Linda Prasetyorini
Unknown Affiliation

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Upaya Mitigasi Bencana Banjir Sungai Gembong Kabupaten Pasuruan Wibowo, Hindrawan Tri; Linda Prasetyorini; M. Amar Sajali
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.035

Abstract

Sungai Gembong merupakan sungai yang secara administrasi ada di Kabupaten dan Kota Pasuruan. Pada tahun 2021 terjadi banjir akibat luapan Sungai Gembong yang menggenangi 4 kelurahan dengan ketinggian kurang lebih 1 meter. Diperlukan adanya upaya mitigasi bencana banjir untuk mengurangi dampak dan risiko yang ditimbulkan akibat bencana banjir dari Sungai Gembong. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan nilai debit banjir secara perhitungan, luas genangan banjir kala ulang 2, 25, dan 50 tahun serta upaya mitigasi yang dapat dilakukan pada Sungai Gembong untuk mengurangi dampak dan risiko banjir. Penelitian ini dimulai dengan analisis kualitas data hujan dan selanjutnya melakukan perhitungan untuk mendapatkan debit banjir rancangan dengan kala ulang 2, 25, dan juga 50 tahun. Setelah didapatkan debit pemodelan dilakukan dengan HEC-RAS 6.3.1 dengan analisis 2D dan simulasi Unsteady Flow Analysis untuk mendapatkan sebaran genangan banjir yang terjadi. Selanjutnya dilakukan upaya mitigasi untuk mengurangi dampak dan resiko banjir. Hasil dari penelitian ini yaitu rekomendasi upaya mitigasi struktural dengan normalisasi sepanjang 4,1 km dan 3,9 km serta tanggal sepanjang 8,3 km dan 7,9 km. Mitigasi non-struktural berupa penempatan peralatan penunjang sistem peringatan dini bencana banjir.
Analisis Tingkat Bahaya Erosi pada DAS Lekso Kabupaten Blitar Berbasis Sistem Informasi Geografi Subagio, Fajar Ramdan; Linda Prasetyorini; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.031

Abstract

Perubahan tata guna lahan dapat mengakibatkan kerusakan suatu daerah aliran sungai sehingga menimbulkan terjadinya percepatan erosi atau erosi tanah yang dapat membuat kesuburan tanah menjadi berkurang. Perubahan tata guna lahan juga terjadi pada DAS Lekso. Dalam upaya mengetahui nilai erosi yang terjadi pada DAS Lekso digunakan metode USLE pada analisis kali ini sehingga didapatkan hasil laju erosi adalah 347 ton/ha/tahun atau 24,8 mm/tahun. Nilai laju erosi DAS Lekso ini telah jauh melebihi batas normal toleransi erosi di Indonesia yaitu sekitar 2.5 mm/tahun. Hasil Analisis Tingkat Bahaya Erosi (TBE) pada DAS Lekso didominasi dengan kelas Ringan dengan Luas Sebesar 43.34 Km2. Dengan Pembagian klsifikasi yang diantaranya Sangat Ringan dengan Luas 23.49 Km2, Ringan dengan Luas 43.34 Km2, Sedang dengan Luas 17,81 Km2, Berat dengan Luas 31,89 Km2, Sangat Berat dengan Luas 32.48 Km2. Berdasarkan kriteria yang diterbitkan oleh Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah DAS Lekso terbagi  menjadi 3 kawasan yaitu Kawasan Hutan Lindung dengan luas 48.41 km2, Kawasan Penyangga dengan luas 48.01 Km2, dan Kawasan Budidaya Tanaman dengan luas 52.59 Km2. Hasil arahan penggunaan lahan ini dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan tata guna lahan yang baru.
Studi Perencanaan Jaringan Irigasi di Desa Kuala Pembuang I Kecamatan Seruyan Kalimantan Tengah Oktantian Hernawan; Linda Prasetyorini; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.078

