Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Strategi Peningkatan Kinerja Instalasi Gawat Darurat Menggunakan Balanced Scorecard: Studi Literatur Feby Ayu Anggana; Lunia Widiastutiningtyas; Purwadhi Purwadhi; Yani Restiani Widjaja
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10687

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit yang berperan sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien dengan kondisi kegawatdaruratan. Kinerja IGD yang optimal sangat penting untuk menjamin keselamatan pasien, meningkatkan kepuasan pengguna layanan, serta mendukung reputasi dan keberlanjutan rumah sakit. Namun, pengukuran kinerja yang selama ini digunakan cenderung berfokus pada aspek finansial sehingga belum mampu menggambarkan kinerja organisasi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi peningkatan kinerja IGD melalui penerapan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) berdasarkan hasil kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah scoping review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data akademik relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Balanced Scorecard, baik diterapkan secara mandiri maupun dikombinasikan dengan metode manajemen lainnya, efektif dalam mengukur, memantau, dan meningkatkan kinerja IGD secara komprehensif. Pendekatan ini mencakup empat perspektif utama, yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan, yang memungkinkan evaluasi kinerja secara lebih seimbang dan strategis. Selain itu, edukasi dan pelatihan staf kesehatan ditemukan sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pelayanan IGD sekaligus memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan rumah sakit. Penerapan Balanced Scorecard juga mampu memberikan arah strategis yang jelas dalam pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, dan pelaksanaan aktivitas operasional. Dengan demikian, Balanced Scorecard dapat menjadi alat manajemen yang efektif untuk meningkatkan kinerja IGD secara holistik dengan menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia dan perbaikan berkelanjutan.
Managerial Strategy of Dasan Lekong Community Health Center, East Lombok to Improve Utilization of Electronic Medical Records by Medical Personnel Rangga Kembang Taruna; Purwadhi Purwadhi; Ign. Wiseto P. Agung
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11293

Abstract

The digital transformation in the healthcare sector encourages the implementation of Electronic Medical Records (EMR) to improve service quality and the efficiency of patient data management. However, the implementation of EMR at Dasan Lekong Community Health Center (Puskesmas) still faces various technical and managerial challenges. This study aims to identify problems, analyze causal factors, determine priority issues to be addressed, and formulate managerial strategies for EMR development. This research employs a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were collected through interviews and direct observations involving eight participants directly engaged in EMR management. Data analysis was conducted using four analytical tools: the HOT-Fit Model to identify Human, Organization, and Technology factors; the Fishbone Diagram to determine root causes; the USG (Urgency, Seriousness, Growth) Method to prioritize issues; and SWOT Analysis to develop managerial strategies. The findings reveal that the main obstacles to EMR implementation include limited infrastructure (computers, servers, and network), frequent system errors or slowdowns, inadequate staff skills, and unclear standard operating procedures (SOPs) with insufficient managerial support. Based on the USG analysis, technology and infrastructure are identified as top priorities, followed by human resource competence enhancement and organizational policy improvement. Recommended strategies include upgrading technological facilities, conducting continuous training, establishing standardized SOPs, and strengthening leadership support.
Diferensiasi Strategis melalui Desain Ulang Pelayanan Rawat Jalan Berbasis Rumah Sakit: Tinjauan Sistematis atas Kinerja Organisasi dan Nilai Ekonomi Zakiyatul Amaliyah; Stefina Media Sari; Zahra Aryafika Hajarrani; Purwadhi Purwadhi; Yani Restiani Widjaja
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1869

Abstract

Rumah sakit menggunakan telehealth, pemantauan jarak jauh, eConsult, klinik akses cepat, dan pelayanan terintegrasi sebagai strategi diferensiasi, tetapi nilai ekonominya berbeda menurut pemangku kepentingan. Tinjauan sistematis ini menganalisis dampak desain ulang pelayanan rawat jalan berbasis rumah sakit terhadap kinerja organisasi serta distribusi manfaat dan biaya. Pencarian PubMed mencakup artikel berbahasa Inggris yang terbit pada 1 Januari 2020–13 Juli 2026. Seleksi mengikuti PRISMA 2020, kualitas dinilai dengan instrumen JBI sesuai desain studi, dan temuan disintesis secara naratif karena heterogenitas intervensi, perspektif biaya, dan luaran. Dari 547 rekaman, 33 studi dimasukkan. Manfaat paling konsisten muncul ketika inovasi menggantikan kunjungan yang tidak diperlukan, mempercepat triase, mengintegrasikan tahapan pelayanan, atau mencegah penggunaan layanan akut. Penghematan waktu, perjalanan, dan biaya pasien lebih konsisten daripada penghematan rumah sakit. Sebagian studi menunjukkan cost shifting, peningkatan pendapatan yang diikuti kenaikan biaya, atau perbaikan operasional tanpa bukti moneter langsung. Temuan studi berkualitas lebih tinggi juga lebih bersyarat. Nilai ekonomi terutama dihasilkan oleh desain ulang proses, seleksi pasien, kesiapan organisasi, dan keselarasan pembiayaan, bukan teknologi semata.