Claim Missing Document
Check
Articles

Rasch Model Analysis of Spatial Visualization Test Items on the Pythagorean Theorem for Junior High School Students Using Ministep Istiqomah, Syfa; Lusiyana, Desy; Hidayat, Rifqi
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 4 No. 3 (2025): September
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v4i3.682

Abstract

The lack of valid and reliable test instruments to measure junior high students’ spatial visualization skills, especially regarding the Pythagorean Theorem, prompted this study. The goal of this research is to assess the quality of spatial visualization test items related to the Pythagorean Theorem for junior high students. This study used a quantitative descriptive approach with Rasch Model analysis via Ministep software. The developed instrument included 11 essay questions administered to 30 ninth-graders through purposive sampling. Results showed that 5 items were valid, while 6 needed revision. The instrument’s reliability coefficient was 0.91 (high). Based on difficulty, there were 3 easy, 2 moderate, and 6 difficult items. This instrument meets Rasch Model standards and is suitable for measuring junior high students’ spatial visualization abilities concerning the Pythagorean Theorem, serving as a reference for designing more accurate and representative math assessments..
Analisis Bibliometrik : Tren Penelitian Penggunaan LKPD berbasis STEM Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP (2019-2024) Ulwiyah, Siti; Hidayat, Rifqi; Rahmatudin, Jajang
JURNAL JENDELA MATEMATIKA Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Jendela Matematika: Edisi Juli 2024
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjm.v2i02.906

Abstract

LKPD berbasis STEM  dapat berguna untuk meningkatkan  bahan ajar disekolah guna meningkatkan kompetensi siswa,  salah satunya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren dan fokus penelitian terkait LKPD berbasis STEM terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP. Sebanyak 500 artikel yang sesuai dengan kriteria kata kunci  hasil penelusuran data menggunakan aplikasi Publish or  Perish (PoP) pada tahun 2019-2024. Data  disimpan dalam bentuk Microsoft Excel sebagai bahan pengolahan data dan disimpan dalam bentuk RIS untuk digunakan pada software VOSviewer untuk mendapatkan pemetaan dalam mencari tren publikasi. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa topik yang jarang diteliti terkait studi Mathematical Creative Thinking terkait dengan Pendekatan STEM. Celah ini akan menjadi ide dasar untuk Mathematical Creative Thinking selanjutnya. Ini merupakan gap penelitian yang dapat bermanfaat bagi penelitian selanjutnya atau menjadi novelty dalam penelitian selanjutnya. Keterbatasan penelitian ini adalah data yang diambil berasal dari Google Scholar, diharapkan untuk penelitian selanjutnya bisa mengambil sumber dari database yang berbeda seperti database Scopus.
Rasch Model Analysis of Algebraic Numeracy Literacy Items Using Winsteps Hidayat, Rifqi; Turmudi, Turmudi; Jarnawi, Jarnawi; Nurlaelah, Elah
Journal of General Education and Humanities Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v4i4.736

