Jadfan Sidqi Fidari
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Studi Evaluasi Saluran Drainase Terhadap Genangan Banjir di Kelurahan Blimbing Menggunakan Model EPA SWMM 5.1 Pramesti, Mutiara Yavza; Runi Asmaranto; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.041

Abstract

Akibat perubahan penggunaan lahan dan dimensi saluran, Desa Blimbing, Kecamatan Blimbing, dan Kota Malang menjadi sebagian tempat sering terjadi banjir. Contoh solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan melakukan desain ulang pada saluran drainase. Penting bagi studi menggunakan program Storm Water Management Model (SWMM) 5.1 mengkaji Intensitas Hujan Rencana selama ulang 5 tahun dan 10 tahun. Hasil dari analisa menggunakan aplikasi SWMM 5.1 pada Kelurahan Blimbing, terdapat 170 saluran drainase dimana 10 diantaranya tidak dapat menampung debit intensitas curah hujan pada kala ulang 5 tahun sebesar 112,48 mm/hari yaitu saluran C99, C103, C106, C110, C111, C112, C76, C146, C151, dan C158. Kemudian, untuk debit intensitas curah hujan kala ulang 10 tahun sebesar 117,09 mm/hari, diperoleh 11 saluran yang meluap yaitu saluran C94, C99, C103, C106, C110, C111, C112, C76, C146, C151, dan C158. Sehingga untuk saluran yang meluap tersebut, perlu dilakukannya evaluasi pelebaran dimensi yang disesuaikan dengan kondisi pada lokasi studi.
Pengaruh Angin Terhadap Dimensi Rip-rap Bendungan (Studi Kasus Bendungan Sutami) Faizah, Nasya Shafa'; Runi Asmaranto; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.019

Abstract

Rip-rap Bendungan Sutamiberfungsi sebagai peredam energi yang dapat mereduksi hempasan ombak agar tidak terjadi penggerusan tanah pada lereng bendungan. Studi ini bertujuan menganalisa potensi terjadinya kerusakan material pada rip-rap Bendungan Sutamiberdasarkanperbedaan nilai dimensi rip-rap yang dihitung dari pembangkitan gelombang menggunakan perhitungan kecepatan angin 10 tahun terakhir dengan nilai yang sebenarnya. Pembangkitan gelombang dan dimensi rip-rap dihitung menggunakan metode perhitungan angin terkoreksi (UA) danmetode perhitungan angin desain (VMPH).Data yang dibutuhkan yaitu kecepatan angin bulananuntuk menghitung kecepatan angin koreksi (UA), data arah anginyang digunakan untuk menentukan nilai panjang fetch (F), data berat jenis batuan dan slope rip-rap bendunganuntuk menghitung berat masing –masing fragmen batuan (W50), serta data berat median rip-rap sebenarnya untuk analisa terjadinya potensi kerusakan.Dari hasil kajian menunjukkan bahwa dari semua metode yang digunakan mendapatkan hasil tinggi gelombang yang sangat kecil. Hal tersebut disebabkan karena fetch Bendungan Sutami pendek atau > 1 km, yang mempengaruhi hasil dari pembangkitan gelombang dan dimensi batuan rip-rap yang didapatkan. Maka, dapat disimpulkan angin area penelitian tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kekuatan material rip-rap pada Bendungan Sutami atau masih dikatakan aman dari pengaruh angin dan gelombang.
Studi Alternatif Penjadwalan Pelaksanaan Pekerjaan Bangunan Utama (Main Dam) Dan Pengelak/Terowongan Bendungan Ladongi, Kec. Ladongi, Kab. Kolaka Timur, Prov. Sulawesi Tenggara Menggunakan Microsoft Project Manager 2016 Pangestu, Ihsan Dwi; Pitojo Tri Juwono; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.035

Abstract

Dalam suatu pekerjaan terutama pada proyek pekerjaan Bendungan pasti memiliki batasan waktu dan biaya yang telah di tentukan, maka dari itu dibutuhkan perencanaan manajemen konstruksi untuk mengatasi masalah yang terjadi pada suatu pekerjaan. Pada studi ini penulis bertujuan untuk menganalisa penjadwalan pada proyek Bendungan Ladongi pada pekerjaan Main Dam dan Pengelak dengan menggunakan program Microsot Project 2016. Alternatif utama yang di gunakan ialah dengan penambahan jam kerja dan penambahan alat berat, di sertai dengan beberapa metode yaitu PERT (Program Evaluation Review Technique), CPM (Crictical Path Method) dan Gannt Chart. Metode berikut merupakan metode yang dapat mempermudah analisa alternatif dan data pekerjaan dalam program. Data dari Kontraktor yang merupakan analisa untuk pekerjaan yang berupa data perencanaan, data harga satuan, dan data kontrak. Output dari alternatif adalah kurva S dengan bantuan program untuk mempermudah perbandingan antara penambahan durasi jam kerja dan jumlah alat berat. Hasil analisa pada studi ini di dapatkan durasi normal proyek selama 1410 hari. Hasil optimal dari alternatif adalah dengan menggunakan alternatif penambahan jam kerja dengan penurunan rencana anggaran biaya sebesar 1,89% dan mengalami percepatan durasi sebesar 13.48%.
Pemetaan Sebaran Hujan Rancangan Pada Berbagai Kala Ulang Menggunakan Metode Interpolasi Spasial di Sub DAS Brantas Hulu Al Farra I'tibar M; Donny Harisuseso; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.010

