Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Formulasi dan Karakteristik Fisik, Kimia, Organoleptik Masker Gel Peel Off Sargassum sp. Sipahutar, Yuliati Hotmauli; Maulani, S.T.P., M.P., Aghitia; Aminnuloh, Faisal
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v19i2.1013

Abstract

Terdapat tiga jenis rumput laut yang ada di Indonesia yakni rumput laut cokelat, rumput laut merah, dan rumput laut hijau. Tujuan penelitian ini membuat masker dalam bentuk gel peel off dengan penambahan rumput laut Sargassum sp. dalam bentuk bubur rumput laut pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15% dan mengidentifikasi mutu bahan baku dan bubur rumput laut, serta mutu masker gel peel off. Alur proses pembuatan bubur rumput laut terdiri dari pencucian, penirisan, perendaman dan pencampuran Sargassum sp. dengan akuades, dan penghalusan. Alur proses pembuatan masker gel peel off terdiri dari persiapan bahan baku, penimbangan, homogenisasi PVA, homogenisasi HPMC, pendinginan, homogenisasi propilen glikol dan pengawet (metil paraben dan propil paraben), dan penambahan bubur rumput laut. Hasil pengujian mutu organoleptik rumput laut basah diperoleh nilai 7, kadar air 88,76±1,21%, kadar abu 3,33±0,32%. Hasil pengujian mutu bubur rumput laut diperoleh kadar air 92,46±0,33%, kadar abu 2,96±0,07%, nilai pH 6,42±0,15. Masker gel peel off Sargassum sp. pada konsentrasi 5% memiliki nilai hedonik paling tinggi pada parameter tekstur dan aroma serta tidak berbeda nyata dengan kontrol pada parameter kenampakan dan warna. Masker gel peel off Sargassum sp. menghasilkan viskositas sediaan gel sebesar 57629- 74410 cP, pH sebesar 5,54-6,32 dan waktu mengering selama 16,47-17,80 menit, serta nilai Angka Lempeng Total (ALT) sesuai dengan SNI di bawah 105 koloni/gram. ABSTRACTThere are three types of seaweed in Indonesia, namely green algae, brown algae and red algae. This research aimed to make a peel off gel mask with the addition of Sargassum sp. seaweed in the form of seaweed pulp at concentrations 5%, 10%, 15% and identify the quality of raw materials and seaweed pulp, as well as the quality of the peel off gel mask. The process flow for making seaweed pulp consisted of washing, draining, soaking in distilled water, mixing Sargassum sp. with distilled water, and grinding. The process flow for making a peel-off gel mask consisted of preparing raw materials, weighing, homogenizing PVA, homogenizing HPMC, cooling, homogenizing propylene glycol and preservatives (methyl paraben and propyl paraben), and adding seaweed pulp. The results of organoleptic of wet seaweed obtained 7, moisture content 88.76±1.21%, ash content 3.33±0.32%. The results of quality of seaweed pulp water content was 92.46±0.33%, the ash content was 2.96±0.07%, the pH value was 6.42±0.15. Peel off gel mask with Sargassum sp. at concentration 5% had the highest hedonic value for texture and aroma parameters and was not significantly different from the control for appearance and color parameters. Peel off gel mask with Sargassum sp. produces good gel viscosity, pH and drying time, as well as appropriate Total Plate Count (TPC).
Strategi promosi produk “Mie-Nyam”Mie Bayam Ikan Tenggiri melalui platform digital dan kompetisi anak nasional Sumartini, Sumartini; Maulani, Aghitia; Hasibuan, Nirmala Efri; Sumandiarsa, I Ketut; Alvina, Zahriani; Defi, An Naim; Armadani, Novi; Kurniawan, Hendri
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i2.2619