Abstract

The limited availability of valid and reliable numeracy literacy test instruments, particularly in the algebra domain, for junior high school students in preparation for the Minimum Competency Assessment exam makes this research important to conduct. This study aims to describe the quality of a numeracy literacy test instrument in the algebra domain for junior high school students. It is a quantitative study with a descriptive approach. This method is used to describe the quality of the numeracy literacy test instrument in the algebra domain, which was developed based on Rasch modeling. The research procedure comprises three main phases: item development, limited trial testing with 8th-grade students, and item quality analysis using the Rasch model analysis with the Winsteps software. The developed numeracy literacy test instrument consists of 12 essay questions. The instrument was then used to collect quantitative data from 34 8th-grade students selected as research respondents through purposive sampling. The results indicate that one item is categorized as invalid (requiring revision), while the remaining items are deemed valid. The reliability index is 0.80, which falls into the ideal category. The analysis of item difficulty levels reveals that one item is categorized as difficult, nine items as moderate, and two items as easy. Overall, the developed algebra numeracy literacy instrument meets the criteria of Rasch modelling, although one item requires revision. Teachers can use this instrument as an assessment tool to evaluate students' algebraic numeracy literacy skills in junior high school. This instrument can also serve as a model for developing numeracy literacy test instruments in other domains.
Mr.Ginanjar IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK PESERTA DIDIK DI SMK BINA SEJAHTERA 3 KOTA BOGOR Ginanjar, Muhammad Hidayat; Marsela, Desy; Hidayat, Rifqi
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 9 No. 01 (2026): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v9i01.9487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen perpustakaan dalam meningkatkan prestasi akademik peserta didik di SMK Bina Sejahtera 3 Kota Bogor. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar, yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta mendukung pembentukan kebiasaan literasi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, pustakawan, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen perpustakaan pada aspek perencanaan, pengorganisasian, pelayanan, dan evaluasi telah berjalan cukup baik, namun belum sepenuhnya optimal. Tersedia koleksi buku yang cukup memadai, tetapi pemanfaatan perpustakaan oleh peserta didik masih perlu ditingkatkan melalui program literasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Selain itu, strategi peningkatan literasi seperti kegiatan pojok baca kelas, lomba literasi, dan bimbingan pustakawan terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar serta berdampak pada peningkatan hasil belajar akademik. Kesimpulannya, manajemen perpustakaan yang dikelola secara efektif memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan prestasi akademik peserta didik, sehingga diperlukan penguatan program literasi dan dukungan sarana-prasarana sebagai bagian dari pengembangan mutu pendidikan di sekolah.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ATAS TINDAK PIDANA YANG DIHASILKAN OLEH SISTEM AI OTONOM (SELF-LEARNING ALGORITHM): KAJIAN TERHADAP ASAS KESALAHAN DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA Ramadhani, Muhammad; Hidayat, Rifqi; Hosnah, Asmak Ul
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 No. 4 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i4.55259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana atas tindak pidana yang dihasilkan oleh sistem Artificial Intelligence (AI) otonom berbasis self-learning algorithm dalam perspektif asas kesalahan (schuld beginsel) hukum pidana Indonesia. Permasalahan utama yang dikaji adalah apakah sistem AI dapat dianggap sebagai subjek hukum pidana, bagaimana penerapan asas kesalahan terhadap tindak pidana yang timbul secara otonom, serta model pertanggungjawaban yang relevan diterapkan dalam konteks ini. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan regulasi internasional terkait tanggung jawab atas penggunaan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum pidana Indonesia belum mengakui AI sebagai subjek hukum pidana karena tidak memiliki kesadaran moral, niat, dan kehendak bebas. Dengan demikian, pertanggungjawaban pidana tetap dibebankan kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan kausal terhadap sistem, seperti pengembang, pengguna, dan korporasi pemilik AI. Tiga model alternatif pertanggungjawaban yang dapat diterapkan antara lain indirect liability (tanggung jawab tidak langsung), shared responsibility (tanggung jawab bersama), dan risk-based accountability (pertanggungjawaban berbasis risiko). Dari ketiganya, model risk-based accountability dinilai paling relevan karena menitikberatkan pada pengendalian risiko dan pencegahan pelanggaran hukum sejak tahap desain hingga implementasi, sehingga memberikan keseimbangan antara perlindungan hukum, keadilan, dan inovasi teknologi dalam konteks hukum pidana Indonesia.
KEBIJAKAN DEFISIT APBN 2026 SEBAGAI INSTRUMEN INTERVENSI NEGARA DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI Albani, Rayhan Yasser; Ramadhani, Muhammad; Hidayat, Rifqi; Ilham, Ilham; Siswajanthy, Farahdinny
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 No. 4 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i4.55260

Abstract

Indonesia sebagai negara kesejahteraan memiliki kewenangan konstitusional untuk melakukan intervensi dalam perekonomian nasional melalui kebijakan fiskal, salah satunya melalui penetapan defisit APBN 2026 sebagai instrumen hukum dalam pengelolaan keuangan negara. Penelitian ini merumuskan permasalahan mengenai bagaimana defisit APBN 2026 diposisikan sebagai instrumen intervensi negara dalam perspektif hukum ekonomi serta bagaimana kebijakan belanja negara yang melampaui penerimaan berpotensi menimbulkan distorsi pasar dan inefisiensi ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui analisis terhadap peraturan keuangan negara, kebijakan APBN 2026, serta literatur hukum ekonomi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defisit APBN 2026 memiliki legitimasi konstitusional dan yuridis sebagai instrumen intervensi negara untuk menjalankan fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi ekonomi, namun berpotensi menimbulkan distorsi pasar, inefisiensi ekonomi, serta tekanan fiskal jangka panjang apabila tidak dikelola secara produktif dan akuntabel, sehingga disarankan agar pemerintah mengarahkan defisit pada belanja produktif dengan penguatan disiplin fiskal, transparansi, dan pengawasan guna menjaga keberlanjutan perekonomian nasional.
PERSEPSI GURU PAI TERHADAP IMPLEMENTASI ACTIVE LEARNING DI MA I’ANATUL QUR’AN DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI ERA DIGITAL Hidayat, Rifqi; M. Asmi’ Amarullah; Muhammad Imam Bukhori
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7074

