Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

BOILED CHICKEN EGGS AGAINST RATE OF PERINEUM TEARS ON POSTPARTUM MOTHERS IN KRAMAT HEALTH CENTER, TEGAL REGENCY Nurhayati Nurhayati; Iroma Maulida; Adevia Maulidya Chikmah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i1.1688

Abstract

Injuries after childbirth are one of the causes of labour infections among other causes. Factors that can accelerate wound healing include nutrition. Nutrition plays a role in helping the process of metabolism, maintenance and formation of new tissue. Egg whites contain more nutrients than egg yolks which can heal perineal suture wounds in mothers after childbirth. The study population was postpartum mothers with perineal suture wounds at Kramat Public Health Center on January 7-February 2, 2019. This study used a quasi-experimental design with the Pretest and Posttest With Control Group Design approach, where respondents divided into intervention groups and control groups of 20 respondents. The wound degree observed at the beginning of the observation and the rate of wound healing at the end. In the intervention group, the respondent required to eat five egg whites for six days. Data analysis was performed with ANOVA test (α: 5%; 95% Confident Interval) to see the effect of consumption patterns of chicken egg white with the level of wound healing perineum. The results showed an influence of consumption patterns of boiled chicken egg white on the rate of perineal suture wounds healing as indicated by the higher number of respondents with a reasonable wound healing rate in the intervention group of 62.5% (5 people) compared to the control group, which was 42.9% (3 people) and from the Anova test results obtained a p-value of 0.015. Thus it is recommended that postpartum mothers consume many egg whites in order to accelerate the healing of perineal wounds to prevent infections due to perineal wounds. Keywords: Egg white, Perineal suture wounds  Healing
BOILED CHICKEN EGGS AGAINST RATE OF PERINEUM TEARS ON POSTPARTUM MOTHERS IN KRAMAT HEALTH CENTER, TEGAL REGENCY Nurhayati Nurhayati; Iroma Maulida; Adevia Maulidya Chikmah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i1.1688

Abstract

Injuries after childbirth are one of the causes of labour infections among other causes. Factors that can accelerate wound healing include nutrition. Nutrition plays a role in helping the process of metabolism, maintenance and formation of new tissue. Egg whites contain more nutrients than egg yolks which can heal perineal suture wounds in mothers after childbirth. The study population was postpartum mothers with perineal suture wounds at Kramat Public Health Center on January 7-February 2, 2019. This study used a quasi-experimental design with the Pretest and Posttest With Control Group Design approach, where respondents divided into intervention groups and control groups of 20 respondents. The wound degree observed at the beginning of the observation and the rate of wound healing at the end. In the intervention group, the respondent required to eat five egg whites for six days. Data analysis was performed with ANOVA test (α: 5%; 95% Confident Interval) to see the effect of consumption patterns of chicken egg white with the level of wound healing perineum. The results showed an influence of consumption patterns of boiled chicken egg white on the rate of perineal suture wounds healing as indicated by the higher number of respondents with a reasonable wound healing rate in the intervention group of 62.5% (5 people) compared to the control group, which was 42.9% (3 people) and from the Anova test results obtained a p-value of 0.015. Thus it is recommended that postpartum mothers consume many egg whites in order to accelerate the healing of perineal wounds to prevent infections due to perineal wounds. Keywords: Egg white, Perineal suture wounds  Healing
ANALISIS PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI SECARA DINI MENURUT FAKTOR PENYEBABNYA PADA BAYI DI PUSKESMAS MARGADANA KOTA TEGAL TAHUN 2015 Usmiyati Usmiyati; Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i1.468

