Claim Missing Document
Check
Articles

Mechanism Of Spiral Potato Crips Machine For Increasing MSMEs Production Capacity In Mojokerto Muzaki, Iqbal; Subaderi, Subaderi; Wahju Rijanto, Ong Andre; Hariyanto, Krisnadhi; Dewi, Fitriya Gemala; Suwondo, Ampar Jaya
Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi (DIMASTEK) Vol 2 No 01 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik-Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/dimastek.v2i01.45

Abstract

Potatoes are Indonesia's abundant agricultural product. Potatoes can be used as a substitute for rice. Therefore potatoes are very popular as special food preparation in Indonesia. Geographically, Indonesia is an agricultural country. It greatly supports agricultural production. So that the quality and commodity of agricultural products (potatoes) remain high, it is necessary to have new ideas or ideas, one of which is processing potato chips to be of high quality. They prompted researchers to develop innovative equipment to speed up the process of processing potatoes into spiral chips by making appropriate technology machines that can produce more optimal production compared to conventional methods, namely 15 kg/hour. This appropriate technology machine is implemented in MSME potato chips in Kemiri Village, Pacet District, Mojokerto Regency. This machine can help speed up processing so that production time can be increased optimally.
Analisa Perbandingan Tegangan Pengelasan SMAW dan GTAW dengan Menggunakan Baja Ringan ST 37 Siswadi, Siswadi; Kholili, Navik; Miftach, Royan; Ritonga, Alven; Hariyanto, Krisnadhi
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 5, No 2 (2024): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v5i2.172

Abstract

AbstractWelding involves the process of heating and melting two parts of the object as well as the addition of additional material/electrodes to create a strong and durable connection. The method of welding, the type of material, the electrodes, and the model of the connection have an impact on the strength of the weld result. The purpose of the research is to determine the results of the traction strength of samples welded using the SMAW and GTAW welding methods, as well as to test the strength of the welding results and compare the strengths of welding SMAW, GTAW. The research method used for the test of traction is a universal test machine using the ASTM E8/E 8M-13a standard sample, a workpiece with a diameter of 0.6 cm, a length of 3 cm, fingers of 0,6 cm. The welding wire used is 0.26 cm and 0.2 cm in diameter, and a strong welding current of 90 ampere. GTAW welding was tested with pull and the result was a pull strength of 0.86 Kgf/mm2, a stretch strength of 19.24 Kgf/mm2, an extension rate of 100 percent with a strength of 2750 Kgf. The pull test on SMAW welding obtained the result of a pull force of 0,86 Kgf/mm2, the pull strength is 2.34 Kgf/mm2 and the length of extension reached 100 percent when tested at 2750 Kgf. Keywords :Traction, Welding Connections, Electric Welding, SMAW and GTAW Welding. ABSTRAKPengelasan melibatkan proses pemanasan dan peleburan dua bagian benda serta penambahan bahan / elektroda tambahan untuk menciptakan sambungan yang kuat dan tahan lama. Metode pengelasan, jenis material, elektroda, dan model sambungan memiliki dampak terhadap kekuatan hasil las. Riset ini bertujuan untuk mengetahui hasil kekuatan tarik sampel yang dilas dengan metode pengelasan SMAW dan GTAW, disamping itu juga untuk menguji kekuatan hasil pengelasan dan membandingkan kekuatan las SMAW dan GTAW. Metode penelitian yang digunakan untuk pengujian tarik adalah mesin uji universal dengan menggunakan sampel standar ASTM E8/E 8M-13a, benda kerja dengan diameter 0,6 cm, panjang 3 cm, jari-jari 0,6 cm. Kawat las yang digunakan berdiameter 0,26 cm dan 0,2 cm, serta kuat arus pengelasan 90 ampere. Pengelasan GTAW di uji tarik dan hasil yang diperoleh adalah kekuatan tarik 0,86 Kgf/mm2, kekuatan regangan 19,24 Kgf/mm2, tingkat pemanjangan mencapai 100 persen dengan kekuatan 2750 Kgf. Pengujian tarik pada pengelasan SMAW didapatkan hasil kekuatan tarik 0,86 Kgf/mm2, kekuatan regangan adalah 2,34 Kgf/mm2 dan tingkat pemanjangan mencapai 100 persen saat diuji tarik dengan kekuatan 2750 Kgf. Kesimpulan yang didapatkan dari pengujian ini adalah jenis sambungan yang digunakan dalam proses pengelasan memiliki kekuatan tarik 0,86 Kgf/mm2 dengan nilai tertinggi mencapai 53,43 Kgf/mm2 pada metode SMAW dan kekuatan tarik terendah 32,32 Kgf/mm2 dengan beban seberat 2750 Kgf. Kata Kunci :Kekuatan tarik, Sambungan las, Las listrik, Pengelasan SMAW dan GTAW
Pengukuran dan Penentuan Prioritas Perbaikan Kualitas Layanan Jasa Service Kendaraan dengan Metode Service Quality dan Analytical Hierarchy Process Krisnadhi Hariyanto; Astria Hindratmo
Journal of Research and Technology Vol. 6 No. 2 (2020): JRT Volume 6 No 2 Des 2020
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v6i2.366

