Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penyuluhan Premarital Skrining HIV/AIDS Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Hasnia, Hasnia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.19938

Abstract

ABSTRAKPremarital screening HIV/AIDS merupakan langkah penting dalam upaya deteksi dini untuk mencegah penularan HIV dari pasangan ke pasangan serta dari ibu ke anak di masa depan. Meskipun pemeriksaan ini memiliki manfaat yang signifikan, tingkat kesadaran dan partisipasi pasangan yang akan menikah masih tergolong rendah di Indonesia. Faktor stigma, kurangnya informasi, serta keterbatasan akses menjadi kendala utama dalam implementasi premarital screening HIV/AIDS. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman calon pengantin mengenai pentingnya premarital screening HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV sebelum pernikahan, serta mengurangi stigma terhadap pasangan yang menjalani pemeriksaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kepada pasangan yang akan menikah, pemberian layanan konseling, serta fasilitasi pemeriksaan HIV secara sukarela. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif dengan media presentasi dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta analisis tingkat partisipasi dalam pemeriksaan HIV. Penyuluhan diikuti oleh 8 pasangan yang akan menikah, di mana sebelum kegiatan, hanya 50% peserta yang memiliki pemahaman baik tentang premarital screening HIV/AIDS. Setelah penyuluhan, angka ini meningkat menjadi 88%. Dari total peserta. Kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan premarital screening HIV/AIDS terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman calon pengantin mengenai pentingnya deteksi dini HIV. Edukasi yang berkelanjutan serta dukungan kebijakan yang lebih kuat diperlukan untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan dan mengurangi stigma di masyarakat. Kata Kunci: Premarital Screening, HIV/AIDS, Deteksi Dini, Penyuluhan, Calon Pengantin.  ABSTRACT Premarital screening for HIV/AIDS is a crucial step in early detection efforts to prevent HIV transmission between partners and from mother to child in the future. Although this screening offers significant benefits, awareness and participation levels among couples planning to marry remain relatively low in Indonesia. Factors such as stigma, lack of information, and limited access serve as major barriers to the implementation of premarital HIV/AIDS screening. This initiative aims to enhance engaged couples' understanding of the importance of premarital HIV/AIDS screening, increase the coverage of HIV testing before marriage, and reduce stigma toward couples undergoing the screening. The methods used in this initiative include educational counseling for engaged couples, the provision of counseling services, and the facilitation of voluntary HIV testing. The educational sessions were conducted through interactive lectures utilizing presentations and group discussions. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to assess participants’ knowledge improvement, along with an analysis of the participation rate in HIV screening. The counseling sessions were attended by ten engaged couples, of whom only 50% had a good understanding of premarital HIV/AIDS screening before the sessions. Following the education program, this figure increased to 85%. The educational and premarital HIV/AIDS screening activities proved effective in raising awareness and understanding among engaged couples about the importance of early HIV detection. Continuous education and stronger policy support are needed to increase screening coverage and reduce societal stigma. Keywords: Premarital Screening, HIV/AIDS, Early Detection, Counseling, Engaged Couples.
Qualitative Study: Family Support for Post-Partum Mothers with HIV in Papua Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Yunus, Yuliandary
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6310

Abstract

The support that mothers with HIV expect is not only during pregnancy but also throughout the postpartum period and the rest of their life as a mother. Objective: to dig deeper into family support for postpartum mothers with HIV. This research is a quantitative research with a phenomenological approach. The number of participants in this study is two participants who will be interviewed in depth using an unstructured interview guide. Data analysis in this study is divided into three parts, including data reduction, data display and conclusion or verification. Family support is important for all informants, both support from parents and from husbands. Participants felt that the support they received from their families was much greater than the support they received from their husbands.
Effectiveness of a Modified Pregnancy Support Belt in Reducing Back and Pelvic Pain in Pregnant Women: A Quasi-Experimental Study in South Jakarta Paisal, Fitrah Ivana; Arifuddin, Hidayanti; Arieska, Risa; Rasumawati, Rasumawati; Vitania, Wiwit; Arifuddin, Adhar
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.666

Abstract

Lower back and pelvic pain are common complaints among pregnant women, particularly in the third trimester, due to physiological and hormonal changes. These discomforts significantly impact daily functioning and quality of life. To evaluate the effectiveness of a modified pregnancy support belt in reducing lower back and pelvic pain among pregnant women in the South Jakarta area. This quasi-experimental study involved 60 pregnant women in their third trimester, divided into two groups: an intervention group and a control group. The intervention group used the modified pregnancy support belt, while the control group used a standard pregnancy belt. Pain levels were measured before and after the intervention using the Visual Analogue Scale (VAS). Sociodemographic characteristics, including age, education, occupation, and parity, were also analyzed. Most respondents were aged 20–35 years, housewives, and high school graduates. The mean reduction in VAS scores was 3.1 (95% CI: 2.6–3.6) in the intervention group compared to 2.3 (95% CI: 1.5–3.1) in the control group. Back and pelvic pain were associated with a measurable decrease post-intervention (p < 0.05). The use of a modified pregnancy support belt demonstrated a greater reduction in lower back and pelvic pain compared to a standard belt. Supportive belts should be considered as a non-pharmacological intervention to enhance maternal comfort and well-being during pregnancy.
Edukasi Pentingnya Melakukan Tes HIV Pada Ibu hamil dan Pasangan Selama Hamil di Papua Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3424

