Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Dispercentiation-Based Diagnostic Assessment Model in Sundanese Language Learning for Junior High School Students in West Java Kuswari, Usep; Ruhaliah; Haris Santosa Nugraha; Darajat, Danan
International Journal of Language and Culture Vol. 2 No. 2 (2024): International Journal of Language and Culture
Publisher : CV. Goresan Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63762/ijolac.v2i2.14

Abstract

This research is based on the fact that the diagnostic assessment model in Sundanese language learning has not yet been touched upon because the Merdeka Curriculum will only be implemented in 2022. This research aims to describe the grid of the Sundanese language diagnostic assessment model, the diagnostic assessment model in Sundanese language learning, and guidelines for assessment models. Diagnostics in Sundanese language learning are based on the Independent Curriculum, which can provide information for schools regarding content, coverage, format, delivery time, and optimal benefits for learning Sundanese language and literature at the junior high school level in West Java. The method used in this research is a development model using the Research and Development type of research, which aims to produce a product in the form of a diagnostic assessment model in Sundanese language learning because of the Merdeka Curriculum and a diagnostic assessment model guide in Sundanese language learning because of the Merdeka Curriculum at junior high school level in West Java. The research results expected from this research are a grid of diagnostic assessment models in Sundanese language learning because the Merdeka Curriculum has been adapted based on diagnostic assessment models in Sundanese language learning in junior high schools, diagnostic assessment models in Sundanese language learning that have been developed and tested, as well as guidelines for diagnostic assessment models in learning Sundanese at junior high school level in West Java. The output of this research is papers submitted at international meetings, articles published in local journals, and IPR drafts in the form of copyrights.
Analisis nilai etnopedagogi dalam kesenian topeng banjet di Kabupaten Karawang Ghalih, Puspa Mustikaning; Ruhaliah; Awaliah, Yatun Romdonah
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 1 (2025): February 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i1.17433

Abstract

Traditional art reflects the identity of a region, characterized by the characteristics and distinctive style of the region's cultural wealth. The art of banjet mask is a Sundanese ethnic cultural heritage located in Karawang Regency. This study aims to explore the ethnopedagogical value and contribution of banjet mask art in the preservation of regional culture in Karawang Regency. The method used in this research is qualitative research through an ethnographic approach. The research results are presented as follows: first, the offering ritual contains religious values, because it contains the meaning of asking for the smooth running of a performance and respect for the ancestors; second, the gamelan musical instrument contains aspects of collaborative learning, cooperation between musicians (nayaga) in the banjet mask performance and maintenance of cultural heritage; third, the story play set against the background of the social conditions of society refers to human moral values; fourth, the costumes used by topeng banjet dancers contain aesthetic values and modesty and can be a medium for conveying traditional cultural values to the younger generation or to the audience in performances; fifth, the art of topeng banjet actively contributes to the preservation of regional culture in Karawang Regency by participating in activities related to arts and culture and topeng banjet artists share knowledge with children in the surrounding environment.
Nilai Filosofis dalam Réak dan Bénjang Lugay Pusaka di Kampung Cijambé Kurniasih, Nia; Ruhaliah
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 11 No 1 (2025): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v11i1.4458

Abstract

Artikel ini membahas tradisi Réak dan Bénjang Lugay Pusaka di kampung CiJambé. Tujuan penelitian ini mengkaji nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam kesenian tradisional Réak dan Bénjang Lugay Pusaka di Kampung Cijambé. Kesenian ini tidak hanya menjadi bentuk ekspresi budaya, tetapi juga sarana pelestarian kearifan lokal dan spiritualitas masyarakat setempat. Melalui pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi literatur, penelitian ini mengungkap bahwa Réak dan Bénjang memiliki nilai-nilai filosofis yang mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Kesenian ini juga menjadi media pendidikan moral, penguatan identitas budaya, serta pengikat solidaritas komunitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pelestarian budaya tradisional sekaligus memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dalam bidang antropologi dan filsafat budaya.
Tradisi Ngubur Bali di Desa Cikalong, Kecamatan Pajawan Kidul, Kabupaten Kuningan Rahmawati, Ira; Ruhaliah; Rohaedi, Edi
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 11 No 1 (2025): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v11i1.4461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada leluhur dan sebagai bentuk rasa syukur atas segala berkah yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa tradisi ngubur bali di Desa Cikalong, Kecamatan Pajawan Kidul, Kabupaten Kuningan, merupakan upacara adat yang memiliki makna spiritual mendalam bagi masyarakat setempat. Proses upacara ini melibatkan berbagai ritual, mulai dari persiapan sesajen hingga pemakaman dengan penuh doa dan harapan agar bayi mendapatkan kedamaian. Selain sebagai ritual keagamaan, Ngubur Bali juga berfungsi sebagai pengikat sosial yang mempererat tali persaudaraan antarwarga desa. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini memperlihatkan kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kehilangan dan menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Dengan demikian, tradisi ini tidak hanya sebagai pemakaman fisik, tetapi juga sebagai sarana spiritual dan sosial yang memperkuat identitas budaya masyarakat Desa Cikalong.
Struktur Naratif dan Nilai Budaya dalam Wawacan Selarasa: Analisis Teks Naskah Kuno Hasil Transliterasi di Situs Sipena Rukmanah, Hani; Ruhaliah; Nurjanah, Nunuy
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 11 No 1 (2025): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v11i1.4531

