Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perubahan perilaku ibu hamil tentang hiv/aids (metode:pre-post konseling personal) Hasnia; Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Handayani, Endah Purwanti; Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu; Nasrianti
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i1.536

Abstract

Pregnancy and the postpartum period are periods with a continuous and ongoing risk of being infected with HIV/AIDS. Pregnant and breastfeeding women (postpartum period) living with HIV are targets for mother-to-child HIV prevention. HIV transmission generally occurs as a result of human behavior, thereby placing individuals in a situation that is vulnerable to infection. HIV infection is a group of infectious diseases and is one of the factors that can influence maternal and child mortality. This research aims to analyze the behavior of pregnant women regarding HIV/AIDS using pre and post personal counseling methods at the Sentani Community Health Center, Jayapura Regency in 2024. The research sample is pregnant women using a purposive sampling technique according to predetermined criteria. Data analysis used a non-parametric test, namely the Mc Nemar test. The results obtained were changes in pregnant women's knowledge about HIV/AIDS with the results of calculating 05, there was a change in the attitude of pregnant women regarding HIV/AIDS prevention obtained by X2 count 25.03 > 3.841 value α= 0.031 < 0.05. There was a change in the behavior of pregnant women towards preventing HIV/AIDS, obtained X2 count 6.32 > 3.841 value α= 0.500 < 0.05. From these results, it can be concluded that there has been a change in the knowledge, attitudes and behavior of pregnant women regarding HIV/AIDS prevention at the Sentani Community Health Center, Jayapura Regency. It is recommended that pregnant women be more active in seeking information independently about HIV/AIDS and for health workers to continue to increase their knowledge about HIV/AIDS so that they can distribute appropriate and quality information to pregnant women.
STUDI KUALITATIF PELAKSANAAN PROGRAM RUMAH TUNGGU KELAHIRAN (RTK) DI DEPAPRE PROVINSI PAPUA Utami, Arum; Vitania, Wiwit
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i1.622

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu merupakan hal penting dalam upaya percepatan penurunan AKI. Salah satu upaya penurunan AKI adalah dengan meningkatkan persentase persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan cakupan persalinan di fasilitas kesehatan adalah dengan pembentukan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program RTK di Depapre Provinsi Papua. Metode: penelitian kualitatif, dengan menggunakan Logic model yang dilakukan di Depapre Kabupaten Jayapura. Subyek penelitian meliputi pengelola program sebanyak 3 orang, ibu hamil 6 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan  menggunakan wawancara, observasi, kuesioner dan analisis dokumen. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa komponen input belum memadai sehingga berdampak pada proses pelayanan RTK. Pembahasan: Proses pelaksanaan RTK belum optimal dan komponen output berupa pemanfaatan RTK sudah baik walaupun mengalami penurunan dalam pemanfaatannya. Kesimpulan: Implementasi RTK sangat terbatas, komponen inputnya belum memadai, komponen proses belum terlaksanan dengan baik, dan komponen luarannya belum sesuai dengan hasil yang diharapkan. Pendekatan strategis diperlukan untuk melaksanakan program secara efektif.
Upaya Promotif Preventif Untuk Mencegah Atritis Gouth (Asam Urat) Pada Lansia Di Posyandu BTN Sosial Handayani, Endah Purwanti; Lestari, Susi; Astutik, Eftya Ningrum Dwi Wahyu; Hasnia, Hasnia; Lestari, Tiyan Febriyani; Rahmawati, Yustika; Vitania, Wiwit; Putri, Herlinda W.; Nurhilmi, Nurhilmi; Dolvy, Dolly; Itlay, Ona; Sobolim, Heni; Nopeliana, Nopeliana; Demetaouw, Novalin; Wandik, Temide
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.662

Abstract

Penyakit gout adalah salah satu tipe dari arthristis (rematik) yang disebabkan terlalu banyaknya atau tidak normalnya kadar asam urat di dalam tubuh karena tubuh tidak bisa mengsekresikan asam urat secara normal/seimbang. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang atritis gout (asam urat) dan melakukan pemeriksaan kesehatan kadar asam urat. Metode yang digunakan yaitu pendekatan analisis kondisi wilayah sasaran, dilanjutkan identifikasi masalah, merencakan intervensi dan melaksanakan implementasi dalam mengatasi masalah yang direncakanan dengan melaksanakan kegiatan berupa pemberikan edukasi pencegahan penyakit atritis gout (asam urat)pada lansia dan peemriksaan kesehatan  Media promosi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan leaflet. Hasil penelitian menunjukan bahwa lansia sangat tertarik dengan materi yang diberikan sehingga lansia tampak mengerti dengan materi yang diberikan dapat dilihat dari ada 7 lansia yang memberikan beberapa pertanyaan. Kesimpulan  kegiatan pengabdian masyarakat berupa Upaya Promotif Preventif Untuk Mencegah Atritis Gouth (Asam Urat) Pada Lansia dan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan didapatkan bahwa beberapa lansia mengalami peningkatan Atritis Gouth (Asam Urat)
Perilaku Ibu Hamil dalam Pencegahan Malaria Berdasarkan Teori Health Belief Model Wiwit Vitania
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.689 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.5296