Abstract

Sub DAS Brantas Hulu ini berperan penting dalam kualitas ketersediaan air di Jawa Timur. Namun perubahan iklim mengakibatkan Sub DAS Brantas Hulu ini sering terjadi bencana alam seperti banjir bandang di Kota Batu. Oleh sebab itu diperlukan peta isohyet yang mudah dipahami guna mempersingkat proses dalam mendapatkan hujan rancangan untuk mempermudah perencanaan bangunan air. Pada studi ini dilakukan perhitungan hujan rancangan dengan kala ulang 2, 5, 10, dan 25 tahun kemudian diplot dalam bentuk peta isohyet. 18 stasiun hujan yang telah didapatkan data curah hujan hariannya dari tahun 2002-2021 dilakukan analisa uji terlebih dahulu. Setelah itu melakukan perhitungan hujan rancangan berbagai kala ulang. Hasil uji tersebut menghasilkan metode Log Normal yang lebih cocok untuk dipakai dalam perhitungan selanjutnya. Penggambaran hujan rancangan peta isohyet dengan IDW, Kriging, dan Spline menghasilkan kesimpulan bahwa IDW dan Spline menghasilkan gambar yang lebih halus daripada Kriging. Dan setelah dilakukan analisa perbandingan dengan RMSE, NSE, dan Koefisien Korelasi menunjukkan metode IDW yang lebih cocok digunakan daripada metode lainnya.
Studi Analisa Keruntuhan Bendungan Wonogiri dengan Program HEC-RAS dan INASAFE Grisham Haliq Pambudi; Suwanto Marsudi; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.026