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu ( MP-ASI ) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi dan diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI.1 Pertumbuhan bayi yang optimal dapat dicapai salah satunya dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan. Di Kota Tegal khususnya Puskesmas Margadana dari laporan bulanan diketahui bahwa pada tahun 2013 terdapat 50 dari 134 bayi yang telah mendapat ASI esklusif sampai 6 bulan. Jadi terdapat sekitar 62,7 % bayi yang mendapatkan MP-ASI terlalu dini/kurang dari 6 bulan. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perilaku pemberian makanan MP-ASI pada bayi di Puskesmas Margadana pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional pada bayi usia 0 – 6 sebanyak 57 bayi di Puskesmas Margadana sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 57 bayi sebagai sampel maka terdapat 86 % (49 bayi) yang telah mendapatkan MP-ASI secara dini/kurang dari 6 bulan. Setelah dilakukan uji bivariat dengan taraf kesalahan 5 % dan uji chi square maka dapat diketahui tidak ada hubungan antara masing-masing faktor penyebab tersebut dengan perilaku pemberian MP-ASI secara dini ( p-value) 0,05. Hal ini kemungkinan disebabkan karena tidak cukup bukti untuk dilakukan uji hubungan atas hipotesis tersebut karena jumlah sampel yang terlalu kecil, khususnya adalah jumlah ibu yang berperilaku baik / memberikan MP-ASI ≥ 6 bulan . Perlu diteliti kembali faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemberian MP-ASI secara dini dengan mempertimbangkan jumlah sampel yang besar, menggunakan disain yang lebih baik ( kasus control) dan menambah variabel yang diteliti seperti persepsi ibu tentang ketidakcukupan ASI yang dimilikinya.Kata Kunci :MP-ASI, Analisis Perilaku Factor Penyebab
PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DENGAN PEMBERIAN PIL CANTIK MERAH UNTUK MENCEGAH STUNTING Rahmanindar, Nora; Maulida, Iroma; Qudriani, Meyliya; Arti, Tias Dwi; Zulfiana, Evi; Hidayah, Seventina Nurul
Jurnal of Community Health Development Vol 3 No 2 (2022): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Juli 2022
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.246 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2022.3.2.5899

Abstract

Pada periode remaja (10-19 tahun), prevalensi anemia di negara berkembang adalah 27% dan 6% di negara maju, prevalensi anemia remaja di tingkat nasional sebesar 18,4%. Prevalensi anemia pada wanita usia reproduksi adalah 29,4%.Prevalensi anemia pada wanita usia reproduksi adalah 29,4%. Pemberian suplemen zat besi akan meningkatkan haemoglobin darah, Sekitar 50% dari anemia pada wanita bisa dihilangkan dengan suplementasi zat besi secara global. Anemia adalah berkurangnya haemoglobin (Hb) dalam darah. Hb adalah komponen di dalam sel darah merah (eritrosit) yang berfungsi menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika Hb berkurang, jaringan tubuh kekurangan oksigen. Oksigen diperlukan tubuh untuk bahan bakar proses metabolisme. Pelaksanaaan pengabdian pada tanggal 25 Mei 2022 di SMAN 5 Kota Tegal dengan jumlah 40 orang remaja putri, dengan memberikan pendidikan kesehatan mengenai pencegahan anemia dengan cara ceramah secara lisan. Penanganan anemia salah satunya dengan program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri. Tujuan dari pengabdian ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang Anemia, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri tentang dampak anemia, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri tentang cara meminum tablet tambah darah, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri tentanggizi pada remaja, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri tentang stunting. Pemberian pil cantik merah/ tablet tambah darah kepada remaja putri siswi SMA dinilai efektif dalam menurunkan dan mencegah terjadinya anemia. Dengan mengkonsumsi pil cantik, remaja putri akan memiliki wajah yang segar, tidak pucat, tidak mudah mengantuk dan berdaya konsentrasi tinggi. Selain itu, pil cantik yang dikonsumsi secara rutin dapat membantu mempersiapkan kondisi tubuh prima yang kelak senantiasa sehat saat hamil maupun melahirkan.
Peningkatan Pengetahuan tentang Penanganan Pasien COVID-19 dengan Komorbid pada Ibu Rumah Tangga Maulida, Iroma; Umriaty, Umriaty; Arisanty, Novia Ludha; Rahmanindar, Nora; Leny, Leny
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2023) : Juni
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v3i1.12876

Abstract

Covid-19 is a dangerous infectious disease because the increase in the number of cases takes place quite quickly, and spreads to various countries in a short time. Patients with comorbid diseases are one of the groups that are vulnerable to being infected with the Corona-19 virus. If infected with the Corona virus, the comorbid group has a higher risk of experiencing severe COVID-19 symptoms and requires intensive care, and even has a higher risk of dying. Through an interview with the chairman of Dawis1, it was discovered that not a few members did not want to vaccinate against Covid-19 because they suffered from other diseases such as hypertension or shortness of breath. For this reason, this service activity aims to increase the knowledge of housewives as part of the family about COVID-19 disease and the care of comorbid Covid patients and Covid-19 vaccinations for comorbid sufferers. The method used is counseling which is carried out to the women of the Dawis 1 group RT.06 RW.01 Kejambon Village, East Tegal District, Central Java, located in one of the houses of the Dasa Wisma members. The results of the service activities were the implementation of counseling on November 21, 2021 by 3 resource persons and attended by 16 housewives as well as increasing knowledge of mothers about Covid-19 disease, covid-19 vaccination and family support/handling for Covid-19 sufferers with comorbidities. Increased knowledge is known through the mother's success in correctly answering the questions given by the resource person.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG DIET GIZI UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS DI POSYANDU LANSIA Maulida, Iroma; Andodo, Candra; Latifah, Ulfatul; Prasetyawati, Nambar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17809

