Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengembangan Sistem PelaporanOnline Kerusakan Bangunan Asrama Kampus di Malaysia Mia Wimala; Ernie Kulian Abd. Karim; Yohanes Lim Dwi Adianto; Theresita Herni Setiawan; Andreas F. V. Roy
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 3: September 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i3.1

Abstract

ABSTRAKPemeliharaan bangunan merupakan suatu upaya untuk memastikan kondisi fisik suatu bangunan dalam keadaan baik selama umur pakainya bagi kepentingan para pengguna dan/atau penghuni bangunan. Informasi tentang keadaan eksisting suatu bangunan beserta elemen, bahan dan peralatan di dalamnya sangat berguna untuk pihak pengelola bangunan dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pemeliharaan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem online pelaporan kerusakan untuk menampung feedback dari para pengguna dan penghuni bangunan, serta pihak pengurus asrama. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung usaha Universitas X dalam melaksanakan kegiatan pemeliharan, khususnya pemeliharaan yang berbasis kondisi dan korektif pada bangunan- bangunan asrama yang dikelolanya. Sistem pelaporanini dikembangkan berdasarkan data yang didapat dari hasil observasi di lapangan dan wawancara dengan pihak pengelola bangunan, pengurus asrama,sertapara pengguna dan penghuni bangunan. Penghematan waktu pelaporan sebesar 99,97% dapat dicapai dengan menggunakan sistem online yang dikembangkan dalam penelitian ini, dibandingkan dengan sistem konvensional yang selama ini telah dilakukan.Kata Kunci: pemeliharaan, sistem pelaporanonline kerusakan, asrama kampus ABSTRACTBuilding maintenance is an attempt by which a building is ensured to be in a good condition during its lifetime for the benefit of its users and/or occupants. Information about the existing condition of a building along with its elements, materials, and equipments is essential for the building management in order to execute the proper maintenance activities. This research aims to develop an online defect reporting system to gather the feedback from the building users and occupants, as well as from the dormitory board. It is intended to support the University X in carrying out the maintenance activities, especially the corrective and condition-based. The data used for developing the system was obtained from site observations and interviews with the building management, the dormitory board, as well as building users and occupants. Using the developed system, it was verified that 99.97% time savings on reporting processcan be achieved compared to the conventional system.Keywords: maintenance, online defect reporting system, dormitory
Pengembangan Kategori Edukasi Berkelanjutan dalam Penilaian Green Campus di Indonesia Irvan Qomaruzzaman; Rindu Evelina; Mia Wimala
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.12

Abstract

ABSTRAKGreen campus adalah konsep yang memanfaatkan kampus sebagai media untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan keberlanjutan ke dalam kebijakan, manajemen maupun kegiatan perguruan tinggi. Berdasarkan standar yang telah ada, edukasi menjadi hal mendasar yang dipertimbangkan dalam penilaian suatu green campus. Dengan perkembangan isu keberlanjutan yang sangat pesat, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kategori Education (ED) dari UI GreenMetric untuk menjadi standar yang lebih efektif. Pengembangan kategori dilakukan dengan membandingkannya dengan kategori sejenis dari STARS. Pembobotan ulang terhadap sub kategori, beserta indikator dan sub indikator baru selanjutnya dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Empat sub kategori yang berhasil dikembangkan meliputi Akademik Berkelanjutan, Pengembangan Profesional Berkelanjutan, Dukungan Berkelanjutan, dan Penilaian Berkelanjutan. Studi kasus di Universitas Katolik Parahyangan juga dilakukan untuk tujuan verifikasi dari kategori Edukasi Berkelanjutan (EB) yang baru.Kata kunci: green campus, standar penilaian, UI GreenMetric, STARS ABSTRACTGreen campus is a concept that leverages the campus as a medium to integrate the concept of sustainability into policy, management and university activities. Based on existing standards, education has been regarded as one of the fundamental things considered in green campus assessment both in Indonesia and in some other countries. With the rapid development of sustainability issues in recent years, this research aims to develop GreenMetric UI into a more effective green campus assessment standard, focusing on the Education (ED) category. The development of this ED category was done by comparing it with similar categoriesof STARS, the green campus standard in the United States. The re-weighting of sub categories, together with the new indicators and sub-indicators contained in this category, was subsequently carried out using the Analytic Hierarchy Process method. The four sub-categories which were successfully developed in this research include Sustainable Academic, Sustainable Professional Development, Sustainable Support, and Sustainable Assessment. For verification purpose, a study on campus performance at Universitas Katolik Parahyangan was conducted using the newly developed category. Kata Kunci: green campus, asssessment standard, UI GreenMetric, STARS
Kajian Penerapan Carbon Tax pada Industri Konstruksi di Singapura dan Indonesia Jannuar Yeremy; Joshua Irawan; Mia Wimala
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 1: Maret 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i1.42

