Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Mikrostruktur dan Performa Aus Baja S45C Dengan Perlakuan Panas pada Suhu 700 °C, 750 °C, dan 800 °C Supriyanto, Agung; Jamaldi, Agus; Margono, Margono; Nugroho, Budi; Faishal, Afif; Rengga, Fedrian Ahmadthur
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14, No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4561

Abstract

This study aims to evaluate the effect of heat treatment with varying temperatures on the hardness, microstructure, and wear resistance of S45C carbon steel. Specimens were heated at temperatures of 700 °C, 750 °C, and 800 °C for 30 minutes, then rapidly cooled using a saltwater medium. Test results indicate that increasing the heat treatment temperature significantly enhances surface hardness, with the highest value recorded at 800 °C. Microstructural observations reveal that martensite phase dominates at high temperatures, contributing to increased hardness and resistance to deformation caused by friction. Wear testing showed a negative correlation between hardness and wear volume, with specimens of higher hardness exhibiting narrower and smoother wear marks. These findings confirm that heat treatment temperature control is a key factor in optimising the surface performance of S45C steel for engineering applications requiring high wear resistance.
Integrasi Literasi Digital dalam Pembelajaran PPKn untuk Pembentukan Digital Citizenship di Era Society 5.0 Supriyanto, Agung
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2616

Abstract

Transformasi pendidikan pada era Society 5.0 menuntut penguatan literasi digital sebagai fondasi pembentukan karakter kewargaan digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi literasi digital dalam pembelajaran PPKn serta implikasinya terhadap pembentukan digital citizenship peserta didik di SMK Telkom Malang sebagai sekolah vokasi berbasis teknologi informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital diterapkan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi melalui pemanfaatan platform berbasis kecerdasan artifisial, diskusi isu kewargaan digital, serta proyek reflektif berbasis media digital. Praktik tersebut berkontribusi terhadap penguatan etika bermedia, kemampuan berpikir kritis, partisipasi digital konstruktif, dan kesadaran hukum peserta didik. Penelitian ini menegaskan kebaruan berupa model integratif literasi digital berbasis nilai Pancasila dalam pembelajaran PPKn yang relevan dengan konteks Society 5.0.
Social action dialectic and social integration: An analysis of value rationality in the Grebeg Suro Giri Kusuma Tradition Supriyanto, Agung; Falaq, Yusuf
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 10 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v10i1.43805

