Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Health Development

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KECEMASAN ANAK PADA ADAPTASI SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI CILANDAK BARAT 04 PAGI JAKARTA SELATAN Duma Lumban Tobing
Indonesian Journal of Health Development Vol 1 No 1 (2019): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.831 KB) | DOI: 10.52021/ijhd.v1i1.10

Abstract

Inability to adapt to the new environment at the beginning of the school children can cause anxiety response. This study aims to determine the relationship between parenting parents to a child's anxiety levels during elementary school adaptation with total sample 54 respondents . The sample was parents who have children who were new students at SDN 04 Morning Cilandak Barat, South Jakarta in the academic year 2013-2014. This study used a descriptive quantitative method with a " cross sectional ". Analysis of the data used were univariate and bivariate analysis using Chi Square test. The results showed that the greatest frequency of parents' parenting is authoritative / democratic as many as 28 people (51.9 %), the largest frequency of a child's anxiety level was mild anxiety as many as 30 people (55.6 %). Bivariate analysis results about parenting parents relationship with the child's anxiety levels during school adaptation obtained p value (0.007) was smaller than the value of alpha (0.05), so it can be concluded that the presence of a significant relationship between the two variables, which means Ha received that there was a relationship between parenting parents with children on the anxiety level adaptation period school. And based on this analysis that good parenting can affect a child's anxiety reduction. For educational institutions SDN 04 Morning Cilandak Barat, South Jakarta necessary meetings between parents and teachers to discuss parenting parents that can be applied at home and provide information to parents about good parenting and for further research should examine significantly and a more specific description of the characteristics of parenting and anxiety level and the factors that affect the level of anxiety
TINGKAT DEPRESI DENGAN IDE BUNUH DIRI PADA REMAJA Duma Lumban Tobing; Linda Mandasari
Indonesian Journal of Health Development Vol 2 No 1 (2020): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v2i1.33

Abstract

Masa remaja mulai muncul berbagai macam masalah yang dihadapinya, salah satunya depresi. Selain itu, ditambah dengan berbagai keadaan yang membuat keadaan depresi semakin meningkat kemudian akan menimbulkan dampak depresi yang tidak teratasi yaitu ide bunuh diri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan ide bunuh diri pada remaja SMA X di Jakarta. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan “Cross Sectional”. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dengan cara simple random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 247 siswa. Hasil analisis data penelitian menggunakan uji spearmen dengan hasil p value 0,000 ( p value < 0,05). Hasil uji analisis menunjukkan bahwa adanya hubungan tingkat depresi dengan ide bunuh diri pada remaja di SMA X Jakarta . Hasil penelitian ini diharapkan untuk mengadakan penyuluhan kesehatan mental, cara mendeteksi risiko mengalami depresi dan dampak-dampaknya, mengontrol emosi dan konseling. Sehingga dampak dari depresi yang menyebabkan memunculkannya ide bunuh diri dapat teratasi.
TINGKAT STRES, KECEMASAN DAN PENYESUAIAN DIRI PADA LANSIA YANG DI TINGGAL PASANGAN HIDUP Duma Lumban Tobing
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 1 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i1.116

