Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Agar Produktif, Indah dan Menghasilkan Benefit di Pesantren Darussalam Guntur Batubara Teja Rinanda; Hernawaty Hernawaty; Pioner Pelawi; Dina Hastalona; Ulpah Maisari; Doni Efrizah
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i4.732

Abstract

Optimalisasi penggunaan lahan dibahas dalam penelitian ini Pertanian terpadu di pondok pesantren Darussalam Guntur Batubara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan datanya adalah dengan wawancara dan observasi. Hasil pengolahan data menarik kesimpulan tentang ketersediaan lahan non produktif di kawasan tersebut Pesantren Darussalam Guntur Batubara memiliki potensi untuk menjadi kenyataan Optimal. Area yang tidak tumbuh dioptimalkan untuk produksi agro-sayuran terpadu. Sistem pengelolaan terpadu yang kami terapkan adalah metode hidro-organik yang menggabungkan budidaya sayuran dan budidaya ikan air tawar. Pengoperasian fasilitas hidroganik akan memungkinkan mitra untuk memproduksi makanan mereka sendiri, menghemat biaya makan siswa dari produksi tanaman cabai, tomat, dan lele. Estimasi produksi cabai mencapai 200 kg per periode produksi dan produksi lele mencapai 208 kg dengan total nilai Rp 10.015.333. dan independen.
Sosialisasi Cara Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Wisata Melalui Penyediaan Homestay yang Nyaman dan Murah Teja Rinanda; Elli Afrida; Darmawan Sriyanto; Helman Helman; Novi Yanti; Hetty Elfina
Journal Liaison Academia and Society Vol 3 No 2: Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.753

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk memberikan masukan kepada pengelola wisata dan masyarakat akan pentingnya akses jalan menuju homestay maupun villa sehingga diharapkan menjadi perhatian agar memperhatikan faktor ini, sebab kita ketahui home stay salah satu bentuk bisnis yang dapat meningkatkan ekonomi msayarakat. Akan tetapi jika tidak dikelola dengan baik dan benar maka akan menimbulkan kerugian. Dikawasan wisata bukit lawang terdapat banyak hotel, villa dan homestay, akan tetapi ada kendala, kebanyakan home stay dan villa memiliki akses kenderaan yang jauh, sehingga menylitkan wisatawan untuk langsung ke lokasi, hal ini berpengaruh, sebab kebanyakan wisatawan yang datnbg menggunakan kenderaan mobil pribadi dengan barang bawaan yang banyak. Bisnis homestay lebih mudah dilakukan masyarakat di sekitar kawasan wisata sebagai peningkatan ekonomi masyarakat akan tetapi perlu diperhatikan beberapa aspek seperti: 1) Pilihlah lokasi yang strategis, 2) Dirikan penginapan yang sesuai dengan modal dimiliki, 3) Lakukan promosi secara efektif melalui media sosial, 4) Akses Kenderaan langsung ke lokasi Homestay, 5) Terjaga kebersihan dan kenymanan. Saran: Pengelola wisata dan masyarakat harus sinergi untuk menciptakan lingkungan homestay yang asri dan menarik serta bekerjasama dengan pemerintahan setempat dalam upaya memfasilitasi jalan atau akses yang baik.   Kata Kunci : Sosialisasi; Ekonomi; Masyarakat; Home Stay .
Sosialisasi Pentingnya Menjaga Kebersihan Air Danau dan Dampaknya di Siopat Sosor Parbaba Samosir Tapanuli Utara Yulis Hati; Yusri Yusri; Teja Rinanda; Khairuddin Tampubolon; Dede Ibrahim Muthawali; Yuliatil Adawiyah Harahap
Journal Liaison Academia and Society Vol 3 No 4: Desember 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i4.767

Abstract

p Jurnal pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan air danau toba dalam lingkungan masyarakat sehingga dampaknya pada Desa Siopat Sosor Parbaba memberikan hasil yang signifikan dimana banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan tidak bertanggung jawab, dan akibat ulah manusia tersebut berdampak pula pada kesehatan diare dan penyakit kulit warga. Sehingga metode pengabdian pada tulisan ini yaitu penyuluhan dan pemberian informasi. Sehingga hasilnya menunjukan bahwa kesadaran masyarkat terkait menjaga kebersihan sudah baik, hanya saja dalam permasalahan sampah yang tersebar dipinggiran Danau Toba memberikan kesan negatif pada wisatawan dan kemungkinan ini mengganggu kesehatan warga akibat sampah yang terkontamisasi dengan bakteri sehingga aliran air pun ikut. Berdasarkan hasil tersebut tentu perlunya kebijakan lebih lanjut kepada pemerintah setempat atau himbauan rutin kepada warga melalui penyadaran agar air danau toba dapat terjaga kelestariannya dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Dari hasil yang didapatkan menunjukan bahwa adanya peningkatan pengetahuan terhadap masyarakat tentang menjaga kebersihan air Danai Toba di Siopat Sosor Parbaba.
Strategi Manajemen Keuangan Keluarga dan Literasi Digital untuk Ibu Rumah Tangga di Era Ekonomi Digital Dina Hastalona; Teja Rinanda; Siti Ummi Arfah Nasution; Nirwana Br. Bangun; Jarungjung Hutagaol; Muhammad Anshar; Ujang Abdullah; Yenni Sofiana Tambunan
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i2.839