Abstract

This study examines the persistence of the Grebeg Suro Giri Kusuma tradition in Demak Regency as a sociological phenomenon within the context of modernization. The main issue addressed lies in the tension between the dominance of modern rationality and the continuity of traditional ritual practices, which are often perceived as obsolete. This research aims to analyze how the interaction of various types of social action contributes to the formation of social integration and the maintenance of social cohesion within the community. The study employs a descriptive qualitative approach using Max Weber’s theory of social action. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that Grebeg Suro functions not merely as a form of cultural preservation, but also as a social arena where multiple orientations of action intersect. Value-oriented rational actions rooted in religious teachings interact with traditional and affective actions in shaping collective practices. Ritual elements such as the heirloom procession, tirto wening water, and the distribution of agricultural offerings serve as symbolic media for articulating spiritual identity while reinforcing social solidarity. Theoretically, this study contributes to cultural and social change discourse by demonstrating that social integration in transitional societies is not solely structurally determined but is constructed through the collective interpretation of social actions. The novelty of this research lies in its interpretation of ritual as a dynamic mechanism for sustaining social stability. Therefore, the Grebeg Suro tradition transforms individual values into collective forces that support the continuity of the local social structure.   Penelitian ini menganalisis keberlanjutan tradisi Grebeg Suro Giri Kusuma di Kabupaten Demak sebagai fenomena sosiologis dalam konteks modernisasi. Fokus permasalahan terletak pada ketegangan antara dominasi rasionalitas modern dan keberlangsungan praktik ritual tradisional yang kerap dipandang tidak relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana interaksi berbagai tipe tindakan sosial berkontribusi dalam membentuk integrasi dan mempertahankan kohesi sosial masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka teori tindakan sosial Max Weber. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grebeg Suro tidak hanya berfungsi sebagai praktik pelestarian budaya, tetapi juga sebagai arena interaksi sosial yang mempertemukan berbagai orientasi tindakan. Tindakan rasional berorientasi nilai yang berakar pada ajaran religius berkelindan dengan tindakan tradisional dan afektif dalam membentuk praktik kolektif masyarakat. Unsur ritual seperti kirab pusaka, tirto wening, dan perebutan gunungan berperan sebagai medium simbolik dalam mengartikulasikan identitas spiritual sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada kajian budaya dan perubahan sosial dengan menunjukkan bahwa integrasi sosial dalam masyarakat transisional tidak semata bersifat struktural, melainkan dibentuk melalui pemaknaan kolektif atas tindakan sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemahaman ritual sebagai mekanisme dinamis dalam menjaga stabilitas sosial. Dengan demikian, tradisi Grebeg Suro mampu mentransformasikan nilai individual menjadi kekuatan kolektif yang menopang keberlanjutan struktur sosial masyarakat lokal.
Pengembangan blue economy melalui branding inovasi kuliner hasil laut di Pantai Konang Kabupaten Trenggalek Sumarmi, Sumarmi; Windayu, Cinde Ririh; Supriyanto, Agung; Arif, Mohamad; Rachmadian, Robby Hilmi; Ismail, Alice Sabrina
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i22025p398-406

Abstract

Developing the blue economy through seafood culinary innovation branding at Konang Beach, Trenggalek Regency One of the beaches with significant potential in Trenggalek Regency is Konang Beach, particularly its marine resources in the form of fish. The local fishing community practices a form of indigenous knowledge known as jaring seret (beach-seine netting). However, Konang Beach’s processed fish products are not yet widely known as culinary specialties or souvenirs associated with coastal tourism in Trenggalek Regency. This community service program aims to develop the Blue Economy by branding innovations in seafood-based cuisine to promote Konang Beach in Nglebeng Village, Trenggalek Regency. The method used involves identifying Konang Beach’s marine resource potential, which is then developed into culinary and souvenir products marketed to visitors. Visual data; photos and videos of seafood culinary products; are showcased virtually through an interactive web platform on Marine-Based Culinary Innovation, facilitating broader promotion to the general public. The results indicate that Konang Beach tourism managers and the Nglebeng Village apparatus have improved their capacity in managing and promoting Blue Economy tourism through the branding of innovative seafood-based culinary products. Salah satu pantai yang memiliki potensi besar di Kabupaten Trenggalek adalah Pantai Konang terutama potensi hasil laut berupa ikan. Masyarakat nelayan mempunyai kearifan lokal yaitu jaring seret. Hasil olahan ikan yang dimiliki Pantai Konang tersebut belum begitu popular atau terkenal sebagai kuliner dan oleh-oleh wisata pantai di Kabupaten Trenggalek. Tujuan dari pengabdian ini yaitu mengembangkan blue economy melalui branding inovasi kuliner hasil laut untuk mempromosikan Pantai Konang di Desa Nglebeng Kabupaten Trenggalek. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu mengidentifikasi potensi hasil laut yang dimiliki Pantai Konang. Potensi-potensi tersebut diolah menjadi produk kuliner dan suvenir yang dipasarkan kepada wisatawan. Data visual berupa foto dan video produk kuliner hasil laut disajikan secara virtual melalui platform web interaktif Inovasi Kuliner Hasil Laut. Hal ini akan memudahkan promosi karena dapat menjangkau khalayak umum secara luas. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengelola wisata Pantai Konang dan perangkat Desa Nglebeng memiliki kemampuan meningkat dalam manajemen pengelolaan dan promosi wisata blue economi melalui branding inovasi kuliner hasil laut.