Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Effectiveness of a Modified Pregnancy Support Belt in Reducing Back and Pelvic Pain in Pregnant Women: A Quasi-Experimental Study in South Jakarta Paisal, Fitrah Ivana; Arifuddin, Hidayanti; Arieska, Risa; Rasumawati, Rasumawati; Vitania, Wiwit; Arifuddin, Adhar
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.666

Abstract

Lower back and pelvic pain are common complaints among pregnant women, particularly in the third trimester, due to physiological and hormonal changes. These discomforts significantly impact daily functioning and quality of life. To evaluate the effectiveness of a modified pregnancy support belt in reducing lower back and pelvic pain among pregnant women in the South Jakarta area. This quasi-experimental study involved 60 pregnant women in their third trimester, divided into two groups: an intervention group and a control group. The intervention group used the modified pregnancy support belt, while the control group used a standard pregnancy belt. Pain levels were measured before and after the intervention using the Visual Analogue Scale (VAS). Sociodemographic characteristics, including age, education, occupation, and parity, were also analyzed. Most respondents were aged 20–35 years, housewives, and high school graduates. The mean reduction in VAS scores was 3.1 (95% CI: 2.6–3.6) in the intervention group compared to 2.3 (95% CI: 1.5–3.1) in the control group. Back and pelvic pain were associated with a measurable decrease post-intervention (p < 0.05). The use of a modified pregnancy support belt demonstrated a greater reduction in lower back and pelvic pain compared to a standard belt. Supportive belts should be considered as a non-pharmacological intervention to enhance maternal comfort and well-being during pregnancy.
Edukasi Pentingnya Melakukan Tes HIV Pada Ibu hamil dan Pasangan Selama Hamil di Papua Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3424

Abstract

Kurangnya partisipasi pasangan ibu hamil untuk emalkukan skrining tes HIV selama ibu dalam masa kehamilan dan maraknya kejadian penularan HIV dari ibu ke janin selama masa kehamilan menjadi salah satu masalah yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Kurangnya pengetahuan masayarakat terkait pentingnya melakukan tes HIV menjadi salah satu masalah mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan ibu dan keikutsertaan ibu hamil dan pasnagannya dalam melakukan tes HIV terutama saat ibu hamil. Metode pada kegiatan ini dilakuakn dengan 4 tahapan dengan 4 kali sesi pertemuan dengan tujuan memberikan edukasi. Hasil kegiatan ini ditemukan kurangnya pengetahuan ibudan pasangan terkait pentingnya melakukan tes HIV selama masa kehamilan menjadi alasan pasnagan tidka termotivasi untuk ikut serta melakukan tes HIV.
Edukasi Pentingnya Dukungan Keluarga Pada Ibu Nifas dan Sosialisasi Pencegahan Penularan HIV di Puskesmas Harapan Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3531

Abstract

Kegiatan ini dilakukan karena masih ditemukannya ibu nifas yang merasa kurang mendapat dukungan oleh keluarga yang sesungguhnya sangat penting untuk menunjag prose pemulihan ibu selama masa nifas dan proses menyusui yang holistik. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemukan pada penleitian sebelumnya yang juga dilakukan di puskesma yang sama yaitu untuk meningkatkan pemahaman keluarga akan pentingnya pemberian dukungan ibu selama masa nifas. Metode pada kegiatan ini dilakuakn dengan 4 tahapan dengan 4 kali sesi pertemuan dengan tujuan memberikan edukasi. Hasil kegiatiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan pasangan akan pentingnya dukungan dari suami dan keuarga kepada ibu pada masa nifas.
Pendidikan Kesehatan Mental pada Ibu di Masa Perinatal Putri, Harlinda Widia; Pratami, Yustika Rahmawati; Handayani, Endah Purwanti; Lestari, Susi; Astutik, Eftyaningrum D W; Utami, Arum Surya; Lestari, Tiyan Febriyani; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Fretes, Rachel De; Januarti, Putri Amelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3589

