Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KONSTRUKSI IDENTITAS SEKELOMPOK MAHASISWA SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS ANDALAS MELALUI KEGIATAN MINUM KOPI: TINJAUAN CULTURAL STUDIES Hawa, Andina Meutia; Pratiwi, Dyani Prades; Saniro, Roma Kyo Kae
Jurnal Bahastra Vol 7, No 2 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v7i2.6911

Abstract

This paper discusses how the identity of a group of students from the Indonesian Literature Study Program at Andalas University, Padang, is constructed through drinking coffee in a coffee shop. Drinking coffee is one activity that is being loved by young people, especially amidst the massive emergence of coffee shops in various parts of the city of Padang. The number of coffee shops in the city of Padang influences the people's culture of drinking coffee. According to Baudrillard's theory of hyperreality, drinking coffee does not only contain use and exchange values, but also contains sign and symbolic values. The activity of drinking coffee is not just quenching thirst and delaying sleepiness, but is also done for the purpose of having fun and strengthening identity. In addition, there is an act of looking at each other and being seen between male students and female students in their behavior drinking coffee in coffee shops. Through filling out a questionnaire conducted by a group of students, it was shown that visiting coffee shops did not necessarily give rise to coffee connoisseurs, but rather as a form of lifestyle for early subjects and popular cultural practices, visiting coffee shops was shown as a fun activity, as well as strengthening one's identity in the world. virtual and real world.
Penguasaan Bahasa Baku Bahasa Indonesia dalam Lingkungan Mahasiswa Asrama Universitas Andalas Tahun 2023 Friska Ainur Rohmah; Roma Kyo Kae Saniro
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v13i1.1438

Abstract

Penggunaan kata tidak baku saat berkomunikasi sangat berdampak pada proses penerimaan informasi, hal ini disebabkan sering adanya salah tangkap antara penerima informasi dan pemberi informasi. Untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian yang berhubungan dengan penggunaan kata baku dan tidak baku di lingkungan mahasiswa asrama Universitas Andalas. Sumber data yang diperoleh adalah hasil pencatatan data yang diperoleh dari google platform. Wujud data penelitian ini adalah penelitian Penguasaan Penggunaan Kata Baku dan Tidak Baku dikalangan Mahasiswa Asrama. Dari hasil penelitian diatas peneliti menyimpulkan bahwa pemahaman Mahasiswa Asrama Universitas Andalas masih banyak tidak mengetahui penggunaan bahasa baku dan tidak baku yang baik dan benar dapat dilihat dalam seringa tau tidaknya dalam menggunakan Bahasa baku dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi hanya saja tidak semua mahasiswa tersebut yang tidak mengerti sebagian juga sudah banyak yang mengetahui tentang penggunaan kata baku dan tidak baku.
Building Character and Digital Literacy through Comics Hawa, Andina Meutia; Pratiwi, Anne; Pratiwi, Dyani Prades; Nesa, Fakhria; Saniro, Roma Kyo Kae; Arbain, Armini
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v8i2.9500

Abstract

Comics can be categorized as literary works because they contain stories, ideas, and thoughts. Comics have at least two elements, such as images, and narration, which are interrelated. The pictures in comics are intended to stimulate interest in reading, develop imagination, and provide aesthetic elements. Therefore, comics can be used as a communication medium to convey stories and moral messages to readers and build character and digital literacy. This research aims to explain the role of comics as a medium for building character and digital literacy in the stories contained in the collection of children's comics published by Mizan and the Komik Next G series published by Muffin Graphics. Comic stories are written by writers for children aged 8-13 years and illustrated by professional comic artists. This research uses analytical descriptive methods. This research uses two kinds of data, namely primary and secondary sources. The data collection technique used in this research is the library technique. Based on the results of the analysis, it was found that the four stories used as research objects contained character education values, namely honesty and reminding each other in kindness, as well as being competitive and competing in a healthy manner; and the value of digital literacy, namely being wise in using devices, as well as using technology to develop talents, and the importance of supervision in using technology. The value of honesty and reminding each other in kindness are found in the story entitled Jujur itu Penting; the value being competitive in healthy manner is found in the story Kunci Juara Kelas. The value of digital literacy in the form of being wise and responsible in using devices is found in the story Gara-Gara Wi-Fi; The value of digital literacy in using technology for future development and the importance of supervision in using technology is found in the story of Mangaka Cilik.
Building Character and Digital Literacy through Comics Hawa, Andina Meutia; Pratiwi, Anne; Pratiwi, Dyani Prades; Nesa, Fakhria; Saniro, Roma Kyo Kae; Arbain, Armini
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v8i2.9500