Abstract

Desa Kuala Pembuang I di Kabuapten Seruyan Kalimantan Tengah, merupakan daerah irigasi rawa tradisional. Oleh kerena itu, masih terdapat permasalahan seperti meluapnya air pada saluran Ketika air sungai pasang, serta kekurangan air pada saluran Ketika musim kemarau. Hal ini dikarenakan masih menggunakan sistem irigasi tradisional dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, pada studi ini bertujuan untuk merencanakan sistem jaringan irigasi yang baru guna mengoptimalisasikan pembagian air pada setiap petak sawahnya sesuai dengan kebutuhan air pada setiap petak sawahnya. Selain itu juga, studi ini akan merencanakan rancangan anggaran biaya untuk perencanaan jaringan irigasi yang baru sehingga dapat memperkirakan realisasi dari hasil perencanaan pada studi ini. Dengan menggunakan data pola tata tanam didapat nilai NFR sebesar 1,14 menjadi acuan dalam memperhitungkan kebutuhan air di saluran. Selain itu, terdapat data jumlah petak sawah sebanyak 13 dengan total luasan sebesar 391,67 ha. Serta untuk menghitung rancangan anggaran biaya pada studi ini juga dibutuhkan harga satuan pekerjaan yang menjadi acuan dalam memperhitungkan rancangan anggaran biaya. Hasil penelitian menunjukan dibutuhkan debit air pada intake sebesar 1,946 m3/dt untuk mengaliri seluruh jaringan irigasi. Selain itu direncakan sebanyak 28 saluran irigasi baru yang membutuhkan biaya sebesar Rp. 2.244.496.290,00 untuk dapat merealisasikan seluruh hasil perencanaan.
Aplikasi Metode FJ. Mock Menggunakan Data Hujan Satelit GPM untuk Alih Ragam Hujan Menjadi Debit di DAS Rejoso Alyavara Mayang Ferynandari; Ery Suhartanto; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.094

Abstract

DAS Rejoso, yang terletak di wilayah Sungai Welang-Rejoso, sering menghadapi masalah keterbatasan data debit akibat kerusakan atau kesalahan pencatatan. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini menggunakan data hujan satelit GPM yang memiliki resolusi spasial dan temporal tinggi, serta menerapkan metode F.J. Mock untuk mengonversi data hujan menjadi estimasi debit. Proses kalibrasi dan validasi data hujan satelit dengan menggunakan metode Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) dan koefisien korelasi menunjukkan hasil yang sangat baik, mengindikasikan kesesuaian data satelit dengan data pengamatan. Hasil pemilihan rasio kalibrasi dan validasi terbaik yaitu 19:1, yang memberikan nilai NSE dan koefisien korelasi yang sangat kuat. Selanjutnya, model F.J. Mock digunakan untuk menghitung debit, dengan hasil simulasi yang memadai. Analisis debit andalan dilakukan untuk memperoleh estimasi debit tahunan dan bulanan, yang bermanfaat dalam perencanaan pengelolaan sumber daya air, termasuk irigasi dan mitigasi risiko banjir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi data hujan satelit GPM dan metode F.J. Mock dapat diandalkan untuk memprediksi debit dengan keterbatasan data pengamatan, memberikan kontribusi penting dalam pengelolaan sumber daya air
Aplikasi Metode NRECA dengan Algoritma Genetik untuk Alih Ragam Hujan Menjadi Debit pada DAS Petung Putri Herdiyansyah, Intan; Ery Suhartanto; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.082

Abstract

DAS Petung berperan penting dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitarnya, tetapi terbatasnya ketersediaan dapat menyebabkan kekeringan. Sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya air yang berbasis data debit sungai. Namun, data debit sering mengalami kendala akibat kesalahan pengukuran atau kerusakan alat, oleh karena itu pada DAS Petung perlu dilakukan alih ragam curah hujan menjadi debit. Penelitian ini menganalisis kalibrasi debit model metode NRECA dengan Algoritma Genetik serta validasi hasil pemodelan terhadap data observasi lapangan. Proses kalibrasi dilakukan dengan mengoptimasi parameter GWF dan PSUB pada Microsoft Excel. Hasil kalibrasi terbaik menunjukkan nilai NSE sebesar 0,999 (sangat baik) dan koefisien korelasi (R) sebesar 0,999 (sangat kuat) untuk periode 17 tahun. Sementara itu, hasil validasi terbaik diperoleh dari data selama 3 tahun dengan nilai NSE sebesar 0,754 (sangat baik) dan nilai R sebesar 0,949 (sangat kuat). Dari hasil debit pemodelan didapatkan analisis debit andalan Q80 berkisar antara 0,479-1,042 m³/dt. Sementara itu, untuk Q90 antara 0,381-0,629 m³/dt dan Q95 antara 0,315-0,553 m³/dt. Hasil ini menunjukkan bahwa metode NRECA yang dikombinasikan dengan Algoritma Genetik mampu mengonversi curah hujan menjadi debit dengan tingkat akurasi yang tinggi serta mendukung pengelolaan sumber daya air pada DAS Petung guna memastikan ketersediaan air bagi masyarakat.
Analisis Curah Hujan Menjadi Debit Menggunakan Metode NRECA dengan Algoritma Genetik pada DAS Pekalen Humau, Joerghi William; Ery Suhartanto; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.104