Abstract

Abstrak: Sebagian besar kematian akibat Covid-19 terjadi pada orangtua dengan prosentase komorbid tertinggi adalah hipertensi dan diabetes. Kedua penyakit tersebut juga sering menimbukan komplikasi pada penderitanya. Untuk itu perlu dijaga pola hidup lansia termasuk pola makannya agar tidak mengalami komplikasi akibat penyakit tersebut serta dapat bertahan bila terinfeksi Covid-19. Posyandu lansia merupakan tempat strategi untuk meningkatkan pengetahuan lansia. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan peserta posbindu tentang penyakit hipertensi, diabetes serta pengetahuan tentang diet gizi bagi penderita kedua penyakit tersebut. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan dengan peserta sebanyak 20 orang pre lansia/lansia dan 5 kader. Kegiatan melalui 3 tahapan, Tahap pertama dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu. Hasil pemeriksaan menunjukkan 32 % peserta mengalami hipertensi dan 48 % kadar gulanya tinggi.Tahap ke-2 dilakukan penyuluhan dengan materi pertama adalah penyebab penyakit, gejala tanda serta komplikasi yang ditimbulkan hipertensi dan diabetes. Materi kedua tentang diet gizi meliputi jenis makanan yang boleh/perlu dibatasi, serta cara memantau penyakitnya. Tahap ketiga dilakukan evaluasi dan hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan peserta karena mereka dapat menjawab dengan benar atas pertanyaan yang diberikan secara acak.Abstract: Most deaths due to Covid-19 occurred in parents with the highest percentage of comorbidities being hypertension and diabetes. These two diseases also often cause complications in sufferers. For this reason, it is necessary to maintain the elderly's lifestyle, including their diet, so that they do not experience complications due to this disease and can survive if infected with Covid-19. Posyandu for the elderly is a strategic place to increase the knowledge of the elderly. The aim of this actifity is to increase Posbindu participants’knowledge about hypertention, diabetes and knowledge about nutrional diets for sufferers of these two diseaseas. The activity method used was counseling with 20 pre-elderly/elderly people and 5 cadres as participants. The activity goes through 3 stages. The first stage is to check blood pressure and blood sugar at any time. The results of the examination showed that 32% of participants had hypertension and 48% had high blood sugar levels. In the second stage, education was carried out with the first material being the causes of the disease, signs and symptoms and complications caused by hypertension and diabetes. The second material about nutritional diet includes the types of food that can/need to be limited, as well as how to monitor disease. The third stage was evaluated and the results were an increase in participants' knowledge because they were able to answer questions correctly given randomly.
Implementasi Program Kesehatan Reproduksi Remaja Sesuai Dengan Pp No 61 Tahun 2014 Di Puskesmas Debong Lor Zulfiana, Evi; Maulida, Iroma
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i2.833

