Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kemampuan Self Care untuk Mengatasi Fatigue pada Pasien Hemodialisis Zakiah Rahman; Utari Yunie Atrie; Wasis Pujiati; Mawar Eka Putri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/53kd6g19

Abstract

Fatigue merupakan gejala paling umum pada pasien hemodialisis, dengan prevalensi 60–97%, dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Rendahnya kemampuan self care menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan self care pasien hemodialisa dalam mengatasi fatigue melalui edukasi terstruktur. Kegiatan dilaksanakan pada 6 April 2026 di Unit Hemodialisa RS-BLUD Kota Tanjungpinang dengan melibatkan 30 pasien hemodialisa rutin. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan/ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi langsung teknik manajemen fatigue, serta pemberian booklet panduan self care. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan instrumen FACIT Version-4 dan Self-Care of Chronic Illness Inventory (SC-CII). Hasil menunjukkan penurunan bermakna tingkat fatigue, dari 90,0% peserta yang mengalami fatigue sedang–berat sebelum intervensi menjadi 53,3% setelahnya. Kemandirian penuh dalam self care meningkat dari 13,3% menjadi 60,0%, sementara ketergantungan penuh berkurang dari 43,3% menjadi 6,7%. Saran pendekatan non-farmakologis berbasis edukasi merupakan strategi yang efektif dan perlu diintegrasikan ke dalam standar asuhan keperawatan hemodialisis.
Association Between Nurses' Workload and Compliance with Digital NEWS Documentation: A Cross-Sectional Study Widiastuti, Linda; Atrie, Utari Yunie; Wati, Liza; Sugiharto, Firman
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i2.622

Abstract

Background: Deterioration in a patient's clinical condition can occur suddenly during hospitalization, making early detection essential to prevent delayed interventions and reduce mortality risk. Patient deterioration requires early detection using the National Early Warning Score (NEWS). However, its implementation is often reported to be associated with nurses' high workload. Furthermore, limited evidence exists on how workload influences digital NEWS documentation, particularly in resource-constrained settings. This study aimed to determine the relationship between workload and the implementation of digital NEWS documentation. Methods: This quantitative, cross-sectional study followed the STROBE guidelines and involved 72 nurses selected via convenience sampling at a Type A private hospital in Indonesia. The independent variable was workload, and the dependent variable was digital NEWS documentation. Data were collected using a validated workload questionnaire and a digital NEWS documentation checklist based on Royal College of Physicians (2017) standards, and analyzed using Jamovi software via Chi-square tests. Results: 76.4% of respondents experienced a non-heavy workload, and 65.3% implemented digital NEWS documentation. The analysis revealed a significant relationship between workload and the implementation of digital NEWS documentation (p = 0.003; OR = 0.186; CI95% = 0,058-0,597), indicating that a heavier workload was associated with a lower likelihood of completing NEWS documentation. Conclusion: These findings highlight that workload is significantly associated with clinical documentation compliance. To enhance patient safety, hospital administrators must move beyond general evaluations and implement targeted interventions, including staffing adjustments to balance nurse-to-patient ratios, workflow redesign to minimize administrative burden, and digital optimization of the digital NEWS system to streamline data entry.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DEEP BREATHING EXERCISE DAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP FATIGUE PASIEN HEMODIALISA Yusnaini Siagian; Liza Wati; Utari Yunie Atrie; Amelia Saputri
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7372