Abstract

Abstrak: Bendungan Wonogiri adalah bendungan serba guna yang dibangun pada tahun 1976 dan selesai pada tahun 1981. Bendungan Wonogiri mulai beroperasi pada tahun 1982 telah beroperasi selama 39 tahun. Oleh karena itu perlunya mengkaji dokumen yang memuat isi konsep keamanan bendungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui debit maksimum desain atau kondisi ekstrim yang masuk ke Bendungan Wonogiri di DAS Bengawan Solo Hulu, karakteristik skenario banjir maksimum, tingkat klasifikasi banjir dan besarnya kerugian akibat keruntuhan Bendungan Wonogiri. Dalam analisis keruntuhan bendungan menggunakan aplikasi program HEC-RAS dan InaSAFE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit puncak periode ulang PMF dengan metode HSS Nakayasu yang telah dikalibrasi dengan debit pengamatan adalah 11.729,93 m3/detik. Hasil analisis menggunakan aplikasi HEC-RAS diperoleh luas genangan banjir maksimum yaitu pada kondisi lower piping dengan kedalaman banjir 26,58 m dan luas genangan 6,481 km2. Berdasarkan simulasi InaSAFE, sebagian besar wilayah terdampak banjir dengan kedalaman lebih dari 3 m dan dilambangkan dengan layer berwarna merah. Kerugian dalam faktor ekonomi yang disebabkan oleh sebaran banjir akibat keruntuhan Bendungan Wonogiri sebesar Rp 56.297.932.372. Abstract: Wonogiri Dam is a multi-purpose dam that was built in 1976 and completed in 1981. Wonogiri Dam began operating in 1982 it has been operating for 39 years. Hence the necessity to review documents that contain the content of the dam safety concept. This study aims to determine the maximum discharge design or extreme conditions that enter the Wonogiri Dam in the Upper Bengawan Solo River Watershed, the characteristics of the maximum flood scenario, the level of flood classification and the amount of loss due to the Wonogiri Dam collapse. In the analysis of dam collapse using the HEC-RAS and InaSAFE program applications. The results show that the peak discharge of the PMF return period with the Nakayasu HSS method which has been calibrated with the observation discharge is 11,729.93 m3/ second. The analysis results using the HEC-RAS application obtained the maximum flood inundation area in the lower piping condition with a flood depth of 26.58 m and an inundation area of 6.481 km2. Based on the InaSAFE simulation, most area are affected by floods with a depth of more than 3 m and are denoted by a red layer. Losses in economic factors caused by the distribution of floods due to the Wonogiri Dam collapse amounted to Rp 56.297.932.372.
Studi Erosivitas pada Tanah Kuarsa Menggunakan Rainfall Simulatordengan Blower Keong Hartoyo, Rego; Jadfan Sidqi Fidari; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukuntuk mengetahui pengaruh variasi intensitas hujan terhadap erosilimpasan yang dihasilkan, indeks erosivitas hujan,besar perbandingan laju erosi limpasan rainfall simulator dan dengan metode USLE, dan blower sebagai media angin karena ingin mengetahui faktor klimatologi akan memberikan seberapa besar dampak angin.Sampel tanah merupakan tanah kuarsa yang sudah tersedia di Laboratorium Hidrologi Teknik Penagiran, Kabupaten Malang. Hasilnya, nilai erosivitas dengan kemiringan 5%, hasil dari perhitungan indeks erosivitas hujan dengan intensitas 1 liter/menit atau 3 cm/jam adalah 7.57 ton.m.cm/ha. Kemudian perhitungan ini dapat dilanjutkan dengan intensitas 2 liter/menit adalah 16.76 ton.m.cm/ha dan intensitas 3 liter/menit adalah 26.54 ton.m.cm/ha. Terjadi sedikit perbedaan antaralaju erosi pada limpasan yang dihasilkan dari pengujian laboratorium dan perhitungan menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Perbedaan tersebut disebabkan oleh penggunaan hujan buatan melalui alat simulasi hujan (rainfall simulator) yang hanya mendekati kondisi hujan alami. Percikan air dari nozzle pada alat simulasi tersebut tidak terdistribusi dengan sempurna secara maksimal.Kemudian pengaruh penggunakan blower keong pada alat rainfall simulatoradalahkondisiimenggunakan angin erosi limpasan yang terjadi itu lebih besar daripada kondisi yang tanpa angin. Hal ini menunjukkan bahwa waktu yang diperlukan untuk terjadinya erosi menggunakan kondisi dengan angin itu lebih lama daripada kondisi tanpa angin.
Studi Erosivitas Hujan Akibat Variasi Intensitas Hujan pada Pasir Kuarsa menggunakan Alat Rainfall Simulator Nur Hadiansyah, Muhammad Safri; Jadfan Sidqi Fidari; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.065

Abstract

Erosi hujan yang terjadi dapat mengakibatkan berbagai macam masalah. Erosi yang terjadi terus-menerus menjadi salah satu faktor penurunan kualitas lahan. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai erosivitas hujan dan laju erosi akibat dari variasi intensitas hujan pada lahan pemodelan menggunakan pasir kuarsa. Dalam penelitian ini digunakan pemodelan hujan menggunakan alat Rainfall Simulator. Rangkain percobaan dilakukan dalam kondisi terkontrol dengan menggunakan 3 variasi intensitas hujan yaitu 1 liter/menit, 2 liter/menit, dan 3 liter/menit. Dalam penelitian ini dilakukan analisa terhadap nilai erosivitas hujan dan laju erosi antara menggunakan Metode USLE (Universal Soil Loss Equation), laju erosi alat Rainfall Simulator, dan laju erosi Grid. Dari perhitungan erosivitas hujan didapatkan hasil pada intensitas hujan 1 liter/menit R sebesar 7,57 ton.m.cm.ha-1, kemudian pada intensitas 2 liter/menit didapatkan R sebesar 16,76 ton.m.cm.ha-1, dan pada intensitas 3 liter/menit didapatkan R sebesar 26,54 ton.m.cm.ha-1. Dapat dilihat bahwa intensitas hujan linier atau berbanding lurus dengan nilai erosivitas hujan.Selain itu, menggunakan rumus USLE didapatkan nilai laju erosi pada intensitas hujan 1 liter/menit sebesar 0,486 ton/ha/tahun, intensitas hujan 2 liter/menit sebesar 1,075 ton/ha/tahun, dan intensitas hujan 3 liter/menit sebesar 1,703 ton/ha/tahun. Dari hasil laju erositersebut, dapat disimpulkan bahwa intensitas hujan linier atau berbanding lurus dengan laju erosi.
Studi Limpasan Permukaan Akibat Hujan Dengan Angin Menggunakan Rainfall Simulator Untuk Penilaian Erosi Nabila Aulia Zahira, Nabila Aulia Zahira; Jadfan Sidqi Fidari; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.013