Abstract

Selama kehamilan hingga satu tahun setelah melahirkan, merupakan fase yang sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental seorang ibu. Pada fase ini, banyak ibu yang mengalami perubahan dalam kesehatan mentalnya, seperti mengalami berbagai perubahan fisik, emosional, dan psikososial yang dapat mempengaruhi kesejahteraan mental mereka. Tujuan yang ingin dicapai pada pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan pengetahuan yang mendalam kepada para ibu mengenai kesehatan mental selama masa perinatal, serta meningkatkan keterampilan mereka dalam menghadapi tantangan psikologis yang mungkin akan muncul. Kegiatan dilaksanakan di Klinik AHBS, Kabupaten Jayapura. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu dengan memberikan ceramah dan mengadakan diskusi secara langsung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mencatat pencapaian positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang kesehatan mental di kalangan ibu hamil yang hadir.
Effectiveness of Dance Pregnancy Modification on Improving Depression Levels in High-Risk Pregnant Women Wiwit Vitania; Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40156

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of Pregnancy Dance modification on improving depression levels and serotonin hormone levels in high-risk pregnant women. The research design used was Quasi Experiment with the Nonequivalent Control Group Design approach. The number of samples in this study was 24 participants, which were divided into two groups: 12 samples of the intervention group and 12 samples of the control group. Based on the Wilcoxon test, the asymp. Sig <0.05 value indicates a significant difference between the pretest and posttest scores, which indicates a positive effect of Pregnancy Dance in reducing depression levels in high-risk pregnant women. After the intervention, there was a greater decrease in depression scores in the Pregnancy Dance group compared to the control group. The control group, which received pregnancy exercise intervention, also experienced a decrease in depression scores with an average decrease of 7.25. However, the analysis showed that the asymp. Sig value 0.000 <0.05, with a greater average decrease in scores in the intervention group than in the control group. In conclusion, although both activities are effective in reducing depression levels, Pregnancy Dance proved to be superior, especially in addressing anxiety and emotional stress, thanks to its more prominent elements of relaxation, body expression and social support.
OPTIMALISASI KESEHATAN MENTAL IBU HAMIL MELALUI PROGRAM DANCE PREGNANCY BERBASIS KOMUNITAS: OPTIMISATION OF MATERNAL MENTAL HEALTH THROUGH A COMMUNITY-BASED PREGNANCY DANCE PROGRAMME Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Hasnia, Hasnia; Makualaina, Fenska Narly; Paisal, Fitrah Ivana; Yuliani, Vini
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2976

Abstract

Kesehatan mental ibu hamil merupakan aspek penting dalam kehamilan yang berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu dan janin. Perubahan fisik, hormonal, dan psikologis selama kehamilan dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan gangguan emosional apabila tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan mental ibu hamil melalui Program Dance Pregnancy berbasis komunitas di RB AHBS Papua. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dan pelatihan praktik, meliputi penyuluhan kesehatan mental, pelatihan gerakan Dance Pregnancy, serta pembentukan kelompok dukungan ibu hamil. Kegiatan diikuti oleh 10 ibu hamil dan dilaksanakan secara bertahap. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta, serta observasi untuk menilai respons dan keterlibatan peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah edukasi, serta respons positif terhadap pelatihan Dance Pregnancy yang ditandai dengan perasaan lebih rileks, tenang, dan nyaman secara emosional. Pembentukan komunitas ibu hamil juga memberikan dampak sosial berupa meningkatnya dukungan emosional dan rasa kebersamaan antar peserta. Dapat disimpulkan bahwa Program Dance Pregnancy berbasis komunitas merupakan intervensi promotif dan preventif yang efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk mendukung kesehatan mental ibu hamil. Program ini berpotensi untuk diintegrasikan dalam pelayanan antenatal sebagai bagian dari asuhan kebidanan holistik, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan mental.
Khasiat daun sirih hijau dan merah sebagai tanaman khas papua dalam penurunan pembengkakan payudara ibu nifas post sc Hasnia, Hasnia; Nasrianti, Nasrianti; Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1934

