Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan Akun X @drhaltekehalte Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Tempat Kuliner Followers: (Studi Analisis Regresi Kuantitatif terhadap Followers Twitter (X) @drhaltekehalte) Shafira Balqis Fitrianti; Trie Damayanti; Anwar Sani
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 16 No. 2 (2024): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v16i2.6376

Abstract

Masyarakat memanfaatkan media sosial untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Media sosial yang saat ini sudah sangat berkembang  pesat menawarkan berbagai platform dengan keunggulannya masing-masing, masyarakat bebas memilih media dan diantaranya memutuskan untuk menggunakan Twitter (X). Secara spesifik adalah menggunakan akun Twitter (X) @drhaltekehalte yang aktif membagikan informasi rekomendasi tempat kuliner dengan terangkum, rinci, dan bisa dijangkau oleh transportasi umum. Namun, terdapat perbedaan reaksi dari para followers akun Twitter (X) @drhaltekehalte terkait informasi rekomendasi tempat kuliner tersebut secara positif dan negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari penggunaan akun Twitter (X) @drhaltekehalte terhadap pemenuhan kebutuhan informasi rekomendasi tempat kuliner followers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan angket kepada 100 followers akun Twitter (X) @drhaltekehalte sebagai sampel penelitian dan berdasarkan pada teori Uses and Gratification. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang diberikan oleh penggunaan akun Twitter @drhaltekehalte sebesar 29,6% terhadap pemenuhan kebutuhan informasi rekomendasi tempat kuliner followers. Sebesar 70,4% lainnya dipengaruhi oleh aspek lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.   People use social media to fulfilled these needs. Social media, which is currently developing very rapidly, offers various platforms with their respective advantages, people are free to choose media and one of them decides to use Twitter (X). Specifically, people are using the Twitter account (X) @drhaltekehalte which actively shares information on recommendations for culinary places that are summarized, detailed, and accessible by public transportation. However, there were different reactions from followers of the Twitter account (X) @drhaltekehalte regarding the information on recommendations for culinary places, both positive and negative. This research aims to determine how much influence the use of the Twitter account (X) @drhaltekehalte has on fulfilling the information needs of followers on recommendations for culinary places.This research uses a quantitative approach by distributing questionnaires to 100 followers of the Twitter account (X) @drhaltekehalte as research samples and is based on the Uses and Gratification theory. The results obtained from this research show that there is an influence exerted by the use of the Twitter account @drhaltekehalte of 29.6% on fulfilling followers' needs for information on recommendations for culinary places. The other 70.4% was influenced by other aspects not examined in this study.  
Hubungan Antara Kualitas Informasi pada Media Digital IISMA Alumni Club dengan Sikap Anggota terhadap Peluang Berkarier di Luar Negeri Nafla Calya Firdani; Hanny Hafiar; Anwar Sani
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jushpen.v5i2.2892

Abstract

IISMA Alumni Club actively shares overseas career information through Instagram (@iisma_ac) and the WhatsApp group “IISMA AC Career Community”, yet many graduated members still choose domestic careers. This study examines the relationship between information quality on IISMA Alumni Club's digital media and graduated members' attitudes toward overseas career opportunities, using Information Integration Theory, where information quality comprises valence and weight. Using a quantitative correlational approach, data from 96 randomly sampled respondents were analyzed with the Rank Spearman correlation test in SPSS. Results show a strong, significant positive relationship between information valence and weight with members' cognitive, affective, and conative attitudes. The strongest relationship was between valence and the affective aspect (rs = 0.683), while the weakest was between weight and the conative aspect (rs = 0.597). The study concludes that information quality on IISMA Alumni Club's digital media is significantly related to members' attitudes toward overseas careers, though the conative aspect shows a comparatively lower relationship.
Respons Diam Pemerintah sebagai Bentuk Komunikasi: Studi Fenomenologi pada Peserta Aksi Kamisan Alifia Lintang Nabila; Susanne Dida; Anwar Sani
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 08 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i08.3717

Abstract

Kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat di Indonesia yang belum terselesaikan mendorong lahirnya Aksi Kamisan sebagai ruang advokasi yang secara konsisten menuntut pertanggungjawaban negara. Dalam konteks tersebut, “respons diam” pemerintah menjadi fenomena yang tidak hanya dipahami sebagai ketiadaan respons, tetapi juga sebagai bentuk komunikasi yang dimaknai oleh peserta aksi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman peserta Aksi Kamisan dalam menafsirkan respons diam pemerintah sebagai bentuk komunikasi. Penelitian menggunakan paradigma interpretivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi sosial Alfred Schutz. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap sembilan peserta Aksi Kamisan, kemudian dianalisis menggunakan tahapan analisis fenomenologi dengan bantuan perangkat lunak NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta memaknai respons diam pemerintah sebagai bentuk komunikasi yang merepresentasikan penghindaran tanggung jawab negara, manifestasi relasi kuasa, serta upaya mempertahankan impunitas dalam penyelesaian pelanggaran HAM. Kesadaran terhadap diam sebagai bentuk komunikasi terbentuk melalui pengalaman advokasi, keterlibatan dalam organisasi, serta pengamatan terhadap pola respons pemerintah yang berlangsung secara berulang. Pemaknaan tersebut turut memengaruhi pengalaman advokasi peserta dengan memperkuat solidaritas, mempertahankan keberlanjutan gerakan, dan membentuk kembali pandangan mereka terhadap negara. Penelitian ini memperluas kajian komunikasi pemerintah dengan menunjukkan bahwa makna komunikasi tidak hanya dibentuk melalui pesan yang disampaikan, tetapi juga melalui respons yang sengaja tidak diberikan.