Linda Prasetyorini
Unknown Affiliation

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Evaluasi Saluran Drainase di Kelurahan Purwodadi Kota Malang Menggunakan Aplikasi SWMM 5.2 Dimas Dhaifullah Ghanim; Linda Prasetyorini; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.036

Abstract

Genangan yang biasa terjadi di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Purwodadi Kota Malang, Jawa Timur merupakan masalah yang sangat perlu diperhatikan daerah tersebut merupakan salah satu jalan utama, dan terdapat banyak pemukiman warga, sehingga dengan adanya genangan akan menghambat aktifitas warga dan dapat menimbulkan banyak kerugian.Banyak faktor yang mengakibatkan permasalahan genangan yang terjadi di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Purwodadi, seperti kemampuan saluran drainase yang sudah tidak mampu menampung jumlah limpasan hujan dan buangan yang dihasilakn di kawasan tersebut. Penyebab lainya juga dipengaruhi dari adanya penumpukan sampah dan material akibat dari aktivitas masyarakat setempat yang dapat menimbulkan sedimentasi di saluran jalan tersebut.Maka dari itu, diperlukan adanya analisa saluran drainase dengan aplikasi SWMM 5.2 yang nantinya akan didapatkan hasil berupa titik luapan air yang harapanya nanti dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan genangan banjir di Jalan Ahmad Yanni Kelurahan Purwodadi Kota Malang, Jawa Timur.  
Evaluasi Saluran Drainase pada Kelurahan Tulusrejo Kata Malang Menggunakan Aplikasi SWMM 5.2 Billah Taufik Hidayah; Linda Prasetyorini; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.037

Abstract

Perubahan tata guna lahan di Kelurahan Tulusrejo menjadikan Kelurahan Tulusrejo menjadi langganan banjir atau genangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi sistem drainase dengan model Strom Water Management Model (SWMM) dengan solusi evaluasi dimensi atau alternatif ramah lingkungan yaitu rain harvesting. Tahapan pemodelan meliputi: analisis hidrologi, perhitungan intensitas curah hujan,jam-jaman kala ulang 5 tahun, pemodelan hidrolika dan LID (low impact development) pada SWMM. Hasil pemodelan dengan kala ulang 5 tahun pada SWMM didapat 4 titik genangan dengan 7 saluran yang perlu dievaluasi. Dari hasil pemodelan pendekatan hidrolika direkomendasikan untuk evaluasi dimensi saluran pada 7 titik. Sedangkan dari hasil pendekatan pemodelan LID disarankan menambahkan rain harvesting pada 10 subcatchment yang berjumlah 263.
Aplikasi EPA SWMM 5.1 pada Perencanaan Sistem Drainase Kawasan Perumahan Aura Park Kecamatan Dau Kabupaten Malang Mahendra, Roeyhan; Mohammad Bisri; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.039

Abstract

Pada perumahan Aura Park diperlukan adanya sistem drainase untuk mengalirkan kelebihan air permukaan ke badan air terdekat secara cepat. Ditambah lagi dengan permasalahan genangan yang cukup merugikan di kawasan dekat perumahan. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan sistem drainase dengan menggunakan software EPA SWMM 5.1. Desain jaringan sistem drainase yang direncanakan terdiri dari 44 saluran drainase berbentuk persegi. Selain itu, direncanakan sumur resapan dan kolam retensi yang diletakkan pada bagian depan perumahan. Analisis sistem drainase dengan EPA SWMM 5.1, periode ulang lima dan sepuluh tahun, dan debit maksimum di outlet masing-masing 0,123 m3/det dan 0,137 m3/det. Kecepatan maksimum sebesar 4,13 m/det dan 4,28 m/det.
Penilaian Kinerja Sistem Irigasi dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan pada Daerah Irigasi Ampomangiran VI Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Achmad Firly Ardiansyah; Linda Prasetyorini; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.090

Abstract

: Daerah Irigasi Ampomangiran VI terletak pada Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Masih dapat ditemukan beberapa permasalahan di lapangan mulai dari bangunan irigasi hingga saluran irigasi dengan kondisi buruk yang berakibat pada kurang maksimalnya produktivitas tamam. Selain itu, banyak ditemui vegetasi liar di sekitar bangunan dan saluran irigasi yang mengganggu fungsi dari bangunan dan saluran sekitarnya. Dari hasil inventarisasi dan penilaian aset irigasi, didapatkan nilai Indeks Kinerja Sistem Irigasi pada Daerah Irigasi Ampomangiran VI sebesar 74,08%. Nilai tersebut terdiri dari 6 aspek penilaian yang diantaranya aspek prasarana fisik sebesar 27,77%, aspek produktivitas tanam sebesar 14,06%, aspek sarana penunjang sebesar 8,1%, aspek organisasi personalia sebesar 12,05%, aspek dokumentasi sebesar 4,10%, dan aspek Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebesar 8%. Dari perhitungan nilai prioritas perbaikan yang dilakukan dengan metode Analytic Network Process (ANP) didapatkan nilai prioritas perbaikan tertinggi pada aspek bangunan utama yang berada di dalam aspek prasarana fisik. Untuk perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) Daerah Irigasi Ampomangiran VI sebesar 233.802.137 (dibulatkan menjadi 233.803.000)
Analisa Laju Erosi dan Arahan Penggunaan Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) pada DAS Mayang Hulu Kabupaten Jember Jawa Timur Mochammad Fikri Raihan Firdausy; Ussy Andawayanti; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.114