Abstract

Erosi tanah adalah isu lingkungan yang penting dengan dampak negatif pada produktivitas pertanian dan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menilai limpasan permukaan dan erosi tanah akibat pengaruh angin dengan menggunakan rainfall simulator. Penelitian ini berfokus pada pemahaman interaksi dinamis antara kecepatan angin, intensitas curah hujan, dan pola limpasan permukaan yang dihasilkan. Serangkaian percobaan simulasi hujan dilakukan dalam kondisi terkontrol, dengan kecepatan angin yang konstan dan menggunakan 3 variasi intensitas hujan yaitu 1 liter/menit, 1.5 liter/menit, dan 2 liter/menit. Pada penelitian ini dilakukan analisa perbandingan hasil perhitungan erosi menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation), Erosi outlet, dan Erosi pada sebaran grid. Penelitian ini disertai penempatan grid untuk mengetahui secara lebih rinci sebaran permukaan tanah yang terkena erosi dalam penelitian. Perhitungan erosi menggunakan 3 pendekatan tersebut dilakukan untuk memperoleh estimasi erosi pada setiap pendekatan yang dilakukan. Hasil perhitungan menunjukkan perbedaan yang kecil antara erosi usle, erosi grid, dan erosi outlet. Selain itu, analisa pengaruh angin menunjukkan bahwa angin memiliki dampak signifikan pada proses limpasan permukaan dan erosi tanah. Angin dapat meningkatkan transportasi dan pelepasan partikel tanah, sehingga meningkatkan produksi sedimen. Selain itu, angin mempengaruhi distribusi sebaran percikan hujan yang terjadi.
Pengaruh Erosi Menggunakan Klasifikasi Struktur Tanah Dengan Menggunakan Alat Rainfall Simulator Fitria, Renisa Rismaya; Jadfan Sidqi Fidari; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.032

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di banyak dataran tinggi di Indonesia, permasalahan tersebut adalah erosi. Dari beberapa faktor, faktor yang pertama menyebabkan terjadinya erosi adalah jenis tanah. Pada penelitian yang dilakukan ini, menggunakan tanah yang berada di daerah Junrejo, Batu, Kabupaten Malang. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas hujan dengan erosivitas, pengaruh tekstur tanah yang ada di daerah Junrejo terhadap erodibilitas, serta besar laju erosi dengan menggunakan Metode USLE di alat rainfall simulator. Pada penelitian yang dilakukan ini, digunakan 3 variasi intensitas hujan yakni Intensitas 1 liter/menit, 1,5 liter/menit, 2 liter/menit dengan menggunakan kemiringan 5%. Hasil dari penelitian ini, bahwa intesitas hujan dan erosivitas menghasilkan koefisien determinasi R2 = 0,999, yang artinya bahwa intensitas hujan mempengaruhi erosivitas sebesar 99,9%. Hubungan antara struktur tanah dengan erodibilitas menghasilkan nilai K yang sama, yaitu K = 0,232. Dan pada metode USLE perhitungan erosi menghasilkan nilai dengan intensitas 1 liter/menit yaitu 0,232 ton/ha/thn, pada intensitas 1,5 liter/menit sebesar 0,514 ton/ha/thn, dan pada intensitas 2 liter/menit menghasilkan nilai 0.814 ton/ha/thn.
Studi Evaluasi Saluran Drainase Dalam Upaya Penanggulangan Genangan di Kelurahan Penanggungan, Kota Malang Nur Hanifa Rachmawati; Runi Asmaranto; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.045

Abstract

Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang merupakan salah satu kelurahan yang memiliki masalah genangan yang sering terjadi pada setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena saluran drainase yang kecil, adanya sedimentasi, dan sampah yang menumpuk pada saluran drainase. Studi ini dilakukan untuk mengetahui penyebab genangan yang terjadi serta alternatif penanganan genangan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa sistem drainase menggunakan Software SWMM 5.1. SWMM 5.1 digunakan untuk menggambarkan simulasi genangan dan mengetahui besarnya genangan pada daerah studi. Analisa yang dilakukan yaitu merubah data hujan yang ada menjadi intensitas hujan jam-jaman menggunakan metode mononobe, selain itu dilakukan juga pembagian subcatchment area serta pembuatan model jaringan drainase sesuai dengan keadaan di lapangan. Hasil dari pemodelan tersebut akan di kalibrasi menggunakan RMSE. Hasil dari simulasi SWMM 5.1 menunjukkan kemampuan saluran drainase di lokasi studi yang dianalisis menggunakan kala ulang 5 tahun dan 10 tahun menyebabkan beberapa saluran yang mengalami luapan di Jalan Veteran. Oleh karena itu diperlukan alternatif penanganan genangan banjir dengan cara pengerukan sedimen dan perubahan dimensi pada saluran drainase di Jalan Veteran.