Jadfan Sidqi Fidari
Unknown Affiliation

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Studi Erosi dengan Arah Angin dari Hulu dan Hilir Menggunakan Rainfall Simulator Rizaldy, Muhammad Naufal; Andre Primantyo Hermawan; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.111

Abstract

Erosi tanah merupakan isu penting untuk dipahami karena dampaknya terhadap lingkungan dan produktivitas lahan. Penelitian ini menyelidiki erosi pada pasir kuarsa sebagai kondisi awal dengan menggunakan simulasi curah hujan pada intensitas yang bervariasi (1 L/menit, 1,5 L/menit, dan 2 L/menit), dengan kemiringan lereng tetap yakni 5%. Metode eksperimental melibatkan penggunaan rainfall simulator dan blower sebagai variabel angin di laboratorium dengan spesimen pasir kuarsa. Data yang dikumpulkan mencakup laju aliran limpasan, jumlah sedimen, dan pola gerusan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara intensitas curah hujan dan laju erosi pada pasir kuarsa. Semakin tinggi intensitas, semakin besar jumlah sedimen yang terangkut. Analisis data memberikan pemahaman lebih dalam tentang respons erosi pasir kuarsa terhadap kondisi awal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman mekanisme erosi pada pasir kuarsa sebagai kondisi awal. Implikasi temuan ini mendukung pengembangan strategi mitigasi erosi yang lebih efektif dalam manajemen tanah di berbagai konteks lingkungan. Kesimpulannya, penelitian ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan kondisi awal dalam analisis erosi tanah dan memberikan wawasan baru tentang respons pasir kuarsa terhadap variasi intensitas curah hujan.
A Penentuan Status Mutu Air Sungai Panyiburan dengan Metode STORET, Indeks Pencemaran, dan Metode CCME WQI Fauzi, Gustaft; Emma Yuliani; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.086

Abstract

Kekeringan menjadi salah satu bencana terbesar yang sedang dihadapi Kabupaten Sampang saat ini. Sungai Panyiburan yang berada di kabupaten sampang mengalami kekeringan sehingga tidak jarang masyarakat memanfaatkan air langsung dari Sungai Panyiburan untuk keperluan sehari-hari, baik untuk mengairi irigasi lahan pertanian, peternakan, dan adapun masyarakat sekitar sungai yang menggunakan air untuk mencuci ataupun dikonsumsi langsung. Saat ini belum ada penelitian tentang kondisi status mutu air pada Sungai Panyiburan apakah layak dikonsumsi atau tidak. Hal ini menjadi sebuah permasalahan karena penggunaannya yang tidak terkontrol akan menjadi sumber masalah, baik masalah kesehatan ataupun masalah lainnya yang dapat terjadi akibat penggunaan air langsung dari Sungai Panyiburan. Digunakan 3 metode untuk menentukan status mutu air Sungai Panyiburan yaitu metode Storet, Indeks pencemaran dan CCME WQI. Parameter yang akan diuji terdapat 12 yaitu, TSS Salinitas, pH, COD, TDS, Nitrat, temperatur, Nitrit, BOD, dan Amonia. Dari hasil perhitungan 3 metode kondisi status mutu air Sungai Panyiburan, Metode STORET dengan hasil tercemar berat, Metode Indeks Pencemaran dengan hasil Tercemar ringan, dan Metode CCME WQI dengan hasil cukup sehingga dari hasil analisa 3 metode kemudian ditarik kesimpulan bahwa keadaan status mutu air di Sungai Panyiburan dalam level tercemar.
Studi Perencanaan Jaringan Irigasi di Desa Kuala Pembuang I Kecamatan Seruyan Kalimantan Tengah Oktantian Hernawan; Linda Prasetyorini; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.078

Abstract

Desa Kuala Pembuang I di Kabuapten Seruyan Kalimantan Tengah, merupakan daerah irigasi rawa tradisional. Oleh kerena itu, masih terdapat permasalahan seperti meluapnya air pada saluran Ketika air sungai pasang, serta kekurangan air pada saluran Ketika musim kemarau. Hal ini dikarenakan masih menggunakan sistem irigasi tradisional dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, pada studi ini bertujuan untuk merencanakan sistem jaringan irigasi yang baru guna mengoptimalisasikan pembagian air pada setiap petak sawahnya sesuai dengan kebutuhan air pada setiap petak sawahnya. Selain itu juga, studi ini akan merencanakan rancangan anggaran biaya untuk perencanaan jaringan irigasi yang baru sehingga dapat memperkirakan realisasi dari hasil perencanaan pada studi ini. Dengan menggunakan data pola tata tanam didapat nilai NFR sebesar 1,14 menjadi acuan dalam memperhitungkan kebutuhan air di saluran. Selain itu, terdapat data jumlah petak sawah sebanyak 13 dengan total luasan sebesar 391,67 ha. Serta untuk menghitung rancangan anggaran biaya pada studi ini juga dibutuhkan harga satuan pekerjaan yang menjadi acuan dalam memperhitungkan rancangan anggaran biaya. Hasil penelitian menunjukan dibutuhkan debit air pada intake sebesar 1,946 m3/dt untuk mengaliri seluruh jaringan irigasi. Selain itu direncakan sebanyak 28 saluran irigasi baru yang membutuhkan biaya sebesar Rp. 2.244.496.290,00 untuk dapat merealisasikan seluruh hasil perencanaan.
Penilaian Kinerja Sistem Irigasi dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan pada Daerah Irigasi Ampomangiran VI Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Achmad Firly Ardiansyah; Linda Prasetyorini; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.090