Abstract

Latar Belakang: Kerentanan remaja dalam menghadapi resiko kesehatan reproduksi menyebabkan pemerintah melakukan berbagai upaya dalam melakukan pelayanan kesehatan untuk remaja, salah satunya ialah mengadakan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja yang secara khusus termaktum dalam pasal 11-12 Peratutan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi yang dilaksanakan oleh puskesmas.Tujuan: Mengetahui program puskesmas terkait kesehatan reproduksi remaja, mengetahui Kebijakan dan Fasilitas Puskesmas terkait kesehatan reproduksi remaja, mengetahui kendala yang dialami dalam mengimplementasikan program.Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memperoleh kedalaman data melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya dari responden untuk mengetahui bagaimana Implementasi Program Kesehatan Reproduksi Remaja di puskesmas, Alat penelitian menggunakan pedoman wawancara dengan Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam terhadap kepala puskesmas, pengelola program kesehatan remaja sebagai informan utama Hasil wawancara direkam dan dibuat catatan lapangan. Untuk menghindari subyektifitas, peneliti menggunakan teknik triangulasi dalam hal ini 2 remaja.Hasil: Hasil penelitian sudah sesuai melalui pemberian informasi dan edukasi, konseling dan pelayanan klinis medis, Kebijakan dan fasilitas puskemas mengenai kesehatan reproduksi remaja sudah sesuai dengan kemenkes dan badan KBPP (keluarga berencana dan pemberdayaan perempuan terkait kebijakan kebijakan puskesmas mengenai kesehatan reproduksi remaja adalah memberikan satu kegiatan ke sekolah- sekolah yang mana implementasinya adalah memberikan kegiatan ke sekolah-sekolah akantetapi untuk fasilitas belum ada, Kendala dalam program kesehatan remaja adalah waktu.Simpulan Implementasi program kesehatan reproduksi remaja sudah sesuai dengan PP no 61 tahun 2014 Kata Kunci: Implementasi Program kesehatan reproduksi, RemajaBackground: The vulnerability of adolescents in facing reproductive health risks causes the government to make various efforts in providing health services for adolescents, one of which is holding Adolescent Reproductive Health Services which are specifically stated in articles 11-12 of Government Regulation Number 61 of 2014 concerning Reproductive Health which is carried out by health centers.Objective: To know the PHC program related to adolescent reproductive health, to know the PHC policies and facilities related to adolescent reproductive health, to know the obstacles experienced in implementing the program.Methods: This study uses qualitative methods to obtain depth of data through the collection of data as deeply as possible from respondents to find out how the Implementation of the Adolescent Reproductive Health Program at the puskesmas, The research tool uses interview guidelines with data collection techniques carried out by in-depth interview techniques with the head of the puskesmas, the manager of the adolescent health program as the main informant The results of the interview were recorded and field notes were made. To avoid subjectivity, researchers used triangulation techniques in this case 2 adolescents.Results: The results of the study are in accordance through the provision of information and education, counseling and medical clinical services, Policies and facilities of the puskesmas regarding adolescent reproductive health are in accordance with the Ministry of Health and the KBPP agency (family planning and women's empowerment related to the policy of the puskesmas policy regarding adolescent reproductive health is to provide an activity to schools which implementation is to provide activities to schools but for facilities do not yet exist, The obstacle in the adolescent health program is time.Conclusion: The implementation of the adolescent reproductive health program is in accordance with PP no 61 of 2014. Keywords: Implementation of reproductive health program, adolescents
Terapi Sari Kurma dalam Meningkatkan Kadar Hb pada Remaja Maulida, Iroma; Rahmanindar, Nora; Baroroh, Umi; Latifah, Ulfatul
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v17i2.2208

Abstract

Anemia ditandai dengan menurunnya jumlah eritrosit atau kadar hemoglobin dibawah 11g/dl. Anemia pada remaja putri (rematri) akan berdampak pada kesehatan dan prestasi di sekolah. Remaja kelas XII biasanya disibukkan dengan pembelajaran sebagai persiapan ujian kelulusan serta persiapan ujian masuk Perguruan Tinggi. Aktivitas yang padat tersebut tentu rawan mengakibatkan kekurangan asupan termasuk kadar Hb dalam darah. Sari kurma mengandung serat tinggi dan zat  berguna lainnya seperti kalium, mangan, fosfor besi dan kalsium.  Olehkarena itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan konsumsi sari kurma dengan kadar Hb pada siswa SMU kelas XII. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan konsumsi sari kurma terhadap peningkatan kadar Hb pada Siswa SMA Kelas XII. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan disain eksperimen semu yaitu Non randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi adalah siswa kelas XII IPA SMU Muhammadiyah dan diambil 40 siswa sebagai sampel dengan purpossive sampling, serta memiliki kriteria inklusi tidak sedang berpuasa, tidak sedang menstruasi, tidak sedang menderita penyakit infeksi/kronis, tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan termasuk tablet tambah darah dan tidak sedang sakit pada saat proses pengambilan data. Pengukuran kadar Hb dilaksanakan 2 kali, di awal penelitian dan setelah 10 hari, baik pada kelompok intervensi maupun pada kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata Hb siswa sebelum minum sari kurma sebesar 15.72 sedangkan setelah minum sari kurma adalah 15.74. Diketahui tidak ada berbedaan yang bermakna antara konsumsi sari kurma dengan rata-rata perubahan kadar Hb antara kelompok intervensi dan kelompok control (p-value 0.604; 95% Confident Interfal).
PENGARUH KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL TERHADAP PENINGKATAN KETRAMPILAN IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KECAMATAN MARGADANA KOTA TEGAL TAHUN 2017 Iroma Maulida; Umriaty Umriaty; Indah Siloka Dina; Evi Zulfiana
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.859 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.1.2018.47-53

