Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan E-Modul Matematika Berbasis Etnomatematika untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Astutik, Erna Puji; Purwasih, Silviana Maya
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i1.1200

Abstract

Dampak pandemi Covid-19 salah satunya terlihat pada penurunan kemampuan numerasi. Kemampuan numerasi dapat ditingkatkan salah satunya dengan mengintegrasikan etnomatematika dalam pembelajaran matematika. Selain itu, pemanfaatan teknologi dapat mendukung proses pembelajaran, mengingat di era globalisasi ini teknologi tidak dapat dipisahkan dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-Modul Matematika Berbasis Etnomatematika untuk meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik. Model pengembangan Borg and Gall digunakan dalam proses pengembangan, yang mencakup beberapa tahapan: studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan desain, uji coba terbatas, revisi hasil uji coba terbatas, uji coba diperluas, revisi hasil uji coba diperluas, uji kelayakan, revis final hasil uji kelayakan, dan desiminasi dan implementasi produk akhir. Penelitian dilakukan di SDN Grogol dan SDN Grabagan Sidoarjo dengan subjek peserta didik kelas 5. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, pemberian angket, dan tes. Data kemudian dianalisis secara deskriptif meliputi aktivitas dan respon peserta didik, sementara hasil tes dianalisis dengan uji t berpasangan untuk menguji peningkatan kemampuan numerasi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan E-Modul Matematika Berbasis Etnomatematika layak dan praktis untuk digunakan dalam upaya meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik. Selain itu, implementasi e-modul menunjukkan peningkatan kemampuan numerasi peserta didik sebelum dan sesudah penggunaan e-modul.
Memutus Rantai Hambatan Belajar: Analisis Kedalaman Berpikir Konseptual dalam Aljabar Elementer. Purwasih, Silviana Maya; Faizah, Hanim; Prajitno, Sunyoto Hadi
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v5i2.21478

Abstract

Purpose: This study characterizes learning obstacles in elementary algebra among pre-service mathematics teachers to address gaps in conceptual and reflective thinking that are frequently overshadowed by purely procedural mastery. Design/methodology/approach: Adopting a descriptive qualitative design, this research involved three mathematics education students at Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Data were gathered through problem-solving tests and in-depth interviews, subsequently analyzed using the Miles-Huberman model and validated through technical triangulation. Findings: The results identify three primary categories of obstacles: (1) ontogenic (anxiety and carelessness); (2) didactic (entrenched procedural learning habits); and (3) epistemological (conceptual misconceptions). These interconnected barriers significantly impede students' capacity to construct sound mathematical knowledge. Practical implications: It is recommended that educators implement error analysis and metacognitive reflection strategies to facilitate the reconstruction of robust conceptual frameworks among students. Originality/value: The significance of this research lies in its comprehensive mapping of psychological and cognitive obstacles occurring simultaneously, providing a strategic foundation for targeted pedagogical interventions in Elementary Algebra courses..   Purpose: Penelitian ini mendeskripsikan hambatan belajar aljabar elementer mahasiswa calon guru guna mengatasi kendala berpikir konseptual dan reflektif yang sering terabaikan oleh penguasaan prosedural semata. Design/methodology/approach: Studi deskriptif kualitatif ini melibatkan tiga mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan model Miles-Huberman dengan validasi triangulasi teknik. Findings: Temuan mengungkap tiga hambatan utama: (1) ontogenik (kecemasan dan ketidaktelitian); (2) didaktik (kebiasaan belajar prosedural); dan (3) epistemologis (miskonsepsi konsep). Keterkaitan hambatan tersebut berdampak signifikan pada rendahnya kemampuan mahasiswa mengonstruksi pengetahuan matematis. Practical implications: Pendidik direkomendasikan menerapkan strategi analisis kesalahan (error analysis) dan refleksi metakognitif untuk membantu mahasiswa membangun kembali pemahaman konseptual yang kokoh. Originality/value: Keunggulan penelitian ini terletak pada pemetaan hambatan belajar yang menggabungkan aspek psikologis dan kognitif secara simultan sebagai landasan intervensi pedagogis tepat sasaran dalam mata kuliah Aljabar Elementer.
Pendampingan Guru MGMP Matematika dalam Digitalisasi Pembelajaran Statistika Berbasis R dan RMarkdown Anuraga, Gangga; Purwasih, Silviana Maya; Rochmanto, Hani Brilianti; Anggraeny, Zahro Dewi; Pratiwi, Sekar Rini
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v9i2.7818