Abstract

ABSTRAKPerumahan Tataka Puri merupakan salah satu kawasan berkembang di Kabupaten Tangerang. Perlu diperhatikan masalah hidrologi yang mungkin akan terjadi dikarenakan pada awalnya daerah ini merupakan daerah resapan air, sehingga dibutuhkan perencanaan yang baik untuk sistem drainasenya. Untuk itu akan direncanakan konsep zero delta run off dengan teknologi ekodrainase, agar tidak menambah beban drainase menuju outlet. Dicobakan 5 skenario sistem drainase pada penelitian ini, skenario 1 (saluran drainase konvensional), skenario 2 (saluran drainase dengan kolam retensi), skenario 3 (saluran drainase dengan bioretensi), skenario 4 (saluran resapan) dan skenario 5 (kombinasi bioretensi dan kolam retensi). Dengan acuan debit banjir 5 tahun sebelum kawasan terbangun sebesar 0,331 m3/detik, dari 5 skenario yang diteliti terdapat 2 skenario yang memenuhi konsep zero delta run off, yaitu skenario 2 dan skenario 5 dengan debit banjir 5 tahun pada perumahan dapat ditampung seluruhnya dengan teknologi ekodrainase sehingga tidak ada debit banjir menuju outlet.Kata kunci: kebijakan pajak karbon, emisi karbon, carbon tax ABSTRACTA carbon tax is a policy scheme to support carbon emission reduction. Since 2019, Singapore has implemented a policy of carbon pricing. Currently, Indonesia is in the early stages of implementing the policy, which is planned to be effective in 2022. However, several things eed to be carefully prepared. This research aims to study the implementation of carbon tax policies in Singapore and Indonesia through literature review and interviews. Furthermore, a comparative analysis was carried out to identify the potential implementation of Indonesia's carbon tax policy in the future, particularly in the construction industry. It is due to its significant impact on carbon emissions in Indonesia. Several parameters that need to be immediately regulated by Indonesia are the limit/cap, carbon exchange, reporting system, and responsible institutions. In addition, the determination of the threshold value, the exchange of carbon emissions including the reporting system, the qualifications of the experts involved, as well as the integration between the ministries responsible for the carbon tax in Indonesia also need to be well planned.Keywords: carbon tax policy, carbon emissions, carbon tax
Pengembangan Indikator Peran Serta Pihak Manajemen Perguruan Tinggi dalam Penerapan Konsep Green Campus Rama Putra Buana; Mia Wimala; Rindu Evelina
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.82

