Claim Missing Document
Check
Articles

Harga Diri, Penerimaan Diri, dan Kecemasan Sosial pada Remaja di Panti Asuhan “X” Cirebon Madani, Della Aprilia; Tobing, Duma Lumban
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.571

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan sosial pada remaja muncul ketika mereka mengalami kekhawatiran berlebihan saat berada dalam situasi sosial. Hal ini dapat menghambat perkembangan sosial dan kesejahteraan emosional mereka, memengaruhi kemampuan untuk berinteraksi, dan menyebabkan ketidaknyamanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi korelasi antara harga diri dan penerimaan diri dengan kecemasan sosial pada remaja di Panti Asuhan “X” Cirebon.Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2023 dengan menggunakan pendekatan Cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan melibatkan 127 remaja. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen Rosenberg Self-Esteem Scale, Berger’s Self-Acceptance Scale, dan Social Anxiety Scale for Adolescents. Data karakteristik variabel disajikan berupa distribusi frekuensi. Uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 digunakan untuk menguji hubungan antar variabel.Hasil: Studi ini menemukan 49 responden (38,6%) memiliki harga diri rendah dalam kategori sedang, 71 responden (55,9%) memiliki penerimaan diri dalam kategori sedang, 45 responden (35,4%) berada dalam kategori kecemasan sosial sedang. Hasil menunjukkan hubungan harga diri dengan kecemasan sosial (p= 0,0001) dan terdapat hubungan penerimaan diri dengan kecemasan sosial (p=0,0001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dan penerimaan diri terhadap kecemasan sosial. Perlunya mengoptimalkan pengetahuan remaja dan dukungan sosial untuk meningkatkan harga diri dan penerimaan diri mereka serta bersikap positif terhadap diri sendiri sehingga kecemasan sosial yang dialami dapat diatasi.Kata Kunci: Harga diri, Kecemasan sosial, Penerimaan diri, Remaja Background: Social anxiety in teenagers appears when they experience excessive worry in social situations. This condition can hinder their social development and emotional well-being, affect their ability to interact, and cause discomfort. This research aimed to identify the correlation between self-esteem, self-acceptance, and social anxiety in adolescents at the Orphanage "X" Cirebon.Method: This research was conducted from April to June 2023 used a cross-sectional approach. Sampling was carried out using a purposive sampling technique involving 127 teenagers. Data were collected using the Rosenberg Self-Esteem Scale, Berger's Self-Acceptance Scale, and the Social Anxiety Scale for Adolescents instruments. Characteristics data was presented in the form of a frequency distribution. The Spearman correlation test with a significance level of α = 0.05 was used to test the relationship between variables.Results: This study found that 49 respondents (38.6%) had low self-esteem in the medium category, 71 respondents (55.9%) had self-acceptance in the medium category, and 45 respondents (35.4%) were in the moderate social anxiety category. The result showed a relationship between self-esteem and social anxiety (p = 0.0001) and there was a relationship between self-acceptance and social anxiety (p = 0.0001).Conclusion: There was a significant relationship between self-esteem and self-acceptance on social anxiety. There was a need to optimize teenagers' knowledge and social support to increase their self-esteem and self-acceptance and have a positive attitude towards themselves so that the social anxiety they experience can be overcome.Keywords: Adolescents, Self-acceptance, Self-esteem, Social anxiety
Pemberdayaan Lansia melalui “ Terapi Tawa” untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Wilayah Kerja Kelurahan Limo Tobing, Duma Lumban; Adyani, Sang Ayu Made; Wahyudi, Chandra Tri; Sucika, Dara; Suciantie, Pramesti Dwi; Shahidda, Nadia; Wisudawati, Sulistya Nur’aeni; Nadhifa, Dhia Wita; Ningtiyas, Astuti; Evangeline, Marsaulina Priscilla; Millah, Zulfa Muzayyanatul; Balqis, Ayunissa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17627

