Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Edukasi Think Pair Share Sebagai Upaya Meningkatan Pengetahuan Anak Dalam Konsumsi Sayur dan Buah Wati, Liza; Ismail, Nurliana Binte; Nirnasari, Meily; Siagian, Yusnaini; Khoriroh, Syamilatul; Atrie, Utari Yunie; Widiastuti, Linda; Pujiati, Wasis; Fadilah, Ummu
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dhx7jh75

Abstract

Anak usia sekolah merupakan salah satu kelompok anak yang rentan mengalami masalah gizi. Status gizi anak yang buruk mempengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan proses berpikir. Salah satu nutrisi yang penting adalah zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral, walaupun dibutuhkan dalam jumlah kecil namun berperan penting dalam kesehatan. Salah satu sumber nutrisi tersebut adalah pada buah dan sayur.  Rendahnya konsumsi sayur dan buah pada anak-anak meningkatkan risiko obesitas dan berdampak negatif pada tumbuh kembang mereka. Pendidikan kesehatan dengan media edukasi yang sesuai usia adalah salah satu strategi untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang konsumsi sayur dan buah. Model think pair share membantu siswa bernalar dan berpikir kritis, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah. Metode edukasi dilakukan dengan pendidikan kesehatan disekolah. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas III di SDN 005 Tanjungpinang Kota sejumlah 43 siswa. Hasilnya didapatkan gambaran  mayoritas anak adalah perempuan (53,5%) dan berusia 9 tahun (53,5%). Sebagian besar anak pernah mendapatkan informasi tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah (88,4%), terutama dari guru sekolah (41,9%). Namun, mayoritas anak belum pernah menerima pendidikan kesehatan tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah (60,5%). Sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan model think pair share, mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang kurang (44,2%). Namun setelah intervensi, mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang baik (97,7%). Model ini efektif untuk pembelajaran dalam memecahkan masalah dan berpikir kritis
ASUHAN KEPERAWATAN POLA NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA Tn. L DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS (PPOK) DAN PENERAPAN TEKNIK PURSED LIP BREATHING DI IGD RSUD KABUPATEN BINTAN TAHUN 2025 Rika Erviana; Utari Yunie Atrie; Denis Endro Sihombing
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dapat menyebabkan sesak napas yang terjadi akibat dari hiperinflasi dinamik yang bertambah berat dengan peningkatan Respiratory Rate. Hal ini terjadi karena pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) mengalami kelemahan otot inspirasi atau disfungsi otot yang berkontribusi terhadap terjadinya sesak nafas (Siska, 2019). Dengan terjadinya sesak nafas tersebut akan menyebabkan perubahan frekuensi dan pola pernafasan yang menjadi tanda adanya gangguan serius pada sistem pernafasan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi pola nafas tidak efektif yaitu dengan pengobatan farmakologi dan non farmakologi. Adapun intervensi secara non farmakologi yang dapat dilakukan adalan dengan teknik pursed lip breathing. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan secara menyeluruh pada pasien dengan pola nafas tidak efektif dan penerapan teknik pursed lip breathing. Pelaksanaan asuhan keperawatan ini dilakukan pada tanggal 26 Januari 2025 di IGD RSUD Kabupaten Bintan selama ±5 jam. Hasil asuhan keperawatan terjadi perbaikan pola nafas yang ditandai dengan penurunan respiratory rate dan peningkatan kadar oksigen (SpO2) pada pasien. Sebelum dilakukan tindakan keperawatan pasien mengalami sesak nafas dengan respiratory rate 34x per menit dan SpO2 89% udara ruang dan setelah dilakukan tindakan keperawatan pasien mengatakan sesak nafas berkurang dengan respiratory rate 24x per menit dan SpO2 93% udara ruang atau SpO2 97% dengan oksigen 4 liter per menit. Diharapkan hasil karya ilmiah ini dapat menjadi informasi dan acuan bagi pelayanan kesehatan dalam mengatasi pola nafas tidak efektif pada penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) dengan menerapkan teknik pursed lip breathing sehingga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.
Pengaruh Aplikasi Self Management Chronic Kidney Disease (SM CKD) Terhadap Self Management Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yusnaini Siagian; Utari Yunie Atrie; Liza Wati; Ikha Rahardiantini; Rima Alfiana
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45500