Abstract

This study aims to determine the behavioral factors of pregnant women in preventing malaria based on the theory of the health belief model in the Working Area of the Sentani Health Center, Jayapura Regency, Papua Province. The method used is qualitative research with a phenomenological approach. The results showed that perceptions about susceptibility, severity, and benefits could influence malaria prevention, and barriers and measures to prevent malaria become a mother's consideration for malaria prevention behavior. In conclusion, perceptions about susceptibility, severity, benefits, obstacles, and prevention of malaria influence malaria prevention behavior. Keywords: Health Belief Model, Malaria
Empowerment of Youth Cadres in HIV/AIDS Prevention Efforts at Youth Health Post of Nurul Anwar Boarding School, Komba, Sentani Hasnia, Hasnia; Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Lestari, Susi; Nasrianti, Nasrianti; Said, Fathia Fakhri Inayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.17994

Abstract

ABSTRACT The many reproductive health problems of adolescents, then the provision of information, services and education on reproductive health of adolescents becomes very important. Adolescent problems that are closely related to reproductive health are often rooted in the lack of information and understanding and awareness to achieve reproductive health. Adolescent access to these service places is very low. To overcome health problems that occur in adolescents, comprehensive efforts are needed, namely by forming a youth health post. Youth cadres have an important role in providing information to the community, especially about adolescent health. The important role of peers is as a source of knowledge other than that obtained within the family. Peers are a form of a teenager's external environment. If adolescents have peers who have good behavior and knowledge about HIV/AIDS, it will contribute greatly to preventing adolescents from contracting HIV/AIDS, so it is necessary to provide assistance and information to youth cadres so that they can help disseminate the information provided. The method used is through an analytical approach, problem identification, intervention planning and implementation, namely empowering youth cadres in preventing HIV/AIDS by providing information and teaching cadres to conduct basic health checks, namely general condition checks. Providing education about HIV/AIDS, risk behavior for HIV/AIDS transmission (free sex, drugs and alcohol) found that youth cadres were very enthusiastic and interested in learning the guidance provided so that youth cadres would be more confident in carrying out their duties as youth cadres at the Youth Health Post. Keywords: Youth Cadres, Education, HIV/AIDS, HIV/AIDS transmission risk behavior and HIV/AIDS prevention.
Edukasi Pencegahan Penularan HIV/AIDS Ibu Ke Anak Pada Ibu Hamil Guna Persiapan Bersalin dan Nifas dalam Menghadapi Proses Laktasi Hasnia, Hasnia; Nasrianti, Nasrianti; Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Said, Fathia Fakhri Inayati; Makualaina, Fenska Narly
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20197

