Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Telenursing Terhadap Pengetahuan Kader Posyandu Tentang Kepatuhan Terapi Diabetes Melitus dan Hipertensi di Desa Panji Jyoti, Kadek Julia Chandra; Pradiptha, I Dewa Agung Gde Fanji; Wijana, I Ketut
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.303

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam pelayanan kesehatan, khususnya pada penatalaksanaan penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Prevalensi kedua penyakit tersebut di Indonesia masih tergolong tinggi, sementara tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang masih rendah sehingga berisiko menimbulkan komplikasi. Kader posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat komunitas, namun keterbatasan pengetahuan dan pemanfaatan teknologi digital menyebabkan peran tersebut belum optimal. Edukasi telenursing menjadi salah satu pendekatan inovatif yang berpotensi meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam mendukung kepatuhan terapi pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi telenursing terhadap pengetahuan kader posyandu tentang kepatuhan terapi pasien diabetes melitus dan hipertensi di Desa Wisata Panji. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 68 kader posyandu yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan kader posyandu setelah diberikan edukasi telenursing. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pretest dan posttest, yang menandakan bahwa edukasi telenursing berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu mengenai kepatuhan terapi pasien diabetes melitus dan hipertensi. Kesimpulan: Edukasi telenursing berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu dalam mendukung kepatuhan terapi pasien diabetes melitus dan hipertensi. Intervensi ini dapat digunakan sebagai strategi efektif untuk memperkuat peran kader dalam pengelolaan penyakit kronis di tingkat komunitas.
Penguatan Kader Posyandu Terintegrasi melalui Pelatihan dan Pendampingan di Desa Wisata Pradiptha, I Dewa Agung Gde Fanji; gozali, Wigutomo; Rusiawati, Ria Tri Harini Dwi; Artawan, I Kadek
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.993

Abstract

Rendahnya pemahaman kader tentang pengelolaan posyandu terintegrasi serta tidak adanya pelatihan dalam lima tahun terakhir menjadi persoalan di Desa Sambangan dan Desa Kayu Putih, yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sukasada I. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader dalam menjalankan posyandu terintegrasi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, diskusi, sesi tanya jawab, dan pendampingan di lapangan. Mitra kegiatan terdiri dari 45 kader posyandu, yakni 15 kader dari Desa Sambangan dan 30 kader dari Desa Kayu Putih. Evaluasi dilakukan dengan pre-test, post-test, serta observasi keterampilan kader saat pelaksanaan posyandu. Hasil menunjukkan rata-rata nilai kader meningkat dari 64,89 menjadi 78,67 atau naik sebesar 21,24%. Uji Wilcoxon membuktikan adanya perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan sesudah pelatihan (p-value 0,000). Selain itu, 90% kader telah mampu melaksanakan posyandu sesuai standar. Puskesmas dan pemerintah desa disarankan berkolaborasi untuk menjadikan pelatihan posyandu sebagai program rutin desa yang melibatkan puskesmas, sehingga kader dapat terus memperoleh pembaruan terkait pengelolaan posyandu.