Abstract

The service business in Indonesia is growing every year and competition is getting tougher. One of the service businesses that is always growing is motor vehicle repair service. So that the vehicle service company must make service improvements to be able to compete. For this reason, the company needs to know the service performance so that the company must know the advantages and disadvantages of the services provided to customers. The purpose of this study is to measure the performance of vehicle service quality and determine service improvement priorities in increasing customer satisfaction and loyalty. The method used in this research is service quality and Analytical Hierarchy Process (AHP). The results of the study were to obtain 21 service attributes obtained from interviews. Then from the results of processing with the service quality method, it turns out that there is a gap in service quality based on perceptions and expectations because it is negative. So all the existing service attributes need to be improved. Meanwhile, the results of determining priorities that need to be improved on the 21 service attributes using the AHP method show that the mechanical speed attribute in car service is the first priority because it has the largest weight, namely 0.107. Then the service attribute that gets the last priority to be repaired is the equipment and equipment attribute with the smallest weight of 0.02 because the current dealer already has a fairly complete vehicle service tool.
PKM Mainstreaming Green Economy Coffe Shop Neira Kota Surabaya Sebagai Pemulihan Ekonomi UMKM Sarie, Rena Febrita; Hariyanto, Krisnadhi; Putra, Allen Pranata
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2028

Abstract

Mitra pengabdian masyarakat yaitu coffe shop Neira Kota Surabaya. Mitra Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) termasuk dalam mitra produktif secara ekonomi, Tujuan pengabdian masyarakat ini meliputi: 1) Pengembangan literasi mitra; 2) Peningkatan keterampilan mitra; dan 3) Penambahan aset mitra. Solusi yang ditawarkan pada pelaksanaan PPM ini yaitu: 1) Perancangan dan pembuatan mesin penggiling kopi; 2) Pelatihan, pendampingan, pengoperasian dan pemeliharaan mesin penggiling kopi; 3) Perancangan dan pembuatan mesin freezer pendingin es batu; 4) Pelatihan, pendampingan, pengoperasian dan pemeliharaan mesin freezer pendingin es batu; 5) Perancangan dan pembuatan daftar menu neon box; 6) Perancangan dan pembuatan kitchen sink ramah lingkungan; 7) Pelatihan dan pendampingan strategi perluasan segmentasi pasar; 8) Pelatihan dan pendampingan tentang klasifikasi risk management perusahaan; 9) Pendampingan dan pelatihan perhitungan laba/rugi secara mendetail; 10) Pendampingan dan pelatihan otomatisasi laporan keuangan. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui: 1) Pelatihan; dan 2) Diskusi. Hasil pengabdian kafe ini membantu mengurangi jejak karbon dan limbah plastik yang dapat merusak lingkungan. Kehadiran kafe dengan konsep ramah lingkungan akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Dampak signifikan pasca dilaksanakan pengabdian masyarakat adalah peningkatan keterampilan mitra sebesar 60%, peningkatan pengetahuan mitra sebesar 70% dari sebelum adanya pengabdian masyarakat. Kata Kunci: Green Economy, Pemulihan Ekonomi, PKM
PELATIHAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI BERDASARKAN JOB ORDER COSTING PADA USAHA LALA CAKE Oktavia, Chendrasari Wahyu; Hariyanto, Krisnadhi; Muhandhis, Isnaini
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2074