Abstract

DAS Pekalen di Kabupaten Probolinggo merupakan sumber utama air bersih bagi masyarakat setempat, namun ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air menyebabkan permasalahan kekurangan pasokan. Peningkatan kebutuhan air tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai, sementara tidak semua sungai memiliki pos duga air, dan data debit yang tersedia sering kali terbatas atau terganggu akibat kerusakan alat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data curah hujan menjadi debit menggunakan model NRECA dengan Algoritma Genetik serta menganalisis debit andalan di DAS Pekalen. Hasil kalibrasi selama 15 tahun (2004–2018) menunjukkan performa sangat baik dengan NSE 0,999 dan koefisien korelasi (R) 0,999, sedangkan validasi selama 5 tahun (2019–2023) memperoleh NSE 0,577 dan R 0,768. Debit andalan selama 20 tahun menunjukkan Q80% sebesar 5,46 m³/det, Q90% 4,50 m³/det, dan Q95% 3,97 m³/det. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam memahami karakteristik debit di DAS Pekalen serta mendukung upaya perencanaan dan pengelolaan sumber daya air, khususnya di DAS yang tidak memiliki AWLR.
Perencanaan Jaringan Drainase Di Perumahan Jedong Regency Berdasarkan Penerapan Konsep Low Impact Development (LID) Dengan Menggunakan Paket Program Swmm 5.2 -, Natasya Rizka Salsabilla; Linda Prasetyorini; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.127

Abstract

Peningkatan alih fungsi lahan akibat pembangunan permukiman di daerah topografi menurun seperti Perumahan Jedong Regency berpotensi menimbulkan genangan air, terutama saat musim hujan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sistem drainase yang tidak hanya mampu mengalirkan air secara efektif, tetapi juga memperhatikan aspek konservasi air. Perencanaan ini bertujuan untuk merancang jaringan drainase berbasis konsep Low Impact Development (LID) dengan memanfaatkan fitur simulasi pada aplikasi SWMM 5.2. Jenis LID yang diterapkan meliputi sumur resapan, pemanenan air hujan, dan pemanenan air hujan terintegrasi dengan sumur resapan. Proses perencanaan dimulai dengan analisis hidrologi dan hidrolika untuk menentukan debit rencana dan dimensi saluran, dilanjutkan dengan simulasi pemodelan sistem drainase untuk menguji efektivitas konsep LID dalam mengurangi limpasan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan LID mampu mengurangi volume genangan secara signifikan dan berkontribusi terhadap pengisian kembali air tanah. Estimasi rencana anggaran biaya juga disusun untuk mendukung implementasi sistem secara menyeluruh. Oleh karena itu, metode ini bisa dijadikan pilihan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam mengelola sistem drainase di area permukiman.
Studi Evaluasi Saluran Drainase di Desa Kuang, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat Ivan Bintang Arfiansyah; Ussy Andawayanti; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.057