Abstract

Penelitian ini menganalisis teks naskah kuno Wawacan Selarasa karya Ruhaliah yang telah di transliterasi dan dipublikasikan pada situs SiPena Perpustakaan Nasional. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk memahami struktur naratif, tokoh, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam teks tersebut. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap teks transliterasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-interpretatif guna mengungkap makna mendalam dari setiap bait cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wawacan Selarasa memiliki struktur naratif yang kuat dengan tema perjuangan, spiritualitas, dan kepercayaan terhadap takdir. Selain itu, ditemukan adanya unsur mitologi dan simbolisme yang mencerminkan nilai-nilai budaya masyarakat Sunda kuno. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa teks wawacan dapat menjadi sumber penting dalam memahami sejarah, budaya, dan sistem kepercayaan masyarakat masa lalu. Kata Kunci: Wawacan Selarasa, Naskah kuno, Struktur naratif, Nilai budaya
MEDIA FLIPCARD DALAM APLIKASI CARDA AKUSARA UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS AKSARA SUNDA (EKSPERIMEN TERHADAP SISWA KELAS VII SMP PASUNDAN 9 BANDUNG TAHUN AJARAN 2024/2025) Ira Rahmawati; Ruhaliah; Dede Kosasih
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/1syj2397

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media flipcard dalam aplikasi Carda Akusara terhadap keterampilan menulis aksara Sunda siswa kelas VII SMP Pasundan 9 Bandung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya motivasi serta kemampuan siswa dalam menulis aksara Sunda akibat pembelajaran yang masih berfokus pada metode konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) melalui desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yakni kelas VII E sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII F sebagai kelompok kontrol, yang masing-masing berjumlah 36 siswa. Instrumen penelitian berupa tes menulis aksara Sunda yang telah melalui proses validasi oleh ahli. Proses pembelajaran di kelas eksperimen memanfaatkan aplikasi Carda Akusara yang dilengkapi fitur visualisasi aksara, latihan menulis, kuis, dan evaluasi otomatis. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Uji independent sample t-test pada nilai posttest menunjukkan signifikansi yakni 0,008 (< 0,05), yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Rata-rata hasil posttest siswa kelas eksperimen lebih tinggi sebesar 7,015 poin. Hasil observasi memperlihatkan bahwa siswa lebih aktif, antusias, serta menunjukan respons positif terhadap penggunaan media pembelajaran. Hasil ini menegaskan, bahwa penggunaan aplikasi Carda Akusara efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis aksara Sunda. Tidak hanya mendorong pelestarian literasi lokal, media ini juga relevan dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21 yang berbasis teknologi, interaktif, dan partisipatif.   KATA KUNCI: aksara Sunda, carda akusara, media flipcard digital   FLIPCARD MEDIA IN THE CARDA AKUSARA APPLICATION  FOR LEARNING TO WRITE SUNDA SCRIPT  (EXPERIMENT ON SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP PASUNDAN 9 BANDUNG IN THE 2024/2025 ACADEMIC YEAR)   ABSTRACT: This study aims to determine the effect of using flipcards in the Carda Akusara application on the Sundanese writing skills of seventh-grade students at SMP Pasundan 9 Bandung. The background of this study is based on the low motivation and ability of students in writing Sundanese due to learning that still focuses on conventional methods. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design through a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of two classes, namely class VII E as the experimental group and class VII F as the control group, each with 36 students. The research instrument was a Sundanese script writing test that had been validated by experts. The learning process in the experimental class utilized the Carda Akusara application, which is equipped with character visualization, writing exercises, quizzes, and automatic evaluation features. The normality and homogeneity test results showed that the data were normally distributed and homogeneous. The independent sample t-test on the posttest scores showed significance, namely 0.008 (< 0.05), which means that there was a significant difference between the experimental and control groups. The average posttest scores of students in the experimental class were 7.015 points higher. The observation results showed that students were more active, enthusiastic, and responded positively to the use of learning media. These results confirm that the use of the Carda Akusara application is effective in improving Sundanese script writing skills. Not only does it encourage the preservation of local literacy, this media is also relevant to the characteristics of 21st century learning, which is technology-based, interactive, and participatory.   KEYWORDS: Sundanese script, Carda Akusara, digital flipcard media.. Diterima: 4 Agustus 2025 Direvisi: 7 Agustus 2025 Disetujui: 7 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Rahmawati, I., Ruhaliah, Isnendes, R., & Kosasih, D. (2025). Media flipcard dalam aplikasi Carda Akusara untuk pembelajaran menulis aksara Sunda (Eksperimen terhadap siswa kelas VII SMP Pasundan 9 Bandung tahun ajaran 2024/2025). Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 480-494.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
Media Engklek dalam Pembelajaran Membaca Aksara Sunda Tingkat Sekolah Dasar (SD) Tuti; Ruhaliah; Yuliani; Harini
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 30 No. 1, Juni 2026
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/z0r9n046