Abstract

Background: Breastfeeding is essential for the healthy growth and development of infants, but it often fails due to a lack of maternal preparation during pregnancy. A common problem is breast engorgement, which has a prevalence of approximately 65-75% among breastfeeding mothers. If left untreated, this condition can lead to complications such as blocked milk ducts, mastitis, and breast abscesses. One local Papuan wisdom to address this problem is the use of green and red betel leaves, which contain compounds such as flavonoids, tannins, and essential oils that have analgesic and anti-inflammatory effects. Purpose: To analyze the efficacy of green and red betel leaves, native to Papua, in reducing breast engorgement in post-cesarean section mothers. Method: A quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 20 postpartum mothers experiencing breast engorgement (10 participants in the green betel group and 10 participants in the red betel group) at the Khomba Waliyauw Community Health Center. The intervention consisted of warm betel leaf compresses for 20 minutes twice daily (morning and evening), followed by breast care according to standard operating procedures (SOP). The level of swelling was measured using the Six-Point Swelling Scale (SPES) on days 5, 12, 19, and 26. Results: This study demonstrated a significant effect in reducing breast swelling in both groups (p=0.05). The significance value for the green betel leaf group was 0.007 and for the red betel leaf group 0.004. The effectiveness of red betel leaf compresses was proven to be more effective in reducing swelling than green betel leaf compresses in postpartum women after cesarean section (p-value 0.029 <0.05). The effectiveness of red betel leaf is supported by its higher flavonoid and polyphenol content, which act as antioxidants and pain relievers. By day 26, all participants experienced no swelling, while in the green betel leaf group, the reduction only reached 70%. Conclusion: Both green and red betel leaves are effective in reducing breast engorgement in post-cesarean mothers, but the use of red betel leaves combined with breast care is more effective in reducing breast engorgement than green betel leaves. Suggestion: Health workers can increase education on proper breastfeeding techniques during postpartum visits to prevent early breast engorgement.   Keywords: Efficacy; Green Betel Leaves; Papuan Plants; Post-Cesarean Section; Postpartum Mothers; Reducing Breast Engorgement; Red Betel Leaves.   Pendahuluan: Proses menyusui merupakan hal penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat, sering kali tidak berjalan dengan baik karena kurangnya persiapan ibu saat hamil. Masalah yang sering muncul, seperti pembengkakan payudara (bendungan ASI) yang memiliki prevelensi sekitar 65-75% dikalangan ibu menyusui. Kondisi ini jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan komplikasi, seperti tersumbatnya saluran air susu, mastitis hingga abses payudara. Salah satu kearifan lokal masyarakat Papua untuk mengatasi hal ini adalah penggunaan daun sirih hijau dan merah yang mengandung senyawa, seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang memiliki efek analgetik dan anti-inflamasi. Tujuan: Untuk menganalisis khasiat daun sirih hijau dan merah sebagai tanaman khas papua dalam penurunan pembengkakan payudara ibu nifas post sc. Metode: Penelitian quasy-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 20 ibu nifas mengalami bendungan ASI (10 partisipan kelompok sirih hijau dan 10 partisipan kelompok sirih merah) di Puskesmas Khomba Waliyauw. Intervensi berupa kompres daun sirih yang telah dihangatkan selama 20 menit sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore) diikuti dengan perawatan payudara sesuai dengan SOP. Tingkat pembengkakan diukur menggunakan Six Point Engirgement Scale (SPES) pada hari ke-5,12,19, dan 26. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada dua kelompok dalam menurunkan pembengkakan payudara (p=0.05). Nilai signifikan pada kelompok daun sirih hijau 0.007 dan kelompok daun sirih merah 0.004. Efektivitas kompres daun sirih merah terbukti lebih efektif menurunkan pembengkakan, dibandingkan kompres daun sirih hijau pada ibu nifas pasca operasi SC (p-value 0.029 < 0.05). Efektivitas sirih merah didukung oleh kandungan flavonoid dan polifenol yang lebih tinggi, berperan sebagai antioksidan dan penghilang rasa nyeri. Pada hari ke-26, seluruh partisipan tidak mengalami pembengkakan, sedangkan pada kelompok daun sirih hijau penurunan hanya mencapai 70%. Simpulan: Jenis daun sirih hijau dan daun sirih merah efektif untuk menurunkan pembengkakan pada payudara ibu nifas pasca SC, tetapi penggunaan daun sirih merah yang disertai perawatan payudara lebih efektif menurunkan pembengkakan payudara dibandingkan daun sirih hijau. Saran: Petugas kesehatan dapat meningkatkan edukasi mengenai teknik menyusui yang benar selama kunjungan masa nifas, sehingga dapat mencegah secara dini kejadian bendungan ASI.   Kata Kunci: Daun Sirih Hijau; Daun Sirih Merah; Ibu Nifas; Khasiat; Penurunan Pembengkakan Payudara; Post SC; Tanaman Khas Papua.
Analisis hubungan komunikasi bidan dengan tingkat kepuasan ibu hamil pada pelayanan antenatal care Hasnia Hasnia; Yustika Rahmawati Pratami; Wiwit Vitania; Nasrianti Nasrianti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2547

