Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

WAGAS ANEMIA: Inovasi Berbasis Komunitas & Teknologi untuk Remaja Putri Bebas Anemia di Desa Sungai Durait Hulu: WAGAS ANEMIA: Community-Based Innovation & Technology for Anemia-Free Adolescent Girls in Sungai Durait Hulu Village Putri, Andini Octaviana; Erlyani, Neka; Wulandari, Anggun; Rahman, Fauzie; Laily, Nur; Anggraini, Lia; Hadiannor, Hadiannor; Agusetiawan, Muhammad Andrian; Navijay, Ahmad; Billa, Lisa Salsa
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1021

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang serius karena dapat menurunkan fungsi kognitif, produktivitas, serta meningkatkan risiko komplikasi reproduksi. Remaja putri rentan terhadap anemia akibat kehilangan zat besi selama menstruasi dan rendahnya pengetahuan tentang pentingnya zat besi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program WAGAS ANEMIA, inovasi berbasis komunitas dan teknologi, dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia pada remaja putri di Desa Sungai Durait Hulu, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode yang digunakan adalah program pengabdian masyarakat dengan pendekatan interaktif meliputi penyuluhan, video edukasi, diskusi kelompok, serta pendampingan sebaya (peer educator) untuk mendampingi konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Sebanyak 49 remaja putri mengikuti kegiatan ini. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dan dianalisis dengan uji Wilcoxon serta korelasi Spearman untuk variabel demografis usia dan pendidikan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah penyuluhan, dari 65,3% menjadi 93,9% kategori baik, dengan nilai Z = -3,455 dan p = 0,001 (p < 0,05). Analisis korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara perubahan pengetahuan dengan usia (ρ = -0,043; p = 0,768) maupun pendidikan (ρ = -0,055; p = 0,701). Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas penyuluhan lebih ditentukan oleh kualitas materi, metode penyampaian, dan keterlibatan peserta daripada faktor demografis. Program WAGAS ANEMIA efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia. Strategi edukatif berbasis komunitas dan teknologi, disertai peer educator dan monitoring, menjadi pendekatan yang dapat direplikasi untuk menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri di wilayah pedesaan.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI DI MADRASAH ALIYAH DI KECAMATAN MARTAPURA TIMUR Noor, Meitria Syahadatina; Putri, Andini Octaviana; Fakhriyah, Fakhriyah; Anhar, Vina Yulia; Nisa, Mufatihatul Aziza; Noor, Ihya Hazairin; Fitria, Yanti; Waluyo, Setyo Teguh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37669

Abstract

Abstrak: Remaja masih menghadapi berbagai permasalahan kesehatan reproduksi yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi yang benar dan menyeluruh, termasuk di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan perilaku berisiko apabila tidak diimbangi dengan edukasi yang sesuai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai kesehatan reproduksi remaja, pernikahan dini, dan NAPZA. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan bekerja sama dengan Madrasah Aliyah di Kecamatan Martapura Timur dengan melibatkan 49 santri. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi tanya jawab, pemanfaatan media video dan leaflet, serta permainan edukatif. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 40,8% santri mengalami peningkatan nilai pengetahuan, disertai meningkatnya partisipasi dan keterlibatan santri selama proses edukasi. Peningkatan pemahaman juga terlihat pada seluruh topik materi yang disampaikan, sehingga berkontribusi memperkuat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di sekolah.Abstract: Teenagers still face various reproductive health issues influenced by limited access to accurate and comprehensive information, including in religious-based educational environments. This condition has the potential to increase risky behavior if not balanced with appropriate education. This community service activity aimed to increase students' knowledge about adolescent reproductive health, early marriage, and drugs, alcohol, and tobacco. The activity was carried out in the form of health education in collaboration with Madrasah Aliyah in East Martapura District, involving 49 students. The methods used included lectures, question and answer discussions, the use of videos and leaflets, and educational games. Evaluation was conducted by measuring knowledge before and after the activity using a questionnaire. The results of the activity showed that 40.8% of students experienced an increase in knowledge scores, accompanied by increased participation and involvement of students during the education process. An increase in understanding was also seen in all topics covered, so this activity contributed to strengthening knowledge of adolescent reproductive health in the school environment.