Abstract

Mempelajari bacaan aksara Sunda sangat penting dalam dunia pendidikan, karenanya selain menjadi suatu pembelajaran, tapi juga salah satu cara dalam menjaga warisan budaya. Adanya anggapan bahwa peserta didik merasa kesulitan dalam mempelajari aksara Sunda merupakan salah satu penyebab ketidaktercapaian hasil belajar yang maksimal dalam pembelajaran membaca aksara Sunda. Media pembelajaran yang memiliki peran penting dalam rangkaian pembelajaran dapat membantu guru dalam menyampaikan tujuan dari materi pembelajaran.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mendeskripsikan bagaimana kemampuan peserta didik kelas V-B SDN Cimanggu Kecil Bogor Tahun Ajaran 2023/2024 dalam membaca serta menulis aksara Sunda sebelum dan sesudah menerapkan media engklek. Serta untuk mengetahui keefektifan dan peningkatan minat belajar peserta didik dalam pembelajaran membaca aksara Sunda setelah menerapkan media engklek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan metode kuasi eksperimen, dengan desain pre-test, treatment, dan post-test  terhadap peserta didik kelas V-B SDN Cimanggu Kecil Bogor Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumlah 33 peserta didik. Hasil dari penelitian menunjukkan, sebelum menerapkan media engklek, yakni berada dalam kategori belum mencapai ketercapaian dengan rata-rata yakni 53,96. Sedangkan, hasil setelah menerapkan media engklek yakni berada dalam katégori sudah mencapai ketercapaian dengan rata-rata menjadi 73,06. Maka dari itu dapat terlihat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca aksara Sunda antara sebelum dan sesudah menerapkan media engklek berdasarkan hasil uji normalitas dan uji hipotesis yang menunjukkan hasil signifikansi (Sig (2-tailed)) berada pada angka 0,000 atau ≤ 0,05. Kesimpulannya adalah media pembelajaran dengan media engklek efektif untuk kemampuan peserta didik dalam pembelajaran membaca aksara Sunda.  Learning Sundanese script reading is very important in the world of education, because in addition to being a lesson, but also one way to maintain cultural heritage. The assumption that students find it difficult to learn Sundanese characters is one of the causes of not achieving maximum learning outcomes in learning to read Sundanese characters. Learning media that has an important role in a series of lessons can help teachers in conveying the objectives of the learning material. The purpose of this study was to determine and describe how the ability of class V-B students of SDN Cimanggu Kecil Bogor Academic Year 2023/2024 in reading and writing Sundanese characters before and after applying engklek media. As well as to determine the effectiveness and increase in students' interest in learning to read Sundanese characters after applying engklek media. The method used in this study, using the quasi-experimental method, with a pre-test, treatment, and post-test design for class V-B students of SDN Cimanggu Kecil Bogor Academic Year 2023/2024 which amounted to 33 students. The results of the study showed, before applying the engklek media, which was in the category of not achieving achievement with an average of 53.96. Meanwhile, the results after applying engklek media are in the category of having reached achievement with an average of 73.06. Therefore, it can be seen that there is a significant difference in the ability to read Sundanese characters between before and after applying engklek media based on the results of the normality test and hypothesis testing which shows the significance results (Sig (2-tailed)) are at 0.000 or ≤ 0.05. The conclusion is that learning media with engklek media is effective for students' ability to learn to read Sundanese characters.