Abstract

ABSTRAK Proses penuaan pada lansia sering kali disertai dengan penurunan fungsi tubuh yang berkontribusi pada munculnya penyakit kronis dan juga berdampak pada kondisi psikologis lansia, yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka secara signifikan. Pemberdayaan kelompok lansia melalui terapi tawa merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia terkait perawatan penyakit kronis yang dialami, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengatasi masalah-masalah yang diakibatkan oleh penyakit kronis, sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi mengenai penyakit kronis dan dampaknya terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup, yang kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi terapi tawa. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada lansia, yang ditunjukkan dengan nilai pretest sebesar 59,46 dan nilai posttest sebesar 81,35. Terdapat peningkatan nilai sebesar 21,89 poin dari pretest ke posttest. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam melakukan terapi tawa sebagai salah satu bentuk manajemen stres. Diharapkan upaya ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia secara keseluruhan. Dengan demikian, terapi tawa merupakan strategi pemberdayaan yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di Posbindu Dahlia Senja, Kelurahan Limo. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Lansia, Terapi Tawa  ABSTRACT The aging process in the elderly is often accompanied by a decline in bodily functions, which contributes to the development of chronic diseases and also impacts their psychological condition, significantly affecting their quality of life. Empowering elderly groups through laughter therapy is a non-pharmacological approach that can be used to enhance their quality of life. This community service activity aims to increase the elderly's knowledge about managing the chronic diseases they are experiencing, as well as improve their ability to address the challenges posed by these diseases, ultimately leading to a better quality of life. The methods used in this activity include lectures and discussions about chronic diseases, their impact on mental health, and their effects on quality of life. These are followed by a demonstration of laughter therapy. The results of this activity show an improvement in the elderly's knowledge, as indicated by a pretest score of 59.46 and a posttest score of 81.35, reflecting an increase of 21.89 points. This service activity successfully enhanced the knowledge and skills of elderly individuals in practicing laughter therapy as a form of stress management. It is hoped that this initiative will contribute to improving the overall quality of life for the elderly. In conclusion, laughter therapy serves as an effective empowerment strategy for improving the quality of life of the elderly at Posbindu Dahlia Senja, Limo Village. Keywords: Quality of Life, Elderly, Laughter Therapy
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN INTERVENSI INOVASI TERAPI REMINISCENCE PADA LANSIA DEPRESI Tobing, Duma Lumban
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v6i2.4199

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental, berawal dari stres yang tidak bisa diatasi, maka seseorang bisa jatuh di fase depresi. Depresi terjadi pada lansia disebabkan oleh adanya perubahan menua dan masalah yang kemudian ditimbulkan sebagai akibat dari perubahan tersebut. Terapi reminiscence atau terapi kenangan merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang dapat membantu menurunkan depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran analisis asuhan keperawatan dengan intervensi inovasi terapi reminiscence pada lansia dengan masalah depresi di PSTW Budi Mulia I Cipayung Jakarta. Terapi diberikan sebanyak 6 sesi selama 45-60 menit. Penelitian berdesain quasi eksperimental pre dan post test. Sejumlah 5 lansia direkrut menjadi responden. Pengkajian depresi menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale - Short Form (GDS-SF). Analisis bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji T Dependen dengan p-value<0,05. Hasil penelitian ini didapatkan adanya pengaruh pemberian terapi reminiscence terhadap tingkat depresi lansia (p-value = 0,001). Tingkat depresi dapat diturunkan dengan melakukan intervensi yang tepat. Oleh sebab itu diharapkan perawat dapat membantu memaksimalkan pelayanan kesehatan di panti khususnya dengan melakukan intervensi psikoterapi seperti terapi reminiscence.  
KECEMASAN DAN KUALITAS TIDUR USIA DEWASA DI PANDEMI COVID-19 Tobing, Duma Lumban; Haryani, Ariyana Pramitha
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Volume 7, Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i1.5562

Abstract

ABSTRACT The Covid-19 pandemic is a new disease that is endemic throughout the world and is spreading very quickly. As a result, many people suffer from excessive anxiety which affects the quality of their sleep. The purpose of this study was to identify the relationship between people's anxiety levels and sleep quality during the Covid-19 pandemic. This study used a cross-sectional correlation model to determine the relationship between two variables, namely the independent variable anxiety and the dependent variable sleep quality during the Covid-19 pandemic. Data collection was carried out by direct observation using the Hamilton Anxiety Rating Scale Instrument and the Pittsburgh Sleep Quality Index. The sample in this study consisted of 103 respondents who were taken using a purposive sampling technique. The data analysis used was univariate and bivariate analysis using the chi-square test. The results showed that there was a relationship between general anxiety and sleep quality during the Covid-19 pandemic (p-value = 0.000). This research will help broaden our knowledge and skills to manage stress and improve sleep quality. Keywords: COVID-19, Anxiety, Sleep Quality
Desain Model Basisdata Monitoring Perawatan dan Perkembangan Kesehatan Anak Paud Melalui Metode Holistik Integratif Krisnanik, Erly; Rahayu, Tri; Tobing, Duma Lumban
Informatik : Jurnal Ilmu Komputer Vol 15 No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1363.461 KB) | DOI: 10.52958/iftk.v15i3.1288

