Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analysis Of The Influence Of Organizational Commitment And Job Satisfaction On Turn Over Intention In Hospitality Industry Roy Setiawan; Balla Wahyu Budiarto; Rif'ah Shafwah; Nurul Hasanah; Loso Judijanto
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 9 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine if work satisfaction and organizational commitment variables have an additive effect on employee turnover intention. The sample size for this study was 200 contract workers. This study's sampling methodology is nonprobability. Purposive sampling was the technique utilized, and there were 100 samples in all. In this study, questionnaires and interviews were employed to collect the data. An ordinal scale was employed as the measurement system for the questionnaire. Using descriptive statistics, data quality testing, traditional assumption testing, and hypothesis testing with SPSS, the collected data will next be examined and evaluated. The following conclusions can be drawn from the findings of the data testing that was done on the issue utilizing multiple linear regression tests: On the likelihood of leaving a job, job satisfaction has a large beneficial impact. The intention to leave the company is significantly impacted negatively by organizational commitment. The intention to leave the company is significantly influenced by both job satisfaction and organizational commitment at the same time.
PENGARUH MOTIVASI KERJA, KEPUASAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Kevin Indajang; Sugeng Karyadi Karyadi; Asep Suherman; Lia Marthalia; Roy Setiawan
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i6.12596

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja, kepuasan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT XYZ di Bogor. Pengambilan sampel dengan metode sensus. Metode analisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan sekitar 46.9% dari variasi dalam variabel dependen, yang berarti terdapat 53,1% merupakan faktor di luar penelitian. Adapun secara parsial, ada pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja, kepuasan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT XYZ di Bogor.
Analysis of the Influence of Experience, Psychological Empowerment, and Career Development on Employee Commitment in Fintech Industry Djunaedi Djunaedi; Tyahya Whisnu Hendratni; Titis Nistia Sari; Daniel Joseph Benedict Ngamelubun; Mohammad Azharie Hamdany; Roy Setiawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3435

Abstract

This study aims to examine how work experience, psychological empowerment, and career development influence the level of employee commitment in the fintech industry. Using a quantitative approach and survey method, the study involved 300 respondents selected purposively based on specific criteria, such as having a minimum of one year of work experience and participation in company-provided career development programs. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression techniques. The results show that all three independent variables, work experience, psychological empowerment, and career development have a positive and significant impact on employee commitment. Work experience helps employees understand organizational dynamics and values, thereby strengthening their loyalty. Psychological empowerment promotes higher motivation, a sense of belonging, and greater engagement in work. Meanwhile, career development opportunities provide a positive outlook on the future and foster stronger emotional ties between employees and the organization. These findings highlight the importance for fintech companies to actively create a work environment that supports psychological empowerment, offers clear career pathways, and leverages employee experience as an asset to enhance engagement. Practically, this study offers guidance for HR management in designing policies that strengthen employee loyalty, and theoretically, it enriches the academic literature on the factors influencing employee commitment in the financial technology sector.
Analysis of the Influence of Job Demand, Task Repetitiveness, and Role Ambiguity on Employee Boredom in Startup Companies Sri Purwati; Susanto; Sofia Maulida; Roy Setiawan; Sonya Sidjabat; Mohammad Azharie Hamdany
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3676