Abstract

This community service activity was carried out in collaboration with the Nganjuk Regency Senior High School Mathematics Teacher Working Group (MGMP) to address the issues faced by teachers who still predominantly use lecture methods, are unfamiliar with modern statistical software, and do not have digital modules, reference books, and HOTS questions based on real data. The objectives of this program were to improve teachers' competence in integrating R and RMarkdown software into statistics learning, developing interactive digital modules, producing textbooks with ISBNs, and developing a bank of HOTS questions and digital LKPDs. The methods used were training and mentoring, involving 50 partner teachers. The main outputs are a digital module for teaching statistics based on the high school curriculum, a digital statistical reference book with an ISBN, and a bank of HOTS questions with 10 interactive digital worksheets. The products of this activity are superior to previous approaches because they are interactive, contextual, and easy to update. The impact of the activity can be seen from the increase in teachers' competence in using R software from 10% to 80%, the module being used by more than 50% of partner teachers, the reference book being used by more than 70% of teachers, and the HOTS questions and LKPD being used by more than 5 schools. This program has implications for further innovation opportunities in the form of developing interactive web applications and forming a digital-based community of practicing teachers for program sustainability.ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama MGMP Matematika SMA Kabupaten Nganjuk untuk menjawab permasalahan guru yang masih dominan menggunakan metode ceramah, belum familiar dengan perangkat lunak statistik modern, dan belum memiliki modul digital, buku referensi, serta soal HOTS berbasis data riil. Tujuan program ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan software R dan RMarkdown dalam pembelajaran statistika, menyusun modul digital interaktif, menghasilkan buku ajar ber-ISBN, serta mengembangkan bank soal HOTS dan LKPD digital. Metode yang digunakan adalah pelatihan, dan pendampingan, melibatkan 50 guru mitra. Karya utama yang dihasilkan adalah satu modul digital pembelajaran statistika berbasis kurikulum SMA, satu buku referensi statistika digital ber-ISBN, dan satu bank soal HOTS dengan 10 LKPD digital interaktif. Produk kegiatan ini unggul dibanding pendekatan sebelumnya karena interaktif, kontekstual, dan mudah diperbarui. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya kompetensi guru dalam penggunaan perangkat lunak R dari 10% menjadi 80%, modul digunakan oleh lebih dari 50% guru mitra, buku referensi dimanfaatkan oleh lebih dari 70% guru, dan soal HOTS serta LKPD digunakan oleh lebih dari 5 sekolah. Program ini berimplikasi pada peluang inovasi lanjutan berupa pengembangan aplikasi web interaktif dan pembentukan komunitas guru praktisi berbasis digital untuk keberlanjutan program.
Analisis Kemampuan Berpikir Reflektif Mahasiswa Calon Guru dalam Menyelesaikan Masalah Statistika Matematika dengan Bantuan ChatGPT Astutik, Erna Puji; Purwasih, Silviana Maya; Wantika, Restu Ria; Ladyawati, Erlin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i2.26784

Abstract

Kemampuan berpikir reflektif merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang penting dimiliki oleh mahasiswa calon guru matematika. Kemampuan ini berperan dalam membantu mahasiswa memahami konsep secara mendalam, mengevaluasi proses penyelesaian masalah, serta merekonstruksi solusi secara bermakna. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, membuka peluang baru sebagai media bantu yang dapat mendukung proses refleksi mahasiswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir reflektif mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan masalah Statistika Matematika dengan bantuan ChatGPT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika. Teknik pengumpulan data meliputi tes, presentasi, wawancara, dan transkrip interaksi mahasiswa dengan ChatGPT. Analisis data dilakukan berdasarkan lima indikator kemampuan berpikir reflektif, yaitu understanding, analysis, evaluation, self-awareness, dan reconstruction. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat kemampuan berpikir reflektif mahasiswa, mulai dari sangat tinggi hingga sangat rendah. Mahasiswa dengan kemampuan reflektif tinggi mampu memanfaatkan ChatGPT secara dialogis dan kritis sebagai cognitive dan metacognitive partner, sedangkan mahasiswa dengan kemampuan reflektif rendah cenderung menggunakan ChatGPT sebagai alat pencari jawaban cepat. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan ChatGPT tidak secara otomatis meningkatkan kemampuan berpikir reflektif, melainkan sangat dipengaruhi oleh kualitas interaksi dan kesadaran reflektif mahasiswa. Oleh karena itu, integrasi ChatGPT dalam pembelajaran statistika matematika perlu disertai dengan scaffolding pedagogis yang menekankan refleksi dan evaluasi konseptual.