Abstract

Kurangnya partisipasi pasangan ibu hamil untuk emalkukan skrining tes HIV selama ibu dalam masa kehamilan dan maraknya kejadian penularan HIV dari ibu ke janin selama masa kehamilan menjadi salah satu masalah yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Kurangnya pengetahuan masayarakat terkait pentingnya melakukan tes HIV menjadi salah satu masalah mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan ibu dan keikutsertaan ibu hamil dan pasnagannya dalam melakukan tes HIV terutama saat ibu hamil. Metode pada kegiatan ini dilakuakn dengan 4 tahapan dengan 4 kali sesi pertemuan dengan tujuan memberikan edukasi. Hasil kegiatan ini ditemukan kurangnya pengetahuan ibudan pasangan terkait pentingnya melakukan tes HIV selama masa kehamilan menjadi alasan pasnagan tidka termotivasi untuk ikut serta melakukan tes HIV.
Edukasi Pentingnya Dukungan Keluarga Pada Ibu Nifas dan Sosialisasi Pencegahan Penularan HIV di Puskesmas Harapan Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3531

Abstract

Kegiatan ini dilakukan karena masih ditemukannya ibu nifas yang merasa kurang mendapat dukungan oleh keluarga yang sesungguhnya sangat penting untuk menunjag prose pemulihan ibu selama masa nifas dan proses menyusui yang holistik. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemukan pada penleitian sebelumnya yang juga dilakukan di puskesma yang sama yaitu untuk meningkatkan pemahaman keluarga akan pentingnya pemberian dukungan ibu selama masa nifas. Metode pada kegiatan ini dilakuakn dengan 4 tahapan dengan 4 kali sesi pertemuan dengan tujuan memberikan edukasi. Hasil kegiatiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan pasangan akan pentingnya dukungan dari suami dan keuarga kepada ibu pada masa nifas.
Pendidikan Kesehatan Mental pada Ibu di Masa Perinatal Putri, Harlinda Widia; Pratami, Yustika Rahmawati; Handayani, Endah Purwanti; Lestari, Susi; Astutik, Eftyaningrum D W; Utami, Arum Surya; Lestari, Tiyan Febriyani; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Fretes, Rachel De; Januarti, Putri Amelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3589

Abstract

Selama kehamilan hingga satu tahun setelah melahirkan, merupakan fase yang sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental seorang ibu. Pada fase ini, banyak ibu yang mengalami perubahan dalam kesehatan mentalnya, seperti mengalami berbagai perubahan fisik, emosional, dan psikososial yang dapat mempengaruhi kesejahteraan mental mereka. Tujuan yang ingin dicapai pada pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan pengetahuan yang mendalam kepada para ibu mengenai kesehatan mental selama masa perinatal, serta meningkatkan keterampilan mereka dalam menghadapi tantangan psikologis yang mungkin akan muncul. Kegiatan dilaksanakan di Klinik AHBS, Kabupaten Jayapura. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu dengan memberikan ceramah dan mengadakan diskusi secara langsung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mencatat pencapaian positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang kesehatan mental di kalangan ibu hamil yang hadir.
Effectiveness of Dance Pregnancy Modification on Improving Depression Levels in High-Risk Pregnant Women Wiwit Vitania; Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40156

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of Pregnancy Dance modification on improving depression levels and serotonin hormone levels in high-risk pregnant women. The research design used was Quasi Experiment with the Nonequivalent Control Group Design approach. The number of samples in this study was 24 participants, which were divided into two groups: 12 samples of the intervention group and 12 samples of the control group. Based on the Wilcoxon test, the asymp. Sig <0.05 value indicates a significant difference between the pretest and posttest scores, which indicates a positive effect of Pregnancy Dance in reducing depression levels in high-risk pregnant women. After the intervention, there was a greater decrease in depression scores in the Pregnancy Dance group compared to the control group. The control group, which received pregnancy exercise intervention, also experienced a decrease in depression scores with an average decrease of 7.25. However, the analysis showed that the asymp. Sig value 0.000 <0.05, with a greater average decrease in scores in the intervention group than in the control group. In conclusion, although both activities are effective in reducing depression levels, Pregnancy Dance proved to be superior, especially in addressing anxiety and emotional stress, thanks to its more prominent elements of relaxation, body expression and social support.
OPTIMALISASI KESEHATAN MENTAL IBU HAMIL MELALUI PROGRAM DANCE PREGNANCY BERBASIS KOMUNITAS: OPTIMISATION OF MATERNAL MENTAL HEALTH THROUGH A COMMUNITY-BASED PREGNANCY DANCE PROGRAMME Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Hasnia, Hasnia; Makualaina, Fenska Narly; Paisal, Fitrah Ivana; Yuliani, Vini
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2976