Abstract

ABSTRAK Wanita hamil dan menyusui (masa nifas) yang hidup dengan HIV merupakan target pencegahan HIV dari ibu ke anak. Penularan HIV biasanya terjadi karena perilaku manusia, yang rentan infeksi. Infeksi HIV adalah sekelompok penyakit yang menular dan merupakan salah satu faktor meningkatkan kematian ibu dan anak. Ibu hamil yang terinfeksi akan malu karena stigma tentang penderita sehingga ada perasaan cemas dan takut untuk melakukan pemeriksaan. Upaya yang dilakukan mengatasi masalah tersebut adalah pemberian edukasi sejak dini mulai dari masa prenatal sehingga saat ibu masuk dalam masa nifas, ibu sudah siap melakukan pengobatan untuk pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak guna persiapan persalinan dan masa nifas. Pemberian edukasi menggunakan booklet melalui pendekatan, analisis kondisi wilayah sasaran, dilanjutkan identifikasi masalah, merencanakan intervensi dan melaksanakan implementasi. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian edukasi dengan nilai rata-rata sebelum edukasi sebesar 60 dan setelah edukasi meningkat menjadi 77,94. Nilai minimum yang diperoleh sebelum edukasi sebesar 57 dan maximum 70 sedangkan setelah diberikan edukasi dan terjadi peningkatan diperoleh nilai minimum 70 dan maximum 90. Booklet terbukti secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil setelah terjadi peningkatan pengetahauan maka diharapkan dapat merubah sikap ibu hamil untuk melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS.  Kata Kunci: Edukasi, Pencegahan HIV/AIDS dari Ibu Ke Anak, Booklet, Ibu Hamil  ABSTRACT Pregnant and lactating women (postpartum period) living with HIV are the target of HIV prevention from mother to child. HIV transmission usually occurs due to human behavior, which is susceptible to infection. HIV infection is a group of infectious diseases and is one of the factors that increase maternal and child mortality. Pregnant women who are infected will be ashamed because of the stigma about the sufferer so that there is a feeling of anxiety and fear to undergo examination. Efforts made to overcome this problem are providing early education starting from the prenatal period so that when the mother enters the postpartum period, the mother is ready to undergo treatment to prevent HIV transmission from mother to child. To find out the increase in knowledge of pregnant women about preventing the transmission of HIV/AIDS from mother to child in preparation for childbirth and the postpartum period. The method used is providing education using booklets through an approach, analyzing the conditions of the target area, continuing with problem identification, planning interventions and implementing implementation. The results obtained showed an increase in knowledge of pregnant women before and after education with an average value before education of 60 and after education increasing to 77.94. The minimum value obtained before education was 57 and the maximum was 70, while after education was given and an increase occurred, the minimum value was 70 and the maximum was 90. The booklet has been proven to significantly increase the knowledge of pregnant women. After an increase in knowledge, it is hoped that it can change the attitude of pregnant women to prevent the transmission of HIV/AIDS. Keywords: Education, Prevention of HIV/AIDS from Mother To Child, Booklet, Pregnant Mother.
Edukasi Pelaksanaan Pemeriksaan HIV Pada Ibu Hamil sebagai Upaya Deteksi Dini Penularan dari Ibu Ke Bayi Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Pratami, Yustika Rahmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.19848

Abstract

ABSTRAK Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berkontribusi terhadap angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Penularan HIV dari ibu ke bayi dapat terjadi selama kehamilan, persalinan, atau melalui ASI. Deteksi dini dan edukasi menjadi langkah penting dalam pencegahan penularan ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil, serta memberikan deteksi dini dan pendampingan bagi ibu hamil yang terdiagnosis HIV positif.Penelitian ini menggunakan metode penyuluhan, pemeriksaan HIV sukarela, serta pendampingan bagi ibu hamil yang terdiagnosis HIV positif. Kegiatan dilakukan di Rumah Bersalin AHBS dengan melibatkan 30 ibu hamil sebagai peserta. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta dilakukan analisis terhadap cakupan pemeriksaan HIV dan tindak lanjut bagi ibu hamil dengan hasil reaktif. Sebelum penyuluhan, hanya 30% ibu hamil yang memiliki pemahaman tentang HIV/AIDS, namun setelah penyuluhan, pemahaman meningkat hingga 85%. Cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil mencapai 80%, lebih tinggi dibandingkan dengan cakupan nasional yang berkisar 60-75%. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 2 ibu hamil dengan hasil reaktif HIV yang kemudian dirujuk untuk mendapatkan terapi ARV guna mencegah penularan ke bayi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV, serta memberikan deteksi dini dan pendampingan bagi ibu hamil dengan HIV positif. Keberlanjutan program ini diperlukan untuk memastikan lebih banyak ibu hamil mendapatkan akses ke edukasi, pemeriksaan, dan perawatan yang diperlukan. Kata Kunci: HIV/AIDS, Ibu Hamil, Pencegahan, Penyuluhan  ABSTRACT Infection of Human Immunodeficiency Virus (HIV) in pregnant women is one of the major health issues in Indonesia, contributing to maternal and infant morbidity and mortality rates. Mother-to-child HIV transmission can occur during pregnancy, childbirth, or through breastfeeding. Early detection and education are essential steps in preventing this transmission. This study aims to improve pregnant women's understanding of HIV/AIDS, increase the coverage of HIV testing among pregnant women, and provide early detection and assistance for those diagnosed with HIV. This study employs methods such as counseling, voluntary HIV testing, and assistance for pregnant women diagnosed with HIV. The activities were conducted at AHBS Maternity Clinic, involving 30 pregnant women as participants. Data were collected through pre-tests and post-tests to measure the improvement in understanding, and an analysis was conducted on the coverage of HIV testing and follow-up for pregnant women with reactive results. Before counseling, only 30% of pregnant women had an understanding of HIV/AIDS. However, after the counseling session, understanding increased to 85%. The coverage of HIV testing among pregnant women reached 80%, which is higher than the national coverage rate of around 60-75%. From the test results, two pregnant women were found to be HIV-reactive and were subsequently referred for antiretroviral therapy (ARV) to prevent transmission to their babies. This program has proven effective in increasing pregnant women's awareness of HIV/AIDS, expanding HIV testing coverage, and providing early detection and assistance for pregnant women with HIV. The sustainability of this program is necessary to ensure that more pregnant women have access to education, testing, and necessary healthcare services. Keywords: HIV/AIDS, Pregnant Women, Prevention, Counseling
Peanut Ball Dan Relaksasi Optimal: Strategi Manajemen Nyeri Kala I Yang Inovatif Vitania, Wiwit; Yustika Rahmawti Pratami; Hasnia, Hasnia; Astutuik, Eftyaningrum Dwi Wahyu; Handayani, Endah Purwanti; Nurhijraheni, Pranita Kartika Candra; Dinge, Fenny; Paisal, Fitrah Ivana; Yuliana, Yuliana; Wahyuni, Ike Sri
Al-Su’aibah Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : STIKES Al-Su’aibah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69597/amj.v3i1.33