Abstract

MieNyam sebagai salah satu produk inovasi baru dari program kewirausahaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai merupakan produk start up yang memerlukan pengenalan pada masyarakat, terutama. Strategi pemasaran  adalah strategi yang digunakan oleh perusahaan produsen barang atau jasa secara berkesinambungan untuk memenangkan persaingan pasar. Salah satunya adalah dengan mengadakan kompetisi mewarnai anak secara online nasional yang memang banyak diminati masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai sarana promosi, strategi pemasaran dan pengenalan produk MieNyam Metode yang dilakukan adalah tahap persiapan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa lomba diikuti oleh 112 peserta dari seluruh wilayah Indonesia pada kisaran umur 5-12 tahun. Berdasarkan hasil survey kepuasan responden terhadap pengelolaan media sosial, pelaksanaan lomba, layanan panitia, pengiriman hadiah menunjukkan bahwa Tingkat kepuasan responden diatas 80%. Selain itu hasil pra test yang sebelumnya di bawah standar (65) setelah pelaksanaan lomba menjadi di atas standar (minimal pada angka 80). Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kepuasan responden/pelanggan adalah kualitas layanan, feedback, diskon atau potongan harga dan bagaimana pemilik usaha mengelola media promosi pada perangkat digitalnya.Harapan kedepannya produk MieNyam dapat dikenal seluruh Masyarakat Indonesia dan dapat diterima konsumen.
Karakteristik Fisikokimia, Sensoris, Dan Mikrobiologis “Crisweed” Snack Olahan Rumput Laut Eucheuma cottonii Sumartini, Sumartini; Siregar, Fikri Al Khair; Dewi, Resti Nurmala; Maulani, Aghitia
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v19i2.1113

Abstract

“Crisweed” merupakan snack olahan rumput laut non MSG dengan komposisi kentang, rumput laut, dan nori dimana kombinasi bahan bahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai nutrisinya terutama kandungan serat dan vitamin yang bersumber dari rumput laut. Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi terbaik pada rasio penambahan rumput laut pada snack dengan memfokuskan pada mutu tekstur dan kerenyahan produk. Parameter uji untuk seaweed snack dilakukan melalui uji hedonik terhadap rasa, aroma, tekstur dan kenampakan serta analisis kimia yang meliputi kadar air, abu, lemak, protein dan serat kasar. Uji parameter tekstur meliputi hardness, adhesiveness, cohesiveness, dan elasticity. Hasil uji hedonik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada atribut rasa, aroma, tekstur dan kenampakan. Nilai kadar air produk berada pada kisaran 3,67-7,49%, protein 7,54-12,23%, lemak 15,60-18,82%, abu 1,74-5,26% dan serat 15,78-16,71%. Berdasarkan uji pembobotan De Garmo terhadap semua parameter uji, ditemukan produk “Crisweed” perlakuan terbaik adalah pada formulasi 3 dengan nilai efektivitas 0,88.ABSTRACT“Crisweed” is a non-MSG seaweed snack with a composition of potatoes, seaweed, and nori where the combination of these ingredients is expected to increase its nutritional value, especially the fiber and vitamin content sourced from seaweed. This study aims to determine the best formulation of the ratio of seaweed addition to snacks by focusing on the quality of texture and crispiness of the product. Test parameters for seaweed snacks were carried out through hedonic tests on taste, aroma, texture and appearance as well as chemical analysis including water content, ash, fat, protein and crude fiber. As well as texture parameter tests including hardness, adhesiveness, cohesiveness, and elasticity. The results of the hedonic test showed significant differences in the attributes of taste, aroma, texture and appearance. The water content of the product was in the range of 3.67-7.49%, protein 7.54-12.23%, fat 15.60-18.82%, ash 1.74-5.26% and fiber 15.78-16.71%. Based on the De Garmo test on all test parameters, it was found that the best treatment for the “Crisweed” product was formulation 3 with an effectiveness value of 0.88.
Estimated of Shelf Life Salem Fish Crackers (Scomber japonicus) with Polypropylene Plastic Packaging and Metalized Plastic in Poklahsar Mina Sejahtera, Tangerang Permadi, Aef; Afifah, Rufnia Ayu; Latifa, Dian; Hidayah, Nur; Salampessy, Randi B.S.; Handoko, Yudi Prasetyo; Maulani, Aghitia
PELAGICUS Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i2.11066