Abstract

Bisnis makanan tradisional di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini diperlihatkan dari menjamurnya produk makanan tradisional. Salah satunya adalah kue basah. Kecenderungan usaha kue basah ini berbasis job order dimana produk ini akan tersedia jika ada pemesanan dari konsumen. Salah satu usaha kue basah adalah kue basah milik Ibu Ika yang memiliki kualitas cukup baik. Namun, hal ini belum didukung oleh minimalnya label yang terlihat pada kemasan kue basah. Selain itu, dengan adanya kualitas tentunya didukung oleh harga jual, sayangnya harga jual yang ditetapkan masih berdasarkan intuisi tanpa ada perhitungan yang jelas oleh pemilik UKM. Oleh karena itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat kali ini melakukan pendekatan metode pelatihan dan pendampingan secara terstruktur untuk mengatasi permasalahan tersebut. meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha mengenai penetapan harga pokok produksi pesanan sehingga harga jual yang dihasilkan mampu bersaing dan dapat menghasilkan segmen pemasaran yang lebih luas. Solusi dan target dari pelatihan dan pendampingan pelabelan kemasan adalah Pelaksana membuat desain label kemasan bersama Mitra dan mencetak label kemasan sebanyak 100 pcs dan dipasang pada kemasan yang dimiliki oleh Mitra, sedangkan solusi untuk penetapan harga pokok produksi adalah Mitra sudah memiliki harga jual terbaru untuk produksinya sehingga sudah tidak mengikuti intuisi dari Mitra. Kata Kunci : Harga Pokok Produksi, Job Order, Kue Basah, Pelabelan Kemasan
PPM PENGEMBANGAN DESAIN KEMASAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA HOME INDUSTRI MOCHI MOCI DI SIDOARJO Fitriya, Fitriya Gemala Dewi; Wahyu Rijanto, Ong Andre; Hariyanto, Krisnadhi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2086

Abstract

Pengemasan merupakan hal yang penting dalam memasarkan suatu produk. Kemasan yang digunakan pada usaha mochi milik bu Rita masih sangat sederhana sehingga sulit dipasarkan. Artinya desain kemasan harus dikembangkan, karena dengan fungsi kemasan yang sempurna akan memudahkan perluasan pasar. Hal yang menjadi kesadaran adalah upaya peningkatan pelanggan, dimana untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan inovasi dengan melakukan pengembangan pada desain produk. Kegiatan ini diberikan dalam bentuk pemberian materi, focus group discussion, dan pendampingan dalam bentuk observasi, ceramah, tanya jawab, diskusi dan praktik langsung sehingga dapat mengembangkan desain kemasan produk yang lebih kreatif dan inovatif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dalam pengemasan produk "Industri rumahan kue mochi"dan memberikan pelatihan pada masalah yang dihadapi yaitu modal kerja terbatas dan sistem pemasaran yang pasif. Solusi yang ditawarkan adalah meningkatkan kualitas dan pengemasan produk, memperluas jaringan mitra pemasaran, dan meningkatkan keterampilan manajemen mitra melalui pelatihan.
PERANCANGAN MODEL SISTEM PENILAIAN EVALUASI KINERJA KARYAWAN DIVISI HOUSEKEEPING HOTEL AMARTHAHILLS MENGGUNAKAN METODE 360 DEGREE FEEDBACK Dewi, Fitriya Gemala; Suwondo, Ampar Jaya; Hariyanto, Krisnadhi
Bisnis-Net Vol 7, No 1: JUNI 2024
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/bn.v7i1.4233

Abstract

Penelitian dalam sistem kinerja karyawan dengan metode 360 derajat ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kelebihan, kekurangan, peluang, dan ancaman untuk divisi Housekeeping di Hotel Amarthahills. Implementasi strategi feedback 360o pada divisi Housekeeping Hotel Amarthahills adalah menciptakan penilaian kinerja yang adil dan objekti serta bertujuan menetapkan sistem kinerja bagi karyawan dengan melibatkan berbagai pihak dalam merumuskan instrumen evaluasi di setiap tingkat yang terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 360 derajat dimana metode ini merupakan sistem berbasis tujuan yang mengukur kinerja seseorang terhadap standar atau tujuan secara individu, sehingga setiap karyawan mempunyai uraian tugas dan spesifikasi pekerjaan yang jelas, terarah dan efektif. Metode 360 derajat ini melibatkan karyawan secara langsung melalui wawancara dan penyebaran kuesioner di Hotel Amarthahills. Hasil dari sistem kinerja ini dapat mengevaluasi untuk memisahkan pekerja satu dengan pekerja lain yang tidak memuaskan dan menyarankan untuk menurunkan posisinya dari sebelumnya. Kesimpulan dari hasil sistem penilaian kinerja dengan metode 360 derajat ini didapatkan bahwa nilai pengetahuan dan wawasan sebesar 13,39.  
PERANCANGAN EVALUASI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DENGAN METODE SISTEM PENILAIAN KINERJA TERINTEGRASI (IPMS) DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI UD. BIMASAKTI TIMUR RAYA SURABAYA Hariyanto, Krisnadhi; Dewi, Fitriya Gemala; Putra, Giovanni Firmansyah; Bima, Putu
Journal of Industrial Engineering and Technology Vol 5, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jointech.v5i1.13615