Abstract

Pendahuluan : Fatigue merupakan keluhan utama pada pasien hemodialisa yang berdampak pada penurunan kualitas hidup dan kepatuhan terapi. Intervensi nonfarmakologis seperti Deep Breathing Exercis (DBE) dan Progressive Muscle Relaxation (PMR) menjadi alternatif potensial untuk mengurangi kelelahan. Tujuan Penelitian ini membandingkan efektivitas DBE dan PMR terhadap tingkat fatigue pada pasien hemodialisa di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Metode : Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest without control pada dua kelompok intervensi. Sampel ditentukan dengan tehnik purposive sampling berjumlah 32 responden dibagi dua kelompok DBE dan PMR. Intervensi dilakukan selama dua minggu sebanyak dua kali per minggu. Pengukuran fatigue menggunakan FACIT-Fatigue sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk perbedaan dalam kelompok dan Mann-Whitney untuk perbedaan antar kelompok. Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat fatigue pada DBE (p = 0,005) dan PMR (p = 0,001). Perbandingan antar kelompok menunjukkan PMR lebih efektif dibandingkan DBE (p = 0,015), dengan mayoritas responden PMR berada pada kategori fatigue ringan pasca intervensi (93,8%) dibandingkan DBE (43,8%). Diskusi : PMR lebih efektif menurunkan fatigue pada pasien hemodialisa. Hasil ini mendukung penerapan DBE dan PMR sebagai intervensi nonfarmakologis yang mudah, murah dan aplikatif dalam praktik keperawatan, khususnya pada pasien dengan hemodialisa jangka panjang.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Kepatuhan Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rawat Jalan RSUD Palmatak Feni Yurlina; Utari Yunie Atrie; Hotmaria Julia
Jurnal Keperawatan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v13i2.139

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit metabolik kronis, ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabets Mellitus Tipe 2 Di Rawat Jalan RSUD Palmatak Tahun 2023. Desain penelitian quasy eksperimental without control design. Jumlah sampel 44 responden teknik purposive sampling. Alat pengumpul data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan Wilcoxon rank test dengan signifikansi <0,05. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan diit pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sebelum diberikan Pendidikan kesehatan sebagian besar tidak patuh yaitu sebanyak 68%. kepatuhan diit pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sesudah diberikan pendidikan kesehatan Sebagian besar patuh yaitu sebanyak 64%. Berdasarkan uji statistik ada pengaruh Pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus tipe 2 Di Rawat Jalan RSUD Palmatak Tahun 2023 dengan p value 0,003. Diharapkan penelitian ini dijadikan sebagai alternatif tambahan dalam keperawatan komunitas dan intervensi tentang keperawatan nonfarmakologi.
Hubungan Status Merokok dengan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Nelayan Daerah Pesisir Asmarita; Soni Hendra Sitindaon; Utari Yunie Atrie
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v14i1.149

Abstract

Merokok tidak hanya menimbulkan efek secara sistematik, tetapi juga dapat menyebabkan timbulnya kondisi patologis di rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Status Merokok dengan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Nelayan Daerah Pesisir Di Desa Ladan Kecamatan Palmatak Pada Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis korelatif menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 134 nelayan di Desa Ladan Kecamatan Palmatak. Hasil analisis statistik menggunakan chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara status merokok dengan kesehatan gigi dan mulut pada nelayan daerah pesisir p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Hal ini menekankan perlunya upaya preventif yang meliputi edukasi dan peningkatan kesadaran mengenai dampak negatif merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) Dengan Pemberian Imunisasi Dpt Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Utara Syahwadi; Linda Widiastuti; Meily Nirnasari; Utari Yunie Atrie
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/tn738z71

Abstract

KIPI merupakan reaksi yang muncul setelah seseorang melakukan imunisasi dan dapat menjadi pertanda bahwa imunisasi sedang bekerja di dalam tubuh United Nations Children’s Fund (UNICEF, 2021). Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang kejadian ikutan pasca imunisasi (kipi) dengan pemberian imunisasi dpt pada balita di wilayah kerja Puskesmas Siantan Utara Method: pada penelitian ini menggunakan Metode penelitian deskriptif korelasi Adapun jumlah responden pada penelitian sebanyak 81 orang dan di pilih menggunakan metode cross sectional , data di kumpulkan kemudian akan diolah menggunakan formula SPSS dengan menggunakan uji statistikchi square Result: Karakteristik responden pada penelitian ini yang sebagian 24Tahun 39,5%, Karakteristik responden pada penelitian berdasarkan tingkat pendidikan yaitu SD Sebesar 41 reaponden (50,6%). Sementara Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan sebagian Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan 59 responden (72%). Distribusi Frekuensi pengetahuan ibu tentang kejadian ikutan pasca imunisasi (kipi) dengan pemberian imunisasi dapat pada balita di wilayah kerja Puskesmas siantan  utara  yang  memiliki  pengetahuan  kurang  sebesar  48  responden  (58,5%). Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan hasil dengan nilai p=,002 (p<0,05) yang artinya ada hubungan pengetahuan ibu tentang kejadian ikutan paska imuniasi dengan pemberian imnunisasi DPT pada balita diwiayah kerja Puskesmas Siantan Utara Keeratan hubungan Hubungan pengetahuan ibu tentang kejadian ikutan paska imuniasi dengan pemberian imnunisasi DPT pada balita diwiayah kerja Puskesmas Siantan Utara sebesar 0,004 yang berarti bahwa kekuatan hubungan antar kedua variabel yaitu sedang.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Perawat Unit Hemodialisis RSUD Kota Tanjungpinang sebagai Edukator untuk Meningkatkan Self Management Pasien yang Menjalani Hemodialisis Yusnaini Siagian; Utari Yunie Atrie; Liza Wati; Zuraidah Zuraidah; Ikha Rahardiantini
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cv8snf19