Abstract

  Artikel ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di MA I’anatul Qur’an, mengenai implementasi Pembelajaran Aktif dalam pengajaran Aqidah Akhlak (Akidah Islam) di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui survei terhadap guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat pendidikan Aliyah. Fokus penelitian mencakup sikap, kesiapan, tantangan, dan strategi guru dalam mengintegrasikan Pembelajaran Aktif dengan teknologi digital dalam proses pengajaran Aqidah Akhlak (Akidah Islam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) umumnya memiliki persepsi positif terhadap Pembelajaran Aktif dan mengakui manfaatnya dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Namun, terdapat kendala signifikan berupa keterbatasan kompetensi teknologi dan infrastruktur digital di MA I’anatul Qur’an. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan pelatihan teknologi dan kurikulum yang responsif terhadap era digital dalam pendidikan agama.
Penguatan Motivasi Belajar Matematika melalui Strategi Siswa Sukses (3S) bagi siswa SMP di Kabupaten Cirebon Hidayat, Rifqi; Wildan Alfariq, Muhammad; Refani, Aina
SIKAP : Jurnal Sinar Inovasi Kajian Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): SIKAP : Jurnal Sinar Inovasi Kajian Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsikap.v4i1.8535

Abstract

Learning motivation is an important factor that influences students’ success in mathematics learning. However, many students still have low motivation to learn mathematics because they perceive the subject as difficult and less interesting. Therefore, an appropriate strategy is needed to improve students’ learning motivation. This community service activity aimed to strengthen students’ motivation in learning mathematics through the implementation of the Successful Student Strategy (3S) for junior high school students in Cirebon Regency. The method used in this activity was a participatory mentoring approach consisting of several stages, namely socialization, training, learning practice, and reflection. The evaluation of the activity was conducted using a mathematics learning motivation questionnaire based on a Likert scale administered before and after the program, supported by observations of students’ learning activities during the implementation. The results showed that the implementation of the Successful Student Strategy (3S) was able to increase students’ motivation in learning mathematics. This improvement was indicated by the increase in the average motivation score from 3.02 before the activity to 4.10 after the activity. In addition, students also demonstrated higher participation in learning activities, greater confidence in solving mathematical problems, and increased willingness to express their opinions during discussions. These findings indicate that the Successful Student Strategy (3S) can serve as an effective alternative approach to enhance students’ motivation in mathematics learning. This community service activity is expected to contribute to improving the quality of mathematics learning in schools by strengthening students’ motivation and promoting more effective learning strategies.
EFEKTIVITAS MODEL PBL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMA Hidayat, Rifqi; Bachri, Bachtiar Sjaiful; Dewi, Utari
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v12i1.9344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam pembelajaran matematika. Penelitian dilakukan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai hasil studi empiris dan konseptual yang dipublikasikan antara tahun 2015–2025. Data dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional terindeks melalui proses seleksi, analisis isi, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PBL berpengaruh positif terhadap peningkatan motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. PBL memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar secara mandiri, kolaboratif, dan kontekstual melalui penyelesaian masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, model ini mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, tanggung jawab, serta keterampilan berpikir kritis dan reflektif. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa PBL merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam konteks penguatan kompetensi abad ke-21, khususnya critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Dengan demikian, PBL dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar matematika di tingkat SMA.
The Effect of the Ethno-RME Learning Model on Improving HOTS and Self-Efficacy of Elementary School Students Rustika, Putik; Hidayat, Rifqi
JEES: Journal of Education and Educational Sciences Vol. 2 No. 2 (2026): JEES: Journal of Education and Educational Sciences
Publisher : CV. Akademi Merdeka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70152/jees.v2i2.321

Abstract

Mathematics learning in elementary schools is still largely abstract, as it focuses on memorizing formulas and procedures without involving cultural contexts that are close to students’ daily lives. This condition leads to low levels of higher-order thinking skills (HOTS) and self-efficacy. This study aims to examine the effect of applying the Ethno-Realistic Mathematics Education (Ethno-RME) model on improving HOTS and self-efficacy among elementary school students. This study highlights its novelty by simultaneously examining cognitive (HOTS) and affective (self-efficacy) outcomes within an Ethno-RME framework at the elementary school level, which remains underexplored in previous studies. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental one group pretest-posttest design. The instruments consisted of a HOTS test and a self-efficacy questionnaire administered before and after the treatment. Data were analyzed concisely using multiple regression analysis to examine the contribution of Ethno-RME to both outcome variables. The subjects were 159 elementary school students in Kesambi District. The results showed a significant improvement in students’ HOTS and self-efficacy after the implementation of the Ethno-RME model based on traditional house miniatures. These findings indicate that integrating local culture into mathematics learning through a realistic approach not only enhances cognitive understanding but also strengthens students’ confidence. Therefore, the Ethno-RME model can serve as an alternative contextual learning strategy that supports the development of both HOTS and self-efficacy.