Abstract

Introduction: Penggunaan teknologi sangatlah penting terutama bagi kesehatan salah satunya mengontrol cairan pada pasien pengidap gagal ginjal kronis. Kejadian yang sering dialami pasien gagal ginjal kronis adalah mengontrol cairan masuk dan keluar. Dalam studi ini penelitian memanfaatkan aplikasi yang mempermudah pasien untuk mengontrol cairan yaitu Aplikasi SM CKD. Objectives: Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh Aplikasi SM CKD terhadap Self Management Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa di RSUD Kota Tanjungpinang. Methods: Penelitian ini menggunakan desain Pre-test and post test nonequivalent control group. Tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Sampel didapatkan sebanyak 50 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Cristovao dan menggunakan uji wilcoxon dan man Whitney dan didapatkan nilai p value 0,004 dan 0,002< 0,005. Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh aplikasi SM CKD terhadap self management pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Conclusions: Hasil penelitian ini direkomendasikan bagi perawat unit hemodialisa untuk menggunakan aplikasi SM CKD pada pasien hemodialisa dalam meningkatkan self management cairan yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup pasien tersebut. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Self Management Cairan, Aplikasi SMCKD
Hubungan Kualitas Tidur dengan Fatigue Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Zakiah Rahman; R. Meeta Anggiana; Wasis Pujiati; Liza Wati; Utari Yunie Atrie
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45543

Abstract

Diabates Melitus tipe 2 menempati 90% dari keseluruhan kasus diabetes danmenimbulkan gejala polyphagia, polidipsia, polyuria, penurunan berat badan dan kelelahan. Gejala seperti poliuria tersebut pada malam hari juga dialami oleh penderita DM, hal ini dapat mengganggu tidurnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan fatigue pada pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Batu X Tanjungpinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah Sampel 56 orang yang memenuhi kriteria inklusi dengan tekhnik sampling consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dan Multidimensional Fatigue Inventory (MFI) untuk mengukur tingkat kelelahan. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman. Hasil penelitian kualitas tidur pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sebagian besar kualitas tidur buruk (55,4%), dan kelelahan rendah sebanyak (53,6%). Dengan nilai p value 0,00 (< 0,05).menunjukkan adanya hubungan yang signifikan kualitas tidur dengan fatigue pada pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Batu X Tanjungpinang yaitu Semakin buruk kualitas tidur, semakin tinggi tingkat kelelahan yang dirasakan oleh pasien. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk intervensi yang lebih baik dalam mengelola kualitas tidur dan kelelahan pada pasien DM Tipe 2 guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DEEP BREATHING EXERCISE DAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP FATIGUE PASIEN HEMODIALISA Siagian, Yusnaini; Wati, Liza; Atrie, Utari Yunie; Saputri, Amelia
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7372

Abstract

Pendahuluan : Fatigue merupakan keluhan utama pada pasien hemodialisa yang berdampak pada penurunan kualitas hidup dan kepatuhan terapi. Intervensi nonfarmakologis seperti Deep Breathing Exercis (DBE) dan Progressive Muscle Relaxation (PMR) menjadi alternatif potensial untuk mengurangi kelelahan. Tujuan Penelitian ini membandingkan efektivitas DBE dan PMR terhadap tingkat fatigue pada pasien hemodialisa di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Metode : Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest without control pada dua kelompok intervensi. Sampel ditentukan dengan tehnik purposive sampling berjumlah 32 responden dibagi dua kelompok DBE dan PMR. Intervensi dilakukan selama dua minggu sebanyak dua kali per minggu. Pengukuran fatigue menggunakan FACIT-Fatigue sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk perbedaan dalam kelompok dan Mann-Whitney untuk perbedaan antar kelompok. Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat fatigue pada DBE (p = 0,005) dan PMR (p = 0,001). Perbandingan antar kelompok menunjukkan PMR lebih efektif dibandingkan DBE (p = 0,015), dengan mayoritas responden PMR berada pada kategori fatigue ringan pasca intervensi (93,8%) dibandingkan DBE (43,8%). Diskusi : PMR lebih efektif menurunkan fatigue pada pasien hemodialisa. Hasil ini mendukung penerapan DBE dan PMR sebagai intervensi nonfarmakologis yang mudah, murah dan aplikatif dalam praktik keperawatan, khususnya pada pasien dengan hemodialisa jangka panjang.