Abstract

Comics can be categorized as literary works because they contain stories, ideas, and thoughts. Comics have at least two elements, such as images, and narration, which are interrelated. The pictures in comics are intended to stimulate interest in reading, develop imagination, and provide aesthetic elements. Therefore, comics can be used as a communication medium to convey stories and moral messages to readers and build character and digital literacy. This research aims to explain the role of comics as a medium for building character and digital literacy in the stories contained in the collection of children's comics published by Mizan and the Komik Next G series published by Muffin Graphics. Comic stories are written by writers for children aged 8-13 years and illustrated by professional comic artists. This research uses analytical descriptive methods. This research uses two kinds of data, namely primary and secondary sources. The data collection technique used in this research is the library technique. Based on the results of the analysis, it was found that the four stories used as research objects contained character education values, namely honesty and reminding each other in kindness, as well as being competitive and competing in a healthy manner; and the value of digital literacy, namely being wise in using devices, as well as using technology to develop talents, and the importance of supervision in using technology. The value of honesty and reminding each other in kindness are found in the story entitled Jujur itu Penting; the value being competitive in healthy manner is found in the story Kunci Juara Kelas. The value of digital literacy in the form of being wise and responsible in using devices is found in the story Gara-Gara Wi-Fi; The value of digital literacy in using technology for future development and the importance of supervision in using technology is found in the story of Mangaka Cilik.
PENGARUH MEDIA SOSIAL DALAM MENORMALISASI PENYIMPANGAN SEKSUAL PADA REMAJA MENURUT PERSPEKTIF AGAMA ISLAM Iqbal Akbar Jennof; Roma Kyo Kae Saniro; Fadiyah Mawaddah; Firly Fariza; Fitri Agustia; Naila Arlena Putri; Nurul Hidayah
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v10i2.9656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media sosial terhadap perilaku penyimpangan seksual pada remaja, khususnya pada platform Instagram, TikTok, dan Twitter atau sekarang yang disebut dengan X, yang banyak diakses oleh Generasi Z. Hal ini mengingat bahwa remaja pada masa kini sangat rentan terpapar berbagai konten yang dapat mempengaruhi perilaku dan pola pikir mereka, termasuk dalam hal seksualitas. Media sosial, sebagai ruang komunikasi yang bebas, memungkinkan terjadinya penyimpangan perilaku, terutama di kalangan remaja yang cenderung mencari pengakuan atau validasi dan identitas dirinya di dunia maya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis komentar-komentar yang ditemukan pada unggahan selebriti di akun media sosial yang populer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan seksual pada remaja di media sosial dipengaruhi oleh faktor anonimnya pengguna, kebebasan berekspresi tanpa batas, serta rendahnya kesadaran akan dampak negatif dari konten yang dikonsumsi. Selain itu, sebagian besar remaja yang terlibat dalam perilaku menyimpang tidak memperhatikan nilai-nilai agama Islam yang mengajarkan tentang kesucian, etika bergaul, dan menjaga kehormatan diri. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya Generasi Z, tentang pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab, serta menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai agama Islam dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman untuk menjaga moralitas dan etika berperilaku di dunia maya.
ANALISIS KOMENTAR PULEN DAN TOBRUT DI MEDIA SOSIAL PADA AKUN TIKTOK @spotifyid TERHADAP PENYANYI BERNADYA MELALUI PERSPEKTIF BAHASA INDONESIA Delisha Dita Winelda; Roma Kyo Kae Saniro; Firyal Fauziah Ghina Syanmid; Aprilia Wulandari; Muhammad Fhadhillah Akbar; Aura Lovery Triazhani; Virgie Kayla Biyentami
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i4.7540

Abstract

Humans are social creatures, in their daily lives they are never separated from the activities of interaction between each other. The development of technology has created interactions that are increasingly widespread and do not require face-to-face meetings. One form of interaction is comments on social media. The research reviews the theme “Language Politeness” by analyzing the moral decline of Indonesian society in the use of language on social media. From this theme we examine a case that is booming on social media, namely netizen comments using the words “Tobrut” and “Pulen” on the Tiktok @spotifyid account against the young singer Bernadya. Through the Indonesian Language Perspective, this study aims to explore the word used as a development and change in the meaning of a word, as well as violations of the norms of politeness in the scope of language, decency and religion. Through a qualitative method with an observational approach, this research analyzes the meaning, context, and impact of using impolite language on social media. The results show the influence of social views on women shown in interacting on social media. That is by using a word to interact. The actions of netizen comments to Bernadya not only damage language but also morals and religion. It is hoped that this research can provide a deeper understanding of the importance of language politeness in the dig environment.
ANALISIS ETIKA DAN KESANTUNAN BERBAHASA REMAJA TERHADAP ORANG TUA DALAM PERSPEKTIF PANCASILA Maulana, Zaky; Roma Kyo Kae Saniro; Damai Zefanya Pasaribu; Dian Afifah; Khairany Aurellia; Kurairah Anggun Salsabila; M. Hazim Al-Muafii.K
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i5.8020