Abstract

p Transformasi digital dalam sektor ekonomi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pola pengelolaan keuangan keluarga di Indonesia. Di tengah dinamika ekonomi digital yang sarat dengan inovasi teknologi dan akses cepat terhadap berbagai layanan keuangan daring, ibu rumah tangga sebagai pengelola keuangan domestik menghadapi tantangan baru yang kompleks. Tidak hanya dituntut untuk cakap dalam menyusun anggaran dan mengelola pengeluaran rumah tangga, mereka juga harus memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar dapat menavigasi berbagai platform keuangan berbasis teknologi secara bijak dan aman. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan dan digital ibu rumah tangga masih tergolong rendah, terutama di kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kerentanan keluarga terhadap risiko ekonomi digital seperti utang konsumtif, penipuan daring, dan keputusan keuangan yang tidak rasional. Menanggapi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan dan literasi digital ibu rumah tangga melalui pelatihan daring berbasis pendekatan partisipatif. Metode kegiatan meliputi asesmen awal, penyampaian materi interaktif melalui Zoom Meeting, diskusi kelompok via WhatsApp, simulasi penggunaan aplikasi keuangan digital, serta evaluasi melalui pra dan pasca tes. Kegiatan ini melibatkan 40 peserta ibu rumah tangga dari berbagai wilayah Indonesia. Materi pelatihan difokuskan pada strategi pengelolaan keuangan rumah tangga, seperti perencanaan anggaran, pencatatan pengeluaran, tabungan, dan pengendalian utang, serta pengenalan dan pemanfaatan aplikasi pencatat keuangan dan dompet digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola keuangan keluarga secara lebih terstruktur dan efisien. Sebagian besar peserta mulai rutin menyusun anggaran keluarga dan menggunakan aplikasi digital untuk pencatatan keuangan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peserta untuk lebih waspada terhadap risiko digital seperti pinjaman online ilegal dan konsumsi impulsif melalui e-commerce. Peningkatan ini membuktikan bahwa pelatihan daring yang dirancang secara kontekstual dan komunikatif mampu menjawab kebutuhan peningkatan kapasitas ibu rumah tangga di era digital. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan membangun ketahanan sosial berbasis literasi keuangan dan digital.
Pelatihan Smart Agropreneur Berbasis Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Kapasitas Sosial, Tata Kelola Desa, dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Mawardi Mawardi; Dian Kemala Dewi; Teja Rinanda; Hastuti Handayani Harahap; Elazhari Elazhari; Muhammad Razali; MHD. Andy Rasyid
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1356

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tuntutan globalisasi telah mendorong perubahan signifikan dalam sektor pertanian dan pembangunan pedesaan, sehingga diperlukan pendekatan inovatif untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sosial, tata kelola desa, dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pelatihan smart agropreneur berbasis teknologi tepat guna. Smart agropreneur merupakan konsep kewirausahaan pertanian modern yang mengintegrasikan inovasi teknologi, manajemen usaha, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu sistem yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui pelatihan, diskusi interaktif, simulasi praktik, dan pendampingan berbasis kebutuhan masyarakat desa. Materi yang diberikan mencakup pengenalan konsep smart agropreneur, penerapan teknologi tepat guna dalam usaha pertanian, penguatan kapasitas sosial melalui kerja sama kelompok, serta peningkatan pemahaman tata kelola desa berbasis transparansi dan akuntabilitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola usaha pertanian secara lebih modern, efisien, dan berorientasi pasar. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas sosial masyarakat dalam hal kerja sama dan penguatan kelembagaan kelompok tani. Pada aspek tata kelola desa, peserta mulai memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan publik yang lebih efektif. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis inovasi. Dengan demikian, pelatihan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat desa dan dapat menjadi model pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna yang berkelanjutan.