Jadfan Sidqi Fidari
Unknown Affiliation

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Konsistensi dan Homogenitas Data Curah Hujan Tahunan di DAS Konaweha Ramadhani, Itsalisio; Lily Montarcih Limantara; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data curah hujan merupakan informasi utama dalam analisis hidrologi dan perencanaan sumber daya air. Namun, kualitas data sering terabaikan, padahal data yang tidak konsisten dan tidak homogen dapat menghasilkan kesimpulan yang menyimpang. Studi ini bertujuan menganalisis konsistensi dan homogenitas data curah hujan tahunan di DAS Konaweha, Sulawesi Tenggara. Data curah hujan tahunan dari 5 stasiun hujan (Ameroro, Lambuya, Tongauna, Abuki, dan Meluhu) periode 2012-2025 digunakan dalam penelitian ini. Uji konsistensi dilakukan dengan metode Kurva Massa Ganda, sedangkan uji homogenitas menggunakan Uji Pettitt, Homogenitas Normal Standar, Buishand, dan Von Neumann pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji konsistensi menunjukkan seluruh stasiun hujan lolos uji dengan pola titik-titik plot mengikuti garis linear, sehingga tidak diperlukan koreksi. Berdasarkan klasifikasi Wijngaard dkk. (2003), seluruh stasiun hujan dinyatakan homogen. Stasiun-stasiun tersebut direkomendasikan untuk digunakan dalam analisis hidrologi lanjutan.
Estimasi Batimetri Berbasis Satelit di Perairan Dangkal Pantai Clungup Kabupaten Malang Jawa Timur Arwanda Maulana Rijal Al Fatah; Ery Suhartanto; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan data batimetri di perairan dangkal Pantai Clungup masih terbatas karena survei akustik menghadapi kendala akses, keselamatan, waktu, dan biaya. Penelitian ini bertujuan mengestimasi kedalaman menggunakan Satellite-Derived Bathymetry berbasis citra Sentinel-2 Level-2A serta menentukan model terbaik untuk merepresentasikan variasi kedalaman di Pantai Clungup. Sebanyak 226 titik pemeruman dikoreksi terhadap draft transduser, pasang surut, dan Mean Sea Level, kemudian diagregasi pada resolusi 10 m menjadi 119 titik kalibrasi dan 29 titik pengujian. Citra Sentinel-2 tanggal 4 Mei 2026 diproses melalui subsetting, resampling, masking NDWI, koreksi sunglint, dan Dark Object Subtraction. Estimasi dilakukan menggunakan Stumpf, Lyzenga, dan Random Forest Regression dengan kombinasi B2, B3, dan B4. Random Forest B2–B3–B4 menghasilkan kinerja terbaik dengan R= 0,939, NSE= 0,872, Kappa= 0,722, serta seluruh titik uji memenuhi ambang TVU Special Order. Model ini konsisten merepresentasikan kedalaman 1,178–2,109 m, namun memerlukan validasi lebih lanjut.
Analisis Genangan pada Sistem Drainase Universitas BrawijayaMenggunakan Pemodelan HEC-RAS 2D Berbasis Data Drone Sari Proboayu; Sumiadi; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curah hujan berintensitas tinggi dapat menyebabkan genangan pada kawasan Universitas Brawijaya, terutama pada area dengan elevasi rendah dan cekungan topografi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik genangan pada sistem drainase Universitas Brawijaya menggunakan HEC-RAS 2D berbasis data drone. Pemodelan dilakukan dengan metode Direct Rainfall menggunakan Digital Terrain Model (DTM), data tutupan lahan, dan geometri drainase eksisting hasil pemetaan drone. Simulasi dilakukan untuk hujan rencana dengan kala ulang 2, 5, dan 10 tahun menggunakan durasi hujan 6 jam. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa genangan terkonsentrasi pada area dengan elevasi rendah dan mengalami peningkatan luas serta kedalaman seiring bertambahnya kala ulang hujan. Beberapa lokasi kritis teridentifikasi mengalami akumulasi genangan, antara lain area Fakultas Teknologi Pertanian, jalan menuju Gerbang BNI, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta kawasan Teknik Pengairan. Hasil pemodelan juga menunjukkan kesesuaian dengan pola arah aliran permukaan dan kondisi genangan eksisting berdasarkan ground checking.
Rasionalisasi Kerapatan Stasiun Hujan dan Stasiun Duga Air di DAS Progo dengan Metode Stepwise Cikal Malik Alhakim; Lily Montarcih Limantara; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan data hidrologi yang akurat, khususnya data curah hujan dan debit, menjadi dasar utama dalam pengelolaan sumber daya air di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). DAS Progo yang memiliki luas sekitar 2.457 km² kerap menghadapi permasalahan banjir dan kekeringan sehingga diperlukan evaluasi kerapatan jaringan stasiun hujan dan stasiun duga air eksisting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian kerapatan jaringan stasiun terhadap standar World Meteorological Organization (WMO) serta menentukan stasiun hujan yang paling berpengaruh terhadap debit menggunakan metode Stepwise, dengan data curah hujan dan debit selama 10 tahun pada wilayah AWLR Bantar (1.998,26 km²). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa jumlah delapan stasiun hujan dan tujuh stasiun duga air telah memenuhi standar minimum WMO, meskipun distribusi cakupan spasialnya berdasarkan Poligon Thiessen belum merata. Analisis Stepwise-Enter menghasilkan kombinasi enam stasiun hujan terbaik (Caturanom, Godean, Kenteng, Mendut, Seyegan, dan Tegal) dengan koefisien korelasi sebesar 0,982 dan telah memenuhi seluruh uji asumsi klasik. Kedua pendekatan tersebut memberikan rekomendasi yang saling melengkapi, sehingga penelitian ini merekomendasikan tetap mempertahankan seluruh delapan stasiun hujan eksisting, dengan enam stasiun hasil Stepwise dijadikan prioritas dalam representasi debit DAS Progo.