kelas II SD Negeri Margoagung Sleman Badriah, Laelatul
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 7 No. 1 (2015): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v7i1.9057

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui hasil be/ajar siswa dan kendala-kendala yang dihadapi dalam menggunakan media gambar pada pembelajaran tematik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, model Hopkins dengan dua siklus. Penelitian ini dikatakan berhasil jika 60% hasil be/ajar siswa mengalami ketuntasan yaitu dengan KKM 65 pada kompentensi yang terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran tematik dengan media gambar dapat meningkatkan hasil be/ajar siswa. Terbukti, saat penerapan media gambar pada pembelajaran tematik siswa sangat antusias sehingga dapat meningkatkan hasil be/ajar siswa. Pada siklus I prosentase ketuntasan pada pretetst ialah 56,67% (17 siswa) dan posttest sebesar 80% (24 siswa), lalu pada siklus II prosentase ketuntasan siswa mencapai 90% dengan 27 siswa yang tuntas KKM Berdasarkan hasil akhir dari penelitian ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil be/ajar siswa pada pembelajaran tematik. Artinya pembelajaran tematik dapat lebih menarik jika dalam pembelajaran digunakannya media gambar.
Peran Orang Tua dalam Pendampingan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Siswa Madrasah Ibtidaiyah Widiyanti, Remita; Rouzi, Kana Safrina; Ardiyaningrum, Martalia; Badriah, Laelatul; Afifah, Ni’mah
Indonesian Journal of Islamic Elementary Education Vol 4 No 2: November 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/ijiee.v4i2.8484

Abstract

The reopening of schools requires the willingness of parents who have the primary responsibility in the education of their children. This study aims to determine the role of parents in limited face-to-face learning assistance and the supporting and inhibiting factors in limited face-to-face learning assistance for Grade V students of MI YAPPI Tanjung Getas Playen Gunungkidul. This research adopts a qualitative descriptive approach. The subjects of this study were parents of grade V, students of grade V, guardians of grade V, and the principal of MI YAPPI Tanjung Madrasah. Data collection in this study was through observation, interview and documentation. Data validity techniques using source triangulation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of the study, parents of Grade V MI YAPPI Tanjung support limited face-to-face learning, starting from before the implementation, implementation, and after the implementation of limited limited face-to-face learning. This is evidenced by parents 1) nurturing, 2) accompanying, 3) motivating, 4) facilitating, 5) fostering children's creativity, 6) supervising children, 7) shaping character, and 8) increasing religious values.
GERAKAN MENGAJAR DESA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN BIMBINGAN BELAJAR Wulandari, Rita; Sukati, Sukati; Rouzi, Kana Safrina; Putri, Mufida Awalia; Badriah, Laelatul; Ardiyaningrum, Martalia; Arifin, Ahmad Syamsul; Maksum, Khanif; Afifah, Ni'mah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 01 (2025): JANUARI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Gerakan Mengajar Desa (GMD) dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui bimbingan belajar di Dusun Lodoyong, Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa TK dan SD/MI dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran, menyelesaikan tugas sekolah, serta memotivasi mereka untuk belajar lebih aktif. Metode yang digunakan meliputi pendampingan belajar dengan pendekatan motivasi, penyampaian materi, sesi tanya jawab, dan bimbingan belajar. Hasilnya menunjukkan peningkatan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi, serta dampak positif pada pola belajar mereka di rumah. Program ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di tingkat lokal.
Transformation of State Religious School Competence: An Analysis of the 1975 Joint Ministerial Decree and Its Implications in Indonesia Ahmad Salim; Imam Suyuti; Muhammad Gafarurrozi; Laelatul Badriah; Nik Md. Saiful Azizi bin Nik Abdullah
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpai.v21i2.9481

Abstract

Purpose – This study analyses the transformation of state religious school (Madrasah Aliyah Negeri/MAN) competencies in Indonesia following the 1975 Joint Ministerial Decree. It explores the decree’s implications for integrating Islamic values into the national curriculum and its impacts on education quality. Design/methods/approach – A qualitative approach with a multi-site case study design was used. Data were collected through in-depth interviews with stakeholders, including principals, teachers, and alums from three public religious schools in Yogyakarta. Observations and document analyses complemented the interviews, ensuring a comprehensive understanding of the decree’s implementation. Findings – The findings reveal significant variations in implementing the decree across schools. Schools with robust resources and community support effectively integrated the national curriculum with Islamic values, enhancing religious and academic competencies. However, schools with limited resources faced challenges balancing modern academic demands with preserving Islamic identity. Research implications/limitations – The study underscores the importance of tailored policy implementation, considering local contexts and resource availability. A limitation is that it focuses on a specific geographic region, which may not fully capture national variations. Originality/value – This research provides original insights into the interplay between Islamic education and modern educational demands in Indonesia. It contributes to the discourse on integrating traditional religious education within contemporary frameworks to achieve sustainable development goals (SDGs).
The Role of School Principals in Improving the Success of Elementary School Management: A Qualitative Case Study in Yogyakarta Ahmad Salim; Akhsanul Fuadi; Endi Rochaendi; Laelatul Badriah
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.1378

Abstract

The persistent challenges facing elementary education in Indonesia—ranging from inadequacies in curriculum design and instructional delivery to inefficiencies in resource management—necessitate transformative school leadership. This study critically investigates the strategic role of principals in improving educational quality through the integrated implementation of seven core leadership functions: as educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, and motivator. Employing a qualitative case study design in Kasihan District, Bantul Regency, data were obtained through in-depth interviews, direct observations, and document analysis. The findings indicate that effective principals drive curricular relevance and innovation, foster collaborative pedagogical planning, and promote the integration of educational technologies. Moreover, they facilitate continuous professional development, ensure transparent and efficient resource utilization, and nurture strong community engagement. The study concludes that school principals act as pivotal agents in cultivating adaptive, inclusive, and innovation-oriented learning environments. It recommends capacity-building programs for school leaders and teachers, enhanced governance mechanisms, and strengthened stakeholder partnerships. These insights contribute to both the practical discourse on educational leadership development and the broader theoretical understanding of strategic school governance within decentralized educational systems.