Abstract

Permasalahan yang terjadi di DAS Mayang terutama di wilayah hulu, disebabkan oleh pemanfaatan Sungai Mayang yang tidak tepat oleh masyarakat. Perubahan tata guna lahan di wilayah hulu DAS menyebabkan air hujan yang turun mengalir langsung ke sungai karena kurangnya tumbuhan yang dapat menahannya, sehingga menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi di Sungai Mayang serta perlu adanya upaya untuk manajemen DAS. Studi ini menggunakan bantuan software ArcGIS yang dikolaborasikan dengan model ArcSWAT untuk perhitungan nilai erosi dan sedimentasi. Hasil simulasi pada kondisi eksisting diperoleh nilai potensi laju erosi 43,356 ton/ha/tahun dan potensi sedimentasi 27,778 ton/ha/tahun. Hasil analisis indeks bahaya erosi diperoleh dua kriteria yaitu sedang dengan luas 28.750 ha atau 64,463 % dari luasan total dan tinggi dengan luas 15.849 ha atau 35,537 % dari luasan total. Berdasarkan hasil simulasi setalah dilakukan arahan penggunaan lahan, nilai potensi laju erosi diperoleh 28,604 ton/ha/tahun dan sedimentasi 17,969 ton/ha/tahun serta nilai indeks bahaya erosi yang lebih rendah dari kondisi eksisting.
Analisis Laju Erosi dan Arahan Penggunaan Lahan Berdasarkan RLKT pada DAS Bedadung Hulu Kabupaten Jember Faris Risal Ramadhan; Ussy Andawayanti; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.123

Abstract

DAS Bedadung Hulu merupakan DAS yang memiliki permasalahan tata guna lahan pada wilayah hulunya yang tergolong kritis. Dari kondisi tata guna lahan yang kritis menyebabkan erosi dan sedimentasi yang meningkat sehingga menjadikan wilayah DAS Bedadung Hulu terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Untuk mengurangi besarnya erosi dan sedimentasi yang ada, perlu dilakukan analisis rancangan untuk mengurangi nilai erosi dan sedimentasi yang ada. Pada studi ini dilakukan dengan metode ArcSWAT untuk menghitung nilai laju erosi dan sedimentasi. Dari hasil simulasi eksisting diperoleh nilai erosi sebesar 39.117 ton/ha/thn dan sedimentasi sebesar 29.201 ton/ha/thn. Lalu untuk IBE eksisting diperoleh 3 kriteria, rendah seluas 9.559 ha (0.013% dari luasan lahan), sedang seluas 49056.802 ha (67.943% dari luasan lahan), dan tinggi seluas 23136.269 ha (32.044% dari luasan lahan). Setelah diperoleh nilai-nilai eksisting, dibuat analisis berupa arahan penggunaan lahan baru yang sesuai dengan kondisi. Dari arahan penggunaan lahan yang baru diperoleh nilai erosi sebesar 28.743 ton/ha/tahun dan sedimentasi sebesar 20.792 ton/ha/tahun. Untuk IBE diperoleh 2 kriteria, rendah seluas 6272.721 ha (8.688% dari luasan total), sedang seluas 65929.909 ha (91.312% dari luasan total). Dari hasil yang ada, disimpulkan hasil arahan penggunaan lahan yang baru berhasil menurun.
Analisis Indeks Bahaya Erosi dan Upaya Konservasi Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Sub DAS Sanenrejo Kabupaten Jember Jawa Timur Mahaputra, Muhammad Bintang Mahaputra; Ussy Andawayanti; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.124

Abstract

Bencana alam yang terjadi di Kecamatan Tempurejo dikarenakan berubahnya tata guna lahan di wilayah hulu, yakni Taman Nasional Meru Betiri. Ketika tanaman tidak mampu untuk mengikat air hujan, air akan langsung menuju sungai yang menyebabkan erosi dan sedimentasi pada Sungai Sanen, serta diperlukan adanya upaya pengelolaan DAS. Perhitungan nilai erosi dan sedimentasi pada studi ini menggunakan software ArcGIS yang dikolaborasikan dengan model SWAT.  Hasil simulasi pada kondisi eksisting diperoleh potensi nilai laju erosi sebesar 46,802 ton/ha/tahun dan potensi sedimentasi sebesar 37,046 ton/ha/tahun. Hasil analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) diperoleh dua kriteria, yaitu sedang dengan luas 19.955 ha atau 63,898 % dari luasan total dan tinggi dengan luas 11.275 ha atau 36,102 % dari luasan total. Hasil simulasi setelah dilakukan upaya konservasi lahan, nilai potensi laju erosi diperoleh 27,154 ton/ha/tahun dan sedimentasi 18,666 ton/ha/tahun serta nilai indeks bahaya erosi yang lebih rendah dari kondisi eksisting.
Implementasi Building Information Modelling pada Perencanaan Teknis Jaringan Drainase di Kecamatan Lamongan Rachmat, Alvian; Evi Nur Cahya; Linda Prasetyorini; Febriyanti Maulina
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.130

