Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MENAKAR PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT KABUPATEN TANA TORAJA TERHADAP PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) TAHUN 2020 Meyliana, Inggried Fena; Erowati, Dewi
Jurnal Academia Praja Vol 3 No 02 (2020): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v3i2.183

Abstract

Studi ini mengkaji tentang menakar partisipasi politik masyarakat Kabupaten Tana Toraja pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020. Faktor yang mempengaruhi penurunan partisipasi masyarakat Tana Toraja pada Pilkada 2015 dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada 2020. Terlebih lagi, mempelajari kesiapan masyarakat Tana Toraja pada Pilkada 2020 di masa pandemi penting dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui data primer yang didapatkan dari wawancara mendalam kepada narasumber yang berasal dari KPUD Tana Toraja, organisasi semu politik Banteng Muda Indonesia dan Pengamat Politik Tana Toraja. Pengumpulan data skunder dengan mengutip buku, jurnal, dokumen, media online. Teknik analisis data melalui aktivitas reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan partisipasi masyarakat pada Pilkada Tana Toraja Tahun 2015 dipengaruhi tingkat kesadaran politik dan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam mengantisipasi konflik antar pendukung pasangan calon. Selain itu, Pilkada Tana Toraja Tahun 2020 di masa pandemi diprediksikan mengalami penurunan terhadap partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih. Hal itu disebabkan karena masih tingginya jumlah kasus Covid-19 yang terjadi dan pemungutan suara di bulan Desember dimana pada bulan ini juga factor cuaca cenderung tidak mendukung masyarakat dalam melakukan aktifitasnya sehingga dapat menjadi alasan masyarakat untuk tidak hadir di TPS pada hari pemilihan 9 Desember nanti.
Government Interoperability in Promoting E-Governance: A Study of the Super Mantab Application in Musi Rawas Regency Erowati, Dewi; Farhan, Eva Kurnia; Astuti, Puji; Rizqi, Muhammad Dimas
Jurnal Studi Pemerintahan Vol 17, No 1 (2026): February 2026 (INPRESS)
Publisher : Department of Government Affairs and Administration, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze how e-government interoperability contributes to promoting effective e-governance through a case study of the Super Mantab Application implementation in Musi Rawas Regency, Indonesia. Interoperability in this context refers to the capability of various government systems and institutions to exchange, integrate, and utilize data, information, and public services seamlessly. The research employs a qualitative descriptive approach with a single-case study design. Primary data were collected through in-depth interviews with officials from the Department of Communication and Informatics, technical staff, and application users, while secondary data were obtained from policy documents and literature related to the Electronic-Based Government System (SPBE). Data were analyzed using NVivo 12 Plus software through coding, matrix coding query, and project map techniques to identify relationships among actors and key implementation factors. The findings reveal that the level of interoperability among government institutions in Musi Rawas Regency remains at an early stage, with limited data integration and institutional coordination. The most dominant factors influencing implementation success are communication effectiveness and the disposition of policy implementers, whereas bureaucratic structure and resource capacity remain the main challenges. Other obstacles include low public digital literacy, uneven network infrastructure, and regional regulations that are not yet aligned with national SPBE policies. Nevertheless, the Super Mantab Application has contributed to expanding access to digital public services and promoting local MSMEs. The study concludes that the success of interoperability depends not only on technological readiness but also on interagency coordination, leadership commitment, and citizen participation. Therefore, strengthening human resource capacity, promoting adaptive bureaucratic reform, and establishing regional policies that standardize interoperability are essential strategies to accelerate the transformation toward transparent, participatory, and sustainable e-governance.