Abstract

Information on the shelf life of food products is one of the information that must be included on the label of food product packaging.  This study aims to obtain the estimated shelf life  of fried salem  fish cracker products  (Scomber japonicus)  packaged in polypropylene plastic  and metalized plastic.  Fried salem fish crackers (Scomber japonicus) are produced by Poklahsar "Mina Sejahtera" in Teluk Naga District, Tangerang Regency.  The estimated shelf life is carried out using the acceleration method with the critical moisture content model (Labuza model). The test results showed that the crackers had a water content of 2.67%. and a critical water content at the 9th hour with a water content of 6.53.%.   The permeability of polypropylene packaging and metalized plastic packaging is 0.0133 and 0.0032, respectively.  The results of the estimated shelf life of fried salem fish crackers (Scomber japonicus) packed with metalized plastic packaging with a thickness of 0.06 mm have a shelf life of 366 days and crackers packed with polypropylene packaging with a thickness of 0.08 mm have a shelf life of 130 days.  This shows that metalized plastic packaging has a better ability to maintain the durability of fried salem fish crackers.
Pengolahan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Kupas Mentah Beku Peeled Cut Deveined Tail On Maulani, Aghitia; Salampessy, Randi B.S; Jannah, Raudhatul
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v1i1.15201

Abstract

Udang salah satu produk perikanan yang istimewa karena memiliki kandungan gizi yang tinggi dan aroma yang spesifik sehingga menjadikan udang sebagai komoditas primadona ekspor perikanan Indonesia. Salah satu jenis produk udang yang diekspor adalah udang Peeled Cut Deveined Tail On (PCDTO). Tujuan penelitian mengidentifikasi alur proses udang PCDTO, mutu, rendemen, produktivitas, serta penerapan kelayakan dasar (Sertifikat Kelayakan Pengolahan/SKP). Pengujian organoleptik bahan baku udang segar mengacu pada SNI 2728:2018, sensori produk akhir mengacu pada SNI 3457:2021 yang dilakukan oleh 6 (enam) panelis dengan 10 kali pengamatan dan 3 (tiga) kali ulangan. Pengujian mikrobiologi dan kimia dilakukan sebanyak 3 kali pengamatan yang mengacu pada SNI. Perhitungan rendemen dan produktivitas dilakukan pada tahap pemotongan kepala & kupas kulit dan pembuangan usus sebanyak 10 (sepuluh) kali pengamatan dengan 3 (tiga) kali ulangan. Penilaian Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) mengacu Permen KP No. 17 tahun 2019. Hasil uji organoleptik bahan baku sebesar 8,1 dan sensori produk akhir sebesar 8,9. Hasil pengujian mikrobiologi dan kimia sudah memenuhi SNI. Rendemen dan produktivitas yang dihasilkan adalah sesuai dengan size udangnya. Hasil penilaian SKP memperoleh predikat A (baik sekali).
Optimization of Effervescent Tablets in Sensory Acceptance from the Active Ingredients of Fish Protein Hydrolysate and Microalgae Chlorellae sp. powder Yuniarti, Tatty; Nanda Anggiani Putri; M.Si, Niken Dharmayanti; Mugi Mulyono; Sri Sugiwati; Pujoyuwono Martosuyono; Ita Junita Puspa Dewi; Aghitia Maulani; Taufik Hidayat
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.vi.56019