Abstract

Background: Antenatal Care (ANC) is an early preventive measure to detect risk factors during pregnancy and childbirth, reduce the maternal mortality rate (MMR), and monitor fetal well-being. One factor that encourages pregnant women to attend regular ANC visits is not only the provision of information about their health condition, but also the midwife's ability to listen to complaints, show empathy, and provide friendly service. Effective communication can create patient satisfaction, which ultimately influences adherence to follow-up visits. Purpose: To determine the relationship between midwife communication and pregnant women's satisfaction with antenatal care services. Method: This quantitative study used an analytical survey design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 20 pregnant women selected using a total sampling technique. The study was conducted in July 2025 at the Khomba Waliyauw Community Health Center, Sentani. The research instruments used were a midwife communication questionnaire and a patient satisfaction questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate chi-square statistical tests. Results: Most midwives had good communication skills, and most pregnant women were satisfied with antenatal care services. The chi-square test yielded a ρ value of 0.000 (<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between midwife communication and maternal satisfaction with antenatal care services. Suggestion: Future research should expand the scope of variables, such as facilities and medical personnel competence, to provide more comprehensive results.   Keywords: Antenatal Care Services; Midwife Communication; Satisfaction Level; Pregnant Women.   Pendahuluan: Antenatal Care (ANC) merupakan upaya pencegahan dini untuk mendeteksi faktor risiko selama kehamilan dan persalinan, menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), serta memantau kesejahteraan janin. Salah satu faktor yang mendorong ibu hamil untuk melakukan kunjungan ANC secara rutin bukan hanya pemberian informasi mengenai kondisi kesehatannya, tetapi juga kemampuan bidan dalam mendengarkan keluhan, menunjukkan empati, dan memberikan pelayanan yang ramah. Komunikasi yang efektif dapat menciptakan kepuasan pasien, pada akhirnya memengaruhi kepatuhan terhadap kunjungan ulang. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara komunikasi bidan dengan tingkat kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 20 ibu hamil yang dipilih dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di Puskesmas Khomba Waliyauw, Sentani. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner komunikasi bidan dan kuesioner kepuasan pasien. Data dianalisis menggunakan univariat dan bivariat uji statistik Chi-Square. Hasil: Sebagian besar bidan memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan sebagian besar ibu hamil merasa puas terhadap pelayanan antenatal care. Uji Chi-Square menghasilkan nilai ρ sebesar 0.000 (<0.05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi bidan dengan tingkat kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas cakupan variabel seperti fasilitas dan kompetensi tenaga medis agar hasil penelitian lebih komprehensi   Kata Kunci: Ibu Hamil; Komunikasi Bidan; Kepuasan Ibu Hamil; Pelayanan Antenatal Care.
Optimalisasi Kesehatan Remaja melalui Edukasi Reproduksi Sehat Pada Remaja Putri di SMA YPK Sentani Hasnia Hasnia; Wiwit Vitania; Yustika Rahmawati Pratami; Endah Purwanti Handayani; Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik; Susi Lestari; Tiyan Febriyani Lestari; Arum Surya Utami; Fetty Satu Ryan Utami; Harlinda Widia Putri; Fenny Dinge; Pranita Kartika Candra Nurhijrahaeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24735