Abstract

Penerapan Building Information Modelling (BIM) telah dimulai pada proyek konstruksi di Indonesia, termasuk pengembangan jaringan drainase di Kecamatan Lamongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi desain yang optimal, mengevaluasi kecepatan aliran dan kapasitas saluran drainase, serta memperoleh kuantitas pekerjaan dalam sistem drainase proyek pembangunan di Kecamatan Lamongan. Building Information Modelling (BIM) digunakan untuk melakukan pemodelan dan analisis proyek ini, dengan fokus pada parameter hidrolik yang optimal. Pemodelan jaringan drainase dilakukan menggunakan Civil 3D, dan analisis hidrologi diolah dengan menggunakan aplikasi Storm and Sanitary Analysis (SSA). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penampang saluran drainase yang optimal memiliki ukuran minimum dengan lebar dasar 0,8 m dan tinggi 0,8 m, serta ukuran maksimum dengan lebar 1,6 m dan tinggi 1,8 m. Ukuran tersebut dapat menampung dan mengalirkan aliran banjir rancangan di drainase Kecamatan Lamongan. Kuantitas volume pekerjaan pada saluran drainase di Kecamatan Lamongan dihitung, menghasilkan volume galian tanah sebesar 12,747.11 m³ dan total 8,091 unit U-Ditch beton.
Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Untuk Pemetaan Daerah Rawan Banjir Sebagai Upaya Mitigasi Di DAS Laweyan Anjarwati, Silviana; Ery Suhartanto; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.140

Abstract

DAS Laweyan merupakan daerah aliran sungai di Kabupaten Pasuruan yang kerap terjadi bencana banjir terutama di musim hujan. Seringnya bencana banjir menunjukkan bahwa masih diperlukan peningkatan mitigasi di DAS Laweyan. Faktor yang menyebabkan banjir selain curah hujan yang tinggi adalah kemiringan lereng, jenis tanah, ketinggian lahan, tutupan lahan dan kerapatan sungai. Faktor-faktor inilah nantinya diaplikasikan sebagai parameter rawan banjir. Metode yang dilakukan pada penelitian adalah overlay, dimana scoring tiap parameter akan di terapkan serta pengklasifikasian bobot yang sesuai kemudian di overlay pada software ArcGIS 10.4.  Yang nantinya akan diperoleh peta rawan banjir dengan 5 kelas rawan. Peta rawan inilah yang akan digunakan sebagai penyedia informasi agar menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan dalam upaya mitigasi bencana banjir dan membantu dalam proses relokasi. Upaya mitigasi di DAS Laweyan akan dilakukan dengan 2 bentuk yaitu struktural berupa kolam retensi dan embung kecil sedangkan non-struktural berupa sistem peringatan dini. Dari hasil analisis pada penelitian ini, perencanaan struktural berupa 5 embung dengan reduksi terbesar 17,26% dan 2 kolam retensi dengan reduksi terbesar 41,46%. Adapun alat yang direkomendasikan untuk sistem peringatan dini yaitu ATMOS 41 W, HOBO MicroRX Water Level Station Rx2100-WL, sirine, dan CCTV. Diharapkan dengan adanya upaya mitigasi yang tepat bencana banjir akan berkurang.
Analisis Penurunan Tingkat Kehilangan Air Pada Sistem Jaringan Distribusi Zona Layanan PT Pinang Kota Tangreang Noer Badi Gustiningtyas, Noer Badi Gustiningtyas; Riyanto Haribowo; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.154

Abstract

Kota Tangerang merupakan kota yang mengalami jumlah penduduk setiap tahun. Hal tersebut memiliki dampak yang signifikan bagi PT Pinang terhadap kebutuhan air minum pelanggan. Permasalahan yang terjadi adalah tingginya tingkat kehilangan air mencapai 58,58% dan sistem jaringan yang belum tertata dengan baik. Berdasarkan evaluasi kondisi eksisting pada jaringan pipa distribusi secara keseluruhan belum nilai tekanan saat jam minimum pukul 00.00 ada;ah 7,82 atm. Hasil evaluasi kehilangan air bulan Juli 2023 kehilangan air terjadi sebesar 7,07 lt dari total air terdistribusi 12,07 l/dt. Kehilangan air tersebut bisa disebabkan oleh kebocoran fisik dan non fisik. Upaya penurunan tingkat kehilangan air dilakukan dengan metode pressure management menggunakan alat PRV dan konsep pencarian kebocoran secara aktif menggunakan step test. Berdasarkan penerapan metode management pressure menggunakan alat PRV mampu menekan nilai tekanan saat jam minimum pemakaian pukul 00.00 dari 7,82 atm hingga 1,12 atm. Sehingga dapat disimpulkan alat PRV sebagai salah satu metode penurunan kebocoran mampu mengurangi kahilangan air di zona layanan PT Pinang.