Abstract

ABSTRAK Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan adalah salah satu tantangan perkembangan pada lanjut usia. Lansia yang kehilangan pasangan bisa mengalami berbagai perubahan, termasuk mental dan emosional. Stres kehilangan pasangan dapat menimbulkan masalah psikososial yaitu kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan kecemasan dengan penyesuaian diri pada lansia yang ditinggal pasangan hidup di Kelurahan Grogol. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui korelasi antara dua variabel, variabel independen tingkat stress dan kecemasan serta variabel dependen penyesuaian diri pada lansia yang ditinggal pasangan hidup. Pengambilan data dilakukan melalui observasi langsung dengan menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10), Geriatric Anxiety Scale (GAS) dan instrument penyesuaian diri lansia yang ditinggal pasangan hidup. Sampel pada penelitian ini berjumlah 32 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square (p < 0,05). Hasil penelitian ditemukan responden paling banyak perempuan sebanyak 18 responden (56,3%) berusia 60-70 tahun sebanyak 19 responden (59,4%), tingkat pendidikan terbanyak pada katagori tingkat pendidikan rendah sebanyak 19 responden (59,4%), sebagian besar responden sudah ditinggal pasangan hidup ≥ 3 tahun sebanyak 19 responden (49,4%). Sebagian besar mengalami stress sedang sebanyak 18 responden (56,3%), kecemasan sedang sebanyak 19 responden (59,4%) dan memiliki penyesuaian diri negativf sebanyak 19 responden (59,4%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan penyesuaian diri pada lansia yang ditinggal pasangan hidup dengan nilai p-value 0,041 (p < 0,05) dan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dengan penyesuaian diri pada lansia yang ditinggal pasangan hidup dengan nilai p-value 0,018 (p < 0,05). Peneliti menyarankan agar lansia dapat membentuk self help group sebagai group pendukung. Kata Kunci: Kecemasan, Lansia ditinggal pasangan hidup, Penyesuaian diri, Stres ABSTRACT Adjusting to the death of a partner is one of the developmental challenges in old age. The elderly person who has lost a partner can experience various changes, including mental and emotional. The stress of losing a partner can cause psychosocial problems, namely anxiety. This study aims to determine the relationship between stress and anxiety levels with adjustment in the elderly who are left by their spouses in Grogol Village. This study used a correlational design with a cross-sectional approach to determine the correlation between the two variables, the independent variables stress and anxiety levels, and the dependent variable adjustment in the elderly who are left by their spouses. Data collection was carried out through direct observation using the Perceived Stress Scale (PSS-10) instrument, the Geriatric Anxiety Scale (GAS), and the adjustment instrument for the elderly who have been left by a spouse. The sample in this study amounted to 32 respondents who were taken using a purposive sampling technique. The data analysis used was univariate and bivariate analysis using the chi-square test (p <0.05). The results of the study found that most respondents were women, 18 respondents (56.3%) aged 60-70 years, 19 respondents (59.4%), with the highest level of education in the category of low education level, 19 respondents (59.4%), some Most of the respondents had been left by their spouse for ≥ 3 years as many as 19 respondents (49.4%). Most of them experienced moderate stress as many as 18 respondents (56.3%), moderate anxiety as 19 respondents (59.4%), and had negative self-adjustment as many as 19 respondents (59.4%). Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between stress levels and adjustment in the elderly who were left by a spouse with a p-value of 0.041 (p <0.05) and there was a significant relationship between anxiety and adjustment in the elderly who were left by a spouse with a p-value value 0.018 (p < 0.05). Researchers suggest that the elderly can form a self-help group as a support group. Keywords: Anxiety, Elderly left by a spouse, Adjustment, Stress
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN TINGKAT KECEMASAN LANSIA DENGAN HIPERTENSI Tobing, Duma Lumban
Indonesian Journal of Health Development Vol 4 No 2 (2022): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v4i2.105