Abstract

Nyeri persalinan kala I merupakan tantangan besar yang dihadapi ibu bersalin. Metode non-farmakologis semakin banyak digunakan untuk mengurangi nyeri tanpa efek samping bagi ibu dan janin. Peanut ball merupakan salah satu metode inovatif yang membantu ibu mempertahankan posisi optimal, meningkatkan relaksasi, dan mengurangi nyeri selama persalinan. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif berupa kuasi-eksperimen dengan pretest-posttest dengan kelompok kontrol, sementara pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam menggunakan peanut ball. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari kelompok intervensi (menggunakan peanut ball) dan kelompok kontrol (tanpa peanut ball). Pengukuran nyeri dilakukan dengan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah intervensi. Analisis data kuantitatif menggunakan uji Wilcoxon dan uji Man-Whitney, sementara data kualitatif dianalisis dengan analisis tematik. Penggunaan peanut ball secara signifikan menurunkan intensitas nyeri kala I dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Wawancara mendalam menunjukkan bahwa ibu merasa lebih nyaman, rileks, dan lebih mudah menghadapi kontraksi dengan bantuan peanut ball. Peanut ball terbukti sebagai strategi inovatif dalam manajemen nyeri persalinan kala I. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan mengintegrasikan peanut ball dalam praktik klinis sebagai metode nonfarmakologis yang efektif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampaknya terhadap durasi persalinan dan keberhasilan persalinan pervaginam spontan.
Penyuluhan Premarital Skrining HIV/AIDS Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Hasnia, Hasnia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.19938

Abstract

ABSTRAKPremarital screening HIV/AIDS merupakan langkah penting dalam upaya deteksi dini untuk mencegah penularan HIV dari pasangan ke pasangan serta dari ibu ke anak di masa depan. Meskipun pemeriksaan ini memiliki manfaat yang signifikan, tingkat kesadaran dan partisipasi pasangan yang akan menikah masih tergolong rendah di Indonesia. Faktor stigma, kurangnya informasi, serta keterbatasan akses menjadi kendala utama dalam implementasi premarital screening HIV/AIDS. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman calon pengantin mengenai pentingnya premarital screening HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV sebelum pernikahan, serta mengurangi stigma terhadap pasangan yang menjalani pemeriksaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kepada pasangan yang akan menikah, pemberian layanan konseling, serta fasilitasi pemeriksaan HIV secara sukarela. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif dengan media presentasi dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta analisis tingkat partisipasi dalam pemeriksaan HIV. Penyuluhan diikuti oleh 8 pasangan yang akan menikah, di mana sebelum kegiatan, hanya 50% peserta yang memiliki pemahaman baik tentang premarital screening HIV/AIDS. Setelah penyuluhan, angka ini meningkat menjadi 88%. Dari total peserta. Kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan premarital screening HIV/AIDS terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman calon pengantin mengenai pentingnya deteksi dini HIV. Edukasi yang berkelanjutan serta dukungan kebijakan yang lebih kuat diperlukan untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan dan mengurangi stigma di masyarakat. Kata Kunci: Premarital Screening, HIV/AIDS, Deteksi Dini, Penyuluhan, Calon Pengantin.  ABSTRACT Premarital screening for HIV/AIDS is a crucial step in early detection efforts to prevent HIV transmission between partners and from mother to child in the future. Although this screening offers significant benefits, awareness and participation levels among couples planning to marry remain relatively low in Indonesia. Factors such as stigma, lack of information, and limited access serve as major barriers to the implementation of premarital HIV/AIDS screening. This initiative aims to enhance engaged couples' understanding of the importance of premarital HIV/AIDS screening, increase the coverage of HIV testing before marriage, and reduce stigma toward couples undergoing the screening. The methods used in this initiative include educational counseling for engaged couples, the provision of counseling services, and the facilitation of voluntary HIV testing. The educational sessions were conducted through interactive lectures utilizing presentations and group discussions. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to assess participants’ knowledge improvement, along with an analysis of the participation rate in HIV screening. The counseling sessions were attended by ten engaged couples, of whom only 50% had a good understanding of premarital HIV/AIDS screening before the sessions. Following the education program, this figure increased to 85%. The educational and premarital HIV/AIDS screening activities proved effective in raising awareness and understanding among engaged couples about the importance of early HIV detection. Continuous education and stronger policy support are needed to increase screening coverage and reduce societal stigma. Keywords: Premarital Screening, HIV/AIDS, Early Detection, Counseling, Engaged Couples.
Qualitative Study: Family Support for Post-Partum Mothers with HIV in Papua Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Yunus, Yuliandary
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6310