Abstract

Ditengah berkembangnya arus budaya yang semakin bertolak belakang dengan jati diri budaya bangsa, menyebabkan terkikisnya nilai-nilai kesantunan terutama dalam berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa kesantunan berbahasa menjadi sebuah urgensi yang patut dibahas. Nilai budaya yang semakin terkikis ini menyebabkan memudarnya penerapan nilai luhur Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi. Peneliti mengobservasi komentar-komentar remaja di media sosial dan menganalisis tingkat kesantunan berbahasa remaja pada masa sekarang terutama di media sosial. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa tingkat kesantunan remaja terhadap orang tua terbagi menjadi beberapa klasifikasi. Selain klasifikasi kesantunan tersebut, peneliti juga membedakan antara komentar tidak santun dengan komentar ujaran kebencian. Perbedaan mendasar terlihat dari tujuan, pelaksaan dan gaya bahasa. Sehingga perlu dibedakan antara komentar tidak santun dengan ujaran kebencian.
ANALISIS PENGGUNAAN DIKSI DALAM KONTEKS UJARAN KEBENCIAN PADA KOMENTAR DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA AKUN @ARIE_RIEYANTHIE Andes Pernando N; Roma Kyo Kae Saniro; Cahya Kamila Aulia F.; Salwa Yumna Faridah; Shelfi Diani Yustian; Mutiara Azzahra; Firma Lara Oktavia; Fadilla Novyta Sary
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i6.8295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan diksi dalam konteks ujaran kebencian yang terdapat pada komentar di postingan Instagram dari akun @arie_rieyanthie yang mengungkapkan perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya, Bimo Aryo. Hal ini memicu reaksi netizen melalui kolom komentar berupa hujatan, cemoohan, kritikan maupun ejekan yang seringkali menggunakan kata-kata yang kasar dan merendahkan. Dalam perspektif agama menghina atau merendahkan orang lain sangat bertentangan dengan ajaran agama islam. Metode penelitian ini bersifat kualitatif dengan analisis mendalam terhadap kata-kata yang digunakan ketika berkomentar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi netizen terhadap isu-isu perselingkuhan atau permasalahan serupa seringkali memancing emosi yang berlebihan, di mana tanpa sadar memberikan komentar dengan bahasa yang kasar dan merendahkan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran para pengguna media sosial tentang pentingnya penggunaan diksi yang tepat dan sopan.
PENGGUNAAN KALIMAT SARKASME BEM FISIP UNAIR MELALUI KARANGAN BUNGA DALAM KRITIK SOSIAL Sabrina, Nabila; Saniro, Roma Kyo Kae; Harahap, Azhar Luthfiy; Aditia, Farel; Fit, Asa; Zahwalia, Zahwalia
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i1.17010

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membahas tentang makna penggunaan kalimat Sarkasme BEM FISIP Unair terkait karangan bunga yang ditunjukkan kepada Presiden dan Wakil Presiden melalui perspektif Bahasa Indonesia dan kewarganegaraan. Hal ini bahwasannya BEM FISIP Unair ingin menyampaikan aspirasi kepada Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih tetapi dalam penyampaian tersebut mereka tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar tetapi menggunakan bahasa yang merujuk kepada pencemaran nama baik Presiden dan Wakil Presiden terpilih tersebut yang dimana terdapat bukti dalam akun Instagram @mood.jakarta. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah deskripsi kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa BEM FISIP Unair  belum  menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam menyampaikan sebuah kritik sosial dikarenakan dalam karangan bunga yang mereka buat  menggunakan bahasa yang menjelekkan beberapa pihak seperti Presiden,Wakil Presiden daa mantan Presiden.Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai gaya bahasa Sarkasme dan juga  kesadaran bagi mahasiswa maupun masyarakat Indonesia untuk lebih bijaksana dan berhati-hati dalam menyampaikan aspirasi. Kata Kunci:Aspirasi mahasiswa,  kesadaran berbahasa,pencemaran nama baik, sarkasme. 
Nilai Religiositas pada Naskah Buku Kulit Kayu Koleksi Museum Lampung No. 2476 sebagai Media Pembelajaran Roma Kyo Kae Saniro; M. Yusuf; Andina Meutia Hawa; Noni Sukmawati
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung 2025: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai religiositas yang terkandung dalam naskah Buku Kulit Kayu koleksi Museum Lampung no. 2476. Naskah ini terdiri atas 2 bagian, muka A dan muka B. Namun, penelitian ini menekankan pada muka A. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan filologi dan semiotik untuk membongkar makna yang terkandung di dalam naskah sebagai makna religiositasnya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa adanya masyarakat Lampung bersifat religius yang ditandai melalui doa dan mantra di dalam naskah. Doa yang terdapat di dalamnya adalah doa untuk pengharapan keselamatan dan rezeki. Selain itu, mantra di dalam naskah berisi mengenai mantra penolak setan, menangkal fitnah, dengki, dan perbuatan jahat. Nilai-nilai religiositas yang terkandung dalam naskah ini tidak hanya merefleksikan karakter spiritual masyarakat Lampung, tetapi juga memiliki relevansi sebagai sumber pendidikan karakter. Naskah ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai moral, spiritualitas, dan budaya kepada generasi muda sehingga memperkuat pemahaman mereka terhadap warisan budaya lokal yang sarat makna edukatif.