Abstract

Masalah yang paling banyak dialami pasien hemodialisis adalah kelebihan asupan cairan yang berdampak terhadap komplikasi. Pasien hemodialisis dapat memiliki kualitas hidup baik jika melakukan perubahan gaya hidup yang signifikan agar mampu beradaptasi terutama dengan pembatasan asupan cairan. Perubahan gaya hidup pasien tersebut membutuhkan keterlibatan perawat terutama dalam meningkatkan self management cairan. Perawat memainkan peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang tidak hanya berfokus pada penurunan morbiditas dan mortalitas pasien hemodialisis tetapi dituntut harus mampu melihat pasien secara menyeluruh yang diharapkan dapat membantu mempertahankan atau meningkatkan kualitas hidupnya. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan perawat unit hemodialisa sebagai edukator untuk meningkatkan self management pasien yang menjalani hemodialisis. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyaratakat ini berupa pemaparan hasil penelitian terkait pengaruh aplikasi Self Management Chonic Kidney Disease (SM CKD) terhadap self manajement cairan pada pasien hemodialisis dilanjutkan dengan pemberian edukasi tentang self manajemen cairan hemodialisis dan demonstrasi penggunaan aplikasi SM CKD. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 17 orang perawat. Semua perawat yang hadir di kegiatan ini belum mengetahui salah satu cara meningkatkan self manajement cairan pasien hemodialisis dengan penggunaan aplikasi SM CKD. Kegiatan terlaksana dengan baik dan seluruh perawat terlihat aktif berdiskusi serta antusias. Kedepannya diharapkan aplikasi yang digunakan lebih lengkap menunya hingga dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.
HUBUNGAN FREKUENSI OPEN SUCTION TERHADAP KEJADIAN VENTILATOR ASSOSIATED PNEUMONIA (VAP) DI RUANG ICU RUMKITAL DR. MIDIYATO SURATANI TANJUNGPINANG David Kurniawan; Utari Yunie Atrie; Linda Widiastuti; Ikha Rahardiantini; Mawar Eka Putri
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 6 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v6i1.14028

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) is a lung infection after 48 hours of mechanical ventilation. During the use of mechanical ventilation, medical action is always required. suction which is a procedure for suctioning secretions from the airways. However, this procedure suction Improper use can potentially increase the risk of infection by pushing microorganisms from the oropharynx into the lungs. The aim of the study was to determine the relationship between the frequency of open suction to the incident Ventilator Assosiated Pneumonia (VAP). This study uses a descriptive design. cross-sectional with the method analytical observation. Data were collected from all mechanically ventilated patients who met the inclusion and exclusion criteria in the ICU Room of Naval Hospital dr. Midiyato Suratani, Tanjungpinang from August 13 to November 30, 2024, with a sample size of 30 respondents. The sampling technique was purposive sampling accidental sampling. Test results Pearson Chi-Square obtained p-Value = 0,013 (a-0,05) so Ho is rejected, meaning there is a frequency relationship open suction against VAP incidents. Suction Excessive use of tobacco causes irritation and injury to the respiratory tract, encouraging microorganisms from the oropharynx to enter and multiply in the lungs, ultimately increasing the risk of infection and weakening the body's defenses. Suction must be done in a balanced way, not too often, but also not too rarely with a frequency threshold. Suction< 7x/day and adjusted to the patient's condition. Furthermore, proper technique and maintaining equipment hygiene are crucial to reducing the risk of VAP.