Abstract

Graphical Abstract Highlight Research 1. FPH and Chlorella sp. microalgae can be used as effervescent tablet ingredients received by panelists. 2. The mixture design method can determine the formula of effervescent tablets made from a combination of FPH and microalgae 3. The best percentage of FPH and microalgae in effervescent tablets was 5.873% and 9.127%.     Abstract Effervescent tablets are a promising delivery system for functional food ingredients, offering convenience and enhanced consumer appeal. This study aimed to optimize effervescent tablet formulations incorporating Fish Protein Hydrolysate (FPH) and Chlorella sp. powder using the d-optimal mixture design method. Thirteen formulations were evaluated for sensory attributes (color, aroma, taste, aftertaste, hedonic scores) and chemical properties (protein, lipid, water content). The optimal formulation, consisting of 5.873% FPH and 9.127% Chlorella sp. powder, significantly improved sensory acceptance (p < 0.05), validated by a robust statistical model (R2 = 0.93). Proximate analysis confirmed the nutritional value, with protein contents of 19.60% and 47.68% in FPH and Chlorella sp., respectively, along with flavonoids (2.69%) in Chlorella sp.. These results demonstrate the successful integration of bioactive compounds into effervescent formulations, addressing consumer demand for sustainable and health-promoting products. This research provides a framework for developing innovative functional food products, contributing to the global advancement of nutraceuticals and sustainable food solutions. Future studies should focus on long-term stability, bioavailability, and consumer acceptability to enhance the commercialization potential of these effervescent tablets.
Karakteristik Fisikokimia dan Aktivitas Antioksidan Hidrolisat Protein Ikan Kakap (Lutjanus sp.) Skala Pilot Yuniarti, Tatty; Arrahmi, Nafa Ya’la; Dharmayanti, Niken; Sugiwati, Sri; Mulyono, Mugi; Hidayat, Taufik; Martosuyono, Pujoyuwono; Maulani, Aghitia; Alghany, Albar
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v19i1.985

Abstract

Hidrolisat protein ikan (HPI) merupakan produk dari reaksi hidrolisis ikatan peptida menghasilkan pelepasan peptida aktif pendek dan lebih mudah diserap. Ikan kakap merupakan komoditas perikanan laut yang berlimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisikokimia dan kemampuan bioaktif HPI dari ikan kakap merah (Lutjanus sp.) pada skala pilot (biofermentor 120 kg). Pengujian bahan baku dan HPI yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji TVB, uji ALT, uji proksimat. pembuatan HPI dilakukan dengan menggunakan enzim alkalase 20.000 U/kg substrat saat suhu 55 °C dengan waktu hidrolisis pada jam ke-0 hingga jam ke-8. Pengujian derajat hidrolisis dan uji aktivitas antioksidan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) dilakukan pada tiap jam. Hasil penelitian menunjukkan waktu hidrolisis mulai stabil pada jam ke-6 hingga jam ke-8. Derajat hidrolisis (DH) HPI pada jam ke-6 adalah sebesar 13,3% dan inhibisi antioksidan sebesar 6,75%. Bahan baku HPI merupakan ikan segar dengan nilai TVB 12,89%; kadar protein 21,41%; lemak 4,66%; air 72,36%; dan abu 0,95%. Komposisi kimia HPI memiliki kadar protein 19,20%; lemak 0,15%; air 0.06%; abu 1,15%. Rendemen HPI yang dihasilkan sebesar 15,75% dari bahan baku. Total mikroba dan organoleptik memenuhi standar SNI. Kandungan asam amino tertinggi dari bahan baku dan HPI merupakan asam glutamat dengan nilai masing-masing 3,3% dan 3,4%. Kandungan asam amino terendah pada bahan baku dan HPI adalah histidin dengan nilai masing-masing 0,43% dan 0,52%. Produksi HPI skala pilot menghasilkan HPI yang kaya asam amino esensial dan memiliki aktivitas antioksidan, sehingga berpotensi digunakan sebagai ingridient pangan fungsional.KATA KUNCI: AbstractFish protein hydrolysate (FPH) is a product of the hydrolysis reaction of peptide bonds resulting in the release of short active peptides and more easily absorbed. Fish protein hydrolyzate (HPI) is a product of the hydrolysis reaction of peptide bonds resulting in the release of short active peptides that are more easily absorbed. Snapper is an abundant marine fishery commodity in Indonesia. The aim of this study was to determine the physicochemical characteristics and bioactive capabilities of HPI from red snapper (Lutjanus sp.) on a pilot scale (120 kg biofermenter). Raw material and HPI testing includes organoleptic tests, TVB tests, ALT tests, proximate tests; HPI production uses the alcalase enzyme 20,000 U/kg substrate at a temperature of 55°C with a hydrolysis time of 0 to 8 hours. Tests for the degree of hydrolysis and antioxidant activity tests using the DPPH method are carried out every hour. The results showed that the hydrolysis time began to stabilize at the 6th to the 8th hour. The value of DH HPI at the 6th hour was 13.3% and antioxidant inhibition was 6.75%. The raw material is fresh fish with a TVB of 12.89%; protein content 21.41%; fat 4.66%; water 72.36%; ash 0.95%. The resulting HPI has a protein content of 19.20%; fat 0.15%; water 0.06%; ash 1.15%. HPI yield 15.75% of raw materials. Total microbes and organoleptics meet SNI standards. The highest amino acid content of raw materials and HPI is glutamic acid with values of 3.3% and 3.4% respectively. The lowest amino acid content in raw materials and HPI is histidine with values of 0.43% and 0.52% respectively. Pilot scale HPI production produces HPI which is rich in essential amino acids and has bioactive antioxidant capabilities, so it has the potential to be used as a functional food ingredient.
Karakteristik Gluten Free Cookies Fortifikasi Hidrolisat Protein Ikan Lele Maulani, Aghitia; Poernomo, Achmad; Lisyana, Heni; Sumandiarsa, I Ketut
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v19i1.991