Abstract

Kesehatan mental ibu hamil merupakan aspek penting dalam kehamilan yang berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu dan janin. Perubahan fisik, hormonal, dan psikologis selama kehamilan dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan gangguan emosional apabila tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan mental ibu hamil melalui Program Dance Pregnancy berbasis komunitas di RB AHBS Papua. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dan pelatihan praktik, meliputi penyuluhan kesehatan mental, pelatihan gerakan Dance Pregnancy, serta pembentukan kelompok dukungan ibu hamil. Kegiatan diikuti oleh 10 ibu hamil dan dilaksanakan secara bertahap. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta, serta observasi untuk menilai respons dan keterlibatan peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah edukasi, serta respons positif terhadap pelatihan Dance Pregnancy yang ditandai dengan perasaan lebih rileks, tenang, dan nyaman secara emosional. Pembentukan komunitas ibu hamil juga memberikan dampak sosial berupa meningkatnya dukungan emosional dan rasa kebersamaan antar peserta. Dapat disimpulkan bahwa Program Dance Pregnancy berbasis komunitas merupakan intervensi promotif dan preventif yang efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk mendukung kesehatan mental ibu hamil. Program ini berpotensi untuk diintegrasikan dalam pelayanan antenatal sebagai bagian dari asuhan kebidanan holistik, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan mental.
Khasiat daun sirih hijau dan merah sebagai tanaman khas papua dalam penurunan pembengkakan payudara ibu nifas post sc Hasnia, Hasnia; Nasrianti, Nasrianti; Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1934