Abstract

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) telah mencanangkan program untuk kesehatan masyarakat yang dituangkan kedalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) tahun 2017-2045. Kualitas hidup sumber daya manusia (SDM) merupakan pondasi utama bagi pembangunan, hal ini disebkan karena kualitas SDM sangat menentukan kemajuan suatu bangsa. Kualitas SDM antara lain dicerminkan oleh derajat kesehatan, tingkat intelegensia, kematangan emosional dan spiritual yang ditentukan oleh kualitas anak sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia 6 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup anak paud melalui desain model basisdata    monitoring kesehatan anak paud melalui metode pendekatan holistic integratif yang terdiri dari beberapa aspek: 1) Pemenuhan gizi bagi anak paud, 2) Penjadwalan imunisasi dan 3) Perawatan pertumbuhan anak paud. sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah memberikan kemudahan pada pengelola Paud untuk memonitoring anak didiknya dalam pemeliharaan kesehatan mulai dari kebutuhan gizi, pemberian imunisasi yang teratur dan pertumbungan/ perkembangan anak Paud Metodologi penelitian yang digunakan dalam pengembangan desain model basisdata    menggunakan Basisdata    Life Cycle (DBLC
EFFECT OF DIABETES CARE (DM CARE) ON ANXIETY AND BLOOD GLUCOSE LEVELS DIABETES MELITUS PATIENTS Rosaline, Mareta Dea; Tobing, Duma Lumban; Anggraeni, Diah Tika
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v9i1.6774

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disorder commonly associated with physical and psychological complications, including anxiety. Optimal diabetes management requires effective self-care management, which can be enhanced through structured Diabetes Self-Management Education (DSME). The integration of digital health technology, such as mobile-based educational applications, offers a promising strategy to support diabetes management in primary healthcare settings. This study aimed to determine the effect of the Diabetes Care (DM Care) application on anxiety levels and blood glucose levels among patients with T2DM. A quantitative pre experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted at Limo Primary Health Center, Grogol Subdistrict, Depok City. A total of 40 patients with T2DM were recruited using consecutive sampling. The intervention consisting of DSME is delivered through an Android-based DM Care application . Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), and blood glucose levels were assessed as random blood glucose using a glucometer. The data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of p < 0.05. The results showed a significant reduction in anxiety levels and blood glucose levels following the intervention. The mean anxiety score decreased from 30.40 to 7.50, while the mean random blood glucose level decreased from 213.88 mg/dL to 127.88 mg/dL (p = 0.000). In conclusion, the DM Care application significantly reduced anxiety levels and blood glucose levels among patients with T2DM and may serve as an effective digital nursing intervention to improve self-care management and clinical outcomes in primary healthcare settings
Aksi “Gulali”(Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan Peer Health Coaching Program : Menuju Desa Siaga Dm Rosaline, Mareta Dea; anggraeni, Diah Tika; Tobing, Duma Lumban; Herlina, Santi; Jadmiko, Arief Wahyudi; Adyani, Sang Ayu Made; Gamal, Lalu Ahmad; Dilaga, Marisa Syavitri; Togatorop, Lina Berliana; Cahyani, Clara Oktalia; Putri, Syakia Retno Aditya Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25239