Abstract

Pada umumnya cookies yang biasa ditemukan terbuat dari tepung terigu. Tepung terigu mengandung 80% gluten dari total protein yang terkandung. Gluten harus dihindari oleh orang yang alergi gluten dan penyandang celiac disease. Penggantian penggunaan tepung terigu dengan tepung modified cassava flour (mocaf) merupakan salah satu cara agar konsumen yang sensitif terhadap gluten dapat mengonsumsi cookies. Namun demikian, tepung mocaf mempunyai kandungan protein yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan tambahan sumber protein lain seperti hidrolisat protein ikan (HPI) lele. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui formulasi penambahan HPI terbaik pada gluten free cookies. Sampel cookies dibuat dengan variasi bahan utama tepung terigu sebagai kontrol, tepung mocaf tanpa penambahan HPI, dan tepung mocaf dengan penambahan HPI 1%, 2%, dan 3%. Selanjutnya, dilakukan uji tingkat kesukaan (hedonik) oleh 30 panelis tidak terlatih, uji fisik, proksimat, dan mikrobiologi. Gluten free cookies terpilih yakni cookies dengan penambahan HPI 3%, dengan nilai tingkat kesukaan secara keseluruhan 7,30. Cookies ini memiliki kadar air 2,54±0,00%, abu 1,87±0,00%, lemak 30,55±0,01%, protein 4,38±0,00%, dan karbohidrat 60,66±0,02%. Nilai uji fisik cookies terbaik untuk parameter bake loss sebesar 17,07±0,52% dan spread ratio 7,09±1,01 cm, serta parameter mikrobiologi Angka Lempeng Total (ALT) 2.500 koloni/g.  AbstractCookies which are commonly found are made from wheat flour contains 80% gluten from the total protein contained. Additionally, gluten should be avoided by people with gluten allergies and celiac disease. Replacing the use of wheat flour with modified cassava flour (mocaf) is a way for consumers who are sensitive to gluten to consume cookies. The present research was conducted to find out the best Catfish Protein Hydrolysate (CPH) addition on gluten free cookies. The gluten free cookies were made with variations of the addition of CPH 1%, 2% and 3%, and then tested hedonically by 30 untrained panelists and characterized from the results of physical, proximate, and microbiological properties. Gluten free cookies with the addition of CPH 3% was the best formula with an overall liking value 7.30. Based on physical test for the bake loss of this cookies is 17.07±0.52% and spread ratio 7.09±1.01. Based on proximate test, the moisture content is 2.54±0.00%, ash 1.87±0.00%, fat 30.55±0.01%, protein 4.38±0.00%, and carbohydrates 60.66±0.02%, while the microbiological test showed ALT value of 2.500 colonies/g.
PELATIHAN PENGOLAHAN  FISH JELLY PRODUCT  BERBAHAN DASAR SURIMI DI DESA BANTEN, SERANG Hidayah, Nur; Safaruddin, Chotim; Bertiantono, Anugrah; Maulani, Aghitia; Sumandiarsha, I Ketut; Salampessy, Randi Bokhy S.; Nurbani, Siti Zachro; Dharmayanti, Niken; Permadi, Aef; Siregar, Resmi Ruminta; Masengi, Simson; Afifah, Rufnia Ayu; Purnamasari, Henny Budi; Sayuti, Mohammad; Sirait, Jaulim; Sipahutar, Yuliati H.; Asriani; Siswahyuningsih, Sri
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): JP2N: Januari - April 2024
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/1h03bw15