Abstract

ABSTRAKGreen campus didefinisikan sebagai kampus yang berwawasan lingkungan, yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan lingkungan ke dalam kebijakan, manajemen, dan kegiatan tridharma perguruan tinggi. Green campus juga harus menjadi contoh implementasi pengintegrasian ilmu lingkungan dalam semua aspek manajemen dan praktek pembangunan berkelanjutan. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan kategori peran serta pihak manajemen kampus beserta indikator penyusunnya yang semula belum ada di UI GreenMetric. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa studi literatur dari standar dan toolkit yang digunakan di luar maupun dalam negeri yaitu STARS AASHE, Green Guide for University, dan Greening University Toolkit yang dianggap sesuai dengan strategi peningkatan efektivitas peran manajemen kampus dalam menyukseskan penerapan green campus. Hasil penelitian menunjukan bahwa kategori manajemen yang diusulkan terdiri dari 4 indikator, yaitu: perencanaan berkelanjutan, pengembangan mahasiswa dan staf, penilaian berkelanjutan, dan kerjasama dengan institusi.Kata kunci: green campus, UI Greenmetric, peran manajemen    ABSTRACTGreen campus is defined as campus with environmental insight, that integrates environmental science into policy, management, and base three pilar of collage. Green campus is also used as an example of implementing the integration of environmental science in all aspects of sustainable development management and practices. This research aims to develop the category including the indicators of campus management’s role in green campus assessment based on UI GreenMetric. Secondary data were obtained from study literature of standards and toolkits used all around the world, i.e. STARS AASHE, Green Guide for University, and Greening University Toolkit which are related to the strategy of increasing the effectiveness of campus management’s role in succeeding the implementation of green campus. The results showed that the proposed category of management consist of 4 indicators: sustainability planning, student and staff development, sustainability assessment, and community partnership.Keywords: green campus, UI Greenmetric, management role
Perbandingan Kendala dan Tantangan Penerapan Konsep Green Campus di Itenas dan Unpar Nenes Anggi Puspadi; Mia Wimala; Rangga Sururi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.23

Abstract

ABSTRAKKonsep green campus merupakan suatu upaya pengelolahan lingkungan yang melibatkan civitas kampus dalam mewujudkan lingkungan kampus berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kendala dan tantangan penerapan konsep green campus di Itenas dan Unpar. Kuesioner, wawancara dan observasi langsung dilakukan untuk memperoleh data yang diinginkan. Analisis varians (Anova) untuk mengetahui perbedaan pemahaman dan perenapan konsep green campus diantara kedua PTS tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan mengenai pemahaman dan penerapan konsep green campus. Secara umum, kendala terbesar yang dihadapi adalah tingkat pemahaman pengguna kampus yang masih rendah dan masih lemahnya kebijakan pimpinan kampus terkait konsep ini. Solusi yang dapat direkomendasikan adalah dengan memperbanyak sosialisasi kepada pengguna kampus baik secara kurikulum, penelitian dan organisasi kemahasiswaan peduli lingkungan serta memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam melaksanakan konsep ini.Kata kunci: green campus, kendala dan tantangan, analisis varians ABSTRACTGreen campus concept is an environmental management efforts involving the campus community in creating environmentally friendly campus. This study aimed to compare the obstacles and challenges in the application of green campus at Itenas and Unpar. Survey through questionnaire, interview and site observation were conducted to obtain the desired data. Analysis of variance (ANOVA) was used to determine differences of understanding and implementation of the concept between both campuses. The result showed that there were no significant differences regarding the understanding and implementation of green campus at itenas and unpar. In general, the biggest obstacle was the poor understanding of green campus concept and lack of policies related to the concept issued by each campus. The recommended solutions to these problems were to socialize the green campus concept either through curriculum, research and student organizations concerning the environmental issues, and enhace the campus commitment to implement the green campus concept.Keyword: green campus, obstacle and challenge, analysis of variance
Pendekatan Holistik dalam Mengidentifikasi Kendala Implementasi Green Construction di Indonesia Mohamad Rizal Podungge; Mia Wimala; Anton Soekiman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.1