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan ancaman kesehatan global dengan prevalensi yang meningkat signifikan, termasuk di Desa Kuta, Lombok Tengah. Literasi kesehatan dan efikasi diri menjadi hambatan utama dalam manajemen penyakit dan pencegahan komplikasi DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui Aksi GULALI (Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan pendekatan Peer Health Coaching. Peserta berjumlah 55 orang dari Desa Kuta. Intervensi meliputi pelatihan Peer Health Coaching bagi kader dan keluarga yang mencakup tanda gejala DM, komplikasi, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah, kepatuhan terapi farmakologis, serta deteksi dini kaki diabetik menggunakan monofilament test. Selain itu, dilakukan skrining kadar gula darah yang berkolaborasi dengan Puskesmas Kuta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Mayoritas responden adalah perempuan (72,7%) dengan rata-rata usia 45,2 tahun. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 2,89 (48,15%) menjadi 4,32 (72%) dengan nilai p = 0,001. Proporsi peserta berpengetahuan tinggi meningkat dari 28,3% menjadi 68,3%. Program GULALI efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian DM dan perawatan kaki diabetik. Sinergi antara kader, keluarga, dan tenaga kesehatan setempat menjadi kunci keberhasilan program menuju Desa Siaga DM. Kata Kunci: Diabetes Melitus,GULALI, Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus,Peer Health Coaching Program.  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a global health threat with significantly increasing prevalence, including in Kuta Village, Central Lombok. Low health literacy and self-efficacy are major barriers to disease management and complication prevention. This community service activity aims to increase public knowledge through the GULALI Program (Diabetes Mellitus Control Movement) using a Peer Health Coaching approach. The participants consisted of 55 individuals from Kuta Village. The intervention included Peer Health Coaching training for cadres and families covering DM symptoms, complications, physical activity, blood glucose monitoring, pharmacological therapy adherence, and early detection of diabetic foot using the monofilament test. Additionally, capillary blood glucose screening was conducted in collaboration with the Kuta Health Center. Evaluation was performed using pre-test and post-test, analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank test.The majority of respondents were female (72.7%) with an average age of 45.2 years. The analysis results showed a significant increase in the average knowledge score from 2.89 (48.15%) to 4.32 (72%) with a p-value = 0.001. The proportion of participants with high knowledge increased from 28.3% to 68.3%. The GULALI Program is effective in increasing community knowledge regarding DM control and diabetic foot care. Synergy between cadres, families, and local health workers is the key to the success of the program towards a DM Alert Village. Keywords: Diabetes Mellitus, Family, GULALI (Diabetes Mellitus Control Movement), Health Cadres, Family, Peer Health Coaching.
Co-Authors Aminah, Insyafiatul Anggraeni, Diah Tika Anggraeni, Risa Kusuma Anggraini, Nourmanyansa Vidya Ansar, Nabilah Aulia Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Arief Wahyudi Jadmiko Asti Nurrizki Balqis, Ayunissa Budi Anna Keliat Cahyani, Clara Oktalia Chandrayani Simanjorang Citra, Silvi Yulia Dea Rosaline, Mareta Deswita Chandra, Winur Dhia Wita Nadhifa Diah Tika Anggraeni Dilaga, Marisa Syavitri Diorarta, Raphita Dora Samaria Erly Krisnanik Evangeline, Marsaulina Priscilla Evin Novianti Farach Nabila Farha Farhana Fijriah, Fina Fina Fijriah Florensia, Lima Gamal, Lalu Ahmad Harsono, Indah Nurafriani Haryani, Ariyana Pramitha Herlina, Santi Ice Yulia Wardhani Karina Oktaviyadi Lestari, Sofia Eka Lina Berliana Togatorop Linda Mandasari Madani, Della Aprilia Mariyam, Fidelmia Marwah, Safa Maulana, Erwin Mauliya, Naddiyah Millah, Zulfa Muzayyanatul Mohamad Bayu Wibisono Muhammad Fandizal Nabila, Farach Nabilah Aulia Ansar Nadhifa, Dhia Wita Nasrulloh, Nanang Nasution, Nurul Aryani Nindya, Anastasya Ningtiyas, Astuti Nourmayansa Vidya Anggraini Nur Intania Sofianita Nurfitri Bustamam Nurrizki, Asti Oktalia, Clara Pebriyanti, Regita Cahya Pranasari, Sitaresmi Putri, Alia Resti Andri Putri, Kania Febrya Putri, Syakia Retno Aditya Dwi Putri, Widya Kartika Ratnawati, Diah Regita Cahya Pebriyanti Reihana Zakiya Rosaline, Mareta ROSALINE, MARETA DEA Ruth M Bunga Wadu Salsabila, Talita Alifa Sandra, Rati Ari Sang Ayu Made Adyani Sang Ayu Made Adyani Sari, Sintha Legita Sekar Lili Yuananda Septyadita, Hera Septyadita, Hera Shahidda, Nadia Sintha Fransiske Simanungkalit Sintha Fransiske Simanungkalit Suciantie, Pramesti Dwi Sucika, Dara Suratmini, Dwi Tia Amelia Tri Rahayu Utami Wahyuningsih Wahyudi, Chandra Tri Wisudawati, Sulistya Nur'aeni Wisudawati, Sulistya Nur’aeni Zevriyanti, Popy