Abstract

Pada ibu menyusui yang bekerja, keterbatasan pengetahuan tentang cara pemerahan, penyimpanan dan penyajian ASI menghambat proses pemberian ASI sehingga mereka memilih memberikan susu formula. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang menyusui adalah kelas ibu hamil. Tujuan mengetahui pengaruh keikutsertaan kelas ibu hamil terhadap peningkatan ketrampilan ibu dalam memberikan ASI. Penelitian ini bersifat analitik untuk melihat pengaruh keikutsertaan dalam kelas ibu hamil terhadap kerampilan pemberian ASI (teknik menyusui, ketrampilan memerah, menyimpan dan menyediakan ASI perah). Populasi adalah ibu menyusui yang ikut kelas ibu hamil dan yang tidak ikut kelas ibu hamil. Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling. Desain dengan kasus control dengan kasus adalah ibu menyusui yang tidak mengikuti kelas ibu hamil. Analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh keikutsertaan dalam kelas ibu hamil terhadap kerampilan pemberian ASI dengan menggunakan uji Chi square dengan derajat kepercayaan 95 % dan α 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu menyusui telah melakukan teknik menyusui dengan benar ( 73,3 %). Sebagian besar ibu menyusui adalah ibu rumah tangga yang tidak mempunyai pekerjaan khusus, sehingga tidak melakukan proses pemerahan, penyimpanan dan penyediaan kembali ASI. Sementara itu ibu hamil yang memberikan ASI saja saat dilaksanakn penelitian sebesar 51,7 %. Hasil analisis hubungan dengan Chi Square dan alpha 0,05 tidak ditemukan hubungan antara paritas dengan teknik menyusui dengan nilai p sebesar 0,319. Hasil penelitian adalah hubungan antara pekerjaan dengan teknik menyusui juga tidak ditemukan hubungan yang bermakna dengan nilai p 0,903. Selain itu uji hubungan antara keikutsertaan kelas ibu hamil dengan teknik menyusui didapatkan nilai p 0,08 yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna. Sedangkan pada uji hubungan antara keikutsertaan ibu hamil pada kelas ibu hamil dengan pemberian ASI saja didapatkan nilai p 0,004 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara keikutsertaan kelas ibu hamil dengan pemberian ASI saja.
Factors Affecting Emotional Maturity in Adolescents of High School Maulida, Iroma; Andodo, Candra; Latifah, Ulfatul
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6204

Abstract

Class XII adolescents are usually preoccupied with learning in preparation for their graduation exams and college entrance exams. These hectic activities can cause aggravation if adolescents cannot deal with them well. Deep aggravation can lead to emotions. Emotional maturity is very important for adolescents in dealing with a problem. Therefore, the purpose of this study was to determine the factors that influence the emotional maturity of adolescents at SMU N 2 Tegal Regency. This research was an observational analytic study with cross sectional design. The study population was class XII MIPA students totaling 178 and a sample of 51 students was taken by cluster sampling. Data were collected using a questionnaire to measure emotional maturity and its causative factors including self-acceptance, interaction with peers, environmental assessment of adolescents and adolescent parenting. Data were analyzed univariately and bivariately. The results showed that there was a relationship between self-acceptance attitude and emotional maturity with a pvalue: 0.038 and OR: 8.7. The percentage of students with an attitude of accepting themselves has a good emotional maturity that is more than the percentage of students who have an attitude of not accepting themselves. But there is no relationship between interaction with peers (pvalue: 0.276), assessment of the adolescent environment (pvalue: 0.657) and adolescent parenting (pvalue: 0.352) to emotional maturity. It can be concluded that the attitude of acceptance in adolescents affects the emotional maturity of adolescents so that efforts need to be made by schools and parents to improve the attitude of adolescent acceptance.