Abstract

ABSTRAK Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi akibat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada masa pubertas serta keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan remaja putri melalui edukasi reproduksi sehat di SMA YPK Sentani. Dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan materi meliputi pubertas, menstruasi, personal hygiene saat menstruasi, serta pencegahan masalah kesehatan reproduksi. Menunjukkan bahwa remaja putri memiliki antusiasme yang tinggi selama mengikuti edukasi dan aktif dalam sesi diskusi. Evaluasi secara deskriptif menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, khususnya kebersihan diri saat menstruasi dan perilaku hidup sehat. Edukasi reproduksi sehat yang dilaksanakan di lingkungan sekolah terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung optimalisasi kesehatan remaja putri.  Kata Kunci: Edukasi tentang Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi.   ABSTRACT Adolescent girls are a vulnerable group to reproductive health problems due to the physical and psychological changes that occur during puberty and their limited knowledge. This Community Service activity aims to optimize the health of adolescent girls through healthy reproductive education at YPK Sentani High School. This activity was conducted through interactive lectures, discussions, and QA sessions covering puberty, menstruation, personal hygiene during menstruation, and preventing reproductive health problems. The adolescent girls demonstrated high enthusiasm during the education and actively participated in the discussion sessions. Descriptive evaluation showed an increase in participants' knowledge and understanding of the importance of maintaining reproductive health, particularly personal hygiene during menstruation and healthy lifestyle behaviors. Healthy reproductive education implemented in the school environment has proven effective as a promotive and preventive effort in supporting the optimization of adolescent girls' health. Keywords: Reproductive Health Education, Knowledge, Adolescent Girls, Reproductive Health.
Analisis perilaku “baku bawa” pada pasangan ibu hamil dengan HIV/AIDS di Papua Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu; Handayani, Endah Purwanti; Palino, Keryn Amanda
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2769