Abstract

: Daerah Irigasi Ampomangiran VI terletak pada Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Masih dapat ditemukan beberapa permasalahan di lapangan mulai dari bangunan irigasi hingga saluran irigasi dengan kondisi buruk yang berakibat pada kurang maksimalnya produktivitas tamam. Selain itu, banyak ditemui vegetasi liar di sekitar bangunan dan saluran irigasi yang mengganggu fungsi dari bangunan dan saluran sekitarnya. Dari hasil inventarisasi dan penilaian aset irigasi, didapatkan nilai Indeks Kinerja Sistem Irigasi pada Daerah Irigasi Ampomangiran VI sebesar 74,08%. Nilai tersebut terdiri dari 6 aspek penilaian yang diantaranya aspek prasarana fisik sebesar 27,77%, aspek produktivitas tanam sebesar 14,06%, aspek sarana penunjang sebesar 8,1%, aspek organisasi personalia sebesar 12,05%, aspek dokumentasi sebesar 4,10%, dan aspek Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebesar 8%. Dari perhitungan nilai prioritas perbaikan yang dilakukan dengan metode Analytic Network Process (ANP) didapatkan nilai prioritas perbaikan tertinggi pada aspek bangunan utama yang berada di dalam aspek prasarana fisik. Untuk perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) Daerah Irigasi Ampomangiran VI sebesar 233.802.137 (dibulatkan menjadi 233.803.000)
Kajian Evaluasi Genangan pada Saluran Drainase di Desa Menala Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat Reviko, Mikhaillieno; Ussy Andawayanti; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.099

Abstract

Banjir merupakan permasalahan lingkungan yang seringkali terjadi di kota-kota besar Indonesia, termasuk di Desa Menala, Kabupaten Sumbawa Barat. Penyebabnya adalah kurangnya perhatian terhadap sistem drainase, penyempitan dan pendangkalan saluran drainase, serta perubahan tata guna lahan yang pesat. Sistem drainase berperan penting dalam mengatasi banjir, dan mengubahnya dapat berdampak buruk pada infrastruktur. Untuk mengevaluasi permasalahan banjir, pemodelan dengan perangkat lunak HEC-RAS menjadi solusi yang diusulkan. Pemodelan ini membantu dalam mengevaluasi sistem drainase perkotaan dan merancang solusi efektif. Studi ini menyajikan hasil penelitian menggunakan aplikasi HEC-RAS 6.2 satu dimensi untuk mengevaluasi permasalahan banjir di Desa Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa debit banjir dengan kala ulang 5 tahun berkisar antara 0,005 m3/detik hingga 1,016 m3/detik. Ditemukan 30 saluran drainase yang tidak mampu menangani debit banjir, menyebabkan ketinggian banjir berkisar antara 15 cm hingga 50 cm. Solusi alternatif berupa perbaikan dimensi saluran dengan beton precast U-Ditch berhasil mengatasi masalah, dan perkiraan biaya untuk implementasi solusi ini sekitar Rp 2.007.342.165.
Studi Perencanaan Jaringan Irigasi di Desa Persil Raya Kecamatan Seruyan Kalimantan Tengah rusiantoro, Sevi bagus; Linda Prasetyorini; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.2