Abstract

ABSTRAK Lansia dengan hipertensi sering mengalami kecemasan dikarenakan komplikasi yang sering terjadi seperti stroke, gagal ginjal, dan jantung koroner. Self-efficacy sebagai keyakinan diri untuk mengatasi masalah dengan cara mempengaruhi kognisi seseorang diduga dapat membantu lansia untuk menghadapi kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan tingkat kecemasan pada lansia hipertensi di RW 03 Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 42 orang merupakan warga lansia dengan hipertensi di RW 03 Kelurahan Rambutan yang dilakukan pada bulan Mei 2020 – Juni 2020. Chronic Disease Self-Efficacy Scale digunakan untuk mengukur Self-Efficacy dan Geriatric Anxiety Scale digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan. Sampel penelitian dianalisis dengan uji Chi Square (p < 0,05). Hasil penelitian ditemukan karakteristik responden neko77 paling banyak berusia lansia (60 – 74) tahun sebanyak 39 responden (92,9%), berjenis kelamin perempuan 26 responden (61,9%), tidak teratur minum obat hipertensi sebanyak 25 responden (59,9%), lama hipertensi > 2 tahun sebanyak 30 responden (71,4%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara self-efficacy dengan tingkat kecemasan pada lansia dengan hipertensi di RW 03 Kelurahan Rambutan (p = 0,019). Peneliti menyarankan lansia lebih memperhatikan pola hidup sehat agar mengontrol hipertensi dan bagi pelayanan kesehatan khususnya perawat dapat mendeteksi secara dini kecemasan yang terjadi pada lansia hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Kecemasan, Lansia, Self-Efficacy ABSTRACT Elderly with hypertension often experience anxiety due to frequent complications such as stroke, kidney failure, and coronary heart disease. Self-efficacy as self-confidence to overcome problems by influencing one's cognition is thought to be able to help the elderly deal with this condition. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and anxiety levels in hypertensive elderly in RW 03 Rambutan Village, Ciracas District, East Jakarta. This research used a cross-sectional method with a purposive sampling technique. The research sample was 42 elderly citizens with hypertension in RW 03 Rambutan Village which was carried out from May 2020 - June 2020. The Chronic Disease Self-Efficacy Scale was used to measure Self-Efficacy and the Geriatric Anxiety Scale was used to measure anxiety levels. The research sample was analyzed by the Chi-Square test (p < 0.05). The results of the study found that most respondents were elderly (60 – 74) years as many as 39 respondents (92.9%), female 26 respondents (61.9%), did not regularly take hypertension medication as 25 respondents (59.9% ), duration of hypertension > 2 years as many as 30 respondents (71.4%). Bivariate analysis showed that there was a relationship between self-efficacy and anxiety levels in the elderly with hypertension in RW 03 Rambutan Village (p = 0.019). Researchers suggest that the elderly pay more attention to a healthy lifestyle to control hypertension and for health services, especially nurses, to be able to detect early anxiety that occurs in the elderly with hypertension. Keywords: Hypertension, Anxiety, Elderly, Self-Efficacy
Co-Authors Aminah, Insyafiatul Anggraeni, Diah Tika Anggraeni, Risa Kusuma Anggraini, Nourmanyansa Vidya Ansar, Nabilah Aulia Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Arief Wahyudi Jadmiko Asti Nurrizki Balqis, Ayunissa Budi Anna Keliat Cahyani, Clara Oktalia Chandrayani Simanjorang Citra, Silvi Yulia Dea Rosaline, Mareta Deswita Chandra, Winur Dhia Wita Nadhifa Diah Tika Anggraeni Dilaga, Marisa Syavitri Diorarta, Raphita Dora Samaria Erly Krisnanik Evangeline, Marsaulina Priscilla Evin Novianti Farach Nabila Farha Farhana Fijriah, Fina Fina Fijriah Florensia, Lima Gamal, Lalu Ahmad Harsono, Indah Nurafriani Haryani, Ariyana Pramitha Herlina, Santi Ice Yulia Wardhani Karina Oktaviyadi Lestari, Sofia Eka Lina Berliana Togatorop Linda Mandasari Madani, Della Aprilia Mariyam, Fidelmia Marwah, Safa Maulana, Erwin Mauliya, Naddiyah Millah, Zulfa Muzayyanatul Mohamad Bayu Wibisono Muhammad Fandizal Nabila, Farach Nabilah Aulia Ansar Nadhifa, Dhia Wita Nasrulloh, Nanang Nasution, Nurul Aryani Nindya, Anastasya Ningtiyas, Astuti Nourmayansa Vidya Anggraini Nur Intania Sofianita Nurfitri Bustamam Nurrizki, Asti Oktalia, Clara Pebriyanti, Regita Cahya Pranasari, Sitaresmi Putri, Alia Resti Andri Putri, Kania Febrya Putri, Syakia Retno Aditya Dwi Putri, Widya Kartika Ratnawati, Diah Regita Cahya Pebriyanti Reihana Zakiya Rosaline, Mareta ROSALINE, MARETA DEA Ruth M Bunga Wadu Salsabila, Talita Alifa Sandra, Rati Ari Sang Ayu Made Adyani Sang Ayu Made Adyani Sari, Sintha Legita Sekar Lili Yuananda Septyadita, Hera Septyadita, Hera Shahidda, Nadia Sintha Fransiske Simanungkalit Sintha Fransiske Simanungkalit Suciantie, Pramesti Dwi Sucika, Dara Suratmini, Dwi Tia Amelia Tri Rahayu Utami Wahyuningsih Wahyudi, Chandra Tri Wisudawati, Sulistya Nur'aeni Wisudawati, Sulistya Nur’aeni Zevriyanti, Popy