Abstract

The support that mothers with HIV expect is not only during pregnancy but also throughout the postpartum period and the rest of their life as a mother. Objective: to dig deeper into family support for postpartum mothers with HIV. This research is a quantitative research with a phenomenological approach. The number of participants in this study is two participants who will be interviewed in depth using an unstructured interview guide. Data analysis in this study is divided into three parts, including data reduction, data display and conclusion or verification. Family support is important for all informants, both support from parents and from husbands. Participants felt that the support they received from their families was much greater than the support they received from their husbands.
Co-Authors abdullah, vera iriani Adhar Arifuddin Alesya Vebriani Ancelince Agapa Ancelince Agapa Anice Mallo Anice Mallo aprilia daundi Arieska, Risa Ariyanto D Saputra Arum Surya Utami Arum Surya Utami Arvia Arvia Astutik, Eftya Ningrum Dwi Wahyu Astutik, Eftyaningrum D W Astutuik, Eftyaningrum Dwi Wahyu Demetaouw, Novalin Dewi Simanjuntak Dinge, Fenny Dionesia Pri Utami Dolvy, Dolly Eftyaningrum Dwi Astutik Eftyaningrum Dwi Astutik Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik Emeliana Amyol Emeliana Amyol emira telenggen Endah P. Handayani endah purwanit handayani Endah Purwanti Endah Purwanti Handayani Endah Purwanti Handayani Fakhri Inayati Said, Fathia febriani gea Fenny Dinge Fetty Satu Ryan Utami Fretes, Rachel De Harlinda W. Putri Harlinda Widia Putri Harlinda Widia Putri Hasnia hasnia Hasnia Hasnia Hasnia Hasnia hasnia, Hasnia Hidayanti Arifuddin Inggrid Priskilia Itlay, Ona Januarti, Putri Amelia Jenny F Wally Jenny F. Wally Keryn Amanda Palino Keryn Amanda Palino lili jenni suebu Makualaina, Fenska Narly mansawan, frida Nadia Dude Nadia Dude nasrianti Nasrianti Nasrianti Nasrianti, Nasrianti Nopeliana, Nopeliana Nosti Wetapo Nosti Wetapo Nurhidayah Amir Nurhijrahen, Pranita Kartika Candra Nurhilmi, Nurhilmi Paisal, Fitrah Ivana Palino, Keryn Amanda Pranita Kartika Candra Nurhijrahaeni Pranita Kartika Candra Nurhijraheni Putri, Herlinda W. Rahmawati, Yustika Rasumawati, Rasumawati Senita Karoba Senita Karoba Silpa Daap Silpa Daap Siti Saldianti Siti Saldianti Sobolim, Heni Susi Lestari Susi Lestari SUSI LESTARI Tiyan F. Lestari Tiyan Febriyani Lestari Tiyan Febriyani Lestari Utami, Arum Vika Anggraeni Wahyuni, Ike Sri Wandik, Temide Welmince Kwano Welmince Kwano Yuliana Antoneta Apaseray Yuliana Antoneta Apaseray Yuliana Yuliana Yuliandary Yunus yuliani, vini Yurida Awairaro Yurida Awairaro Yustika R. Pratami Yustika Rahmawati Pratami Yustika Rahmawti Pratami