Linda Prasetyorini
Unknown Affiliation

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Potensi Bahaya Salinitas Dan Bahaya Alkalinitas Air Irigasi Di Daerah Irigasi Mondoroko Wonatorey, Marthina Selfiana Mince; Hari Siswoyo; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.098

Abstract

Air untuk daerah irigasi mondoroko berasal dari sungai modoroko, dimana sungai mondoroko merupakan salah satu anak sungai dari sungai brantas. Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2016, sungai brantas termasuk dalam kategori tercemar berat. Untuk itu perlu dilakukan penelitian potensi bahaya salinitas dan alkalinitas pada air irigasi mondoroko. Pada penelitian ini dilakukan uji kualitas air dengan parameter fisika berupa TDS dan suhu dan parameter kimia berupa pH, Na+, Ca2+, Mg2+, Cl- dan HCO3-. Selain pengujian air, dilakukan juga uji permeabilitas tanah pada sawah irigasi mondoroko. Analisis selanjutnya adalah menentukan jenis tanaman dan tanah yang sesuai dengan kualitas air irigasi berdasarkan metode Indeks Kualitas Air Irigasi (IWQI). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa air irigasi mondoroko memiliki bahaya salinitas dan alkalinitas yang rendah sehingga aman untuk irigasi dan dapat digunakan untuk mengairi semua jenis tanaman kecuali tanaman yang sensitif terhadap garam.
Studi Perencanaan Jaringan Irigasi di Desa Persil Raya Kecamatan Seruyan Kalimantan Tengah rusiantoro, Sevi bagus; Linda Prasetyorini; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.2

Abstract

Potensi lahan pasang surut di Kalimantan Tengah sangat tinggi, sehingga diperlukan infrastuktur sumber daya air yang memadai. Studi ini bertujuan untuk merancang jaringan irigasi pada lahan rawa pasang surut di Desa Persil Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dengan fokus pada analisis kebutuhan air, desain jaringan, evaluasi muka air menggunakan perangkat lunak HEC-RAS, dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Studi ini mencakup pada area seluas 509,08 ha, dengan analisis kebutuhan air berdasarkan pola tanam padi-padi-bero. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan air irigasi sebesar 1,14 liter/detik/ha untuk pola tanam optimal. Dengan intake total sebesar 1,093 m3/detik. Desain jaringan mencakup saluran dengan lebar 1,5 meter, 1 meter, 0,5 meter, dan 0,3 meter. Simulasi menggunakan HEC-RAS menunjukkan tidak adanya banjir. Hasil perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk perencanaan jaringan irigasi di Desa Persil Raya memiliki biaya pembangunan sebesar Rp 1.755.117.000,00. Penelitian ini menawarkan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pemanfaatan lahan rawa pasang surut agar lebih optimal dan produktif. Solusi yang diusulkan juga bertujuan mendukung peningkatan hasil pertanian .
Studi Perencanaan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih Untuk Peningkatan Pelayanan Air Bersih Di Kelurahan Nunukan Barat Maulana, Arif; Riyanto Haribowo; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.34

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk konsumsi, mandi, mencuci, serta aktivitas kebersihan lingkungan, sehingga memerlukan sistem penyediaan yang memadai dan efisien. Kelurahan Nunukan Barat saat ini dilayani jaringan distribusi dari IPA Sei Bilal berkapasitas 50 lt/dt, namun belum seluruh penduduk memperoleh layanan optimal akibat pertumbuhan penduduk dan kebocoran jaringan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi eksisting dan merencanakan pengembangan jaringan air bersih di wilayah yang belum terlayani. Saat ini, IPA Sei Bilal melayani debit puncak sebesar 35,61 lt/dt untuk 3.574 sambungan rumah di empat kelurahan, dan hasil simulasi WaterCAD V8i menunjukkan masih ada pipa yang tidak memenuhi kriteria teknis. Berdasarkan proyeksi, kebutuhan air bersih di Kelurahan Nunukan Barat pada tahun 2044 diperkirakan mencapaii 61,11 lt/dt, sementara itu untuk 13 area pengembangan sebesar 5,32 lt/dt. Rencana pengembangan menghasilkan jaringan yang memenuhi kriteria teknis, dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp 8.297.934.000,00.
Perencanaan Normalisasi dan Tanggul Sebagai Pengendalian Banjir Pada Sungai Kedunglarangan di Kabupaten Pasuruan -, Muhammad Hilmi Hakim Arif; Dian Sisinggih; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.67

Abstract

Sungai Kedunglarangan di Kabupaten Pasuruan merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan banjir yang tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh intensitas curah hujan yang besar, karakteristik topografi dataran rendah di bagian hilir, serta pengaruh aliran balik (backwater) akibat pasang surut laut. Studi ini bertujuan merumuskan alternatif pengendalian banjir melalui penerapan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul sebagai upaya peningkatan kapasitas aliran. Analisis hidrologi menggunakan data tahun 2003 – 2024 dan distribusi Log Pearson Tipe III menghasilkan rencana debit terbesar pada kala ulang 50 tahun, yaitu 651,84 m³/det, yang diperoleh melalui pendekatan HSS Nakayasu. Pemodelan hidrolika menggunakan HEC-RAS 1D untuk kondisi eksisting menunjukkan terjadinya limpasan pada debit Q2th, sejalan dengan sejarah banjir tinggi di Kecamatan Bangil (0,3 – 0,5 m). Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas penampang dan perlindungan tepi sungai. Upaya pengendalian yang diusulkan meliputi normalisasi bagian dan pembangunan tanggul sepanjang ±18 km. Hasil analisis kestabilan menggunakan Metode Bishop menunjukkan bahwa tanggul dengan tinggi 2 m memiliki Faktor Keamanan kritis sebesar 1,85, berada di atas batas minimal yang direkomendasikan (FoS ? 1,5). Simulasi pasca perencanaan menampilkan bahwa kombinasi normalisasi dan tanggul mampu menampung debit hingga Q50, menurunkan luas keseluruhan, serta mempertahankan muka air dalam batas aman.