Abstract

Desa Banten memiliki sumber daya perikanan yang melimpah. Ikan dapat diolah menjadi berbagai jenis olahan  fish jelly product , seperti siomay, otak-otak, nugget dan kaki naga. Pengolahan produk berbahan dasar ikan maupun surimi memerlukan ketrampilan khusus, sehingga butuh adanya pelatihan khusus kepada Masyarakat kelompok pengolah. Kegiatan pelatihan dilakukan untuk memberikan ketrampilan pengolahan fish jelly product  kepada kelompok pengolah ikan di desa banten. Kegiatan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan penyampaian secara teori dilanjutkan dengan kegiatan praktek pengolahan produk siomay. Kegiatan pelatihan dapat memberikan pengetahuan dasar pengolahan fish jelly product  sekaligus mengembangkan kompetensi dan ketrampilan pengolahan berbahan dasar ikan atau surimi. Ketrampilan pengolahan yang telah dimiliki oleh Masyarakat pengolah dapat menjadi dasar diversifikasi produk hasil olahan yang dihasilkan oleh Masyarakat desa Banten
Co-Authors Achmad Poernomo Achmad Poernomo Aef Permadi Aef Permadi Afifah, Rufnia Ayu Alghany, Albar Alvina, Zahriani Aminnuloh, Faisal Anugerah Anugerah Anugrah Bertiantono Aprilia Ardiningtyas Armadani, Novi Arrahmi, Nafa Ya’la Asriani Asriani Asriani Bertiantono, Anugrah Cindy Tiara Veronica Deanisa Accella Defi, An Naim Dharmayanti, Niken Feri Kusnandar Handoko, Yudi Prasetyo Hendri Kurniawan, Hendri Heny Budi Purnamasari Ita Junita Puspa Dewi Jaulim Sirait Ketut Sumandiarsa Latifa, Dian Lisyana, Heni M. Chotim M.Si, Niken Dharmayanti Martosuyono, Pujoyuwono Masengi, Simson Mulyono, Mugi Nanda Anggiani Putri Napitupulu, Andrian Agung Niken Dharmayanti Nirmala Efri Hasibuan, Nirmala Efri Nur Hidayah Nur Hidayah Nurbani, Siti Zachro Ori Resti Fauzi Pujoyuwono Martosuyono Purnamasari, Henny Budi Randi B.S. Salampessy Randi Bokhi S. Salampessy Raudhatul Jannah Resmi Rumenta Siregar Resmi Rumenta Siregar Resti Nurmala Dewi Rufnia Ayu Afifah Safaruddin, Chotim Salampessy, Randi B.S Salampessy, Randi Bokhy S. Salampessy, Randi Bokhy Syuliana Sayuti, Mohammad Simson Masengi Simson Masengi Sipahutar, Yuliati H. Sipahutar, Yuliati Hotmauli Siregar, Fikri Al Khair Siregar, Resmi Ruminta Siswahyuningsih, Sri Siti Zachro Nurbani Sri Siswahyuningsih Sri Sugiwati Sugiwati, Sri Sugiyono . Sumandiarsa, I Ketut Sumandiarsha, I Ketut Sumartini Sumartini Taufik Hidayat Thysan Putri Arum Nur Wahyuda Wahyu P Ariyadi Yuliandri, Rahmat Yuliati H Sipahutar Yuliati H Sipahutar Yuliati H. Sipahutar Yuliati H. Sipahutar Yuniarti, Tatty