Abstract

ABSTRAKMeskipun green construction telah diperkenalkan di Indonesia lebih dari satu dekade, implementasi dari konsep tersebut belumlah berjalan sesuai harapan sampai saat ini. Dengan latar belakang tersebut, penelitian diarahkan untuk mengidentifikasi kendala prioritas yang memiliki pengaruh besar terhadap implementasi green construction di Indonesia, dilihat dari sudut pandangan para pelaku di industri konstruksi. Kendala tersebut diidentifikasi dari kajian literatur terpilih yang membahas karakteristik kendala di beberapa negara,disesuaikan dengan kondisi di Indonesia, serta divalidasi menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang paling berpengaruh adalah Komitmen Organisasi. Termasuk di dalamnya adalah tinjauan terhadap permintaan klien, pedoman dan standar yang ideal, dukungan rantai pasok hijau, kesadaran menerapkan prinsip K3, komitmen perusahaan dalam berinvestasi, serta penelitian dan pengembanganKata kunci: konstruksi berkelanjutan, green construction, kendala implementasi ABSTRACTAlthough green construction has been introduced in Indonesia for more than a decade, the implementation of this concept has not been running as expected to date. This study aims to identify priority constraints that have a major influence on the implementation of green construction in Indonesia, seen from the point of view of the actors in the construction industry. These constraints were identified from the literature review related to the characteristics of constraints in several countries, adapted to conditions in Indonesia, and validated using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The results showed that the most influential constraint was Organizational Commitment. This includes a review of client demand, guidelines and standards, green supply chain, awareness of health and safety, company commitment to invest in green construction, and research and development.Keywords: sustainable construction, green construction, implementatiton constraint
Faktor-faktor Pengaruh Besaran Estimasi Biaya Tidak langsung Pada Penawaran Pekerjaan Jalan Oleh Kontraktor X Yohanes Lim Dwi Adianto; Mia Wimala; Aldo Mayla Harun
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.1.52-59.2022

Abstract

Estimasi biaya tidak langsung memiliki faktor yang dapat mempengaruhi tingkat akurasi pada harga penawaran kontraktor saat tender. Penelitian terhadap faktor pengaruh estimasi biaya tidak langsung di Indonesia masih terbatas, khususnya pada oleh kontraktor jalan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjawab permintaan kontraktor jalan X dalam mengidentifikasi faktor apa saja yang berpengaruh pada estimasi biaya tidak langsung sehingga dapat diperkirakan dengan lebih akurat untuk proyek-proyek di masa mendatang. Tahap awal akan dimulai dengan kajian literatur untuk mendapatkan faktor yang berpengaruh dalam estimasi biaya tidak langsung dari berbagai proyek konstruksi baik di Indonesia maupun di luar negeri. Selanjutnya, faktor-faktor tersebut akan disusun dalam bentuk kuesioner dan dinilai  tingkat pengaruhnya terhadap estimasi biaya tidak langsung oleh para responden kontraktor jalan yang beroperasi di Jabodetabek. Hasil kajian literatur menunjukkan 51 faktor pengaruh yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu 11 faktor dalam kelompok Proyek, 20 faktor pengaruh dalam kelompok Organisasi, 13 faktor pengaruh dalam kelompok Klien dan Peraturan Pemerintah, dan tujuh faktor pengaruh dalam kelompok Lingkungan. Berdasarkan hasil analisis RII (Relative Importance Index), didapatkan 15 faktor yang  sangat berpengaruh terhadap estimasi biaya tidak langsung pada kontraktor jalan X yaitu ukuran proyek, lingkup pekerjaan, durasi proyek, ketersediaan modal kontraktor, jadwal pembayaran, site layout, ketersediaan pasokan sumber daya, kemudahan untuk dibangun, metode manajemen proyek, posisi keuangan klien, kondisi ekonomi regional, inflasi atau suku bunga, lokasi proyek, kebutuhan kontraktor untuk pekerjaan dan jumlah uang muka. Ukuran proyek dan lokasi proyek merupakan dua faktor yang memiliki perbedaan tingkat pengaruh yang signifikan pada proyek konstruksi jalan dibandingkan jenis proyek konstruksi lainnya.
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SOFT SKILL BAGI LULUSAN SARJANA TEKNIK SIPIL BERDASARKAN PERSPEKTIF PELAKU INDUSTRI KONSTRUKSI INDONESIA Mia Wimala
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 26 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 1, Januari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2022.v26.i01.p10