Abstract

Background: Breastfeeding is essential for the healthy growth and development of infants, but it often fails due to a lack of maternal preparation during pregnancy. A common problem is breast engorgement, which has a prevalence of approximately 65-75% among breastfeeding mothers. If left untreated, this condition can lead to complications such as blocked milk ducts, mastitis, and breast abscesses. One local Papuan wisdom to address this problem is the use of green and red betel leaves, which contain compounds such as flavonoids, tannins, and essential oils that have analgesic and anti-inflammatory effects. Purpose: To analyze the efficacy of green and red betel leaves, native to Papua, in reducing breast engorgement in post-cesarean section mothers. Method: A quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 20 postpartum mothers experiencing breast engorgement (10 participants in the green betel group and 10 participants in the red betel group) at the Khomba Waliyauw Community Health Center. The intervention consisted of warm betel leaf compresses for 20 minutes twice daily (morning and evening), followed by breast care according to standard operating procedures (SOP). The level of swelling was measured using the Six-Point Swelling Scale (SPES) on days 5, 12, 19, and 26. Results: This study demonstrated a significant effect in reducing breast swelling in both groups (p=0.05). The significance value for the green betel leaf group was 0.007 and for the red betel leaf group 0.004. The effectiveness of red betel leaf compresses was proven to be more effective in reducing swelling than green betel leaf compresses in postpartum women after cesarean section (p-value 0.029 <0.05). The effectiveness of red betel leaf is supported by its higher flavonoid and polyphenol content, which act as antioxidants and pain relievers. By day 26, all participants experienced no swelling, while in the green betel leaf group, the reduction only reached 70%. Conclusion: Both green and red betel leaves are effective in reducing breast engorgement in post-cesarean mothers, but the use of red betel leaves combined with breast care is more effective in reducing breast engorgement than green betel leaves. Suggestion: Health workers can increase education on proper breastfeeding techniques during postpartum visits to prevent early breast engorgement.   Keywords: Efficacy; Green Betel Leaves; Papuan Plants; Post-Cesarean Section; Postpartum Mothers; Reducing Breast Engorgement; Red Betel Leaves.   Pendahuluan: Proses menyusui merupakan hal penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat, sering kali tidak berjalan dengan baik karena kurangnya persiapan ibu saat hamil. Masalah yang sering muncul, seperti pembengkakan payudara (bendungan ASI) yang memiliki prevelensi sekitar 65-75% dikalangan ibu menyusui. Kondisi ini jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan komplikasi, seperti tersumbatnya saluran air susu, mastitis hingga abses payudara. Salah satu kearifan lokal masyarakat Papua untuk mengatasi hal ini adalah penggunaan daun sirih hijau dan merah yang mengandung senyawa, seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang memiliki efek analgetik dan anti-inflamasi. Tujuan: Untuk menganalisis khasiat daun sirih hijau dan merah sebagai tanaman khas papua dalam penurunan pembengkakan payudara ibu nifas post sc. Metode: Penelitian quasy-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 20 ibu nifas mengalami bendungan ASI (10 partisipan kelompok sirih hijau dan 10 partisipan kelompok sirih merah) di Puskesmas Khomba Waliyauw. Intervensi berupa kompres daun sirih yang telah dihangatkan selama 20 menit sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore) diikuti dengan perawatan payudara sesuai dengan SOP. Tingkat pembengkakan diukur menggunakan Six Point Engirgement Scale (SPES) pada hari ke-5,12,19, dan 26. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada dua kelompok dalam menurunkan pembengkakan payudara (p=0.05). Nilai signifikan pada kelompok daun sirih hijau 0.007 dan kelompok daun sirih merah 0.004. Efektivitas kompres daun sirih merah terbukti lebih efektif menurunkan pembengkakan, dibandingkan kompres daun sirih hijau pada ibu nifas pasca operasi SC (p-value 0.029 < 0.05). Efektivitas sirih merah didukung oleh kandungan flavonoid dan polifenol yang lebih tinggi, berperan sebagai antioksidan dan penghilang rasa nyeri. Pada hari ke-26, seluruh partisipan tidak mengalami pembengkakan, sedangkan pada kelompok daun sirih hijau penurunan hanya mencapai 70%. Simpulan: Jenis daun sirih hijau dan daun sirih merah efektif untuk menurunkan pembengkakan pada payudara ibu nifas pasca SC, tetapi penggunaan daun sirih merah yang disertai perawatan payudara lebih efektif menurunkan pembengkakan payudara dibandingkan daun sirih hijau. Saran: Petugas kesehatan dapat meningkatkan edukasi mengenai teknik menyusui yang benar selama kunjungan masa nifas, sehingga dapat mencegah secara dini kejadian bendungan ASI.   Kata Kunci: Daun Sirih Hijau; Daun Sirih Merah; Ibu Nifas; Khasiat; Penurunan Pembengkakan Payudara; Post SC; Tanaman Khas Papua.
Co-Authors abdullah, vera iriani Adhar Arifuddin Agapa , Ancelince Alesya Vebriani Amyol , Emeliana Ancelince Agapa Anice Mallo Apaseray, Yuliana Antoneta aprilia daundi Arieska, Risa Ariyanto D Saputra Arum Surya Utami Arvia Arvia Astutik , Eftyaningrum Dwi Astutik, Eftya Ningrum Dwi Wahyu Astutik, Eftyaningrum D W Astutuik, Eftyaningrum Dwi Wahyu Awairaro, Yurida Daap , Silpa Demetaouw, Novalin Dewi Simanjuntak Dinge, Fenny Dionesia Pri Utami Dolvy, Dolly Dude , Nadia Eftyaningrum Dwi Astutik Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik Emeliana Amyol emira telenggen Endah P. Handayani endah purwanit handayani Endah Purwanti Endah Purwanti Handayani Fakhri Inayati Said, Fathia febriani gea Fretes, Rachel De Harlinda W. Putri Harlinda Widia Putri hasnia Hasnia Hasnia hasnia, Hasnia Hidayanti Arifuddin Inggrid Priskilia Itlay, Ona Januarti, Putri Amelia Jenny F. Wally Karoba , Senita Keryn Amanda Palino Kwano , Welmince Lestari , Susi lili jenni suebu Makualaina, Fenska Narly Mallo , Anice mansawan, frida Nadia Dude nasrianti Nasrianti, Nasrianti Nopeliana, Nopeliana Nosti Wetapo Nurhidayah Amir Nurhijrahen, Pranita Kartika Candra Nurhilmi, Nurhilmi Paisal, Fitrah Ivana Palino, Keryn Amanda Pranita Kartika Candra Nurhijraheni Putri, Herlinda W. Rahmawati, Yustika Rasumawati, Rasumawati Saldianti , Siti Senita Karoba Silpa Daap Siti Saldianti Sobolim, Heni SUSI LESTARI Susi Lestari Tiyan F. Lestari Tiyan Febriyani Lestari Utami, Arum Vika Anggraeni Wahyuni, Ike Sri Wally , Jenny F Wandik, Temide Welmince Kwano Wetapo , Nosti Yuliana Antoneta Apaseray Yuliana Yuliana Yuliandary Yunus yuliani, vini Yurida Awairaro Yustika R. Pratami Yustika Rahmawati Pratami Yustika Rahmawti Pratami