Abstract

Potensi lahan pasang surut di Kalimantan Tengah sangat tinggi, sehingga diperlukan infrastuktur sumber daya air yang memadai. Studi ini bertujuan untuk merancang jaringan irigasi pada lahan rawa pasang surut di Desa Persil Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dengan fokus pada analisis kebutuhan air, desain jaringan, evaluasi muka air menggunakan perangkat lunak HEC-RAS, dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Studi ini mencakup pada area seluas 509,08 ha, dengan analisis kebutuhan air berdasarkan pola tanam padi-padi-bero. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan air irigasi sebesar 1,14 liter/detik/ha untuk pola tanam optimal. Dengan intake total sebesar 1,093 m3/detik. Desain jaringan mencakup saluran dengan lebar 1,5 meter, 1 meter, 0,5 meter, dan 0,3 meter. Simulasi menggunakan HEC-RAS menunjukkan tidak adanya banjir. Hasil perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk perencanaan jaringan irigasi di Desa Persil Raya memiliki biaya pembangunan sebesar Rp 1.755.117.000,00. Penelitian ini menawarkan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pemanfaatan lahan rawa pasang surut agar lebih optimal dan produktif. Solusi yang diusulkan juga bertujuan mendukung peningkatan hasil pertanian .
Pemetaan Sebaran Kekeringan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) di Sub DAS Lekso Aldu Nursah Fagus; Donny Harisuseno; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.13

Abstract

Kabupaten Blitar memiliki permasalahan yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Salah satunya yaitu masalah kekeringan yang terjadi dikarenakan dampak dari kemarau yang panjang. Kekeringan tersebut berangsur membuat sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat semakin berkurang. Kekeringan merupakan bencana yang yang tidak dapat diukur dan bervariasi di setiap tempat terjadinya. Tentu, sangat diperlukan suatu analisis untuk mengetahui tingkat kekeringan yang terjadi pada suatu daerah. Untuk menganalisis kekeringan yang terjadi pada suatu daerah, dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode. Analisis kekeringan pada penelitian ini menggunakan metode Standarized Precpitation Index (SPI). Hasil analisis kekeringan dilakukan pemetaan yang menghasilkan sebaran kekeringan pada batas Sub DAS Lekso menggunakan metode Inversed Distance Weighting (IDW). Hasil penelitian ini menunjukkan dari tahun 2004-2023 (20 tahun), wilayah Sub DAS Lekso mulai memasuki kekeringan di bulan Juli dan memuncak pada bulan September. Setelah kekeringan melewati fase puncaknya, kekeringan akan mengarah pada kondisi yang lebih basah secara bertahap.
Implementasi Metode Standardized Precipitation Index (SPI) untuk Analisis Kekeringan Meteorologi pada Sub DAS Abab Clarista Bellinda Augusta; Donny Harisuseno; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.30

Abstract

Kekeringan merupakan fenomena yang diakibatkan rendahnya curah hujan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Kekeringan tersebut salah satunya terjadi di wilayah Kabupaten/Kota Blitar, yang juga berpengaruh pada Sub DAS Abab yang sebagian besar terletak pada wilayah tersebut. Berdasarkan kejadian tersebut, dibutuhkan analisis indeks kekeringan untuk menganalisis awal hingga berakhirnya kejadian kekeringan yang dapat membantu upaya mitigasi. Metode Standardized Precipitation Index (SPI) didefinisikan sebagai suatu metode untuk menganalisis indeks kekeringan yang digunakan pada penelitian ini. Nilai indeks kekeringan yang diperoleh kemudian digunakan untuk memetakan sebaran kekeringan memanfaatkan metode Inverse Distance Weight (IDW). Peta tersebut dilakukan overlay dengan batas desa dan kecamatan agar dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan wilayah yang diprioritaskan atau perlu dilakukan mitigasi. Hasil perhitungan nilai indeks kekeringan serta pemetaan sebaran kekeringan yang dibangun dari nilai indeks SPI periode defisit 3 bulanan rerata 2004-2023 menunjukkan bahwa kekeringan terjadi di Bulan Juli, Agustus, September, dan berakhir di Bulan Oktober.
The Analisis Stabilitas Lereng Embung Peniwen Akibat Fluktuasi Muka Air Waduk Muhammad, Muhammad Ammar Zhafran Fauzi; Runi Asmaranto; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.46

Abstract

Stabilitas lereng tubuh embung merupakan aspek penting untuk menjamin keselamatan struktur dan keberlangsungan operasional, terutama ketika terjadi fluktuasi muka air yang signifikan. Penelitian ini menganalisis kestabilan lereng Embung Peniwen di Kabupaten Malang pada tiga kondisi operasional, yaitu kondisi kosong, kondisi normal, dan kondisi drawdown. Metode yang digunakan adalah metode keseimbangan batas dengan bantuan perangkat lunak GeoStudio Slope/W. Parameter yang dianalisis mencakup pola rembesan, tekanan air pori, serta faktor keamanan lereng (FS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi drawdown memiliki nilai faktor keamanan terendah, bahkan berada di bawah ambang batas aman (FS < 1,5), berbeda dengan kondisi normal dan kosong yang masih memenuhi standar stabilitas (FS > 1,5). Oleh karena itu, kondisi drawdown memerlukan perhatian khusus. Disarankan untuk melakukan peningkatan sistem drainase dan pemantauan tekanan air pori secara berkala guna menjaga kestabilan tubuh embung.