Abstract

UD. Bimasakti Timur Raya Surabaya, there is an issue of delays in starting work caused by employees not beginning their tasks on time and believing that these delays will not affect their salary or other benefits. The Integrated Performance Measurement System (IPMS) of UD. Bima Sakti Timur Raya focuses solely on financial and sales KPIs, without involving other elements such as internal business processes and development aspects. The percentage of achievement and realization of employee potential improvements in profit enhancement shows a high variation and meets the established target of 15.20%. UD. Bima Sakti Timur Raya demonstrates performance changes by using the Integrated Performance Measurement System (IPMS) and has so far succeeded in meeting the predetermined target of 15.20%. UD. Bima Sakti Timur Raya has successfully achieved its goals, but this effort has still not been able to meet the set target for reducing customer complaints. UD. Bima Sakti Timur Raya experiences inconsistent changes every year, and the company still has not been able to achieve the set targets. UD. Bima Sakti Timur Raya shows growth each year, but the company has yet to meet the established goals.
Penilaian Produktivitas Kerja Karyawan Dengan Metode Sistem Pengukuran Kinerja Terpadu (IPMS) Di UD. Bimasakti Timur Raya Hariyanto, Krisnadhi; Dewi, Fitriya Gemala; Bima, Putu; Putra, Giovanni Firmasyah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UD. Bima Sakti Timur Raya melakukan evaluasi kinerja dengan menerapkan metode pengukuran kinerja terintegrasi. Penilaian ini dilakukan dari beberapa perspektif yaitu perspektif keuangan dan perspektif lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja karyawan dengan metode sistem pengukuran kinerja terintegrasi, melakukan analisis, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil yang diperoleh kepada UD. Bima Sakti Timur Raya. Metode yang digunakan dalam mengevaluasi kinerja karyawan pada penelitian ini adalah studi kasus dan survei secara langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa performa dalam perspektif keuangan tergolong memuaskan pada tingkat keuntungan, pendapatan, efisiensi kerja, serta pemenuhan kewajiban jangka pendek. Dalam sudut pandang proses, bisnis internal menunjukkan bahwa kinerja usaha sangat memuaskan dalam hal inovasi dan kualitas produk. Sudut pandang pengembangan performa secara keseluruhan cukup baik. perspektif produktivitas dan komitmen karyawan, target yang ditetapkan masih belum tercapai pada pemanfaatan sumber daya. Teknologi informasi yang dimiliki sudah cukup baik dan secara umum, evaluasi kinerja di UD. Bima Sakti Timur Raya menunjukkan hasil yang positif dengan nilai 4,29    
PPM PPM PENINGKATAN PENJUALAN KUE DALAM PEMILIHAN LANGKAH STRATEGIS USAHA KECIL MENENGAH Krisnadhi, Krisnadhi Hariyanto; Subaderi, Subaderi; Oktavia, Chendrasari Wahyu; Bima, Putu; Putra, Giovanni Firmasyah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2358

Abstract

Menjalankan bisnis kue kering adalah salah satu usaha yang paling sederhana dan mudah pekerjaannya karena minat masyarakat yang tinggi terhadap kue kering. Selain mendapat laba yang besar, usaha ini juga memiliki risiko yang dapat menimbulkan kerugian bagi pemiliknya apabila stok kue kering tidak terjual dalam waktu yang lama karena kue tersebut tidak menggunakan bahan pengawet. Kue kering yang dijual oleh Ibu Lutfiahwati biasanya tidak dikemas dengan baik dan hal ini menyebabkan berkurangnya minat pembeli. Bisnis kue kering ini mengalami kesulitan dalam hal produksi karena mitra hanya memiliki satu mixer kecil dan mesin oven yang ukurannya kecil. PKM ini dilakukan dengan tujuan untuk menangani masalah yang dihadapi oleh mitra seperti kurangnya peningkatan penjualan dan kapasitas produksi serta kurangnya pencatatan keuangan usaha. Penyelesaian masalah mitra ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi lapangan, dan pelatihan. Hasil kegiatan ini berupa mesin oven 2 layer berukuran 36 cm x 49 cm x 39 cm untuk mendukung proses produksi dan penyelesaian untuk manajemen usaha (keuangan) dilakukan pelatihan dalam pembuatan laporan keuangan usaha mitra. Hasil akhir kegiatan ini adalah adanya peningkatan penjualan produk yang signifikan dan mitra telah memiliki laporan keuangan usaha.