Abstract

This study aims to explore how job demand, task repetitiveness, and role ambiguity influence employee boredom among Generation Z employees in startups in Indonesia. Using a quantitative approach, data were collected through a survey of 150 purposively selected respondents. Respondent criteria included Generation Z employees who had worked for at least one year and held staff positions in startups operating in five major cities in Indonesia. Data collection was conducted using a questionnaire with a five-point Likert scale, and analysis was conducted through multiple linear regression. The results show that collectively, job demand, task repetitiveness, and role ambiguity have a significant influence on employee boredom. Individually, all three variables also show a positive influence, meaning that the higher the job demands, the more frequently tasks are repeated, and the more unclear the employee's role, the greater the likelihood of boredom at work. These findings contribute to the organizational behavior literature and provide practical recommendations for startup management to develop more effective human resource management strategies, such as balancing workloads, creating variety in tasks, and clarifying each employee's role to reduce the risk of boredom and increase overall team productivity.
Penguatan Kompetensi Future Skills bagi Generasi Muda untuk Menghadapi Tantangan Industri 5.0 Emma Budi Sulistiarini; Siti Annisa Wahdiniawati; Roy Setiawan; Irna Hidayah; Dedik Wiryawan
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei 2026 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang berlangsung secara eksponensial menandai hadirnya era Industri 5.0, sebuah paradigma baru yang tidak semata-mata mengedepankan otomasi, melainkan mengintegrasikan kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan secara sinergis. Generasi muda sebagai kelompok demografis yang paling dekat dengan dinamika perubahan ini dituntut untuk memiliki kompetensi yang adaptif dan lintas disiplin, atau yang lazim disebut sebagai future skills. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam menguasai kompetensi tersebut, yang mencakup literasi digital, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi efektif, serta kemampuan kolaborasi lintas bidang. Metode yang diterapkan meliputi pelatihan berbasis kompetensi, lokakarya interaktif, dan pendampingan langsung yang dirancang untuk mentransfer pengetahuan secara aplikatif dan terukur. Kegiatan ini melibatkan peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa di wilayah sasaran dengan total partisipan sebanyak 60 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta terhadap konsep future skills serta kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan dunia kerja berbasis Industri 5.0. Melalui program ini, diharapkan generasi muda mampu memposisikan diri bukan sekadar sebagai pengguna teknologi, melainkan sebagai subjek aktif yang berkontribusi dalam ekosistem industri masa depan secara berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan DanĀ  Budaya Organisasi Terhadap Minat Tetap Bekerja Besse Faradiba; Ida Ilmiah; Sugeng Karyadi; Roy Setiawan; Ahmad Faizal Al-Attas
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i6.11541

Abstract

Retensi karyawan merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi organisasi dalam lingkungan bisnis modern. Persaingan yang semakin ketat, perkembangan teknologi yang pesat, dan perubahan ekspektasi tenaga kerja menuntut organisasi tidak hanya mampu menarik karyawan berkualitas, tetapi juga mempertahankan mereka dalam jangka panjang. Tingginya tingkat perpindahan karyawan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti meningkatnya biaya rekrutmen dan pelatihan, hilangnya pengetahuan organisasi, menurunnya produktivitas, serta terganggunya kinerja perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat tetap bekerja karyawan menjadi sangat penting dalam pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap minat tetap bekerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan dari 100 orang karyawan sektor jasa menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan skala Likert lima poin. Variabel independen yang digunakan adalah gaya kepemimpinan dan budaya organisasi, sedangkan variabel dependen adalah minat tetap bekerja. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat tetap bekerja karyawan. Pemimpin yang mampu memberikan arahan yang jelas, dukungan, motivasi, dan kesempatan partisipasi kepada karyawan terbukti dapat meningkatkan loyalitas serta komitmen terhadap organisasi. Selain itu, budaya organisasi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan yang lebih kuat terhadap minat tetap bekerja. Budaya yang ditandai oleh kerja sama, kepercayaan, inovasi, dan nilai-nilai bersama mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga memperkuat keterikatan karyawan dengan organisasi. Temuan penelitian ini mendukung teori pertukaran sosial yang menjelaskan bahwa karyawan cenderung membalas perlakuan positif organisasi melalui peningkatan komitmen dan loyalitas. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan literatur manajemen sumber daya manusia sekaligus memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi retensi karyawan yang lebih efektif.
Pengaruh Artificial Intelligence terhadap Transformasi Manajemen Sumber Daya Manusia Roy Setiawan; Siti Annisa Wahdiniawati; Musran Munizu; Chaeroen Niesa; Dedik Wiryawan
INVESTASI : Inovasi Jurnal Ekonomi dan Akuntansi Vol. 4 No. 2 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Soratekno Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/investasi.v4i2.250

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong terjadinya perubahan signifikan dalam berbagai fungsi organisasi, termasuk manajemen sumber daya manusia (MSDM). Pemanfaatan AI memungkinkan proses pengelolaan SDM dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berbasis data, mulai dari rekrutmen, seleksi, pelatihan, evaluasi kinerja, hingga pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan AI terhadap transformasi MSDM dalam organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap karyawan dan praktisi SDM yang bekerja pada berbagai sektor industri. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang mengukur tingkat implementasi AI dan perubahan pada praktik MSDM. Data dianalisis menggunakan analisis regresi untuk menguji hubungan antara variabel AI dan transformasi MSDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap transformasi MSDM. Organisasi yang mengadopsi teknologi AI cenderung memiliki proses rekrutmen yang lebih cepat, sistem evaluasi kinerja yang lebih objektif, serta pengelolaan talenta yang lebih terarah. Selain itu, AI juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui pemanfaatan analitik prediktif. Temuan ini mengindikasikan bahwa AI berperan sebagai faktor strategis dalam modernisasi fungsi MSDM dan mendukung peningkatan daya saing organisasi di era transformasi digital.