Abstract

Background: The shift in HIV test results in pregnant women from negative to positive during pregnancy indicates a gap in the implementation of the PMTCT program, primarily because HIV testing is generally only performed once on pregnant women and does not optimally involve partners. The practice of "baku bawa," or living together without formal marriage, which is quite common in Papua, has the potential to increase risky sexual behavior. Therefore, this study is important as a basis for strengthening PMTCT policies to prevent delays in addressing vertical HIV transmission. Purpose: To describe the "baku bawa" behavior of couples of pregnant women living with HIV/AIDS. Method: This mixed-methods study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach and a qualitative descriptive design with in-depth interviews and focus group discussions (FGDs). Results: There were 14 categories of quantitative analysis, and five themes were identified in the in-depth interviews in the qualitative study related to the behavior of couples with "baku bawa." Conclusion: The behavior of "baku bawa," or living together without formal marriage, among couples with pregnant women is associated with an increased risk of HIV transmission. This confirms that sexual behavior and relationship dynamics in the practice of "baku bawa" require attention in efforts to prevent HIV transmission, particularly in strengthening PMTCT programs through educational approaches, partner screening, and promotion of safe sexual behavior.   Keywords: Baku Bawa; Couples; HIV Testing; Pregnant Women; Sexual Behavior.   Pendahuluan: Perubahan hasil tes HIV pada ibu hamil dari negatif menjadi positif selama masa kehamilan menunjukkan adanya celah dalam pelaksanaan program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA), terutama karena tes HIV umumnya hanya dilakukan sekali pada ibu hamil dan belum melibatkan pasangan secara optimal. Praktik “baku bawa”, yaitu hidup bersama tanpa pernikahan formal yang cukup umum di Papua, berpotensi meningkatkan perilaku seksual berisiko, sehingga penelitian ini penting sebagai dasar penguatan kebijakan PPIA, guna mencegah keterlambatan penanganan penularan HIV secara vertikal. Tujuan: Untuk mendeskripsikan perilaku “baku bawa” pada pasangan ibu hamil dengan HIV/AIDS. Metode: Penelitian mix method dengan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan deskriptif kualitatif dengan pendekatan indepth interview dan FGD. Hasil: Terdapat 14 kategori analisis kuantitatif dan dan pada wawancara mendalam pada penelitian kualitatif terkait perilaku pasangan “baku bawa” ditemukan 5 tema. Simpulan: Perilaku “baku bawa” atau hidup bersama tanpa ikatan pernikahan formal pada pasangan ibu hamil memiliki keterkaitan dengan peningkatan risiko penularan HIV. Hal ini menegaskan, bahwa faktor perilaku seksual dan dinamika hubungan pasangan dalam praktik “baku bawa” perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan penularan HIV, khususnya dalam penguatan program PPIA melalui pendekatan edukasi, skrining pasangan, dan promosi perilaku seksual yang aman.   Kata Kunci: Baku Bawa; Ibu Hamil; Pasangan; Perilaku Seks; Tes HIV.
Co-Authors abdullah, vera iriani Adhar Arifuddin Alesya Vebriani Ancelince Agapa Ancelince Agapa Anice Mallo Anice Mallo aprilia daundi Arieska, Risa Ariyanto D Saputra Arum Surya Utami Arum Surya Utami Arvia Arvia Astutik, Eftya Ningrum Dwi Wahyu Astutik, Eftyaningrum D W Astutuik, Eftyaningrum Dwi Wahyu Demetaouw, Novalin Dewi Simanjuntak Dinge, Fenny Dionesia Pri Utami Dolvy, Dolly Eftyaningrum Dwi Astutik Eftyaningrum Dwi Astutik Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik Emeliana Amyol Emeliana Amyol emira telenggen Endah P. Handayani endah purwanit handayani Endah Purwanti Endah Purwanti Handayani Endah Purwanti Handayani Fakhri Inayati Said, Fathia febriani gea Fenny Dinge Fetty Satu Ryan Utami Fretes, Rachel De Harlinda W. Putri Harlinda Widia Putri Harlinda Widia Putri Hasnia hasnia Hasnia Hasnia Hasnia Hasnia hasnia, Hasnia Hidayanti Arifuddin Inggrid Priskilia Itlay, Ona Januarti, Putri Amelia Jenny F Wally Jenny F. Wally Keryn Amanda Palino Keryn Amanda Palino lili jenni suebu Makualaina, Fenska Narly mansawan, frida Nadia Dude Nadia Dude nasrianti Nasrianti Nasrianti Nasrianti, Nasrianti Nopeliana, Nopeliana Nosti Wetapo Nosti Wetapo Nurhidayah Amir Nurhijrahen, Pranita Kartika Candra Nurhilmi, Nurhilmi Paisal, Fitrah Ivana Palino, Keryn Amanda Pranita Kartika Candra Nurhijrahaeni Pranita Kartika Candra Nurhijraheni Putri, Herlinda W. Rahmawati, Yustika Rasumawati, Rasumawati Senita Karoba Senita Karoba Silpa Daap Silpa Daap Siti Saldianti Siti Saldianti Sobolim, Heni Susi Lestari Susi Lestari SUSI LESTARI Tiyan F. Lestari Tiyan Febriyani Lestari Tiyan Febriyani Lestari Utami, Arum Vika Anggraeni Wahyuni, Ike Sri Wandik, Temide Welmince Kwano Welmince Kwano Yuliana Antoneta Apaseray Yuliana Antoneta Apaseray Yuliana Yuliana Yuliandary Yunus yuliani, vini Yurida Awairaro Yurida Awairaro Yustika R. Pratami Yustika Rahmawati Pratami Yustika Rahmawti Pratami