Abstract

Desa Kuang Kecamatan Taliwang yang terletak di Kota Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah yang sering terjadi banjir. Pertambahan penduduk dan perkembangan wilayah, ditambah dengan topografi yang cenderung datar menyebabkan penyimpanan saluran drainase yang ada sudah tidak cukup untuk menangani jumlah curah hujan yang tidak dapat diserap oleh tanah. Pada penelitian ini perlu dilakukan analisis intensitas curah hujan rencana dengan rentan waktu 5 tahun (R5). Selanjutnya menganalisis penyimpanan saluran drainase eksisting dengan memodelkan aplikasi EPA SWMM 5.2. Setelah mendapatkan informasi dari model, perlu dilakukan evaluasi terhadap saluran drainase eksisting. Saluran yang tidak mencukupi atau meluap akan diubah ukurannya seperti yang terjadi pada saluran C7, C16, C25, C20, C34, C27, C21, C22, C23, C31, C32 dan C37. Saluran C38 memiliki kekurangan kapasitas terbesar dengan total debit mencapai 0,184 m3/s. Untuk aliran tak terdukung total di lokasi studi adalah 0,37 m3/dt. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi besaran saluran pada titik banjir dengan U-Ditch. Perkiraan dana yang dibutuhkan dalam pembangunan drainase sejumlah Rp. 851.741.000
Rasionaliasi Kerapatan Jaringan Pos Hujan dengan Metode Stepwise di Sub Das Kening Arrazi, Muhammad Yurizqi Arrazi; Lily Montarcih Limantara; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.070

Abstract

Perencanaan pengembangan sumber daya air diperlukan data hidrologi yang akurat baik dalam segi kualitas dan kuantitas. Artinya adalah apabila data hidrologi tersebut mampu memberi gambaran kondisi hidrologi yang cukup akurat dengan yang terjadi di lapangan, contohnya seperti apakah data hujan tersebut berkaitan dengan data debit eksisting. Persebaran pos hujan dan nilai kerapatannya akan sangat berpengaruh terhadap tingkat kesalahan dari rerata suatu data hidrologi. Kerapatan jaringan pos hujan yang terlalu rapat atau renggang dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya ketidakakuratan besar hujan yang terukur. Sehingga diperlukan adanya rasionalisasi pada Sub DAS Kening yang mempunyai luas sebesar 676 km2. Rasionalisasi jaringan pos hujan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kerapatan jaringan pos hujan eksisting sudah sesuai dengan standar WMO atau tidak, selanjutnya akan dirasionalisasikan menggunakan metode Stepwise. Data yang digunakan adalah data hujan sebagai variabel bebas selama 10 tahun, dan data debit sebagai variabel terikat selama 10 tahun. Metode Stepwise ini merupakan metode statistik yang dapat mengetahui pos hujan mana yang memiliki korelasi secara signifikan terhadap pos duga air. Standar WMO dapat mengetahui kebutuhan minimum jumlah pos hujan eksisting berdasarkan karakteristik geografi suatu daerah.
Pemodelan Pengendalian Banjir Di Kali Hardisingat Kabupaten Kediri Menggunakan HEC-RAS 6.2 Saskarina S, Aurelia; Dian Sisinggih; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.066

Abstract

Banjir akibat luapan Kali Hardisingat merupakan salah satu permasalahan yang masih belum dapat terselesaikan di Kabupaten Kediri diakibatkan oleh intensitas hujan tinggi. Penelitian ini akan menganalisis debit banjir rancangan pada Q25 untuk mengetahui kondisi banjir eksisting dan kapasitas eksisting penampang Kali Hardisingat. Desain penampang sungai akan direncanakan apabila penampang eksisting tidak dapat menampung debit banjir rancangan pada Q25. Pemodelan dilakukan sepanjang 7km pada bagian tegah menuju hilir Kali Hardisingat dengan melakukan proses kalibrasi menggunakan data observasi kejadian banjir. Desain penampang yang direncanakan yaitu normalisasi sungai sepanjang ±4,3 km dengan lebar sebesar 15-18 m. Selain itu dimodelkan pula tanggul urukan dengan ketinggian maksimum setinggi 2m. Pemodelan tersebut menggunakan line modification pada fitur Ras Mapper Hec-Ras 6.2 dengan melakukan pemodelan unsteady flow simulation dan didapatkan hasil bahwa pemodelan banjir menggunakan normalisasi dan tanggul dapat mereduksi banjir pada Q25 di sepanjang pemodelan Kali Hardisingat. Hasil dari penelitian ini yaitu rekomendasi alternatif perencanaan pengendalian banjir berupa normalisasi dan tanggul, serta analisis mengenai stabilitas tanggul yang direncanakan