Abstract

Sejumlah tenaga ahli konstruksi yang berkompeten tentu menjadi ujung tombak dalam memajukan perkembangan infrastruktur Indonesia di era revolusi industri 4.0. Selain hard skill atau kemampuan teknis, soft skill yang merupakan kemampuan non-teknis sangat berperan besar dalam membentuk kompetensi seorang tenaga ahli konstruksi. Sebagai penghasil lulusan yang kelak berkontribusi di dunia konstruksi profesional, setiap perguruan tinggi yang memiliki program studi teknik sipil bertanggung-jawab dalam mempersiapkan pelatihan kompetensi yang berfokus pada soft skill mahasiswa. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dengan mengkaji berbagai literatur dan pengumpulan data, yang berbasis kuesioner terhadap pihak pelaku konstruksi baik kontraktor maupun konsultan dan wawancara terhadap kalangan akademisi. Data yang diperoleh selanjutnya akan diolah dan dianalisis menggunakan metode Relative Important Index (RII) dan koding tua siklus untuk mendapatkan hasil berupa kebutuhan soft skill dari pasar konstruksi dan kondisi kurikulum teknik sipil eksisting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga soft skill yang paling dibutuhkan oleh kontraktor adalah berkolaborasi, kepemimpinan, dan kemampuan mengatur waktu, dan untuk konsultan perencana adalah kemauan belajar hal baru, berpikir praktis, dan kreativitas untuk menyesuaikan.
Keunggulan Kompetitif Teknologi Modular Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) Jayagiri Mia Wimala; Benjamin Bonardo; Wisena Perceka; Carissa Carissa
ARSITEKTURA Vol 20, No 2 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i2.60111

Abstract

The RISHA applied to the Jayagiri house was compared with conventional technology, in terms of construction duration, costs, and environmental friendliness. The strength of the RISHA structure was be analyzed based on existing standards using SAP2000 and spColumn. The data were the literature studies and interviews with RISHA users, applicators, and the Directorate of Engineering Affairs for Human Settlements and Housing. Compared to conventional, the Jayagiri house is proven to be more eco-friendly with an efficiency value of 48.6 points. It was also built four weeks faster, with a lower cost of IDR123,043.90 per square meter, or 3.97%. The strength analysis shows that the capacity of the column reinforcement is still capable of carrying the designed load, the anchorage capacity of the X-direction beam has not met the requirements.
Potensi Pengembangan Persyaratan Standar Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul pada Bangunan Sekolah di Indonesia Mia Wimala; Axel Oktarino Candra; Theresita Herni Setiawan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 3: November 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i3.185

Abstract

ABSTRAKJalur evakuasi dan titik kumpul merupakan bagian yang krusial keberadaannya dalam kegiatan evakuasi bencana. Hal ini berlaku terutama pada bangunan sekolah di mana mayoritas pengguna bangunan adalah siswa di bawah umur yang masih mengandalkan orang dewasa dalam berbagai aspek. Sampai saat ini, standar yang berlaku di Indonesia masih memerlukan pembaharuan untuk hasil yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangannya berdasarkan Permen PUPR No. 14 tahun 2017 dan IBC 2018 edition. Penelitian kualitatif ini mengetengahkan kajian literatur yang sangat mendalam mengenai jalur evakuasi dan titik kumpul. Parameter yang dihasilkan dari langkah sebelumnya telah divalidasi oleh beberapa ahli yang terdiri dari akademisi, peneliti dan praktisi di bidang kebencanaan, serta BNPB Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini berhasil merumuskan tujuh aspek yang berpotensi digunakan untuk modifikasi standar yang sedia ada, dan enam aspek tambahan untuk menyempurnakannya.Kata kunci: jalur evakuasi, titik kumpul, bangunan sekolah ABSTRACTEvacuation routes and assembly points are crucial parts in disaster evacuation. It applies especially to school buildings where the majority of building users are underage who still rely on adults in various aspects. Improvement is still need to be made to the existing standards for more optimal results. Therefore, this research aims to identify the potential for development based on the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing No. 14 year 2017 and IBC 2018 edition. This qualitative research presents a very in-depth literature review on the requirements of evacuation routes and assembly points. The parameters generated from the previous step have been validated by several experts consisting of academics, researchers and practitioners in the field of disaster management, as well as the BNPB of West Java Province. This research succeeded in formulating seven aspects which potentially to be used for modification, and six additional aspects for the improvement of the existing standard.Keywords: evacuation route, assembly point, school building